6 mins read

Cara Menghitung Buffer Stock Obat: Rumus dan Contoh

cara menghitung buffer stock obat
Mekari POS Insight

  • Buffer stock obat adalah stok tambahan yang disimpan apotek atau fasilitas kesehatan sebagai penyangga untuk mengantisipasi lonjakan permintaan maupun keterlambatan pengiriman dari distributor.
  • Kesalahan pengelolaan stok berdampak signifikan bagi bisnis, karena kehabisan stok dapat membuat konsumen beralih ke apotek atau kompetitor lain.
  • Mekari POS membantu apotek dan bisnis retail memantau data penjualan obat secara real-time, sehingga perhitungan buffer stock dapat terus divalidasi dengan data operasional yang akurat.

Menentukan jumlah stok cadangan obat perlu dilakukan dengan cermat. Buffer stock yang terlalu sedikit dapat membuat apotek kehabisan obat saat permintaan meningkat, sedangkan stok yang terlalu banyak justru meningkatkan risiko penumpukan hingga obat kedaluwarsa.

Dengan menghitung buffer stock secara tepat, apotek dapat menjaga ketersediaan obat tanpa harus menyimpan persediaan dalam jumlah berlebihan.

Mari pelajari apa itu buffer stock obat, rumus dan cara menghitungnya, contoh perhitungannya, serta berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan untuk menentukan jumlah stok cadangan yang tepat.

Apa itu buffer stock obat dan kenapa penting?

Apa itu buffer stock obat dan kenapa penting?

Buffer stock obat, atau yang juga dikenal sebagai safety stock atau stok pengaman, adalah jumlah stok cadangan yang disiapkan apotek untuk mengantisipasi perubahan permintaan maupun keterlambatan pengiriman dari pemasok. 

Stok ini berfungsi sebagai jaring pengaman agar apotek tetap dapat memenuhi kebutuhan pasien ketika terjadi lonjakan permintaan atau gangguan dalam rantai distribusi.

Buffer stock menjadi penting dalam industri farmasi karena kekurangan stok tidak hanya berpotensi menyebabkan kehilangan penjualan, tetapi juga dapat mengganggu pelayanan kepada pasien. 

Data Insight

Dari survei McKinsey, ketika konsumen menemukan produk yang kehabisan stok, 39% memilih beralih ke merek lain dan 32% pergi ke retailer lain, alih-alih menunggu produk tersebut kembali tersedia. – McKinsey & Company.

Bagi apotek, risiko ini bisa berarti kehilangan pasien yang beralih ke apotek lain saat obat yang mereka butuhkan tidak tersedia, sehingga buffer stock berperan penting untuk menjaga ketersediaan sekaligus mempertahankan kepercayaan pasien. 

Di sisi lain, obat memiliki masa kedaluwarsa yang perlu diperhatikan. Menyimpan buffer stock secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obat tidak terjual hingga kedaluwarsa, sehingga justru menimbulkan kerugian bagi apotek.

Karena itu, jumlah buffer stock perlu dihitung secara tepat dengan mempertimbangkan kebutuhan obat, kondisi pasokan, serta risiko kedaluwarsa.

Rumus menghitung buffer stock obat

cara menghitung buffer stock obat

Ada dua rumus yang perlu dipahami dalam perencanaan stok obat. Rumus pertama digunakan untuk menghitung jumlah buffer stock, sedangkan rumus kedua digunakan untuk menentukan kebutuhan pengadaan dengan memasukkan buffer stock sebagai salah satu komponennya. 

Rumus dasar buffer stock (safety stock):

Buffer Stock = (Permintaan Maksimum – Permintaan Rata-Rata) x Lead Time

Rumus ini menghitung selisih antara permintaan maksimum dan rata-rata permintaan, kemudian mengalikannya dengan lead time atau waktu yang dibutuhkan hingga obat tiba dari distributor. 

Hasilnya menunjukkan jumlah stok pengaman yang perlu disiapkan untuk mengantisipasi perubahan permintaan selama periode tersebut. 

Rumus rencana kebutuhan pengadaan sediaan farmasi:

Rencana Pengadaan (A) = Stok Kerja (B) + Buffer Stock (C) + Lead Time Stock (D) – Sisa Stok (E)

Keterangan:

  • A (Rencana Pengadaan): Jumlah obat yang perlu dipesan untuk memenuhi kebutuhan pada periode berikutnya.
  • B (Stok Kerja): Pemakaian rata-rata per bulan dikalikan dengan jumlah bulan dalam periode perencanaan.
  • C (Buffer Stock): Stok pengaman yang disiapkan untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan atau gangguan pasokan.
  • D (Lead Time Stock): Lead time pengiriman dikalikan dengan pemakaian rata-rata per hari.
  • E (Sisa Stok): Jumlah obat yang masih tersedia ketika perhitungan dilakukan.

Kedua rumus tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Rumus pertama membantu menentukan berapa banyak buffer stock yang perlu disiapkan, sedangkan rumus kedua menggunakan buffer stock tersebut sebagai bagian dari perhitungan jumlah obat yang perlu dipesan. 

Contoh perhitungan buffer stock obat

Contoh perhitungan buffer stock obat

Berikut contoh perhitungan buffer stock untuk apotek yang menghadapi peningkatan permintaan obat flu.

Data obat flu “X”:

  • Pemakaian rata-rata harian: 12 box
  • Pemakaian maksimum harian saat permintaan sedang tinggi: 25 box
  • Lead time normal dari distributor: 2 hari
  • Lead time dalam kondisi terburuk: 4 hari
  • Sisa stok saat ini: 100 box

1. Hitung buffer stock (safety stock)

Gunakan rumus:

Buffer Stock = (Permintaan Maksimum – Permintaan Rata-Rata) × Lead Time

Maka:

(25 – 12) × 4 = 13 × 4 = 52 box

Jadi, apotek perlu menyiapkan 52 box sebagai buffer stock untuk mengantisipasi peningkatan permintaan dan keterlambatan pengiriman.

2. Hitung komponen lain dalam rencana pengadaan

Selanjutnya, hitung stok kerja dan lead time stock:

  • Stok Kerja (B) = 12 box × 30 hari = 360 box
  • Lead Time Stock (D) = 4 hari × 12 box = 48 box

3. Hitung rencana pengadaan

Setelah seluruh komponen diketahui, masukkan nilainya ke dalam rumus rencana pengadaan:

Rencana Pengadaan (A) = B + C + D – E

= 360 + 52 + 48 – 100
= 360 box

Berdasarkan perhitungan tersebut, apotek perlu memesan 360 box obat flu “X” untuk memenuhi kebutuhan selama periode satu bulan. Dari jumlah tersebut, 52 box merupakan buffer stock yang berfungsi sebagai stok pengaman untuk menghadapi lonjakan permintaan dan keterlambatan pasokan.

Faktor yang mempengaruhi besaran buffer stock obat

Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan agar jumlah stok cadangan tetap sesuai dengan kebutuhan apotek.

1. Klasifikasi ABC/Pareto obat

Obat dengan pergerakan cepat dan nilai yang tinggi, seperti kategori A, umumnya membutuhkan buffer stock yang lebih besar dan pemantauan lebih ketat. Sementara itu, obat kategori B dan C yang pergerakannya lebih lambat dapat memiliki buffer stock yang lebih rendah.

2. Masa kedaluwarsa obat

Obat dengan masa kedaluwarsa yang pendek sebaiknya memiliki buffer stock yang lebih terbatas untuk mengurangi risiko penumpukan. Apotek juga perlu menerapkan metode FEFO (first-expired-first-out) agar obat dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat digunakan atau dijual terlebih dahulu.

3. Pola musiman permintaan

Beberapa jenis obat memiliki permintaan yang meningkat pada periode tertentu. Misalnya, permintaan obat flu, demam, atau oralit dapat meningkat saat musim hujan. Kondisi tersebut perlu dipertimbangkan saat menyesuaikan jumlah buffer stock.

4. Keandalan lead time distributor

Distributor dengan riwayat pengiriman yang sering terlambat membutuhkan buffer stock yang lebih besar untuk mengantisipasi ketidakpastian waktu kedatangan obat. Sebaliknya, distributor dengan lead time yang lebih konsisten memungkinkan apotek mengelola stok cadangan dengan lebih terukur.

5. Kapasitas penyimpanan dan biaya modal

Semakin besar buffer stock, semakin besar pula ruang penyimpanan dan modal kerja yang dibutuhkan. Karena itu, jumlah stok cadangan perlu disesuaikan dengan kapasitas penyimpanan apotek dan kemampuan modal yang tersedia agar tidak terjadi penumpukan persediaan.

Kelola stok obat lebih akurat dengan Mekari POS

Menghitung buffer stock obat dengan rumus yang tepat hanyalah langkah awal. Keakuratan hasil perhitungan ini sangat bergantung pada data pemakaian dan lead time yang digunakan, yang perlu terus diperbarui seiring perubahan pola permintaan.

Mekari POS adalah sistem POS terpusat yang dirancang untuk bisnis retail, termasuk apotek, membantu menyediakan data yang dibutuhkan untuk perhitungan buffer stock, melalui:

  • Monitoring stok multicabang dan antargudang: Terintegrasi secara real-time, membantu Anda melihat kebutuhan buffer stock di setiap outlet apotek secara terpisah.
  • Transfer stok antartoko dan gudang: Mendukung distribusi buffer stock yang lebih efisien saat permintaan di satu lokasi meningkat mendadak.

Selain itu, Mekari POS juga membantu operasional apotek berjalan lebih efektif, melalui:

  • Registrasi produk dan setup barcode untuk mengelola SKU obat dalam jumlah besar secara terstruktur.
  • Checkout dan barcode scanning yang mempercepat alur transaksi, terutama saat jam ramai.
  • Membership dan harga promo untuk mengelola loyalitas pelanggan apotek Anda.
  • Laporan dan pemantauan bisnis yang komprehensif, mencakup performa toko, inventaris, hingga transaksi dari satu dasbor.

Dengan begitu, perhitungan buffer stock Anda selalu didukung data operasional yang akurat, bukan sekadar asumsi.

Siap kelola stok obat bisnis Anda dengan data yang lebih akurat untuk mendukung perhitungan buffer stock? Mulai kelola transaksi dan operasional bisnis Anda dengan Mekari POS.

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

McKinsey & Company. “The ship has sailed but many US shoppers won’t wait”

FAQ

1. Apa itu buffer stock obat?

1. Apa itu buffer stock obat?

Buffer stock obat adalah jumlah minimum obat yang harus dimiliki apotek untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan dan keterlambatan pengiriman dari pemasok, sehingga apotek tetap dapat memenuhi kebutuhan pasien.

2. Bagaimana rumus dasar menghitung buffer stock obat?

2. Bagaimana rumus dasar menghitung buffer stock obat?

Rumus dasarnya adalah (Permintaan Maksimum dikurangi Permintaan Rata-Rata) dikali Lead Time pengiriman dari distributor.

3. Bagaimana buffer stock digunakan dalam rencana pengadaan obat secara keseluruhan?

3. Bagaimana buffer stock digunakan dalam rencana pengadaan obat secara keseluruhan?

Buffer stock menjadi salah satu komponen dalam rumus Rencana Pengadaan (A) = Stok Kerja (B) + Buffer Stock (C) + Lead Time Stock (D) dikurangi Sisa Stok (E), yang umum digunakan dalam perencanaan kebutuhan sediaan farmasi.

4. Bagaimana Mekari POS membantu perhitungan buffer stock obat?

4. Bagaimana Mekari POS membantu perhitungan buffer stock obat?

Mekari POS membantu apotek memantau data penjualan secara real-time dan mencatat pergerakan stok secara otomatis, sehingga tersedia data historis yang akurat untuk terus menyempurnakan perhitungan buffer stock.