9 mins read

Retail Assortment Planning: Cegah 66% Pelanggan Pindah Toko 

retail assortment planning
Mekari POS Insight
  • Retail assortment planning adalah proses menentukan produk apa yang dijual, di toko atau kanal mana, dan dalam jumlah serta variasi seperti apa agar sesuai dengan permintaan pelanggan dan target bisnis.
  • Assortment planning yang baik membantu bisnis mengurangi stok menumpuk dan kehabisan barang, menekan diskon besar-besaran, serta meningkatkan penjualan dan margin di setiap outlet.
  • Mekari POS adalah solusi multi-industri untuk bisnis retail, F&B, dan jasa yang menyediakan data penjualan, produk terlaris, dan stok setiap outlet secara real-time sebagai dasar menyusun assortment yang lebih tepat.

Rak yang penuh tidak selalu berarti toko siap berjualan. Bisa jadi produk yang dipajang justru bukan yang paling dicari pelanggan, sementara barang yang paling laku malah sering habis. Masalah seperti ini biasanya berawal dari pemilihan dan pengaturan produk yang kurang terencana.

Di sinilah retail assortment planning berperan. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu retail assortment planning, mengapa penting, komponen yang termasuk di dalamnya, perbedaannya dengan merchandise planning dan inventory planning, best practice yang bisa diterapkan, hingga dampaknya terhadap pendapatan bisnis.

Apa itu retail assortment planning?

Retail assortment planning adalah proses memilih dan mengatur kombinasi produk yang akan dijual oleh bisnis retail, termasuk menentukan kategori, variasi, jumlah, serta lokasi toko atau kanal penjualan tempat produk tersebut ditawarkan. Tujuannya adalah menghadirkan produk yang tepat, di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat.

Dalam menyusun assortment planning, bisnis mempertimbangkan banyak faktor, seperti preferensi dan perilaku belanja pelanggan, performa penjualan produk, tren musiman, format dan lokasi toko, hingga target penjualan dan margin.

Assortment planning menjadi semakin penting bagi bisnis dengan katalog produk yang besar, pelanggan yang beragam, banyak cabang, atau penjualan di beberapa kanal sekaligus.

Model assortment dalam bisnis retail

Model assortment membantu bisnis retail menentukan variasi dan jumlah produk yang dijual. Berikut empat model yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan usaha.

1. Assortment Luas (Wide Assortment)

Model ini menawarkan banyak kategori produk, tetapi pilihan produk di setiap kategori relatif terbatas. Contohnya, minimarket yang menyediakan makanan, minuman, produk kebersihan, dan kebutuhan rumah tangga dalam satu tempat.

2. Assortment Dalam (Deep Assortment)

Model ini berfokus pada sedikit kategori produk dengan pilihan yang lebih beragam dalam setiap kategori. Contohnya, toko sepatu yang menyediakan berbagai merek, model, ukuran, dan warna untuk memenuhi preferensi pelanggan.

3. Assortment Scrambled (Scrambled Assortment)

Model ini menambahkan produk di luar kategori utama untuk memenuhi kebutuhan tambahan pelanggan. Misalnya, toko perlengkapan bayi yang turut menjual camilan dan minuman agar pelanggan bisa membeli beberapa kebutuhan sekaligus.

4. Assortment Lokal (Localized Assortment)

Model ini menyesuaikan pilihan produk berdasarkan karakteristik dan preferensi pelanggan di setiap lokasi toko. Contohnya, gerai minimarket di kawasan perkantoran yang menyediakan lebih banyak makanan siap saji, sementara gerai di kawasan permukiman memperbanyak kebutuhan rumah tangga.

Mengapa assortment planning penting dilakukan?

Ketersediaan produk yang tepat sangat memengaruhi keputusan belanja pelanggan. 

Survei AlixPartners tahun 2024 menemukan 66% konsumen akan meninggalkan toko online maupun offline dan berbelanja di tempat lain jika produk yang dicari kehabisan stok.

Survei yang sama juga menunjukkan 82% konsumen berharap dapat menemukan produk yang sama di seluruh kanal penjualan. Artinya, assortment planning tidak hanya menentukan produk yang dijual di toko fisik, tetapi juga konsistensinya di kanal online.

Selain membantu menentukan variasi produk yang tepat, assortment planning juga berperan dalam meningkatkan efektivitas operasional toko. Berikut beberapa alasan lain mengapa assortment planning penting bagi bisnis retail:

1. Memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pelanggan

Dengan memahami produk yang paling dicari pelanggan, bisnis dapat menyediakan pilihan yang relevan dengan kebutuhan mereka. Hal ini membantu mengurangi risiko pelanggan tidak menemukan produk yang diinginkan dan beralih ke toko pesaing.

2. Meningkatkan penjualan dan margin

Kombinasi produk yang tepat membantu bisnis memaksimalkan penjualan produk yang laris sekaligus meningkatkan peluang pembelian tambahan. Selain itu, bisnis dapat memprioritaskan kategori dengan margin keuntungan lebih tinggi untuk meningkatkan profitabilitas.

3. Mengurangi stok menumpuk dan stok kosong

Assortment planning membantu bisnis menentukan jumlah dan variasi produk berdasarkan pola permintaan pelanggan. Dengan begitu, risiko kelebihan stok (overstock) dan kehabisan stok (stockout) dapat ditekan agar perputaran persediaan lebih optimal.

4. Menekan kebutuhan diskon besar-besaran

Produk yang tidak sesuai dengan permintaan pasar berisiko menumpuk dan harus dijual melalui diskon besar. Dengan merencanakan assortment berdasarkan tren dan perilaku belanja pelanggan, bisnis dapat mengurangi risiko tersebut sekaligus menjaga margin keuntungan.

5. Mengoptimalkan ruang toko dan modal

Ruang rak dan modal persediaan memiliki kapasitas terbatas sehingga perlu dialokasikan secara strategis. Assortment planning membantu bisnis memprioritaskan produk yang memiliki permintaan tinggi dan kontribusi penjualan besar agar penggunaan ruang serta modal lebih efisien.

6. Menjaga konsistensi pengalaman belanja

Bagi bisnis dengan banyak cabang dan kanal penjualan (omnichannel), assortment planning membantu memastikan produk utama tersedia secara konsisten di setiap lokasi. Bisnis juga dapat menyesuaikan variasi produk berdasarkan karakteristik pelanggan di tiap wilayah.

Apa saja yang termasuk dalam assortment planning?

Assortment planning membantu bisnis menentukan pilihan produk dan jumlah stok yang dibutuhkan. Berikut tujuh komponen utamanya.

  • Pemilihan produk dan kategori: Menentukan kategori dan produk yang akan dijual, termasuk produk inti (core products) yang selalu tersedia serta produk musiman atau tren yang dijual dalam periode tertentu.
  • Lebar dan kedalaman assortment: Menentukan jumlah kategori produk (breadth) dan variasi dalam setiap kategori (depth), seperti ukuran, warna, model, atau tipe, sesuai kebutuhan pelanggan.
  • Pengaturan SKU dan varian: Mengevaluasi SKU yang perlu dipertahankan, ditambahkan, atau dihentikan berdasarkan performa penjualan, margin keuntungan, dan kontribusinya terhadap kategori produk.
  • Komposisi merek dan harga: Mengatur proporsi merek serta rentang harga, mulai dari produk ekonomis hingga premium, agar sesuai dengan daya beli dan preferensi target pelanggan.
  • Lokalisasi per toko dan kanal: Menyesuaikan pilihan produk berdasarkan karakteristik pelanggan, lokasi, ukuran toko, dan kanal penjualan karena produk yang laris di satu cabang belum tentu memiliki permintaan serupa di cabang lain.
  • Alokasi dan jumlah stok: Menentukan jumlah persediaan setiap produk yang perlu dikirim ke masing-masing toko atau gudang berdasarkan perkiraan permintaan, kapasitas penyimpanan, dan pola penjualan.
  • Monitoring dan evaluasi performa: Memantau indikator seperti penjualan, sell-through rate, margin, dan perputaran stok untuk menilai efektivitas assortment serta menentukan penyesuaian yang diperlukan.

Secara keseluruhan, assortment planning dimulai dari analisis data penjualan dan pelanggan, dilanjutkan dengan pemilihan produk, penentuan variasi SKU, serta alokasi stok. Setelah diterapkan, bisnis perlu mengevaluasi performanya secara berkala agar assortment tetap relevan dengan perubahan permintaan pasar.

Perbedaan assortment planning, merchandise planning dan inventory planning

Ketiga proses ini sering dianggap sama, padahal masing-masing memiliki fokus yang berbeda. Berikut perbandingannya:

AspekAssortment planningMerchandise planningInventory planning
Fokus utamaProduk apa yang dijual, di mana, dan dengan variasi seperti apaTarget finansial, seperti penjualan, margin, dan anggaran pembelianJumlah stok yang perlu tersedia dan kapan harus diisi ulang
Pertanyaan kunci“Apa yang kita jual?”“Berapa yang ingin kita capai dan belanjakan?”“Berapa stok yang kita butuhkan?”
PendekatanBerbasis pelanggan dan produkBerbasis keuangan dan performaBerbasis permintaan dan rantai pasok
OutputDaftar produk, kategori, dan SKU per toko atau kanalRencana penjualan, margin, dan open-to-buyLevel stok, titik pemesanan ulang, dan alokasi
Jangka waktuPer musim atau periode penjualanTahunan, kuartalan, dan bulananBerkelanjutan, harian hingga mingguan

Best practice assortment planning

Assortment planning perlu disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Berikut beberapa praktik yang dapat membantu mengoptimalkan pilihan produk dan stok.

1. Gunakan data penjualan dan pelanggan

Dasarkan keputusan assortment pada data historis penjualan, produk terlaris, pola pembelian, dan masukan pelanggan, bukan sekadar intuisi. Analisis ini membantu bisnis mengidentifikasi produk yang paling diminati sekaligus menemukan peluang untuk menambah atau mengurangi variasi produk.

2. Seimbangkan lebar dan kedalaman assortment

Sesuaikan jumlah kategori dan variasi produk dengan ekspektasi pelanggan serta kapasitas toko. Terlalu banyak pilihan dapat meningkatkan biaya persediaan, sedangkan variasi yang terlalu terbatas berisiko membuat pelanggan beralih ke toko lain.

3. Kelompokkan toko berdasarkan karakteristiknya

Buat kelompok toko (store clustering) berdasarkan lokasi, ukuran gerai, dan profil pelanggan agar perencanaan assortment lebih terarah. Pendekatan ini memungkinkan bisnis menerapkan strategi produk yang sesuai untuk setiap kelompok tanpa harus menyusun rencana berbeda dari awal untuk setiap cabang.

4. Rencanakan musim dan tren lebih awal

Siapkan assortment untuk momen musiman, seperti Ramadan, Lebaran, tahun ajaran baru, atau akhir tahun, berdasarkan pola permintaan pada periode sebelumnya. Perencanaan lebih awal membantu bisnis mengatur pengadaan dan distribusi stok agar produk tersedia ketika permintaan meningkat.

5. Tentukan produk inti dan produk pelengkap

Tetapkan produk inti yang harus selalu tersedia di seluruh toko, kemudian lengkapi dengan produk tren atau musiman sesuai karakteristik pelanggan setempat. Untuk toko baru, bisnis dapat memprioritaskan produk inti dan mengevaluasi performanya sebelum memperluas variasi berdasarkan hasil penjualan.

6. Selaraskan assortment online dan offline

Pastikan produk inti tersedia secara konsisten di toko fisik dan kanal online agar pelanggan mendapatkan pilihan yang sesuai di setiap saluran belanja. Gabungkan data penjualan dari kedua kanal untuk memahami pola permintaan secara menyeluruh dan menentukan produk yang perlu diprioritaskan.

7. Evaluasi dan sesuaikan secara berkala

Pantau laporan penjualan per kategori, perputaran stok, margin keuntungan, dan sell-through rate setiap minggu atau bulan untuk menilai efektivitas assortment. Gunakan hasil evaluasi tersebut untuk menambah produk yang potensial, mengurangi SKU yang kurang produktif, dan menyesuaikan alokasi stok sebelum masalah persediaan membesar.

Bagaimana assortment planning dapat memengaruhi pendapatan?

Assortment planning membantu bisnis retail menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Berikut beberapa dampaknya terhadap bisnis:

  • Mengurangi kehilangan peluang penjualan: Ketersediaan produk yang banyak dicari pelanggan membantu bisnis memenuhi permintaan saat dibutuhkan. Dengan begitu, pelanggan tidak perlu mencari produk serupa di toko lain karena barang yang diinginkan sedang kosong.
  • Mengurangi kebutuhan diskon besar: Perencanaan produk yang sesuai permintaan membantu bisnis menghindari penumpukan barang yang sulit terjual. Risiko menjual stok sisa dengan potongan harga besar pun berkurang sehingga margin keuntungan lebih terjaga.
  • Memaksimalkan produktivitas produk dan ruang toko: Penempatan produk berdasarkan performa penjualan membantu bisnis memanfaatkan ruang rak untuk barang yang lebih potensial. Hasilnya, setiap SKU dan area penjualan dapat memberikan kontribusi omzet yang lebih optimal.
  • Meningkatkan nilai transaksi pelanggan: Menyediakan produk utama bersama barang pelengkap yang relevan dapat mendorong pelanggan membeli lebih banyak dalam satu kunjungan. Misalnya, toko pakaian yang menawarkan aksesori sebagai pelengkap produk utama membuka peluang peningkatan nilai transaksi rata-rata.
  • Membuat penggunaan modal lebih efisien: Assortment yang tepat membantu bisnis mengurangi modal yang tertahan pada produk dengan perputaran lambat. Dana tersebut dapat dialihkan untuk menyediakan barang yang lebih diminati atau memenuhi kebutuhan operasional lainnya.
  • Mendorong pelanggan berbelanja kembali: Pilihan produk yang sesuai kebutuhan dan selalu tersedia menciptakan pengalaman belanja yang lebih memuaskan. Pelanggan yang merasa kebutuhannya terpenuhi akan memiliki alasan lebih kuat untuk kembali, sehingga membantu menjaga pendapatan dalam jangka panjang.

Susun assortment berbasis data penjualan dengan Mekari POS

Assortment planning yang efektif membutuhkan data yang akurat, mulai dari produk terlaris, tren penjualan, hingga kondisi stok di setiap toko. Tanpa data yang terpusat, bisnis sulit mengetahui produk mana yang perlu ditambah, dikurangi, atau dipindahkan ke cabang lain.

Sebagai solusi multi-industri yang dirancang untuk bisnis retail, F&B, dan jasa, Mekari POS menghubungkan transaksi, inventaris, data pelanggan, dan laporan seluruh outlet dalam satu platform terpusat. Data ini dapat menjadi dasar dalam menyusun dan mengevaluasi assortment di setiap toko.

Berikut fitur Mekari POS yang mendukung assortment planning:

  • Laporan dan analisis bisnis: Identifikasi produk terlaris, tren penjualan, dan performa setiap outlet secara real-time untuk menentukan produk yang perlu dipertahankan atau dievaluasi.
  • Manajemen produk dan inventaris: Kelola SKU, varian, dan kategori produk secara terpusat serta pantau stok setiap outlet secara real-time.
  • Transfer inventaris antarcabang: Pindahkan stok dari cabang yang kelebihan ke cabang yang membutuhkan untuk menyesuaikan assortment dengan permintaan lokal.
  • Headquarter dan manajemen multicabang: Bandingkan performa penjualan antarcabang dan standardisasikan produk inti dari pusat ke seluruh outlet.
  • Promosi dan loyalitas pelanggan: Atur diskon dan program membership untuk mempercepat penjualan produk tertentu dan memahami pola belanja pelanggan.
  • Integrasi omnichannel dengan Mekari Desty: Hubungkan penjualan toko fisik dengan kanal online agar ketersediaan produk lebih konsisten di semua kanal.

Susun assortment yang lebih tepat sasaran berdasarkan data penjualan nyata bersama Mekari POS.

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

AlixPartners 2024 Holiday Survey, via SGB Executive. “Study: Out-of-Stocks Drive 66 Percent of Consumers to Another Retailer” (2024).

FAQ

1. Apa itu retail assortment planning?

1. Apa itu retail assortment planning?

Retail assortment planning adalah proses memilih dan mengatur kombinasi produk yang dijual bisnis retail, termasuk kategori, variasi, jumlah, serta lokasi toko atau kanal tempat produk ditawarkan, agar sesuai dengan permintaan pelanggan dan target bisnis.

2. Apa saja komponen dalam assortment planning?

2. Apa saja komponen dalam assortment planning?

Komponen assortment planning meliputi pemilihan produk dan kategori, lebar dan kedalaman assortment, pengaturan SKU dan varian, komposisi merek dan harga, lokalisasi per toko dan kanal, alokasi stok, serta monitoring performa.

3. Apa perbedaan assortment planning dan merchandise planning?

3. Apa perbedaan assortment planning dan merchandise planning?

Assortment planning menentukan produk apa yang dijual dan di mana, sedangkan merchandise planning menetapkan target finansial seperti penjualan, margin, dan anggaran pembelian. Keduanya saling melengkapi agar strategi produk mendukung tujuan keuangan bisnis.

4. Seberapa sering assortment planning perlu dievaluasi?

4. Seberapa sering assortment planning perlu dievaluasi?

Assortment planning umumnya disusun per musim atau periode penjualan, tetapi performanya sebaiknya dipantau setiap minggu atau bulan agar penyesuaian dapat dilakukan sebelum terjadi kelebihan atau kekurangan stok.

5. Bagaimana assortment planning membantu meningkatkan pendapatan?

5. Bagaimana assortment planning membantu meningkatkan pendapatan?

Assortment planning membantu mengurangi penjualan yang hilang akibat stok kosong, menekan diskon untuk stok sisa, meningkatkan penjualan per SKU, mendorong nilai transaksi, dan menjaga loyalitas pelanggan.

6. Bagaimana Mekari POS mendukung assortment planning?

6. Bagaimana Mekari POS mendukung assortment planning?

Mekari POS menyediakan laporan produk terlaris dan tren penjualan per outlet, pemantauan stok real-time, transfer stok antarcabang, serta integrasi penjualan online dan offline sebagai dasar menyusun assortment. Pelajari bagaimana Mekari POS membantu bisnis retail Anda mengambil keputusan produk berbasis data.

Mekari POS

Mekari POS adalah solusi multi-industri yang memungkinkan bisnis F&B retail, dan jasa untuk mengelola transaksi, inventaris, dan performa seluruh cabang dari satu dasbor terintegrasi sehingga operasional berjalan lebih efisien dan bisnis dapat fokus pada pertumbuhan yang nyata

Pelajari lebih lanjut

Mekari POS adalah bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti:

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • People
  • Customer
  • Services
  • Operasional & digitalisasi