- Bisnis franchise makanan adalah model usaha berlisensi di mana franchisee menjalankan operasional menggunakan merek dan sistem dari franchisor.
- Namun, operasionalnya membutuhkan pengelolaan yang rapi, mulai dari stok, transaksi, hingga laporan penjualan agar bisnis tetap efisien dan mudah berkembang.
- Mekari POS hadir sebagai aplikasi kasir terpusat untuk membantu pemilik franchise memantau transaksi secara real-time, mengelola stok otomatis, dan mengintegrasikan laporan keuangan dalam satu dashboard tanpa rekap manual.
Ingin punya usaha sendiri tanpa harus mulai dari nol? Bisnis franchise makanan bisa menjadi pilihan yang lebih praktis dan minim risiko. Dengan bergabung dalam jaringan franchise yang sudah terverifikasi, Anda tidak perlu repot membangun brand dari awal.
Artikel ini akan membahas panduan lengkap seputar bisnis franchise makanan. Mulai dari hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli, kelebihan dan kekurangannya, hingga rekomendasi franchise dengan modal di bawah 5 juta dan 10 juta rupiah.
Apa itu bisnis franchise makanan dan mengapa populer?

Bisnis franchise makanan adalah model usaha di mana pemilik merek atau franchisor memberikan hak kepada mitra usaha atau franchisee untuk menjalankan bisnis menggunakan nama, produk, serta sistem operasional yang sudah mereka bangun. Sebagai gantinya, franchisee perlu membayar biaya awal atau franchise fee serta royalti secara berkala.
Model bisnis ini diminati banyak pebisnis karena menawarkan keseimbangan dalam menjalankan usaha sekaligus didukung oleh sistem yang sudah terstruktur. Bahkan bagi pemula, bergabung dengan franchise berarti tidak perlu memulai dari nol.
Industri makanan dan minuman di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
- Data dari IMARC Group mencatat bahwa pasar foodservice Indonesia mencapai USD 50,3 miliar pada 2025 dan diproyeksikan tumbuh hingga USD 129,5 miliar pada 2034, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 11,08%. – IMARC.
- Sejalan dengan itu, survei VREST 2025 juga menunjukkan bahwa jumlah usaha penyediaan makanan dan minuman di Indonesia pada 2024 mencapai 5,28 juta usaha, meningkat 8,71% dibandingkan tahun sebelumnya. – BPS.
Peluang pasar bisnis franchise makanan di Indonesia
Peluang bisnis franchise makanan di Indonesia terus berkembang seiring dengan berbagai faktor yang mendorong pertumbuhan pasar. Kondisi ini membuat sektor F&B menjadi salah satu pilihan usaha yang menjanjikan, baik bagi pemula maupun pelaku bisnis yang ingin ekspansi.
Beberapa faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut antara lain:
- Pertumbuhan kelas menengah yang meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga konsumsi makanan di luar rumah semakin tinggi
- Perubahan gaya hidup yang semakin praktis, dengan preferensi konsumen terhadap makanan siap saji
- Perkembangan e-commerce dan layanan pesan-antar makanan online seperti GrabFood dan GoFood yang memperluas jangkauan pasar
- Meningkatnya jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara yang turut mendorong permintaan di sektor kuliner
- Dukungan pemerintah melalui berbagai program kewirausahaan yang membuka lebih banyak peluang bisnis
- Pengaruh media sosial yang mempercepat penyebaran tren kuliner dan meningkatkan eksposur brand makanan
Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, bisnis franchise makanan tidak hanya memiliki pasar yang luas, tetapi juga potensi pertumbuhan yang berkelanjutan.
Hal penting yang perlu diperhatikan sebelum membeli franchise makanan

Sebelum menandatangani perjanjian dan menginvestasikan modal, ada beberapa hal krusial yang perlu dievaluasi secara menyeluruh, diantaranya yaitu:
1. Inspeksi peralatan dan aset
Peralatan dalam bisnis F&B umumnya memiliki nilai investasi yang besar. Karena itu, pastikan Anda melakukan inspeksi terhadap seluruh peralatan, baik secara mandiri maupun dengan bantuan profesional.
Diskusikan dengan pihak franchisor mengenai siapa yang bertanggung jawab atas perbaikan atau penggantian peralatan sebelum Anda resmi bergabung. Setelah transaksi selesai, seluruh tanggung jawab atas kondisi peralatan akan menjadi milik Anda.
2. Kewajiban sewa tempat (leasing)
Sebagian besar bisnis franchise makanan membutuhkan lokasi fisik sebagai tempat operasional. Oleh karena itu, penting untuk memahami isi perjanjian sewa secara detail.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi durasi dan opsi perpanjangan sewa yang sebaiknya selaras dengan masa kontrak franchise, besaran biaya sewa dan operasional, serta syarat renovasi yang mungkin diwajibkan oleh pihak pengelola lokasi.
3. Perizinan dan lisensi makanan
Setiap bisnis franchise makanan wajib memenuhi berbagai regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. Hal ini mencakup izin usaha serta sertifikasi terkait keamanan dan higienitas pangan.
Pastikan seluruh perizinan telah dialihkan kepada Anda saat proses pembelian berlangsung. Anda juga perlu memeriksa apakah bisnis tersebut pernah memiliki riwayat pelanggaran terhadap standar keamanan pangan.
4. Kewajiban pelatihan
Banyak jaringan franchise yang mewajibkan mitra usaha untuk mengikuti program pelatihan sebelum mulai beroperasi. Durasi pelatihan bisa bervariasi, bahkan pada beberapa brand besar dapat berlangsung hingga 9 sampai 12 bulan.
Sebelum memutuskan untuk bergabung, pastikan Anda memahami detail pelatihan tersebut, termasuk lokasi, durasi, serta biaya yang mungkin timbul selama proses berlangsung. Hal ini penting agar Anda dapat mempersiapkan waktu dan sumber daya dengan lebih baik.
5. Franchise agreement dan disclosure document
Dalam proses pembelian franchise, terdapat dua dokumen utama yang wajib Anda pahami secara menyeluruh karena akan menjadi dasar hubungan kerja sama ke depan.
Franchise Agreement adalah kontrak yang mengatur hak dan kewajiban antara franchisor dan franchisee. Dokumen ini mencakup berbagai hal penting seperti biaya awal, sistem royalti, kewajiban pembelian bahan dari supplier tertentu, hak penggunaan merek dan pemasaran, hingga ketentuan terkait pemutusan kerja sama.
Sementara itu, disclosure document merupakan dokumen yang berisi informasi lengkap mengenai bisnis franchise. Di dalamnya biasanya terdapat rincian biaya operasional, daftar franchisee yang masih aktif, serta rekam jejak dan kinerja jaringan franchise tersebut.
Kelebihan dan kekurangan bisnis franchise makanan
Berikut kelebihan dan kekurangannya yang penting untuk dipahami sebelum terjun ke bisnis franchise makanan
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Potensi pendapatan tinggi dengan arus pelanggan yang stabil | Turnover karyawan yang tinggi di industri F&B |
| Dukungan sistem operasional dan pelatihan dari franchisor | Membutuhkan lokasi fisik dengan biaya sewa yang signifikan |
| Merek sudah dikenal, tidak perlu membangun awareness dari awal | Jam kerja panjang, terutama saat jam sibuk |
| Bantuan pemasaran dan grand opening dari jaringan | Biaya upgrade peralatan mengikuti standar franchisor |
| Dukungan riset lokasi dari tim real estate franchisor | Kewajiban membeli bahan dari supplier yang ditunjuk |
Rekomendasi bisnis franchise makanan di bawah 5 juta rupiah
Berikut beberapa rekomendasi franchise makanan dengan modal di bawah Rp5 juta:
1. Chicken Lemon
Menawarkan potongan ayam tepung dalam cup dengan berbagai pilihan saus dan bumbu seperti cabe pedas, barbeque, keju, original, padang, dan madu. Brand ini sudah beroperasi sejak 2016 dengan lebih dari 36 outlet.
Estimasi investasi: Tanpa booth Rp3.200.000 dan mini booth Rp4.000.000
2. Chick Ichick
Jajanan ayam potong ala Taiwan dengan tekstur krispi khas Shihlin. Tersedia dalam berbagai varian rasa seperti balado, blackpepper, barbeque, dan raja sambal.
Estimasi investasi: Super Hemat Rp2.550.000, Paket Hemat Rp3.790.000, Paket Portable Rp4.950.000
3. Burger Brambang
Franchise burger dengan bahan utama daging sapi Australia. Menunya pun cukup beragam, mulai dari cheeseburger hingga beef bowl dan kentang goreng.
Estimasi investasi: Paket Ekspress Rp3.450.000
4. Pota Potatoes
Bisnis kentang goreng dengan berbagai pilihan saus yang sudah berdiri sejak 2010 dan memiliki ratusan outlet di Indonesia.
Estimasi investasi: Non gerai Rp4.000.000, Standar Rp4.500.000
5. Bola Obi Raos
Olahan ubi Cilembu dengan berbagai topping kekinian tanpa tambahan pemanis buatan. Brand ini berasal dari Bandung dan sudah berjalan sejak 2016.
Estimasi investasi: Rao Starter Rp4.500.000, Rao Standar Rp7.500.000, Rao Spesial Rp9.500.000
Rekomendasi bisnis franchise makanan di bawah 10 juta rupiah
Berikut beberapa rekomendasi franchise makanan dengan modal di bawah Rp10 juta:
1. Steak On The Street
Mengusung konsep steak dalam cup yang praktis untuk dibawa. Menyediakan berbagai menu seperti ayam kriuk, sapi kriuk, jamur kriuk, hingga kentang keju.
Estimasi investasi: Mulai Rp9.000.000 (termasuk booth)
2. Little Shihlin
Jajanan ayam crispy dengan margin yang cukup tinggi. Tersedia dalam enam varian rasa dengan harga jual yang terjangkau.
Estimasi investasi: Booth A Rp9.000.000 (termasuk bahan baku awal dan peralatan)
3. Miesetan Express
Franchise mie kekinian dengan harga jual ekonomis. Menawarkan beberapa varian menu seperti mie kilat, mie bledek, mie petir, dan mie angel.
Estimasi investasi: Paket booth kecil Rp7.500.000
4. Ametres Zuppa Soup
Menghadirkan zuppa soup dengan varian rasa premium yang cocok untuk pasar urban dan pecinta makanan kekinian.
Estimasi investasi: Paket Hemat Rp4.500.000, Paket Simply Rp9.900.000
5. Yeobo Toppoki
Street food Korea dengan sentuhan rasa lokal. Menu utamanya meliputi toppoki, oden, ramyeon, dan rice bowl.
Estimasi investasi: Mulai Rp7.000.000
Kelola bisnis franchise makanan lebih efisien dengan Mekari POS
Setelah bisnis franchise sudah mulai berjalan, tantangan berikutnya adalah menjaga operasional tetap efisien dan terkontrol. Mulai dari pencatatan transaksi, pengelolaan stok, hingga laporan keuangan, semuanya perlu terkelola dengan sistem yang rapi agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.
Di sinilah peran sistem point of sale terintegrasi menjadi sangat penting. Mekari POS adalah sistem POS terpusat yang dirancang khusus untuk bisnis F&B, termasuk franchise makanan, dengan fitur yang mendukung kebutuhan operasional dari skala kecil hingga multicabang.
Berikut beberapa keunggulan yang ditawarkan:
- Proses transaksi lebih cepat dan akurat: Kelola pesanan dine in, takeaway, hingga delivery dalam satu sistem kasir yang mudah digunakan
- Pantau stok bahan baku secara real time: Sistem inventaris otomatis membantu mencegah kehabisan stok saat jam sibuk sekaligus mengurangi pemborosan
- Laporan penjualan langsung dari dashboard: Analisis produk terlaris, tren penjualan harian, dan performa bisnis tanpa perlu rekap manual
- Mendukung operasional multicabang: Saat bisnis berkembang, seluruh outlet dapat dipantau dari satu dashboard terpusat sehingga standar operasional tetap konsisten
- Terintegrasi dengan ekosistem Mekari: Sinkronisasi dengan Mekari Jurnal untuk pembukuan dan Mekari Desty untuk penjualan online membuat seluruh proses bisnis lebih terhubung
Bisnis franchise makanan membutuhkan sistem yang siap tumbuh tanpa hambatan operasional. Dengan Mekari POS, Anda bisa mengelola operasional seluruh cabang secara terpusat dan real-time, sehingga ekspansi bisnis jadi lebih cepat, terkontrol, dan minim risiko.
Tunggu apalagi? Mulai optimalkan operasional bisnis franchise Anda sekarang bersama Mekari POS!
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References
References
IMARC. “Indonesia Foodservice Market Size, Share, Trends and Forecast by Foodservice Type, Outlet, Location, and Region, 2026-2034”.