- Riset produk adalah proses mencari dan memvalidasi produk yang berpotensi laku sebelum menyediakan stok, mencakup analisis permintaan, tren, kompetitor, harga, dan margin.
- Tren pasar perlu divalidasi dengan data penjualan sendiri. Produk yang viral belum tentu laku di toko Anda, dan produk dengan penjualan terbanyak belum tentu paling menguntungkan.
- Mekari POS hadir sebagai solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa. Mekari POS membantu menampilkan produk terlaris, tren penjualan, dan pergerakan stok dari seluruh outlet sebagai dasar keputusan riset produk.
Memilih produk hanya berdasarkan feeling atau mengikuti tren bisa membuat stok tidak laku dan modal tertahan di gudang. Karena itu, sebelum menambah produk, penjual perlu memastikan ada permintaan pasar dan peluang keuntungan yang masuk akal.
Artikel ini membahas cara riset produk secara bertahap, mulai dari memantau tren dan memvalidasi permintaan hingga menghitung margin dan menganalisis data penjualan untuk menemukan produk yang layak dijual.
Apa itu riset produk?
Riset produk adalah proses mencari dan memvalidasi produk yang berpotensi laku di pasar sebelum menginvestasikan modal untuk menyediakan stok. Proses ini mencakup analisis permintaan, tren pasar, kompetitor, harga jual, dan margin keuntungan untuk menilai kelayakan suatu produk.
Riset ini penting karena menambah variasi produk tidak selalu menjamin penjualan yang baik. Tanpa memahami kebutuhan pasar, penjual berisiko menyediakan barang yang kurang diminati, menumpuk stok yang sulit terjual, atau kehilangan peluang penjualan karena produk yang dicari pelanggan tidak tersedia.
Data ini menunjukkan bahwa memperluas pilihan produk perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap permintaan pasar. Karena itu, riset produk membantu penjual menilai peluang penjualan sebelum menambah stok, sehingga keputusan pembelian lebih terarah dan risiko modal tertahan pada barang yang sulit terjual dapat dikurangi.
Cara riset produk
Berikut delapan langkah yang bisa digunakan untuk menilai peluang suatu produk sebelum menyediakan stok dalam jumlah besar.
1. Tentukan kategori dan tujuan riset
Mulailah dengan menentukan kategori produk yang sesuai dengan bisnis dan target pelanggan, misalnya fashion, kebutuhan rumah tangga, atau makanan ringan. Setelah itu, tetapkan tujuan riset, apakah untuk mencari produk baru, mengganti produk yang lambat terjual, atau menambah variasi produk yang sudah ada.
Tujuan ini membantu Anda menentukan data apa yang perlu dikumpulkan dan indikator apa yang digunakan untuk menilai potensi produk.
2. Pantau tren melalui Google Trends
Google Trends dapat membantu Anda melihat perubahan minat pencarian terhadap produk dari waktu ke waktu dan antarwilayah. Informasi ini berguna untuk mengenali produk yang mulai menarik perhatian pasar atau memiliki pola permintaan musiman.
Namun, grafik Google Trends tidak menunjukkan jumlah pencarian secara langsung.
Menurut Google News Initiative, angka pada grafik merupakan indeks relatif dengan nilai tertinggi 100 berdasarkan popularitas suatu istilah dalam periode dan wilayah yang dipilih.
Karena itu, gunakan Google Trends untuk membandingkan pola minat terhadap beberapa produk, bukan untuk memperkirakan jumlah calon pembeli atau memastikan besarnya permintaan. Hasilnya perlu dilengkapi dengan data penjualan dan kondisi pasar agar penilaian peluang produk lebih akurat.
3. Periksa permintaan di marketplace dan media sosial
Marketplace dapat membantu Anda mengidentifikasi produk yang banyak diminati melalui kategori terlaris, jumlah penjualan yang ditampilkan, dan ulasan pembeli. Sementara itu, media sosial seperti Instagram dan TikTok dapat digunakan untuk memantau produk yang sedang ramai dibicarakan.
Catat produk yang menarik perhatian, kisaran harga, jumlah pesaing, dan konsistensi permintaannya. Jangan langsung menyimpulkan bahwa produk tersebut layak dijual hanya karena memiliki banyak penjualan atau sedang viral.
4. Dengarkan kebutuhan pelanggan
Setelah mengamati tren dan produk yang diminati pasar, cari tahu alasan di balik minat tersebut dengan mempelajari kebutuhan pelanggan. Anda dapat membaca ulasan produk, memperhatikan keluhan pembeli, atau melakukan survei singkat untuk mengetahui hal yang mereka cari tetapi belum terpenuhi.
Ulasan menjadi salah satu sumber informasi yang relevan karena dapat memengaruhi keputusan pembelian sekaligus memperlihatkan pengalaman konsumen terhadap suatu produk.
Bagi penjual, ulasan tersebut juga dapat digunakan untuk menemukan peluang pengembangan produk. Jika memiliki toko fisik, Anda juga dapat menanyakan produk yang dicari pelanggan tetapi belum tersedia.
5. Bandingkan kompetitor dan harga
Amati penjual yang menawarkan produk sejenis, baik di marketplace maupun toko fisik. Bandingkan harga, variasi produk, paket penjualan, kualitas, dan keunggulan yang mereka tawarkan.
Tujuannya bukan sekadar mencari harga termurah, melainkan menemukan celah pasar. Misalnya, produk dengan permintaan cukup tinggi tetapi pilihan ukuran terbatas dapat menjadi peluang jika bisnis Anda mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
6. Hitung HPP dan margin keuntungan
Produk yang laris belum tentu menghasilkan keuntungan yang memadai. Sebelum memilih produk, hitung harga pokok penjualan (HPP) dan biaya lain yang relevan, seperti kemasan, ongkos kirim dari pemasok, komisi platform, dan biaya promosi.
7. Uji pasar dengan stok kecil
Setelah menemukan produk yang memiliki permintaan dan potensi margin, lakukan pengujian dalam skala kecil. Anda dapat membeli stok terbatas, menawarkan sampel, atau membuka pre-order jika sesuai dengan model bisnis dan ketentuan penjualan yang berlaku.
Pantau jumlah pembelian, tanggapan pelanggan, dan keuntungan yang dihasilkan. Hasil pengujian ini menjadi dasar untuk menentukan apakah stok perlu ditambah atau produk sebaiknya dievaluasi kembali.
8. Evaluasi data penjualan sendiri
Data pasar menunjukkan produk yang berpotensi laku secara umum, sedangkan transaksi toko memperlihatkan produk yang benar-benar dibeli pelanggan Anda. Karena itu, penjual yang sudah beroperasi perlu menjadikan data penjualan internal sebagai bagian dari riset produk.
Analisis penjualan berdasarkan produk, kategori, dan periode untuk mengetahui barang yang konsisten laku, lambat terjual, atau sering kehabisan stok. Gunakan hasilnya untuk menentukan produk yang perlu ditambah, dipromosikan, atau dihentikan.
Evaluasi ini juga menjadi masukan bagi riset berikutnya agar keputusan pembelian stok tidak hanya mengandalkan tren pasar.
Cara riset produk yang sedang tren
Tidak semua tren memiliki pola permintaan yang sama. Ada produk yang diminati dalam jangka panjang, produk yang mengalami lonjakan pada musim tertentu, dan produk yang hanya viral dalam waktu singkat.
| Jenis tren | Ciri-ciri | Strategi stok |
|---|---|---|
| Tren jangka panjang | Minat meningkat atau bertahan selama beberapa tahun | Pertimbangkan stok lebih besar setelah permintaan dan margin tervalidasi |
| Tren musiman | Minat naik dan turun pada periode tertentu yang berulang | Siapkan stok menjelang musim permintaan dan sesuaikan setelahnya |
| Tren viral sesaat | Minat melonjak tajam lalu turun dalam waktu relatif singkat | Mulai dari stok terbatas dan evaluasi penjualan dengan cepat |
Untuk mengidentifikasi pola tersebut, buka Google Trends, bandingkan beberapa kata kunci produk, pilih wilayah Indonesia, lalu amati grafik dalam rentang waktu yang berbeda. Rentang beberapa tahun dapat membantu mengidentifikasi pola musiman dan membedakan tren jangka panjang dari lonjakan sesaat.
Setelah menemukan produk yang sedang naik daun, validasi kembali permintaannya melalui marketplace, ulasan pelanggan, harga kompetitor, dan perhitungan margin. Minat pencarian yang tinggi tidak otomatis berarti produk tersebut akan laku atau menguntungkan.
Metrik yang dapat digunakan dalam melakukan riset produk
Produk terlaris dapat diidentifikasi melalui dua sumber utama, yaitu data pasar dan data transaksi toko sendiri. Data pasar membantu melihat produk yang diminati secara umum, sedangkan data internal menunjukkan produk yang paling sesuai dengan pelanggan bisnis Anda.
Untuk menilai produk terlaris dari data internal, jangan hanya mengandalkan jumlah unit yang terjual. Gunakan beberapa metrik berikut sesuai tujuan evaluasi.
| Metrik | Hal yang diukur | Hal yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Unit terjual | Jumlah barang yang dibeli | Produk murah dapat mendominasi jumlah unit tanpa memberikan kontribusi keuntungan terbesar |
| Omzet | Nilai penjualan yang dihasilkan | Omzet tinggi belum tentu berarti margin tinggi |
| Margin kotor | Selisih harga jual dan HPP relatif terhadap harga jual | Perhitungannya belum mencakup seluruh biaya operasional |
| Perputaran stok | Seberapa cepat persediaan terjual dan diperbarui | Perlu dibaca bersama tingkat ketersediaan stok dan pola permintaan |
| Frekuensi pembelian ulang | Seberapa sering pelanggan membeli kembali | Membutuhkan data transaksi berulang atau identifikasi pelanggan |
Setelah mengumpulkan data, kelompokkan produk berdasarkan kontribusi penjualan dan margin. Produk dengan penjualan konsisten serta margin yang sehat perlu dijaga ketersediaannya. Sebaliknya, produk dengan penjualan rendah dan stok yang lama tertahan perlu dievaluasi, misalnya melalui penyesuaian harga, promosi, atau penghentian pembelian ulang.
Kesalahan umum saat riset produk
Riset produk perlu dilakukan agar keputusan memilih produk sesuai dengan kebutuhan pasar dan kondisi bisnis. Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari.
1. Hanya mengikuti produk viral
Produk yang sedang ramai dibicarakan belum tentu memiliki permintaan yang bertahan lama. Membeli stok dalam jumlah besar tanpa menguji pasar dapat meningkatkan risiko barang tidak terjual.
2. Mengabaikan margin keuntungan
Penjualan tinggi tidak selalu menghasilkan keuntungan besar. HPP, komisi marketplace, biaya pengiriman, dan promosi dapat mengurangi margin sehingga perlu dihitung sebelum produk dipilih.
3. Bergantung pada satu sumber data
Google Trends menunjukkan pola minat pencarian, marketplace memberikan gambaran permintaan dan persaingan, sedangkan survei membantu memahami kebutuhan pelanggan. Mengandalkan satu sumber saja dapat menghasilkan kesimpulan yang kurang lengkap.
4. Tidak mengevaluasi perubahan permintaan
Minat pelanggan, harga pemasok, dan tingkat persaingan dapat berubah. Riset yang hanya dilakukan sekali berisiko membuat keputusan stok tidak lagi sesuai dengan kondisi pasar.
5. Mengabaikan data penjualan internal
Tren pasar belum tentu mencerminkan perilaku pelanggan toko Anda. Tanpa mengevaluasi transaksi sendiri, penjual dapat melewatkan produk yang sebenarnya memiliki permintaan konsisten atau terus menyediakan barang yang kurang diminati.
6. Langsung membeli stok dalam jumlah besar
Produk yang terlihat menjanjikan tetap memiliki risiko penjualan. Uji pasar dengan stok terbatas terlebih dahulu untuk menilai respons pelanggan dan margin sebelum meningkatkan jumlah pembelian.
Setelah produk terpilih mulai terjual, evaluasi hasilnya secara berkala melalui data penjualan dan laporan keuangan. Anda dapat mempelajari laporan laba rugi untuk memahami pendapatan, biaya, dan laba bisnis sebagai bagian dari evaluasi kinerja produk.
Ambil keputusan produk lebih akurat dengan Mekari POS
Riset dari luar toko memberi gambaran peluang, tetapi keputusan stok yang tepat membutuhkan data transaksi sendiri, mulai dari unit terjual, omzet, margin, perputaran stok, hingga pembelian ulang pelanggan. Tanpa sistem pencatatan, menelusuri produk terlaris dan produk yang lambat laku dari buku catatan atau spreadsheet memakan waktu dan rawan keliru, apalagi jika toko memiliki beberapa outlet.
Mekari POS adalah solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa. Melalui solusi POS untuk bisnis retail, Mekari POS membantu bisnis membaca data penjualan dan stok sebagai dasar riset produk. Berikut fitur yang dapat dimanfaatkan:
- Laporan produk terlaris dan tren penjualan: Lihat produk yang paling banyak terjual dan pola penjualannya per periode, sehingga produk yang konsisten laku mudah dibedakan dari lonjakan sesaat.
- Performa produk dan kategori: Bandingkan kontribusi setiap produk dan kategori terhadap penjualan untuk menentukan produk yang perlu ditambah, dipromosikan, atau dihentikan.
- Pemantauan stok real-time: Pantau pergerakan stok setiap produk untuk mengetahui barang yang cepat habis maupun yang lama tertahan.
- Perbandingan antaroutlet: Bandingkan performa penjualan dan stok di setiap outlet dari satu dasbor, karena produk yang laris di satu cabang belum tentu laris di cabang lain.
- Manajemen SKU dan varian: Tambahkan produk baru untuk uji pasar dengan stok kecil, lalu pantau hasilnya secara terpisah dari produk lama.
- Data membership: Gunakan data member untuk melihat produk yang membuat pelanggan kembali membeli.
- Integrasi Mekari Jurnal: Sinkronkan penjualan ke Mekari Jurnal untuk pencatatan COGS, sehingga margin produk lebih mudah dievaluasi.
Saatnya pilih dan stok produk berdasarkan data penjualan toko sendiri bersama Mekari POS.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References
References
Netstock. “Netstock 2026 Benchmark Report: The State of Supply Chain Planning”
PowerReviews. “Survey: The Ever-Growing Power of Reviews (2023 Edition)”
