7 mins read

Cara Menghitung Stok Barang: Rumus, Kartu Stok, Contoh

cara menghitung stok barang
Mekari POS Insight
  • Menghitung stok barang adalah proses menentukan jumlah dan nilai barang yang tersedia, mencakup pencatatan barang masuk, keluar, hingga saldo stok yang tersisa pada periode tertentu.
  • Kartu stok yang diisi dengan benar membantu bisnis melacak pergerakan setiap item secara jelas, sehingga memudahkan proses stock opname maupun evaluasi bisnis secara keseluruhan.
  • Mekari POS membantu bisnis mencatat pergerakan stok secara otomatis setiap kali terjadi transaksi, sehingga perhitungan stok Anda selalu didukung data yang akurat.

Mencatat stok barang secara asal mungkin tidak terasa bermasalah ketika jumlah produk masih sedikit. Karena itu, penting untuk memahami cara menghitung stok barang dengan benar agar jumlah persediaan yang tercatat tetap sesuai dengan kondisi sebenarnya. 

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari pengertian stok barang dan pentingnya menghitung stok dengan tepat, cara mengisi kartu stok, rumus menghitung stok barang, cara menghitung inventory turnover dan inventory days, serta tips membuat catatan stok yang rapi.

Mengapa bisnis perlu menghitung stok barang?

Menghitung stok barang merupakan proses untuk mengetahui jumlah dan nilai persediaan yang dimiliki bisnis. Pencatatan yang tidak akurat dapat membuat bisnis mengalami kelebihan stok, kekurangan stok, hingga menumpuknya barang yang tidak terjual.

Data Insight

Kesalahan pengelolaan inventaris menyebabkan retailer AS kehilangan lebih dari $112 miliar akibat shrinkage dalam setahun. – NRF National Retail Security Survey.

Angka ini menunjukkan betapa besarnya dampak finansial yang bisa terjadi ketika stok tidak dikelola dan dicatat dengan benar, bahkan pada skala bisnis besar sekalipun.

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan biaya operasional dan mengurangi keuntungan.

Data Inisight

Pencatatan manual memiliki tingkat kesalahan sekitar 1 dari 300 entri, sementara barcode scanning memiliki akurasi hingga 1 dari 3 juta pemindaian – Descartes Finale.

Perbedaan tingkat akurasi yang sangat jauh ini menunjukkan pentingnya beralih ke sistem pencatatan yang lebih andal, terutama seiring bertambahnya jumlah SKU dan volume transaksi bisnis Anda.

Dengan menghitung stok secara rutin dan akurat, bisnis dapat mengetahui jumlah barang yang tersedia serta mencocokkannya dengan data pembelian dan penjualan.

Bagi bisnis retail maupun F&B, data stok yang akurat juga menjadi dasar dalam mengambil keputusan terkait pembelian dan pengelolaan persediaan. Dengan begitu, modal tidak terlalu banyak tertahan dalam stok dan kebutuhan pelanggan tetap dapat terpenuhi.

Cara mengisi kartu stok barang

Kartu stok adalah catatan yang digunakan untuk memantau pergerakan setiap barang, mulai dari stok masuk, stok keluar, hingga jumlah stok yang tersisa. 

Format kartu stok umumnya terdiri dari lima kolom berikut:

TanggalKeteranganMasukKeluarSaldo
1 JanuariSaldo awal100
5 JanuariPembelian dari supplier50150
10 JanuariPenjualan ke pelanggan30120
15 JanuariRetur dari pelanggan5125
20 JanuariPenjualan ke pelanggan4085

Setiap kolom memiliki fungsi berikut:

  • Tanggal: diisi sesuai tanggal terjadinya transaksi atau perubahan stok.
  • Keterangan: diisi dengan jenis transaksi, seperti pembelian, penjualan, retur, atau penyesuaian karena barang rusak.
  • Masuk: diisi dengan jumlah barang yang bertambah, misalnya dari pembelian atau retur pelanggan.
  • Keluar: diisi dengan jumlah barang yang berkurang, misalnya karena penjualan, kerusakan, atau penggunaan barang.
  • Saldo: dihitung ulang setiap kali ada transaksi, dengan rumus saldo sebelumnya + stok masuk − stok keluar.

Sebagai contoh, pada baris tanggal 5 Januari di atas, kolom Keterangan diisi “Pembelian dari supplier”, kolom Masuk diisi 50 karena ada tambahan barang, kolom Keluar dikosongkan karena tidak ada barang terjual pada transaksi tersebut, dan kolom Saldo dihitung dari saldo sebelumnya (100) ditambah barang masuk (50), sehingga menghasilkan 150.

Kartu stok sebaiknya diperbarui setiap kali terjadi transaksi agar jumlah yang tercatat tetap sesuai dengan kondisi persediaan. Pencatatan yang rutin juga memudahkan Anda menemukan selisih stok jika jumlah di catatan berbeda dengan stok fisik.

Rumus menghitung stok barang

Terdapat enam rumus yang bisa digunakan untuk memantau kondisi persediaan bisnis, dan keenamnya saling berkaitan dalam dua alur. 

Empat rumus pertama (stok akhir, rata-rata stok, inventory turnover, inventory days) membentuk satu rantai perhitungan yang saling membangun satu sama lain, dimulai dari angka paling dasar hingga menunjukkan seberapa cepat stok bergerak. 

Dua rumus berikutnya (safety stock dan reorder point) membentuk rantai kedua yang membantu bisnis merencanakan berapa banyak stok cadangan yang perlu disiapkan, dan kapan sebaiknya melakukan pemesanan ulang.

1. Rumus stok akhir

Stok akhir menunjukkan jumlah persediaan yang masih tersedia pada akhir periode. Jika menggunakan nilai rupiah, rumusnya adalah:

Stok Akhir = Stok Awal + Pembelian – HPP

Sementara untuk pencatatan berdasarkan jumlah unit, rumusnya dapat ditulis sebagai:

Stok Akhir = Stok Awal + Barang Masuk – Barang Keluar

Contoh:

Sebuah toko memiliki stok awal 100 unit. Selama satu bulan, toko menerima 200 unit dari supplier dan menjual 250 unit.

Stok Akhir = 100 + 200 – 250 = 50 unit

Artinya, terdapat 50 unit barang yang masih tersisa pada akhir bulan.

2. Rumus rata-rata stok

Rata-rata stok digunakan untuk mengetahui jumlah persediaan yang secara umum tersedia selama periode tertentu. Rumusnya adalah:

Rata-rata Stok = (Stok Awal + Stok Akhir) ÷ 2

Contoh:

Jika stok awal adalah 100 unit dan stok akhir 50 unit, maka:

Rata-rata Stok = (100 + 50) ÷ 2 = 75 unit

Angka rata-rata ini kemudian dapat digunakan untuk mengukur seberapa cepat persediaan bisnis berputar.

3. Rumus inventory turnover

Inventory turnover menunjukkan seberapa sering stok terjual dan digantikan kembali dalam suatu periode. Rumusnya adalah:

Inventory Turnover = HPP ÷ Rata-rata Nilai Stok

Semakin tinggi rasio ini, semakin cepat persediaan berputar. Sebaliknya, rasio yang rendah dapat menunjukkan adanya stok berlebih atau produk yang pergerakannya lambat.

Contoh:

Jika HPP selama satu periode adalah Rp75.000.000 dan rata-rata nilai stok juga Rp75.000.000, maka:

Inventory Turnover = Rp75.000.000 ÷ Rp75.000.000 = 1 kali

Artinya, persediaan bisnis berputar sebanyak 1 kali selama periode tersebut.

4. Rumus inventory days

Inventory days menunjukkan perkiraan rata-rata waktu yang dibutuhkan bisnis untuk menjual persediaannya. Rumusnya adalah:

Inventory Days = 365 ÷ Inventory Turnover

Contoh:

Jika inventory turnover mencapai 12 kali dalam setahun, maka:

Inventory Days = 365 ÷ 12 = sekitar 30 hari

Artinya, stok rata-rata membutuhkan waktu sekitar 30 hari untuk terjual. Semakin rendah inventory days, semakin cepat pula persediaan bergerak dan kembali menjadi kas.

5. Rumus safety stock

Safety stock adalah stok penyangga yang perlu disiapkan untuk mengantisipasi kondisi seperti permintaan yang meningkat atau keterlambatan pengiriman dari supplier. Rumusnya adalah:

Safety Stock = (Pemakaian Harian Maksimum × Lead Time Maksimum) − (Pemakaian Harian Rata-rata × Lead Time Rata-rata)

Contoh: 

Sebuah bisnis memiliki data berikut untuk salah satu produknya:

  • Pemakaian harian maksimum: 100 unit
  • Lead time maksimum: 14 hari
  • Pemakaian harian rata-rata: 50 unit
  • Lead time rata-rata: 10 hari

Maka:

Safety Stock = (100 × 14) − (50 × 10) = 1.400 − 500 = 900 unit

Artinya, bisnis tersebut sebaiknya menyediakan tambahan 900 unit sebagai stok penyangga, di luar stok reguler yang digunakan untuk memenuhi permintaan harian.

6. Rumus reorder point

Angka safety stock yang sudah dihitung menjadi salah satu komponen dalam reorder point (ROP), yaitu titik stok yang menandakan bahwa bisnis perlu segera melakukan pemesanan ulang agar stok baru tiba sebelum persediaan habis.

Reorder Point = (Pemakaian Harian Rata-rata × Lead Time Rata-rata) + Safety Stock

Menggunakan data dan hasil safety stock dari contoh sebelumnya:

Reorder Point = (50 × 10) + 900 = 500 + 900 = 1.400 unit

Artinya, ketika stok produk tersebut menyentuh angka 1.400 unit, bisnis perlu segera melakukan pemesanan ulang kepada supplier agar stok baru dapat tiba sebelum persediaan benar-benar habis.

Cara membuat catatan stok barang yang rapi

Berikut beberapa tips agar catatan stok barang Anda tetap akurat dan mudah dievaluasi.

  • Perbarui catatan secara konsisten: Catat setiap barang masuk dan keluar segera setelah transaksi terjadi. Hindari menunda pencatatan hingga akhir hari atau minggu agar tidak ada transaksi yang terlewat.
  • Gunakan metode penilaian stok yang konsisten: Pilih metode penilaian seperti FIFO atau rata-rata tertimbang, lalu gunakan metode yang sama secara konsisten agar nilai persediaan dan HPP dapat dihitung dengan lebih akurat.
  • Lakukan stock opname secara berkala: Bandingkan jumlah stok yang tercatat dengan kondisi fisik barang secara rutin. Cara ini membantu menemukan selisih stok lebih cepat dan mengetahui kemungkinan kesalahan pencatatan.
  • Pisahkan pencatatan berdasarkan SKU atau varian: Catat setiap SKU dan varian secara terpisah, terutama jika produk memiliki perbedaan ukuran, warna, atau jenis. Dengan begitu, pergerakan setiap produk dapat dilacak dengan lebih jelas.
  • Manfaatkan sistem digital: Seiring bertambahnya jumlah produk dan transaksi, pencatatan manual menjadi lebih rentan terhadap kesalahan. Sistem digital dapat membantu mengotomatisasi pencatatan dan memudahkan pemantauan stok secara lebih akurat.

Catat dan hitung stok barang lebih akurat dengan Mekari POS

Mengisi kartu stok dan menghitung rumus-rumus di atas secara manual bisa menjadi pekerjaan yang memakan waktu, apalagi jika bisnis Anda memiliki banyak SKU dan volume transaksi yang terus bertambah.

Tanpa pencatatan yang rapi sejak awal, risiko kesalahan hitung menjadi lebih besar, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi keakuratan laporan stok dan keputusan bisnis Anda.

Mekari POS adalah sistem kasir terpusat yang dirancang untuk bisnis retail dan F&B, membantu Anda mencatat pergerakan stok secara otomatis sehingga perhitungan stok barang selalu didukung data yang akurat. Berikut fitur yang bisa dimanfaatkan:

  • Point of sales: Setiap transaksi penjualan tercatat otomatis, menjadi dasar data barang keluar untuk perhitungan stok akhir dan inventory turnover.
  • Manajemen inventaris dan produk: Pergerakan stok, mulai dari pembelian hingga penyesuaian, tercatat secara real-time per SKU dan varian, menggantikan pencatatan manual di kartu stok.
  • Laporan dan analisis bisnis: Dapatkan data historis stok dan penjualan yang siap digunakan untuk menghitung rata-rata stok, inventory days, hingga menentukan safety stock dan reorder point.
  • Integrasi native dengan Mekari Jurnal: Data stok dan transaksi tersinkronisasi otomatis ke laporan keuangan, mendukung perhitungan HPP yang konsisten dengan metode penilaian stok yang Anda pilih.

Siap kelola pencatatan dan perhitungan stok bisnis Anda dengan data yang lebih akurat? Mulai kelola transaksi dan operasional bisnis Anda dengan Mekari POS.

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

NRF (National Retail Federation). “National Retail Security Survey.” 
Descartes Finale. “Barcode Inventory System ROI Guide.” 

FAQ

1. Bagaimana cara menghitung stok barang?

1. Bagaimana cara menghitung stok barang?

Cara paling dasar adalah dengan rumus Stok Akhir sama dengan Stok Awal ditambah Barang Masuk dikurangi Barang Keluar, sementara untuk evaluasi lebih mendalam dapat digunakan rumus rata-rata stok, inventory turnover, dan inventory days.

2. Bagaimana cara mengisi kartu stok barang?

2. Bagaimana cara mengisi kartu stok barang?

Kartu stok diisi dengan mencatat tanggal transaksi, keterangan jenis transaksi, jumlah barang masuk, jumlah barang keluar, dan saldo yang dihitung ulang setiap kali terjadi pergerakan stok.

3. Apa itu inventory turnover dan kenapa penting?

3. Apa itu inventory turnover dan kenapa penting?

Inventory turnover adalah rasio yang menunjukkan seberapa sering stok terjual dan digantikan dalam suatu periode, dihitung dengan membagi harga pokok penjualan dengan rata-rata stok, penting untuk mengevaluasi efisiensi pengelolaan stok.

4. Bagaimana Mekari POS membantu perhitungan stok barang bisnis?

4. Bagaimana Mekari POS membantu perhitungan stok barang bisnis?

Mekari POS membantu mencatat pergerakan stok secara otomatis setiap kali terjadi transaksi, sehingga tersedia data yang akurat untuk menghitung stok akhir, rata-rata stok, hingga inventory turnover tanpa perlu menghitung manual satu per satu.