9 mins read

Split Payment: Solusi Pembayaran yang Lebih Fleksibel

split payment artinya
Mekari POS Insight
  • Split payment artinya metode membagi satu transaksi pembayaran, baik dari sisi sumber dana (satu pembeli pakai beberapa metode) maupun sisi penerima dana (satu pembayaran dibagi ke beberapa pihak).
  • Pasar platform split payment global diproyeksikan tumbuh dari $6,8 miliar pada 2025 menjadi $18,9 miliar pada 2034, menunjukkan skema pembayaran ini semakin jadi kebutuhan standar, bukan sekadar fitur tambahan.
  • Mekari POS mendukung transaksi dengan berbagai metode pembayaran sekaligus dalam satu alur kasir, sehingga pelanggan tetap bisa bertransaksi meski saldo di satu metode tidak mencukupi.

Pernah ada di situasi ketika saldo e-wallet tidak cukup untuk membayar seluruh belanjaan, lalu kekurangannya dibayar dengan kartu? Cara pembayaran seperti ini mungkin terasa sederhana dan sering ditemui sehari-hari, namun ternyata hal ini merupakan konsep split payment yang cakupannya cukup luas.

Split payment tidak hanya berbicara tentang membagi satu transaksi ke beberapa metode pembayaran. Dalam artikel ini, Anda akan memahami apa itu split payment, manfaat penerapannya dalam bisnis dan berbagai informasi lainnya. 

Apa itu split payment?

apa itu split payment

Split payment adalah metode pembayaran yang memungkinkan satu transaksi dibagi menjadi beberapa bagian. Pembagian ini dapat terjadi berdasarkan sumber dana yang digunakan pembeli maupun pihak yang menerima dana setelah pembayaran diproses. Dalam konteks tertentu, istilah split payment juga dikenal sebagai split tender, terutama ketika satu transaksi dibayar menggunakan lebih dari satu metode pembayaran.

Sederhananya, pada transaksi biasa, pembayaran umumnya dilakukan menggunakan satu metode dan dana diteruskan ke satu pihak penerima. Sementara itu, split payment memungkinkan transaksi yang sama dipecah menjadi beberapa bagian sesuai kebutuhan. 

Dalam sisi pebisnis, satu transaksi dapat melibatkan pembagian dana kepada beberapa pihak sesuai dengan struktur transaksi yang berlaku. Sehingga, split payment dapat memberikan fleksibilitas dalam proses pembayaran sekaligus menyesuaikan kebutuhan pelanggan maupun mekanisme bisnis dalam mengelola dan menerima dana.

Jenis-jenis split payment

Banyak orang mengira split payment hanya berarti membayar satu tagihan dengan lebih dari satu metode. Padahal, ada dua jenis split payment yang cukup berbeda dan penting dipahami, terutama bagi pelaku bisnis yang berjualan lewat marketplace atau platform digital.

1. Split tender: satu pembeli, banyak metode pembayaran

Ini adalah jenis split payment yang paling umum dikenal. Dalam skema ini, satu pembeli membayar satu tagihan menggunakan lebih dari satu sumber dana. Misalnya, seseorang membeli barang seharga Rp1.000.000, namun saldo e-wallet-nya hanya Rp600.000, sehingga sisanya dibayar menggunakan kartu kredit atau metode lain.

Split tender juga bisa digunakan untuk urunan, misalnya dua orang yang masing-masing membayar Rp500.000 dengan kartu kreditnya sendiri untuk melunasi total tagihan Rp1.000.000.

2. Split payment marketplace: satu pembayaran, banyak penerima

Berbeda dari jenis sebelumnya, split payment marketplace memungkinkan satu pembayaran dari pembeli dibagi dan disalurkan secara otomatis kepada beberapa penerima. Skema ini banyak digunakan oleh marketplace multi-vendor dan platform digital seperti Amazon, Etsy, hingga layanan pesan-antar makanan.

Misalnya, pelanggan memesan makanan dari beberapa merchant melalui satu aplikasi dan cukup membayar sekali, sementara sistem secara otomatis membagi dana ke masing-masing merchant setelah dikurangi komisi platform serta biaya terkait lainnya. Dari sisi pelanggan, transaksi tetap terlihat sebagai satu pembayaran, meski di belakangnya terjadi distribusi dana ke beberapa pihak.

Cara kerja split payment

Meski kedua jenis split payment memiliki arah pembagian yang berbeda, alur dasarnya cukup mirip. Berikut gambaran umum cara kerjanya.

Pembeli terlebih dahulu memilih produk atau jasa yang ingin dibayar. Saat proses pembayaran, sistem akan menentukan bagaimana dana tersebut dibagi, baik berdasarkan pilihan metode pembayaran dari pembeli seperti pada split tender, maupun berdasarkan aturan alokasi yang sudah ditetapkan platform seperti pada split payment marketplace.

Setelah itu, sistem memproses setiap bagian pembayaran sesuai porsinya masing-masing, baik itu menagih dari beberapa sumber dana sekaligus atau mendistribusikan dana ke beberapa penerima. Transaksi baru dianggap selesai setelah seluruh bagian pembayaran berhasil diproses, dan pembeli maupun penerima dana menerima konfirmasi masing-masing.

Manfaat Split Payment bagi Bisnis

Bagi bisnis, split payment bukan hanya memberikan lebih banyak pilihan pembayaran kepada pelanggan. Sistem ini juga dapat membantu menciptakan proses transaksi yang lebih lancar dan berpotensi mendukung pertumbuhan bisnis.

1. Membuka Lebih Banyak Peluang Transaksi

Pelanggan tidak perlu membatalkan pembelian hanya karena saldo di satu metode pembayaran tidak mencukupi. Dengan membagi pembayaran ke beberapa sumber dana, transaksi tetap dapat diselesaikan dengan lebih mudah.

2. Berpotensi Meningkatkan Penjualan

Semakin mudah pelanggan menyelesaikan pembayaran, semakin besar pula peluang transaksi untuk terjadi. Fleksibilitas ini dapat membuat pelanggan lebih yakin untuk melanjutkan pembelian dan berdampak positif pada penjualan.

3. Memberikan Pilihan Pembayaran yang Lebih Fleksibel

Bisnis dapat mengakomodasi berbagai preferensi pembayaran, mulai dari uang tunai, kartu, hingga e-wallet dalam satu transaksi. Hal ini membuat pengalaman pembayaran terasa lebih praktis dan relevan dengan kebiasaan pelanggan saat ini.

4. Meminimalkan Risiko Transaksi Gagal

Keterbatasan saldo pada satu metode pembayaran tidak selalu harus membuat transaksi terhenti. Pelanggan dapat menggunakan metode lain untuk melengkapi kekurangan nominal pembayaran.

5. Mendukung Kelancaran Transaksi Antar Bisnis

Dalam situasi tertentu, split payment juga dapat memudahkan transaksi yang melibatkan beberapa sumber dana dalam kerja sama bisnis. Proses pembayaran pun dapat berjalan lebih fleksibel tanpa harus bergantung pada satu metode pembayaran saja.

Manfaat Split Payment bagi Customer

Bukan hanya bisnis yang mendapatkan keuntungan, pelanggan juga bisa merasakan kemudahan dari sistem pembayaran yang lebih fleksibel. Berikut beberapa alasan mengapa split payment dapat membuat pengalaman bertransaksi menjadi lebih praktis.

1. Lebih Mudah Menyesuaikan Kondisi Keuangan

Pelanggan dapat menggunakan beberapa sumber dana sesuai dengan saldo yang tersedia saat melakukan transaksi. Jadi, tidak perlu menunggu seluruh uang terkumpul dalam satu rekening atau metode pembayaran.

2. Memudahkan Patungan

Saat makan atau berbelanja bersama, setiap orang dapat membagi pembayaran sesuai bagian masing-masing. Hal ini membuat proses patungan lebih praktis tanpa perlu repot menghitung ulang atau saling transfer setelah transaksi.

3. Tetap Bisa Menyelesaikan Pembelian

Saldo yang kurang di satu metode pembayaran tidak selalu menjadi alasan untuk membatalkan transaksi. Pelanggan dapat mengombinasikan sumber dana lain untuk memenuhi total pembayaran.

4. Mengurangi Kemungkinan Pembayaran Gagal

Dengan adanya alternatif metode pembayaran, pelanggan memiliki opsi lain ketika salah satu pembayaran tidak dapat digunakan. Proses transaksi pun bisa tetap berjalan tanpa hambatan yang tidak perlu.

5. Menciptakan Pengalaman Transaksi yang Lebih Nyaman

Semakin banyak pilihan pembayaran yang tersedia, semakin mudah pelanggan menyesuaikan cara bertransaksi dengan kebutuhannya. Fleksibilitas ini dapat membuat pengalaman belanja maupun makan terasa lebih praktis dan nyaman.

Tantangan Menerapkan Split Payment

Split payment memang menawarkan fleksibilitas, tetapi penerapannya juga membutuhkan pencatatan dan kontrol yang lebih rapi. Sebelum menerapkannya, kenali beberapa tantangan berikut agar bisnis bisa menyiapkan sistem yang tepat. 

1. Proses rekonsiliasi lebih kompleks

Satu transaksi yang dibagi ke beberapa sumber dana atau penerima membuat proses pencatatannya tidak sesederhana transaksi biasa. Tim keuangan perlu memastikan setiap bagian pembayaran sudah masuk ke pihak yang tepat dan sesuai dengan catatan transaksi.

2. Dana berpotensi tertahan saat refund atau komplain

Proses refund bisa menjadi lebih rumit ketika dana sudah terbagi kepada beberapa pihak. Kondisi ini terutama terasa pada split payment marketplace karena pengembalian dana perlu mengikuti alur dan ketentuan masing-masing pihak yang terlibat.

3. Bergantung pada sistem atau payment gateway

Pembagian dana membutuhkan sistem yang mampu mengalokasikan pembayaran secara akurat. Gangguan sistem atau kesalahan konfigurasi dapat menyebabkan dana salah masuk, proses pembayaran tertunda, atau distribusi ke penerima tidak berjalan sesuai seharusnya.

4. Transaksi perlu dipantau lebih ketat

Semakin banyak pihak yang terlibat dalam satu transaksi, semakin penting pula bisnis memiliki jejak transaksi yang jelas. Pemantauan rutin membantu memastikan setiap dana dapat ditelusuri dengan mudah, terutama ketika bisnis perlu melakukan rekonsiliasi, audit, atau pelaporan pajak.

Penerapan split payment dalam bisnis

Dalam praktiknya, split payment dapat diterapkan pada berbagai jenis transaksi, baik ketika pelanggan menggunakan lebih dari satu sumber dana maupun ketika satu pembayaran perlu dibagi kepada beberapa penerima. Dengan sistem yang tepat, pembagian pembayaran dapat berlangsung lebih praktis sekaligus membantu bisnis mengelola transaksi dengan lebih terstruktur.

1. Bisnis ritel

Pelanggan dapat menggunakan dua e-wallet berbeda untuk membayar satu transaksi ketika saldo pada salah satunya tidak mencukupi. Cara ini memungkinkan pelanggan tetap menyelesaikan pembayaran tanpa harus membatalkan atau mengurangi belanjaannya.

2. Bisnis jasa

Event organizer atau katering dapat menerima pembayaran dari dua sumber dana berbeda, seperti anggaran marketing dan dana sponsorship, untuk melunasi satu tagihan. Pembayaran dari beberapa sumber tersebut tetap dapat diarahkan untuk memenuhi total nilai transaksi yang sama.

3. Marketplace multi-vendor

Satu pembayaran pelanggan dapat dibagi secara otomatis kepada beberapa merchant sekaligus sesuai porsi masing-masing. Sistem juga dapat memperhitungkan komisi platform sehingga pelanggan tidak perlu melakukan pembayaran secara terpisah kepada setiap penjual.

4. Aplikasi pesan-antar

Pembayaran pelanggan dapat didistribusikan kepada merchant, platform, dan pihak terkait lainnya dalam satu transaksi. Dengan begitu, pelanggan cukup melakukan satu kali pembayaran meskipun dana tersebut perlu diteruskan kepada beberapa pihak.

Perkembangan split payment saat ini

Kebutuhan akan metode pembayaran yang lebih fleksibel terus mendorong perkembangan industri split payment secara global. Pertumbuhan e-commerce, adopsi dompet digital, dan semakin banyaknya bisnis yang menggunakan model marketplace membuat skema pembagian pembayaran semakin dibutuhkan. 

Data Insight

Pasar platform split payment global bernilai sekitar 6,8 miliar dolar AS pada 2025, dan diproyeksikan tumbuh menjadi 18,9 miliar dolar AS pada 2034 dengan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 12% –Dataintelo

Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap solusi split payment diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Pertumbuhan pasar ini juga mencerminkan semakin luasnya penggunaan sistem pembayaran yang dapat menangani pembagian dana secara otomatis sesuai kebutuhan transaksi.

Salah satu turunan skema split payment yang juga berkembang pesat adalah buy now pay later (BNPL), yaitu metode yang memungkinkan konsumen membagi pembayaran menjadi beberapa cicilan. Skema ini menawarkan alternatif bagi konsumen yang ingin mendapatkan fleksibilitas dalam mengatur pengeluaran tanpa harus membayar seluruh nilai transaksi sekaligus.

Data Insight

Lebih dari 360 juta pengguna aktif BNPL tercatat secara global pada awal 2026 –Dataintelo

Jumlah pengguna tersebut menunjukkan bahwa pola pembayaran secara bertahap telah memiliki basis pengguna yang cukup besar secara global. Bersama dengan split tender dan split payment marketplace, perkembangan BNPL memperlihatkan bahwa konsumen semakin terbiasa dengan opsi pembayaran yang memungkinkan satu transaksi dibagi menjadi beberapa bagian.

Terapkan split payment di bisnis Anda dengan Mekari POS

Pernahkah pelanggan Anda batal membeli hanya karena saldo di satu metode pembayaran tidak mencukupi, padahal mereka sebenarnya ingin bertransaksi? Situasi seperti ini bisa dihindari dengan sistem kasir yang mendukung fleksibilitas pembayaran.

Mekari POS hadir sebagai sistem POS terpusat yang membantu bisnis mengelola transaksi dari satu sistem. Dengan dukungan berbagai metode pembayaran, seperti QRIS, kartu, dan tunai, kasir dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan sehingga transaksi tetap dapat diselesaikan dengan praktis.

Mekari POS juga membantu menyatukan proses transaksi dan operasional dalam satu platform, sehingga pengelolaan pembayaran di berbagai outlet dapat dilakukan secara lebih konsisten. Selain mendukung fleksibilitas pembayaran, Mekari POS dilengkapi berbagai fitur unggulan berikut.

  • Transaksi cepat dan akurat: Memproses pesanan dan pembayaran dalam satu alur kerja yang terstruktur dan minim kesalahan.
  • Manajemen stok real-time: Memantau ketersediaan produk di seluruh outlet secara langsung untuk mencegah kehabisan stok atau selisih pencatatan.
  • Laporan bisnis: Menyediakan data penjualan dan performa produk secara real-time untuk mendukung keputusan bisnis yang lebih cepat.
  • Program loyalitas: Membantu bisnis membangun loyalitas pelanggan melalui skema membership dan poin yang fleksibel.
  • Integrasi ekosistem Mekari: Tersinkronisasi dengan Mekari Jurnal untuk pencatatan akuntansi otomatis dan Mekari Desty untuk penjualan omnichannel.
  • Manajemen multicabang: Memantau transaksi dan performa seluruh outlet dari satu dashboard terpusat.

Siap memberikan fleksibilitas pembayaran yang lebih baik untuk pelanggan Anda? Mulai kelola transaksi bisnis Anda dengan Mekari POS!

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

Faspay. “Apa itu Split Payment? Ini Manfaat dan Contoh Penerapannya”
Paper.id. “Apa Itu Split Payment? Manfaat dan Contoh Penerapannya dalam Bisnis”
Investopedia. “Split Payment”
Dataintelo. “Split Payments Platform Market Research Report 2034”
Finix. “Split Payment Terms Explained”

FAQ

1. Split payment artinya apa?

1. Split payment artinya apa?

Split payment artinya metode yang membagi satu transaksi pembayaran, baik dari sisi sumber dana yang digunakan pembeli maupun dari sisi penerima dana setelah pembayaran diterima.

2. Apa saja jenis-jenis split payment?

2. Apa saja jenis-jenis split payment?

Ada dua jenis utama, yaitu split tender di mana satu pembeli membayar satu tagihan dengan lebih dari satu metode, dan split payment marketplace di mana satu pembayaran otomatis dibagi ke beberapa penerima seperti penjual dan komisi platform.

3. Bagaimana cara kerja split payment?

3. Bagaimana cara kerja split payment?

Pembeli memilih produk, sistem menentukan pembagian dana sesuai metode yang dipilih atau aturan alokasi platform, lalu memproses setiap bagian pembayaran hingga seluruhnya berhasil dan transaksi dianggap selesai.

4. Apa perbedaan split payment dan split bill?

4. Apa perbedaan split payment dan split bill?

Split bill berfokus pada pembagian tagihan antar beberapa orang dalam satu meja, sementara split payment berfokus pada metode atau penerima dana yang digunakan untuk menyelesaikan satu transaksi, dan keduanya bisa digunakan bersamaan.