- Franchise terlaris di Indonesia umumnya berasal dari industri dengan permintaan yang stabil dan tidak terlalu terpengaruh tren musiman, seperti makanan, minuman, dan kebutuhan kesehatan.
- Karakteristik industri, bukan sekadar nama brand tertentu, yang paling menentukan apakah suatu franchise mampu bertahan dalam jangka panjang.
- Mekari POS hadir sebagai solusi multi-industri berbasis cloud untuk bisnis F&B, retail, dan jasa, dengan kapabilitas membantu bisnis franchise mengelola operasional multicabang, mulai dari transaksi, stok, hingga laporan penjualan, dari satu sistem terpusat.
Franchise menjadi salah satu pilihan bagi calon pengusaha yang ingin memulai bisnis dengan brand dan sistem operasional yang sudah tersedia. Namun, karakteristik setiap industri berbeda, terutama dari sisi permintaan dan kebutuhan pelanggan.
Artikel ini membahas industri yang banyak menggunakan model franchise, faktor yang mendukung keberlanjutan bisnis, serta hal yang perlu diperhatikan sebelum mengembangkan franchise ke lebih banyak cabang.
Mengapa usaha franchise terus berkembang?
Model franchise semakin banyak digunakan karena menawarkan sistem bisnis yang sudah tersedia dan dapat dikembangkan di berbagai jenis industri.Â
Perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, serta pilihan investasi yang semakin beragam turut mendukung pertumbuhannya. Perkembangan tersebut juga terlihat pada industri waralaba di Indonesia.
Di Indonesia, pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari beberapa kondisi yang membuat model franchise semakin banyak digunakan oleh pelaku usaha dan calon mitra. Beberapa di antaranya adalah:
1. Perubahan perilaku konsumen
Konsumen cenderung memilih brand yang sudah dikenal dan memiliki reputasi baik. Kondisi ini dapat membantu bisnis franchise karena mitra dapat memanfaatkan brand awareness yang telah dibangun oleh franchisor.
Brand yang sudah memiliki pelanggan juga dapat mengurangi tantangan dalam memperkenalkan produk atau layanan ketika outlet baru mulai beroperasi.
2. Kesiapan digitalisasi
Digitalisasi membantu operasional dan pemasaran bisnis franchise menjadi lebih terstruktur. Sistem kasir, inventaris, pembayaran, reservasi, hingga promosi dapat didukung oleh teknologi untuk memudahkan pengelolaan outlet.
Kanal digital juga memungkinkan franchise menjangkau pelanggan lebih luas tanpa hanya mengandalkan kunjungan langsung ke outlet.
3. Skema bisnis yang fleksibel
Franchise tersedia dalam berbagai skala investasi, mulai dari konsep booth dengan modal relatif kecil hingga outlet dengan kebutuhan investasi yang lebih besar. Pilihan tersebut memungkinkan calon mitra menyesuaikan bisnis dengan modal dan kapasitas pengelolaan yang dimiliki.
Fleksibilitas ini juga memungkinkan franchisor mengembangkan konsep bisnis di berbagai jenis lokasi dan target pasar.
4. Sistem yang sudah teruji
Franchise umumnya memiliki sistem yang dikembangkan sebelum ditawarkan kepada mitra. Sistem tersebut dapat mencakup standar produk atau layanan, SOP operasional, strategi pemasaran, hingga identitas brand.
Dengan sistem yang sudah tersedia, mitra tidak perlu membangun seluruh proses bisnis dari awal dan dapat lebih fokus menjalankan operasional sesuai standar yang ditetapkan.
Franchise terlaris sepanjang masa berdasarkan industri
Beberapa industri banyak menggunakan model franchise dan memiliki karakteristik permintaan yang berulang, beberapa diantaranya yaitu:
1. Makanan
Industri makanan menjadi salah satu sektor franchise yang memiliki pasar luas karena produknya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari. Konsepnya juga beragam, mulai dari makanan cepat saji, restoran keluarga, makanan lokal, hingga makanan dengan konsep khusus.
Produk dengan cita rasa yang sudah familiar cenderung lebih mudah diterima konsumen. Namun, keberlanjutan bisnis tetap dipengaruhi oleh konsistensi rasa, kualitas produk, harga, lokasi, dan kemampuan outlet mempertahankan pelanggan.
2. Minuman
Franchise minuman dapat dijalankan dalam berbagai format, seperti booth, kios, maupun outlet. Kebutuhan tempat yang relatif lebih kecil juga memungkinkan bisnis dikembangkan di berbagai jenis lokasi.
Selain produk yang mengikuti tren, terdapat pula franchise minuman dengan produk yang memiliki pola konsumsi berulang. Hal ini membuat kategori minuman banyak digunakan dalam model franchise.
3. Cemilan
Cemilan menjadi kategori yang cukup umum dalam bisnis franchise, terutama untuk konsep dengan skala outlet yang lebih kecil. Harga produk yang relatif terjangkau juga dapat mendorong pembelian spontan dari konsumen.
Format bisnisnya dapat disesuaikan dengan berbagai lokasi, mulai dari area perkantoran dan pusat perbelanjaan hingga kawasan dengan lalu lintas pengunjung yang tinggi.
4. Restoran cepat saji
Restoran cepat saji memiliki karakteristik operasional yang terstandarisasi. Mulai dari persiapan bahan hingga penyajian produk, setiap proses dapat dibuat dalam SOP yang jelas sehingga lebih mudah diterapkan di berbagai outlet.
Model tersebut memungkinkan bisnis mengelola volume transaksi yang tinggi dengan pengalaman pelanggan yang relatif konsisten. Lokasi tetap menjadi faktor penting karena restoran membutuhkan jumlah kunjungan yang memadai untuk mendukung operasional.
5. Apotek
Apotek memiliki karakteristik permintaan yang berbeda dari bisnis makanan dan minuman karena produk yang ditawarkan berkaitan dengan kebutuhan kesehatan. Kebutuhan tersebut dapat membuat permintaannya lebih berulang.
Namun, bisnis apotek memiliki persyaratan dan regulasi yang lebih ketat. Calon mitra perlu memahami ketentuan perizinan, pengelolaan obat, tenaga profesional, serta standar operasional yang berlaku.
6. Pendidikan dan bimbingan belajar
Jasa pendidikan merupakan industri lain yang banyak menggunakan model franchise, terutama untuk bimbingan belajar, kursus bahasa, pendidikan anak, hingga pelatihan keterampilan.
Model franchise dapat membantu mitra memperoleh kurikulum, metode pengajaran, materi pembelajaran, dan standar operasional yang sudah dikembangkan oleh franchisor. Kebutuhan pendidikan yang berlangsung secara berkelanjutan juga membuat industri ini memiliki karakteristik permintaan yang berbeda dari bisnis berbasis tren.
7. Laundry dan jasa perawatan pakaian
Laundry termasuk bisnis jasa yang kebutuhannya dapat muncul secara berulang. Industri ini dapat menyasar pelanggan rumah tangga, mahasiswa, pekerja, hingga bisnis yang membutuhkan jasa pencucian dalam jumlah tertentu.
Dalam model franchise, mitra biasanya mendapatkan standar operasional, panduan penggunaan peralatan, sistem layanan, serta dukungan pemasaran. Lokasi menjadi salah satu faktor penting karena bisnis laundry bergantung pada kedekatan dengan target pelanggan.
8. Kecantikan dan perawatan tubuh
Industri kecantikan mencakup berbagai model bisnis, seperti salon, barbershop, klinik kecantikan, spa, hingga perawatan tubuh. Banyaknya pilihan layanan memungkinkan franchise menyasar segmen konsumen yang berbeda.
Industri ini juga memiliki karakteristik layanan berulang karena pelanggan dapat kembali untuk melakukan perawatan secara berkala. Konsistensi kualitas layanan, tenaga kerja, dan standar treatment menjadi faktor penting dalam pengelolaannya.
9. Kebugaran dan olahraga
Franchise di bidang kebugaran dapat berbentuk gym, studio olahraga, pusat latihan, hingga konsep olahraga dengan kelas khusus. Model bisnisnya dapat mengandalkan membership, kelas, personal training, maupun layanan tambahan.
Pengelolaan kapasitas dan jadwal menjadi bagian penting karena pendapatan dapat berkaitan dengan jumlah anggota, tingkat penggunaan fasilitas, serta frekuensi kunjungan pelanggan.
10. Otomotif dan perawatan kendaraan
Industri otomotif tidak hanya mencakup penjualan kendaraan, tetapi juga berbagai layanan seperti bengkel, cuci kendaraan, detailing, ganti oli, dan perawatan kendaraan lainnya.
Kebutuhan perawatan yang dilakukan secara berkala membuat bisnis jasa otomotif memiliki peluang repeat customer. Dalam model franchise, standar layanan, kualitas teknisi, peralatan, dan ketersediaan suku cadang menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
11. Minimarket dan toko kebutuhan sehari-hari
Minimarket menawarkan berbagai kebutuhan sehari-hari dalam satu lokasi, mulai dari makanan, minuman, kebutuhan rumah tangga, produk perawatan pribadi, hingga kebutuhan harian lainnya.
Karena mengandalkan pembelian berulang, lokasi dan kepadatan pelanggan menjadi faktor penting. Pengelolaan stok juga perlu diperhatikan karena jumlah produk dan transaksi dapat sangat beragam.
12. Jasa kebersihan
Bisnis franchise juga dapat berbentuk jasa kebersihan untuk rumah, kantor, apartemen, maupun properti komersial. Layanannya dapat mencakup general cleaning, deep cleaning, hingga perawatan area tertentu.
Model ini tidak selalu bergantung pada outlet dengan lalu lintas pelanggan tinggi. Operasional lebih banyak bergantung pada kemampuan mendapatkan pelanggan, mengatur tenaga kerja, serta menjaga kualitas layanan.
13. Percetakan dan jasa dokumen
Percetakan merupakan contoh franchise di sektor jasa yang dapat melayani kebutuhan individu maupun bisnis. Bentuk layanannya dapat mencakup printing, fotokopi, desain, penjilidan, hingga produksi materi promosi.
Bisnis seperti ini dapat dikembangkan di lokasi yang dekat dengan sekolah, kampus, perkantoran, maupun pusat bisnis. Kebutuhan peralatan dan kemampuan mengikuti perubahan teknologi juga perlu diperhitungkan sejak awal.
14. Logistik dan jasa pengiriman
Industri logistik dapat menggunakan model franchise melalui agen atau outlet layanan pengiriman. Layanan yang ditawarkan dapat mencakup penerimaan paket, pengiriman barang, pengambilan paket, hingga layanan pendukung lainnya.
Pertumbuhan transaksi online turut meningkatkan kebutuhan terhadap layanan pengiriman. Dalam pengelolaannya, lokasi outlet, volume transaksi, cakupan layanan, dan sistem pelacakan menjadi beberapa aspek penting.
Apa yang membuat franchise mampu bertahan dalam jangka panjang?
Permintaan pasar bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberlanjutan sebuah franchise. Sistem bisnis dan kemampuan beradaptasi juga perlu diperhatikan.
1. Kebutuhan pasar yang berulang
Produk atau layanan yang dibutuhkan secara rutin memiliki peluang untuk menghasilkan pembelian atau penggunaan ulang. Namun, tingkat permintaan tetap perlu dinilai berdasarkan target pasar dan lokasi yang dituju.
2. Sistem operasional yang terstandarisasi
Franchise membutuhkan standar yang dapat diterapkan secara konsisten di berbagai lokasi. SOP yang jelas membantu menjaga kualitas produk, layanan, dan pengalaman pelanggan ketika jumlah cabang bertambah.
3. Kemampuan beradaptasi
Bisnis perlu mengikuti perubahan perilaku konsumen, teknologi, metode pembayaran, serta pola pembelian. Adaptasi dapat dilakukan tanpa menghilangkan karakter utama brand.
4. Struktur biaya yang sehat
Besarnya omzet tidak cukup untuk menilai keberlanjutan franchise. Calon mitra perlu menghitung investasi awal, biaya operasional, royalti jika ada, biaya pemasaran, tenaga kerja, sewa, serta kebutuhan modal kerja.
5. Dukungan franchisor
Dukungan dapat mencakup pelatihan, pemasaran, pengadaan bahan atau produk, pengembangan sistem, hingga pendampingan operasional. Bentuk dukungan ini perlu dipahami sejak awal sebelum perjanjian franchise dibuat.
Hal yang perlu diperhatikan untuk menambah cabang franchise
Menambah cabang membutuhkan persiapan yang berbeda karena setiap lokasi memiliki karakteristik pasar dan tantangan operasional masing-masing.
1. Evaluasi performa cabang yang sudah berjalan
Sebelum membuka cabang baru, evaluasi terlebih dahulu performa outlet yang sudah ada. Perhatikan penjualan, biaya operasional, margin, tingkat kunjungan pelanggan, hingga periode yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas.
Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar untuk memperkirakan kebutuhan cabang berikutnya secara lebih realistis.
2. Analisis lokasi secara mendalam
Lokasi baru perlu dianalisis secara terpisah meskipun Anda sudah memiliki pengalaman menjalankan franchise. Perbedaan demografi, daya beli, tingkat kompetisi, dan pola kunjungan dapat memengaruhi performa outlet.
Pastikan lokasi yang dipilih memiliki target pasar yang sesuai dengan produk atau layanan franchise Anda.
3. Pastikan konsistensi kualitas dan standar operasional
Semakin banyak cabang yang dimiliki, semakin besar tantangan untuk menjaga kualitas produk dan layanan tetap konsisten. Setiap outlet perlu mengikuti SOP yang sama agar pelanggan mendapatkan pengalaman yang seragam.
Pengawasan rutin dan evaluasi operasional dapat membantu memastikan standar tersebut tetap diterapkan di seluruh cabang.
4. Siapkan sistem pengelolaan multicabang yang terpusat
Pengelolaan beberapa outlet menjadi lebih kompleks ketika jumlah cabang bertambah. Anda perlu memantau transaksi, stok, penjualan, dan performa setiap cabang secara terkoordinasi.
Sistem yang terintegrasi dapat membantu Anda memperoleh gambaran performa seluruh outlet tanpa harus memeriksa data masing-masing cabang secara manual.
5. Perhitungkan kebutuhan sumber daya manusia tambahan
Setiap cabang membutuhkan tim yang dapat menjalankan operasional sesuai standar brand. Karena itu, rencana ekspansi perlu disertai perhitungan kebutuhan tenaga kerja, proses rekrutmen, dan pelatihan.
Pastikan penambahan cabang tidak membuat kualitas layanan di outlet lama ikut menurun akibat keterbatasan sumber daya.
Kembangkan franchise multicabang lebih terstruktur dengan Mekari POS
Menjalankan franchise dengan satu cabang saja sudah membutuhkan pengelolaan yang rapi, apalagi ketika jumlah outlet terus bertambah. Tanpa sistem yang terintegrasi, memantau performa, stok, dan transaksi di berbagai cabang sekaligus akan menjadi tantangan yang menghambat kecepatan ekspansi.
Kesalahan pengelolaan multicabang, seperti data stok yang tidak sinkron maupun standar harga yang berbeda antar outlet, dapat merusak konsistensi pengalaman pelanggan yang justru menjadi kunci kesuksesan franchise.
Mekari POS adalah solusi multi-industri berbasis cloud untuk bisnis F&B, retail, dan jasa, dengan kapabilitas yang membantu bisnis franchise mengelola operasional multicabang secara konsisten dari satu sistem terpusat. Berikut fitur yang mendukung pengelolaan franchise multicabang:
- Manajemen multi-toko terpusat: Pantau performa seluruh outlet dari satu dashboard tanpa perlu berpindah antar sistem, termasuk data penjualan, transaksi, dan stok tiap cabang secara real-time.
- Standardisasi produk, harga, dan promosi: Terapkan menu, daftar harga, dan kampanye promosi ke seluruh cabang secara serentak dari Back Office tanpa pengaturan ulang di tiap outlet.
- Manajemen stok lintas cabang: Pantau ketersediaan stok dan lakukan transfer inventaris antar outlet dalam satu sistem terintegrasi, sehingga tidak ada cabang yang kehabisan stok tanpa diketahui.
- Laporan penjualan per cabang: Akses laporan performa tiap outlet secara terpisah maupun agregat untuk evaluasi strategi dan pengambilan keputusan ekspansi yang lebih berbasis data.
- Manajemen staf dan peran: Kelola akses dan peran tiap karyawan per toko dengan izin yang dapat dikustomisasi, menjaga keamanan data operasional di setiap cabang.
- Integrasi Mekari Jurnal: Sinkronkan data penjualan dari seluruh outlet ke pembukuan secara otomatis, sehingga laporan keuangan konsolidasi tidak perlu direkap manual.
Siap mengembangkan franchise ke lebih banyak cabang dengan sistem yang lebih terstruktur? Mulai kelola operasional multicabang dari satu platform terpadu dengan Mekari POS.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
