7 mins read

Cara Menghitung FIFO: Definisi, Rumus dan Contohnya

cara menghitung FIFO
Mekari POS Insight

  • Metode FIFO (First In, First Out) adalah metode penilaian persediaan yang mengasumsikan barang yang paling awal dibeli adalah barang yang paling awal terjual.
  • Perhitungan FIFO yang akurat bergantung pada pencatatan harga dan jumlah unit di setiap batch pembelian secara konsisten, sehingga kesalahan urutan pencatatan dapat langsung mempengaruhi nilai HPP dan persediaan akhir yang dilaporkan.
  • Mekari POS membantu bisnis mencatat pergerakan stok secara otomatis setiap kali terjadi transaksi, sehingga data yang dibutuhkan untuk perhitungan FIFO selalu akurat dan siap digunakan.

Menentukan nilai persediaan akhir dan harga pokok penjualan (HPP) tidak bisa dilakukan sembarangan, terutama jika harga barang yang Anda beli terus berubah dari waktu ke waktu. Metode FIFO hadir sebagai salah satu cara paling umum digunakan untuk menghitung kedua nilai tersebut secara konsisten.

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu metode FIFO, rumus untuk menghitungnya, langkah-langkah perhitungannya, contoh lengkap dengan beberapa batch pembelian, hingga perbandingannya dengan metode penilaian persediaan lain.

Apa itu metode FIFO?

Apa itu metode FIFO?

FIFO (First In, First Out) adalah metode penilaian persediaan yang menganggap barang yang pertama kali dibeli atau diproduksi sebagai barang yang pertama kali dijual. Metode ini banyak digunakan untuk membantu bisnis menentukan nilai persediaan dan HPP secara lebih terstruktur.

Data Insight

Sekitar dua pertiga perusahaan di Amerika Serikat menggunakan FIFO sebagai metode utama penilaian persediaan mereka. – Xero.

Luasnya adopsi ini menunjukkan bahwa FIFO bukan sekadar salah satu opsi, melainkan metode yang paling umum dipakai bisnis untuk menentukan nilai persediaan dan HPP secara lebih terstruktur. 

Metode ini tidak berarti bisnis harus selalu menjual barang sesuai urutan fisiknya, melainkan digunakan untuk menentukan biaya mana yang dicatat sebagai harga pokok penjualan (HPP) dan mana yang masih menjadi persediaan.

Dengan metode FIFO, persediaan yang masih tersisa di akhir periode dinilai berdasarkan biaya pembelian terbaru, sedangkan HPP menggunakan biaya pembelian yang lebih lama. Perbedaan ini dapat mempengaruhi nilai persediaan, HPP, dan laba yang dilaporkan bisnis, terutama ketika harga barang mengalami perubahan.

Kelebihan metode FIFO

  • Mengurangi risiko waste dan produk kedaluwarsa: Menjual stok yang lebih lama terlebih dahulu membantu mencegah barang yang kedaluwarsa atau usang menumpuk di rak.
  • Neraca yang lebih akurat: Persediaan yang tersisa dinilai menggunakan harga pembelian terbaru, memberikan gambaran yang lebih realistis soal nilai aset Anda saat ini.
  • Metode yang paling banyak dipercaya: FIFO digunakan oleh sekitar dua pertiga perusahaan di Amerika Serikat, menjadikannya metode penilaian persediaan yang paling umum digunakan.
  • Lebih mudah dipahami dan diterapkan: Logika di balik FIFO cukup sederhana, sehingga lebih mudah diimplementasikan dan dijelaskan kepada pihak lain, seperti tim maupun investor.

Kekurangan metode FIFO

  • Beban pajak lebih tinggi saat inflasi: Ketika harga sedang naik, FIFO melaporkan laba yang lebih tinggi karena biaya lama yang lebih murah dibandingkan dengan pendapatan saat ini, yang berarti beban pajak juga menjadi lebih besar.
  • Berpotensi melebih-lebihkan profitabilitas: Selisih antara biaya lama dan harga jual saat ini dapat membuat margin terlihat lebih tinggi di atas kertas, meski daya beli sebenarnya belum tentu meningkat.
  • Kinerja berbeda saat harga turun: Jika biaya persediaan Anda justru menurun, FIFO akan membebankan biaya lama yang lebih tinggi ke penjualan, yang dapat membuat laba terlihat lebih rendah dari kondisi sebenarnya.
  • Kurang cocok untuk barang unik bernilai tinggi: Bisnis yang menjual barang unik dan bernilai tinggi, seperti karya seni atau mesin custom, mungkin lebih cocok menggunakan metode identifikasi khusus (specific identification) yang lebih akurat untuk jenis barang tersebut.

Rumus menghitung FIFO

Cara menghitung FIFO

Ada dua rumus dasar yang perlu dipahami saat menghitung FIFO, yaitu rumus untuk menentukan harga pokok penjualan (HPP) dan persediaan akhir.

Rumus harga pokok penjualan (HPP):

HPP = Persediaan Awal + Pembelian – Persediaan Akhir

Rumus persediaan akhir:

Persediaan Akhir = Persediaan Awal + Pembelian – HPP

Kedua rumus tersebut sebenarnya merupakan bagian dari perhitungan persediaan yang saling berkaitan dan dapat digunakan terlepas dari metode penilaian persediaan yang dipilih. Perbedaannya terletak pada cara biaya per unit dialokasikan ke HPP dan persediaan akhir.

Pada metode FIFO, biaya dari barang yang lebih dulu dibeli akan dialokasikan terlebih dahulu sebagai HPP. Sementara itu, biaya pembelian yang lebih baru akan menjadi dasar penilaian persediaan yang masih tersisa di akhir periode.

Langkah-langkah dalam menghitung FIFO

Langkah-langkah dalam menghitung FIFO

Berikut langkah yang bisa Anda ikuti untuk menghitung FIFO secara sistematis:

1. Susun daftar pembelian secara kronologi

Catat setiap batch pembelian mulai dari yang paling lama hingga terbaru. Sertakan jumlah unit dan harga per unit untuk setiap batch agar biaya masing-masing pembelian mudah ditelusuri.

2. Tentukan total unit yang terjual

Hitung jumlah seluruh unit yang terjual selama periode yang ingin dianalisis. Gunakan catatan penjualan atau transaksi keluar sebagai dasar perhitungannya.

3. Alokasikan unit terjual mulai dari batch tertua

Mulai perhitungan dari batch pembelian paling lama. Alokasikan unit dari batch tersebut ke jumlah barang yang terjual, kemudian lanjutkan ke batch berikutnya jika jumlahnya belum mencukupi. Kalikan unit yang dialokasikan dengan harga per unit pada masing-masing batch.

4. Hitung sisa unit sebagai persediaan akhir

Setelah seluruh unit terjual dialokasikan, hitung jumlah barang yang masih tersisa dari batch pembelian terbaru. Kalikan sisa unit dengan harga per unit pada masing-masing batch, lalu jumlahkan seluruhnya untuk mendapatkan nilai persediaan akhir.

5. Verifikasi hasil perhitungan

Periksa kembali hasilnya dengan memastikan nilai HPP ditambah persediaan akhir sama dengan total nilai barang yang tersedia untuk dijual. Total tersebut berasal dari persediaan awal ditambah seluruh pembelian selama periode terkait.

Contoh lengkap cara menghitung FIFO

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh cara menghitung FIFO menggunakan tiga batch pembelian dengan harga yang berbeda. Skenario ini membantu menunjukkan bagaimana biaya dari batch tertua dialokasikan terlebih dahulu ke HPP. 

Data pembelian:

BatchJumlah UnitHarga per UnitTotal Nilai
Batch 1 (paling lama)100 unitRp80.000Rp8.000.000
Batch 2150 unitRp90.000Rp13.500.000
Batch 3 (paling baru)200 unitRp100.000Rp20.000.000
Total tersedia450 unitRp41.500.000

Selama periode berjalan, terjual sebanyak 380 unit. Berikut cara menghitung HPP dan persediaan akhirnya.

Langkah 1: Alokasikan penjualan mulai dari batch tertua

  • Batch 1: 100 unit × Rp80.000 = Rp8.000.000. Seluruh unit pada Batch 1 terjual.
  • Batch 2: 150 unit × Rp90.000 = Rp13.500.000. Seluruh unit pada Batch 2 juga terjual.
  • Batch 3: Sisa unit yang perlu dialokasikan adalah 380 – 100 – 150 = 130 unit. Jadi, 130 unit × Rp100.000 = Rp13.000.000.

Langkah 2: Hitung total HPP

HPP diperoleh dengan menjumlahkan nilai seluruh unit yang dialokasikan sebagai barang terjual:

HPP = Rp8.000.000 + Rp13.500.000 + Rp13.000.000 = Rp34.500.000

Langkah 3: Hitung persediaan akhir

Setelah 130 unit dari Batch 3 terjual, masih tersisa:

200 – 130 = 70 unit

Nilai persediaan akhir:

70 unit × Rp100.000 = Rp7.000.000

Jadi, persediaan akhir yang tercatat adalah Rp7.000.000.

Langkah 4: Verifikasi hasil perhitungan

Untuk memastikan perhitungannya benar, jumlahkan HPP dan persediaan akhir:

HPP + Persediaan Akhir = Rp34.500.000 + Rp7.000.000 = Rp41.500.000

Hasil tersebut sama dengan total nilai barang yang tersedia untuk dijual, yaitu Rp41.500.000. Artinya, seluruh nilai persediaan sudah teralokasi dengan tepat antara HPP dan persediaan akhir.

Perbandingan FIFO dengan metode penilaian persediaan lain

Setiap metode penilaian persediaan menggunakan cara yang berbeda dalam mengalokasikan biaya barang terjual dan persediaan akhir. Karena itu, penggunaan metode yang berbeda dapat menghasilkan nilai HPP dan persediaan akhir yang berbeda pula.

FIFO menjadi salah satu metode yang umum digunakan dan diperbolehkan dalam standar IFRS, sedangkan LIFO tidak diperbolehkan berdasarkan standar tersebut. Pemilihan metode juga dapat mempengaruhi nilai laba yang tercatat, terutama ketika harga barang mengalami perubahan.

Menggunakan data pembelian yang sama seperti contoh sebelumnya, berikut perbandingan hasil perhitungan FIFO, LIFO, dan metode rata-rata tertimbang (weighted average):

MetodeLogika AlokasiHPPPersediaan Akhir
FIFOUnit tertua dijual lebih dulu, persediaan akhir memakai biaya terbaruRp34.500.000Rp7.000.000
LIFOUnit terbaru dijual lebih dulu, persediaan akhir memakai biaya terlamaRp35.900.000Rp5.600.000
Rata-rata tertimbang (weighted average)Satu biaya rata-rata diterapkan pada seluruh unit secara merata± Rp35.044.000± Rp6.456.000

Pada kondisi harga yang cenderung naik seperti contoh di atas, FIFO menghasilkan HPP yang lebih rendah dan nilai persediaan akhir yang lebih tinggi dibandingkan LIFO. Dampaknya, laba kotor yang dilaporkan juga cenderung lebih tinggi.

Karena itu, metode penilaian persediaan bukan hanya menentukan bagaimana stok dicatat, tetapi juga dapat mempengaruhi HPP, nilai persediaan, dan gambaran profitabilitas bisnis dalam laporan keuangan.

Terapkan pencatatan stok berbasis FIFO lebih akurat dengan Mekari POS

Menghitung FIFO secara manual bisa jadi rumit begitu jumlah batch pembelian dan variasi harga terus bertambah, apalagi jika dilakukan untuk banyak produk sekaligus di berbagai outlet.

Tanpa data yang tercatat rapi sejak awal, perhitungan HPP dan persediaan akhir berisiko menjadi tidak akurat, yang pada akhirnya berdampak pada laporan keuangan bisnis Anda secara keseluruhan.

Mekari POS adalah sistem kasir terpusat yang membantu menyediakan data akurat yang dibutuhkan untuk perhitungan FIFO. Berikut fitur yang bisa dimanfaatkan:

  • Manajemen produk: Atur katalog produk, SKU, kategori, dan varian dengan lebih rapi, sehingga setiap batch produk yang masuk mudah dilacak dan dibedakan berdasarkan harga pembeliannya.
  • Manajemen inventaris: Pantau produk dan stok lebih akurat di setiap outlet dan gudang, serta kelola perpindahan inventaris antargudang dengan lebih terstruktur, memastikan data stok yang digunakan untuk perhitungan FIFO selalu mencerminkan kondisi terkini.
  • Integrasi native dengan Mekari Jurnal: Setiap transaksi penjualan dan pembelian stok otomatis tercatat langsung ke laporan keuangan, sehingga perhitungan HPP dan persediaan akhir berbasis FIFO diproses secara presisi tanpa rekap manual.

Siap kelola pencatatan stok bisnis Anda dengan data yang lebih akurat untuk mendukung perhitungan FIFO? Mulai kelola transaksi dan operasional bisnis Anda dengan Mekari POS!

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

Xero. “FIFO Method: How First In, First Out Simplifies Inventory for Small Businesses.” 

FAQ

1. Apa itu metode FIFO?

1. Apa itu metode FIFO?

FIFO (First In, First Out) adalah metode penilaian persediaan yang mengasumsikan bahwa barang yang paling awal dibeli adalah barang yang paling awal terjual, sehingga persediaan akhir dinilai menggunakan biaya pembelian terbaru.

2. Bagaimana rumus menghitung FIFO?

2. Bagaimana rumus menghitung FIFO?

Rumusnya adalah HPP sama dengan Persediaan Awal ditambah Pembelian dikurangi Persediaan Akhir, sementara Persediaan Akhir sama dengan Persediaan Awal ditambah Pembelian dikurangi HPP.

3. Bagaimana langkah-langkah menghitung FIFO?

3. Bagaimana langkah-langkah menghitung FIFO?

Langkahnya meliputi menyusun daftar pembelian secara kronologis, menentukan total unit terjual, mengalokasikan unit terjual mulai dari batch tertua, menghitung sisa unit pada batch terbaru sebagai persediaan akhir, lalu memverifikasi hasilnya.

4. Bagaimana Mekari POS membantu perhitungan FIFO bisnis?

4. Bagaimana Mekari POS membantu perhitungan FIFO bisnis?

Mekari POS membantu mencatat setiap transaksi pembelian dan penjualan secara otomatis, termasuk detail harga per batch pembelian, sehingga data yang dibutuhkan untuk perhitungan FIFO selalu akurat dan siap digunakan.