- Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menunjukkan pendapatan, biaya, dan laba atau rugi bersih bisnis dalam periode waktu tertentu, menjadi salah satu indikator utama kesehatan keuangan perusahaan.
- Ketiadaan kebiasaan meninjau laporan ini berdampak nyata, terbukti dari bisnis yang hanya meninjau laporan keuangan setahun sekali memiliki tingkat keberhasilan serendah 25%, dibanding 95% untuk bisnis yang meninjaunya setiap minggu.
- Mekari POS mencatat setiap transaksi secara otomatis dan menyinkronkannya ke Mekari Jurnal, sehingga data yang dibutuhkan untuk menyusun laporan laba rugi selalu tersedia secara real-time tanpa perlu rekap manual.
Banyak pemilik bisnis merasa penjualannya baik-baik saja, namun tetap kebingungan saat kas menipis di akhir bulan. Kondisi ini sering terjadi karena laporan laba rugi tidak dipantau secara rutin, padahal laporan ini menunjukkan apakah bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan atau tidak.
Dengan memahami laporan laba rugi, bisnis dapat melihat dengan jelas pendapatan, biaya, hingga laba bersih yang dihasilkan dalam periode tertentu.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu laporan laba rugi, siapa saja yang menggunakannya, komponen di dalamnya, rumus perhitungannya, hingga cara menyusun dan menganalisisnya untuk membantu pengambilan keputusan bisnis.
Apa itu laporan laba rugi?

Laporan laba rugi adalah salah satu laporan keuangan utama yang menunjukkan pendapatan, biaya, serta laba atau rugi bersih bisnis dalam periode tertentu. Laporan ini membantu Anda memahami apakah bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan atau justru mengalami kerugian.
Laporan laba rugi biasanya digunakan bersama neraca dan laporan arus kas untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kondisi keuangan bisnis. Jika neraca berfokus pada posisi keuangan (aset, kewajiban, dan ekuitas), maka laporan laba rugi berfokus pada kinerja operasional selama periode tertentu.
Melalui laporan ini, Anda dapat melihat dari mana pendapatan terbesar berasal, serta di bagian mana biaya paling banyak dikeluarkan. Informasi ini sangat penting untuk mengevaluasi efisiensi operasional dan menentukan langkah strategis ke depan.
Laporan laba rugi juga dikenal sebagai laporan untung rugi atau profit and loss statement (P&L). Idealnya, laporan ini disusun secara rutin agar Anda selalu memiliki gambaran terkini mengenai kesehatan keuangan bisnis.
Laporan laba rugi digunakan oleh dua kelompok pengguna dengan kepentingan yang berbeda, yaitu
- Pengguna internal: Tim manajemen menggunakan laporan ini untuk menganalisis posisi keuangan dan membuat keputusan berbasis data, seperti menentukan area mana yang perlu ekspansi, taktik penjualan mana yang layak dipertahankan.
- Pengguna eksternal: Investor, kreditur, maupun calon mitra bisnis menggunakan laporan ini untuk menilai profitabilitas dan kelayakan bisnis untuk mendapatkan pendanaan.
Komponen-komponen dalam laporan laba rugi

Laporan laba rugi tersusun dari beberapa komponen utama berikut, yang masing-masing memberikan gambaran berbeda soal kondisi keuangan bisnis.
- Pendapatan operasional: Total pendapatan dari aktivitas utama bisnis, seperti penjualan produk atau jasa yang menjadi fokus usaha Anda.
- Pendapatan non-operasional dan keuntungan: Pendapatan dari aktivitas di luar bisnis utama, seperti bunga simpanan atau pendapatan sewa, serta keuntungan dari penjualan aset tetap yang sifatnya tidak rutin.
- Harga pokok penjualan (HPP): Total biaya langsung untuk memproduksi atau memperoleh produk yang terjual, seperti bahan baku, tenaga kerja produksi, dan biaya manufaktur.
- Beban penjualan, umum, dan administrasi (SG&A): Biaya operasional yang tidak berkaitan langsung dengan produksi, seperti biaya pemasaran, gaji tim administrasi, dan biaya kantor.
- Depresiasi dan amortisasi: Metode akuntansi untuk menyebarkan biaya aset berwujud (depresiasi) maupun aset tidak berwujud seperti paten dan merek dagang (amortisasi) sepanjang masa manfaatnya.
- Biaya overhead: Pengeluaran yang tidak berkaitan langsung dengan aktivitas penghasil pendapatan namun mendukung operasional, seperti sewa, asuransi, dan perlengkapan kantor.
- Laba bersih: Angka akhir yang tersisa setelah seluruh pendapatan dikurangi seluruh biaya, pengeluaran, dan pajak, mencerminkan keuntungan sesungguhnya yang diperoleh bisnis dalam periode tersebut.
Rumus menghitung laba rugi

Dalam menyusun laporan laba rugi, terdapat dua pendekatan rumus yang umum digunakan, tergantung pada tingkat detail analisis yang dibutuhkan.
Rumus:
Pendapatan – Beban = Laba Bersih
Rumus bertahap (multi-step):
Pendapatan – Harga Pokok Penjualan = Laba Kotor
Laba Kotor – Beban Operasional = Laba Operasional
Laba Operasional – Beban Non-Operasional = Laba Bersih
Dengan metode bertahap, Anda bisa mengetahui secara lebih spesifik di mana keuntungan dihasilkan dan di bagian mana biaya paling banyak mengurangi profit.
Namun, memahami rumus saja tidak cukup, yang tidak kalah penting adalah konsistensi dalam meninjau laporan.
Bisnis yang meninjau laporan keuangan mereka hanya setahun sekali memiliki tingkat keberhasilan serendah 25%, sementara yang meninjaunya bulanan atau mingguan mencapai 75-85% dan 95%. – NetSuite.
Laporan ini menunjukkan bahwa bisnis yang hanya mengevaluasi laporan keuangan setahun sekali cenderung memiliki tingkat keberhasilan yang jauh lebih rendah dibandingkan bisnis yang meninjaunya secara rutin, baik bulanan maupun mingguan.
Data ini semakin relevan mengingat 45% pemilik bisnis kecil mengaku kehilangan setidaknya $10.000 dalam keuntungan akibat rendahnya literasi keuangan. – QuickBooks.
Banyak pemilik bisnis kehilangan potensi keuntungan karena tidak memiliki visibilitas yang jelas terhadap kondisi keuangan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa laporan laba rugi bukan sekadar formalitas, melainkan alat penting untuk menjaga dan meningkatkan profitabilitas bisnis.
Cara menggunakan laporan laba rugi untuk menghitung margin keuntungan
Selain menunjukkan angka laba atau rugi, laporan laba rugi juga dapat digunakan untuk menghitung beberapa jenis margin keuntungan berikut.
Margin laba kotor
(Total Pendapatan – HPP) ÷ Total Pendapatan
Margin ini menunjukkan seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari setiap rupiah penjualan setelah dikurangi biaya produksi. Angka ini membantu Anda menilai efisiensi produksi dan penentuan harga produk.
Margin laba operasional
Laba Operasional ÷ Total Pendapatan
Margin ini menggambarkan seberapa besar pendapatan yang tersisa setelah menutup biaya operasional sehari-hari, seperti gaji, sewa, dan pemasaran. Ini menjadi indikator utama efisiensi operasional bisnis.
Margin laba bersih
Laba Bersih ÷ Total Pendapatan
Margin ini mencerminkan keuntungan akhir yang benar-benar diperoleh bisnis setelah semua biaya, termasuk pajak dan beban lainnya, diperhitungkan. Ini adalah metrik paling penting untuk menilai kesehatan finansial secara keseluruhan.
Cara membuat dan kapan laporan laba rugi perlu disusun
Berikut langkah yang umum dilakukan dalam menyusun laporan laba rugi, beserta jadwal ideal penyusunannya.
1. Selesaikan neraca saldo dan posting ke buku besar
Pastikan seluruh transaksi dalam periode tersebut sudah dicatat dengan benar dan lengkap. Data ini menjadi fondasi utama dalam penyusunan laporan laba rugi, sehingga kesalahan di tahap ini dapat mempengaruhi seluruh hasil laporan.
2. Pilih format laporan dan periode akuntansi
Tentukan apakah Anda akan menggunakan format sederhana atau bertahap (multi-step), tergantung pada tingkat detail analisis yang dibutuhkan. Selain itu, pastikan periode laporan jelas, misalnya bulanan, kuartalan, atau tahunan.
3. Hasilkan laporan laba rugi
Gunakan sistem akuntansi atau software yang terintegrasi dengan data transaksi agar proses pembuatan laporan lebih cepat dan minim kesalahan. Dengan sistem otomatis, Anda juga bisa menghasilkan laporan secara real-time.
4. Tinjau dan analisis laporan
Setelah laporan dibuat, lakukan evaluasi terhadap tren pendapatan dan biaya. Bandingkan dengan periode sebelumnya untuk melihat pertumbuhan atau penurunan, serta identifikasi area yang membutuhkan perbaikan atau efisiensi.
5. Distribusikan kepada pihak yang membutuhkan
Bagikan laporan kepada tim internal seperti manajemen untuk pengambilan keputusan, serta kepada pihak eksternal seperti investor atau kreditur jika diperlukan.
Susun laporan laba rugi lebih akurat dan otomatis dengan Mekari POS
Menyusun laporan laba rugi secara manual, apalagi bagi bisnis retail dan F&B yang mencatat ratusan transaksi setiap harinya, sangat rentan terhadap kesalahan pencatatan dan memakan waktu yang seharusnya bisa dialokasikan untuk hal lain.
Mekari POS hadir sebagai sistem kasir terpusat yang membantu bisnis retail dan F&B menyusun laporan laba rugi secara lebih efisien melalui integrasi langsung dengan Mekari Jurnal, setiap transaksi yang tercatat di kasir otomatis tersinkron menjadi data pendapatan dan biaya, tanpa perlu rekap manual di akhir bulan.
Lewat fitur Laporan dan Analisis Bisnis, Anda juga bisa mendapatkan gambaran performa yang lebih lengkap untuk mendukung analisis laporan laba rugi Anda:
- Laporan penjualan dan performa outlet real-time, sehingga Anda tahu kontribusi pendapatan dari setiap cabang tanpa menunggu akhir periode.
- Identifikasi produk terlaris dan tren penjualan lebih tepat, membantu Anda memahami sumber pendapatan operasional terbesar seperti yang tercermin dalam laporan laba rugi.
- Evaluasi kinerja staf dengan data yang terukur, mendukung analisis efisiensi biaya operasional di setiap outlet.
- Insight strategis untuk pengambilan keputusan lebih tepat, berdasarkan data nyata, bukan sekadar asumsi.
Dengan data transaksi yang akurat dan laporan performa yang komprehensif, Anda dapat lebih rutin meninjau kondisi keuangan bisnis dan mengambil keputusan yang lebih cepat serta tepat.
Siap menyusun laporan laba rugi bisnis Anda secara lebih akurat dan otomatis? Mulai kelola transaksi dan laporan bisnis Anda dengan Mekari POS!
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References
References
QuickBooks. “20 Small Business Financial Literacy Statistics”
