8 mins read

Rumus Economic Order Quantity (EOQ) dan Cara Menghitungnya

rumus economic order quantity
Mekari POS Insight

  • Economic Order Quantity (EOQ) adalah metode untuk menghitung jumlah barang optimal yang sebaiknya dipesan dalam satu kali pemesanan, agar total biaya pemesanan dan penyimpanan dapat ditekan.
  • EOQ menjawab pertanyaan berapa banyak barang yang perlu dipesan, sedangkan reorder point menjawab kapan harus memesan. Keduanya perlu digunakan bersamaan, dan hasil EOQ tetap perlu disesuaikan dengan minimum order pemasok serta kapasitas gudang.
  • Mekari POS adalah solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa. Mekari POS membantu bisnis mencatat penjualan setiap produk di setiap outlet, sehingga data permintaan untuk menghitung EOQ selalu tersedia dan akurat.

Memesan barang terlalu sering dapat meningkatkan biaya pemesanan, sedangkan membeli dalam jumlah besar sekaligus membuat biaya penyimpanan ikut naik. Jika tidak diperhitungkan dengan baik, keduanya dapat mengurangi efisiensi operasional dan membebani biaya bisnis.

Economic Order Quantity (EOQ) membantu menentukan jumlah pemesanan yang optimal untuk menyeimbangkan kedua biaya tersebut. Artikel ini membahas pengertian EOQ, rumus dan contoh perhitungannya, asumsi penggunaan, perbedaannya dengan reorder point, serta tantangan penerapannya pada bisnis multicabang.

Apa itu Economic Order Quantity (EOQ)?

Economic Order Quantity (EOQ) adalah metode untuk menghitung jumlah barang optimal yang sebaiknya dipesan dalam satu kali pemesanan agar total biaya pemesanan dan penyimpanan persediaan dapat ditekan.

Jika bisnis terlalu sering memesan barang dalam jumlah kecil, biaya pemesanan akan meningkat karena transaksi pembelian dilakukan berulang kali. Sebaliknya, pemesanan dalam jumlah besar dapat mengurangi frekuensi order, tetapi meningkatkan biaya penyimpanan karena lebih banyak barang menumpuk di gudang.

EOQ membantu bisnis menemukan titik keseimbangan antara kedua biaya tersebut sehingga pembelian persediaan dapat direncanakan dengan lebih terukur. Perencanaan ini penting karena jumlah stok yang tidak sesuai dengan kebutuhan dapat menimbulkan kerugian, baik akibat kehabisan barang maupun penumpukan persediaan.

Menurut IHL Group, distorsi persediaan global, yang mencakup kerugian akibat stok kosong dan stok berlebih, turun dari 10,4% penjualan ritel pada 2021 menjadi 6,2% pada 2026. 

Kondisi ini menunjukkan pentingnya mengelola persediaan secara tepat. Stok yang terlalu sedikit dapat membuat bisnis kehilangan peluang penjualan, sedangkan stok berlebih mengikat modal dan meningkatkan biaya penyimpanan. EOQ dapat menjadi salah satu acuan untuk menentukan jumlah pemesanan yang lebih optimal.

Rumus dan cara menghitung EOQ

Rumus Economic Order Quantity yang umum digunakan adalah sebagai berikut

EOQ = √(2 × D × S ÷ H)

Keterangan:

  • D (Demand): total kebutuhan atau permintaan barang dalam satu tahun, dalam unit.
  • S (Ordering Cost): biaya yang dikeluarkan untuk setiap kali pemesanan.
  • H (Holding Cost): biaya penyimpanan per unit per tahun.

Sebelum menggunakan rumus tersebut, pastikan periode dan satuan datanya konsisten. Jika permintaan dihitung per tahun, biaya penyimpanan per unit juga harus dihitung untuk periode satu tahun.

1. Pahami komponen biaya dalam EOQ

Ada dua komponen biaya utama yang diseimbangkan dalam EOQ.

Biaya pemesanan mencakup biaya yang timbul setiap kali bisnis melakukan pembelian, seperti administrasi pemesanan, pemrosesan dokumen, dan biaya penerimaan barang yang relevan. Biaya ini umumnya meningkat ketika frekuensi pemesanan bertambah.

Biaya penyimpanan mencakup biaya untuk menyimpan persediaan selama periode tertentu, seperti penggunaan ruang gudang, asuransi, penanganan barang, dan risiko kerusakan atau kedaluwarsa. Besarnya biaya ini berkaitan dengan jumlah rata-rata persediaan yang disimpan.

2. Contoh perhitungan EOQ

Misalnya, sebuah toko memiliki data kebutuhan dan biaya persediaan sebagai berikut.

KomponenNilai
Kebutuhan barang per tahun (D)24.000 unit
Biaya pemesanan per order (S)Rp150.000
Biaya penyimpanan per unit per tahun (H)Rp2.000

Masukkan data tersebut ke dalam rumus EOQ:

EOQ = √(2 × 24.000 × 150.000 ÷ 2.000)

EOQ = √3.600.000

EOQ ≈ 1.897 unit

Artinya, jumlah pemesanan optimal berdasarkan asumsi EOQ adalah sekitar 1.897 unit setiap kali melakukan pemesanan.

Untuk mengetahui perkiraan frekuensi pemesanan dalam setahun, gunakan rumus berikut.

Frekuensi Pemesanan = Permintaan Tahunan ÷ EOQ

Frekuensi pemesanan = 24.000 ÷ 1.897

Frekuensi pemesanan ≈ 12,65 kali per tahun.

Dalam praktiknya, angka tersebut dapat dibulatkan menjadi sekitar 13 kali pemesanan per tahun. Jumlah unit pada setiap order aktual dapat disesuaikan agar total pemenuhan kebutuhan tahunan tetap mencukupi.

Perlu diingat, EOQ merupakan hasil perhitungan berdasarkan asumsi tertentu. Jumlah pemesanan aktual mungkin perlu disesuaikan jika pemasok menetapkan minimum order, memberikan diskon kuantitas, atau memiliki batas kapasitas pengiriman.

Syarat dan asumsi penggunaan EOQ

EOQ menghasilkan perhitungan yang paling sesuai ketika kondisi persediaan relatif stabil dan biaya dapat diperkirakan. 

1. Permintaan relatif konsisten

EOQ mengasumsikan kebutuhan barang dapat diperkirakan dengan cukup baik selama periode perhitungan. Jika permintaan sangat fluktuatif karena musim, tren, atau promosi, hasil EOQ perlu dievaluasi agar sesuai dengan kondisi aktual.

2. Biaya pemesanan dan penyimpanan relatif stabil

Rumus dasar EOQ mengasumsikan biaya pemesanan per order dan biaya penyimpanan per unit tidak berubah secara signifikan selama periode perhitungan. Perubahan biaya logistik, sewa gudang, atau penanganan barang dapat memengaruhi jumlah pemesanan optimal.

3. Kapasitas operasional memadai

Bisnis perlu memiliki kapasitas untuk menerima, menyimpan, dan menangani barang sesuai jumlah yang dihitung. Jika kapasitas gudang terbatas, jumlah pemesanan aktual mungkin perlu disesuaikan.

4. Ketentuan minimum order pemasok dapat dipenuhi

Pemasok dapat menetapkan minimum order atau jumlah pembelian dalam kelipatan tertentu. Jika ketentuan tersebut berbeda dari hasil EOQ, bisnis perlu mengevaluasi jumlah pemesanan berdasarkan total biaya dan kebutuhan persediaan.

5. Lead time dapat diperkirakan

EOQ menentukan jumlah optimal setiap kali pemesanan, bukan waktu barang harus dipesan. Agar persediaan tidak habis sebelum pengiriman tiba, bisnis tetap perlu memantau lead time dan menentukan reorder point serta safety stock jika diperlukan.

Bedanya EOQ dengan reorder point

EOQ dan reorder point (ROP) sama-sama digunakan dalam pengelolaan persediaan, tetapi keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda. EOQ menentukan jumlah barang yang perlu dipesan, sedangkan ROP menentukan kapan pemesanan ulang harus dilakukan.

AspekEOQReorder point
Pertanyaan utamaBerapa banyak barang yang perlu dipesan?Kapan harus memesan ulang?
FokusMenyeimbangkan biaya pemesanan dan penyimpananMemastikan pemesanan dilakukan sebelum stok habis
Komponen utamaPermintaan tahunan, biaya pemesanan, dan biaya penyimpananPermintaan selama lead time dan safety stock
Hasil perhitunganJumlah unit optimal per orderBatas stok yang memicu pemesanan ulang

Kedua metode ini dapat digunakan secara bersamaan. Ketika stok mencapai reorder point, bisnis dapat menggunakan EOQ sebagai acuan jumlah barang yang perlu dipesan.

Tantangan menerapkan EOQ di bisnis multicabang

Penerapan EOQ pada satu lokasi relatif sederhana, namun, bisnis dengan banyak outlet perlu mempertimbangkan perbedaan permintaan di setiap cabang.

1. Perbedaan permintaan setiap outlet

Outlet di lokasi ramai dapat memiliki volume penjualan lebih tinggi dibandingkan outlet lainnya. Karena itu, penggunaan satu angka EOQ untuk semua cabang berisiko menghasilkan jumlah pemesanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan masing-masing outlet.

2. Variasi biaya pemesanan dan penyimpanan

Biaya pengiriman, penerimaan barang, dan penyimpanan dapat berbeda antarlokasi. Perbedaan ini perlu diperhitungkan ketika menentukan EOQ agar hasilnya mencerminkan kondisi operasional setiap cabang.

3. Kebutuhan data historis yang akurat

Perhitungan EOQ membutuhkan data permintaan dan biaya yang dapat diandalkan. Jika pencatatan stok dan penjualan setiap outlet tidak konsisten, jumlah pemesanan yang dihasilkan berisiko tidak sesuai dengan kebutuhan sebenarnya.

4. Koordinasi pemesanan dan distribusi antarcabang

Bisnis multicabang perlu menentukan apakah barang akan dipesan secara terpisah oleh setiap outlet atau secara terpusat melalui gudang utama. Keputusan ini memengaruhi biaya pemesanan, biaya distribusi, dan jumlah stok yang perlu disiapkan di setiap lokasi.

Kesalahan umum saat menghitung EOQ

Kesalahan dalam memasukkan data atau memahami hasil perhitungan dapat membuat EOQ kurang efektif diterapkan. Berikut beberapa hal yang perlu dihindari.

1. Menggunakan satuan periode yang tidak konsisten

Permintaan tahunan harus dipasangkan dengan biaya penyimpanan tahunan per unit. Jika biaya penyimpanan yang digunakan adalah biaya bulanan, samakan terlebih dahulu periodenya agar hasil perhitungan tidak keliru.

2. Tidak memperbarui data permintaan dan biaya

Perubahan volume penjualan dan biaya operasional dapat memengaruhi jumlah pemesanan yang optimal. Karena itu, hitung ulang EOQ secara berkala, terutama ketika pola permintaan atau biaya pemasok berubah.

Kebiasaan memesan stok tanpa mempertimbangkan penjualan aktual masih menjadi tantangan bagi UKM. 

Laporan Netstock menunjukkan bahwa 58% UKM masuk dalam kategori yang kurang melakukan perencanaan ke depan, dengan banyak bisnis mengisi ulang stok tanpa menyesuaikan jumlah pesanan dengan barang yang benar-benar terjual. 

Jika kebiasaan ini terus dilakukan, bisnis berisiko memesan barang dalam jumlah yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Dengan memperbarui data permintaan dan biaya secara berkala, bisnis dapat menghitung ulang EOQ dan menentukan jumlah pesanan yang lebih sesuai dengan kondisi aktual.

3. Menganggap EOQ menentukan waktu pemesanan

EOQ hanya memberikan acuan jumlah barang yang sebaiknya dipesan dalam satu order. Untuk menentukan kapan harus memesan ulang, bisnis perlu menggunakan reorder point dengan mempertimbangkan permintaan selama lead time dan safety stock.

4. Mengabaikan batasan pemasok dan kapasitas gudang

Jumlah pemesanan hasil perhitungan belum tentu dapat langsung diterapkan jika pemasok memiliki minimum order atau gudang tidak mampu menampung barang sebanyak itu. Pertimbangkan batasan tersebut sebelum menetapkan jumlah order aktual.

5. Menganggap EOQ sama dengan reorder point 

EOQ menentukan jumlah barang optimal dalam setiap pemesanan, sedangkan reorder point (ROP) menentukan kapan bisnis perlu melakukan pemesanan ulang. Keduanya memiliki fungsi berbeda dalam pengelolaan persediaan.

6. Mengabaikan batasan operasional dan pemasok 

Hasil EOQ perlu disesuaikan dengan kapasitas gudang, minimum order quantity (MOQ), dan ketentuan pemasok. Jumlah pemesanan yang optimal secara matematis belum tentu dapat diterapkan langsung di lapangan.

Hitung EOQ lebih akurat dengan data dari Mekari POS

Dari tiga komponen rumus EOQ, permintaan tahunan menjadi data yang paling menentukan, dan juga yang paling sering tidak akurat. Pada bisnis multicabang, permintaan setiap produk bisa berbeda jauh antaroutlet. Jika data penjualan tidak tercatat rapi per produk dan per lokasi, jumlah pemesanan yang dihasilkan berisiko terlalu besar untuk satu cabang dan terlalu kecil untuk cabang lain.

Mekari POS hadir sebagai solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa. Mekari POS membantu bisnis menyiapkan data permintaan dan stok yang dibutuhkan untuk menentukan jumlah pemesanan yang optimal. Berikut fitur yang dapat dimanfaatkan:

  • Laporan penjualan per produk dan periode: Gunakan data penjualan historis setiap produk sebagai dasar menghitung permintaan tahunan dalam rumus EOQ.
  • Data penjualan per outlet: Bandingkan permintaan di setiap cabang untuk menghitung EOQ yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing lokasi.
  • Tren penjualan dari waktu ke waktu: Kenali pola musiman atau perubahan permintaan, sehingga Anda tahu kapan EOQ perlu dihitung ulang.
  • Stok real-time per outlet: Pantau stok setiap produk secara langsung agar jumlah pemesanan dari EOQ dapat dikombinasikan dengan waktu pemesanan dari reorder point.
  • Headquarter dan transfer antarcabang: Pantau seluruh outlet dari satu dasbor dan pindahkan stok antarcabang, sehingga strategi pemesanan terpusat lebih mudah dijalankan.
  • Stok bahan baku berdasarkan resep: Untuk bisnis F&B, penggunaan bahan baku tercatat otomatis setiap menu terjual, sehingga kebutuhan tahunan setiap bahan lebih mudah dihitung.
  • Integrasi Mekari Jurnal: Sinkronkan transaksi ke Mekari Jurnal untuk pencatatan akuntansi otomatis sebagai pendukung data biaya persediaan.

Saatnya tentukan jumlah pemesanan yang lebih efisien berdasarkan data penjualan setiap outlet bersama Mekari POS.

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

IHL Group. “The 2026 Inventory Distortion Study”
Netstock. “Netstock 2026 Benchmark Report: The State of Supply Chain Planning”

FAQ

1. Apa itu Economic Order Quantity (EOQ)?

1. Apa itu Economic Order Quantity (EOQ)?

Economic Order Quantity (EOQ) adalah metode untuk menghitung jumlah barang optimal yang sebaiknya dipesan dalam satu kali pemesanan, agar total biaya pemesanan dan penyimpanan persediaan dapat ditekan.

2. Apa perbedaan EOQ dan reorder point?

2. Apa perbedaan EOQ dan reorder point?

EOQ menentukan berapa banyak barang yang perlu dipesan, sedangkan reorder point menentukan kapan pemesanan ulang harus dilakukan. Keduanya dapat digunakan bersamaan, misalnya memakai EOQ sebagai acuan jumlah pesanan saat stok mencapai reorder point.

3. Mengapa EOQ perlu dihitung terpisah di bisnis multicabang?

3. Mengapa EOQ perlu dihitung terpisah di bisnis multicabang?

Permintaan, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan bisa berbeda di setiap outlet. Menggunakan satu angka EOQ untuk semua cabang berisiko menghasilkan jumlah pemesanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan masing-masing lokasi.

4. Bagaimana Mekari POS membantu menghitung EOQ?

4. Bagaimana Mekari POS membantu menghitung EOQ?

Mekari POS mencatat penjualan setiap produk di setiap outlet, sehingga data permintaan untuk rumus EOQ dapat diambil dari transaksi aktual. Stok real-time juga membantu mengombinasikan hasil EOQ dengan reorder point.

Mekari POS

Mekari POS adalah solusi multi-industri yang memungkinkan bisnis F&B retail, dan jasa untuk mengelola transaksi, inventaris, dan performa seluruh cabang dari satu dasbor terintegrasi sehingga operasional berjalan lebih efisien dan bisnis dapat fokus pada pertumbuhan yang nyata

Pelajari lebih lanjut

Mekari POS adalah bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti:

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • People
  • Customer
  • Services
  • Operasional & digitalisasi