- Laba bersih adalah jumlah uang yang tersisa setelah seluruh biaya bisnis, termasuk harga pokok penjualan, biaya operasional, bunga, dan pajak, dikurangkan dari total pendapatan.
- Rata-rata margin laba bersih di seluruh industri hanya sekitar 8,54%, menunjukkan bahwa omzet besar tidak selalu berarti keuntungan yang besar pula bagi sebuah bisnis.
- Mekari POS menyediakan laporan penjualan dan biaya secara real-time di setiap cabang, sehingga bisnis dapat menghitung laba bersih lebih cepat dan akurat tanpa rekap data manual.
Banyak pemilik bisnis merasa senang saat melihat angka penjualan yang tinggi. Namun, omzet bukan indikator utama untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang sebenarnya diperoleh.
Penjualan bisa saja meningkat, tetapi setelah dikurangi seluruh biaya operasional, laba yang tersisa justru minim. Di sinilah laba bersih berperan penting sebagai indikator yang benar-benar mencerminkan kesehatan finansial bisnis.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari pengertian laba bersih, perbedaannya dengan laba kotor, serta rumus dan cara menghitung laba bersih secara tepat, lengkap dengan faktor yang mempengaruhinya dan strategi untuk meningkatkannya.
Apa itu laba bersih?

Laba bersih adalah jumlah keuntungan yang tersisa setelah seluruh biaya bisnis mulai dari biaya operasional, pajak, hingga beban lainnya dikurangkan dari total pendapatan dalam satu periode tertentu.
Laba bersih juga dikenal sebagai net income atau bottom line, karena posisinya berada di bagian paling bawah laporan laba rugi setelah semua komponen pendapatan dan pengeluaran dihitung.
Besarnya laba bersih bisa berbeda-beda tergantung industri dan bagaimana bisnis dikelola. Karena itu, angka ini menjadi indikator utama untuk menilai apakah bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan atau justru mengalami kerugian setelah seluruh kewajiban dipenuhi.
Mengapa laba bersih penting bagi bisnis?
Laba bersih menjadi metrik penting karena mencerminkan kondisi finansial bisnis yang sesungguhnya, bukan sekadar angka penjualan.
Rata-rata margin laba bersih di seluruh industri hanya sekitar 8,54% – Vena Solutions.
Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar pendapatan bisnis pada akhirnya habis untuk menutup berbagai biaya operasional, sehingga hanya sebagian kecil yang benar-benar menjadi keuntungan.
Artinya, tanpa pengelolaan biaya yang baik, peningkatan penjualan belum tentu berbanding lurus dengan peningkatan keuntungan.
Lebih jauh lagi, laba bersih juga berkaitan langsung dengan keberlangsungan bisnis.
Data menunjukkan bahwa bisnis dengan margin laba bersih minimal 2 poin persentase di atas rata-rata industri memiliki tingkat bertahan hidup yang jauh lebih tinggi dalam 5 tahun. – Crestmont Capital
Bagi pemilik bisnis, laba bersih menjadi acuan utama untuk menentukan langkah strategis, seperti ekspansi, penambahan anggaran pemasaran, atau efisiensi biaya.
Sementara itu, bagi investor dan kreditur, laba bersih yang konsisten positif menjadi indikator penting dalam menilai kelayakan bisnis, baik untuk keputusan investasi maupun persetujuan pendanaan.
Perbedaan laba kotor dan laba bersih
Laba kotor dan laba bersih sama-sama digunakan untuk mengukur profitabilitas bisnis, namun keduanya memiliki perbedaan pada jenis biaya yang diperhitungkan.
Laba kotor adalah selisih antara pendapatan penjualan dan biaya langsung, seperti bahan baku atau biaya produksi. Karena belum memasukkan biaya lain, laba kotor lebih mencerminkan efisiensi dalam proses produksi atau penjualan.
Sementara itu, laba bersih menghitung seluruh biaya bisnis, termasuk biaya operasional, bunga, pajak, hingga pengeluaran lainnya di luar harga pokok penjualan.
Perbedaan ini membuat laba bersih memberikan gambaran yang lebih menyeluruh tentang kondisi keuangan bisnis, sedangkan laba kotor lebih fokus pada efisiensi produksi dan penjualan saja.
Cara menghitung laba bersih

Menghitung laba bersih sebenarnya cukup sederhana, berikut langkah-langkahnya.
1. Hitung total pendapatan
Jumlahkan seluruh pendapatan yang diterima bisnis dalam periode tertentu, termasuk pendapatan dari penjualan utama maupun sumber lain seperti bunga simpanan.
2. Kumpulkan seluruh data biaya
Catat harga pokok penjualan, pajak, biaya administrasi, penyusutan aset, bunga pinjaman, hingga biaya umum seperti gaji karyawan.
3. Jumlahkan seluruh biaya
Tambahkan seluruh komponen biaya yang sudah dikumpulkan untuk mendapatkan total biaya bisnis.
4. Kurangi total pendapatan dengan total biaya
Hasil pengurangan ini adalah laba bersih bisnis Anda pada periode tersebut. Jika hasilnya negatif, artinya bisnis mengalami kerugian bersih.
Rumus menghitung laba bersih:
Laba Bersih = Total Pendapatan – Total Biaya
Rumus ini juga dapat dinyatakan sebagai:
Laba Bersih = Laba Kotor – Biaya Operasional – Pajak
Total biaya dalam perhitungan ini mencakup seluruh pengeluaran bisnis, seperti bahan baku, biaya administrasi, penyusutan aset, bunga pinjaman, hingga gaji karyawan.
Contoh perhitungan:
Sebuah bisnis retail mencatat pendapatan sebesar Rp370.000.000 dalam sebulan. Harga pokok penjualan tercatat Rp30.000.000, biaya operasional Rp40.000.000, gaji karyawan Rp80.000.000, dan pajak Rp5.000.000.
Total Biaya = Rp30.000.000 + Rp40.000.000 + Rp80.000.000 + Rp5.000.000 = Rp155.000.000
Laba Bersih = Rp370.000.000 – Rp155.000.000 = Rp215.000.000
Dari contoh ini, margin laba bersih bisnis tersebut adalah Rp215.000.000 dibagi Rp370.000.000 dikali 100%, yaitu sekitar 58%.
Faktor yang mempengaruhi perhitungan laba bersih
Besaran laba bersih dipengaruhi oleh beberapa kelompok biaya yang perlu dipahami pemilik bisnis. Berikut faktor-faktor utamanya.
- Biaya variabel: Biaya yang berubah mengikuti volume produksi atau penjualan, seperti bahan baku, kemasan, dan upah produksi. Semakin tinggi biaya variabel, semakin kecil laba bersih yang dihasilkan dari setiap transaksi.
- Biaya tetap (overhead): Biaya yang relatif stabil setiap bulan, seperti sewa tempat, gaji karyawan non-produksi, biaya pemasaran, dan biaya administrasi.
- Biaya non-operasional: Kerugian atau keuntungan dari aktivitas di luar operasional utama bisnis, seperti hasil investasi di perusahaan lain, turut mempengaruhi angka laba bersih akhir.
- Pajak dan bunga pinjaman: Kewajiban pajak penghasilan dan bunga atas utang bisnis mengurangi laba bersih meski laba operasional sudah cukup besar.
Cara meningkatkan laba bersih
Jika laba bersih bisnis Anda belum sesuai target, berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk meningkatkannya.
- Tinjau ulang strategi harga: Penyesuaian harga yang tepat, sekecil apa pun, bisa membantu memperbaiki laba bersih tanpa harus mengorbankan daya saing di pasar.
- Kelola inventaris dengan lebih baik: Mengidentifikasi produk dengan margin tinggi dan produk yang kurang laku membantu bisnis mengalokasikan modal secara lebih efisien.
- Hentikan produk atau layanan yang tidak menguntungkan: Produk dengan margin rendah namun memakan banyak biaya operasional sebaiknya dievaluasi ulang atau dihentikan.
- Tekan biaya langsung: Negosiasikan harga yang lebih baik dengan supplier, atau cari alternatif pemasok dengan kualitas setara namun harga lebih kompetitif.
- Kurangi biaya overhead: Tinjau biaya sewa, asuransi, dan pemasaran secara berkala, lalu bandingkan dengan standar industri untuk menemukan potensi penghematan.
Bagaimana Mekari POS membantu bisnis menghitung laba bersih?
Menghitung laba bersih secara manual, apalagi jika bisnis memiliki banyak cabang, berisiko menghasilkan data yang tidak akurat karena rekap penjualan dan biaya yang tersebar di berbagai sumber.
Tanpa sistem yang terpusat, pemilik bisnis kesulitan mendapatkan gambaran laba bersih yang real-time dan menyeluruh di seluruh outlet.
Di sinilah Mekari POS hadir sebagai sistem POS terpusat yang dirancang khusus untuk bisnis retail dan F&B yang ingin menghitung laba bersih secara lebih akurat dan efisien.
Melalui fitur headquarter dan manajemen multicabang, Mekari POS memungkinkan bisnis mengelola banyak toko melalui sistem terpusat untuk konsistensi operasional dan visibilitas. Beberapa kapabilitas yang mendukung perhitungan laba bersih antara lain:
- Kelola banyak toko melalui sistem terpusat: Memastikan konsistensi operasional dan visibilitas data penjualan maupun biaya di seluruh outlet tanpa perlu rekap manual satu per satu.
- Pantau performa penjualan dan stok di seluruh outlet: Memberikan gambaran menyeluruh atas pendapatan dan biaya operasional di setiap cabang secara real-time.
- Standarisasi harga, produk, dan promo di berbagai toko: Menjaga konsistensi data yang menjadi dasar perhitungan laba bersih di seluruh cabang.
- Atur hak akses dan peran tim untuk operasional terkontrol: Menjaga agar data keuangan hanya dapat diakses dan diubah oleh pihak yang berwenang, sehingga meminimalkan kesalahan pencatatan.
- Ekspansi bisnis lebih pasti dengan sistem yang scalable: Mendukung pertumbuhan bisnis dari satu toko menjadi banyak cabang tanpa kehilangan visibilitas atas profitabilitas.
Siap menghitung laba bersih bisnis Anda lebih akurat dan efisien di seluruh cabang? Mulai kelola penjualan dan laporan keuangan lebih mudah dengan Mekari POS!
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References
References
Salesforce. “Gross Profit vs. Net Profit: What’s the Difference?”
BBC Bitesize / GCSE Business. “Gross Profit & Net Profit – Definitions and Calculations”
Groww. “What is Net Profit? – Importance, Formula and Example Calculation”
Xero. “How to Calculate Net Profit”
Reckon. “How to Calculate Net Profit (Formula and Examples)”
Klipfolio. “What is Net Profit & How to Calculate It”
Vena Solutions. “Industry Benchmarks of Gross, Net and Operating Profit Margins”
Crestmont Capital. “Profit Margin Benchmarks by Industry: Complete 2026 Guide”
