9 mins read

Panduan Cara Membuka Franchise di Indonesia

cara membuka franchise
Mekari Insight

  • Franchise adalah model bisnis terstruktur di mana seorang franchisee mendapatkan hak untuk mengoperasikan bisnis menggunakan merek, sistem, dan produk yang telah teruji dari franchisor, dengan imbalan franchise fee dan royalti yang dibayarkan secara berkala.
  • Tantangan terbesar franchisee bukan saat grand opening, melainkan setelahnya inkonsistensi standar antar-outlet, ketidakakuratan data stok, dan laporan keuangan yang tidak sinkron menjadi hambatan utama yang sering menghambat pertumbuhan bisnis franchise, terutama ketika sudah berkembang ke lebih dari satu lokasi.
  • Mekari POS hadir sebagai solusi POS terpusat yang memungkinkan pemilik franchise memantau performa seluruh cabang secara real-time, mengelola inventaris dengan presisi, dan menyinkronkan laporan keuangan otomatis ke Mekari Jurnal sehingga operasional tetap efisien dan terkontrol tanpa harus hadir di setiap lokasi.

Banyak orang tertarik memulai bisnis franchise, namun tidak tahu harus mulai dari mana. Akibatnya, tidak sedikit calon franchisee yang berhenti di tahap rencana atau justru mengambil keputusan tanpa persiapan yang matang.

Padahal, cara membuka franchise sebenarnya jauh lebih terstruktur dibandingkan memulai bisnis dari nol. Ada langkah-langkah yang jelas, proses seleksi yang terarah, serta dokumen yang dapat dipelajari sebelum bisnis benar-benar dijalankan.

Melalui panduan ini, Anda akan mempelajari cara membuka franchise langkah demi langkah mulai dari memilih brand yang tepat, menyiapkan legalitas, hingga memastikan operasional bisnis berjalan efisien sejak hari pertama.

Dasar-dasar bisnis franchise

Sebelum mulai menjalankan bisnis franchise, penting untuk memahami dasar yang membedakannya dari model bisnis konvensional. 

Secara sederhana, franchise adalah bentuk kerja sama bisnis di mana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada mitra (franchisee) untuk menjalankan bisnis menggunakan nama, sistem operasional, dan produk yang telah teruji dengan imbalan biaya tertentu.

Salah satu perbedaan utama dibanding bisnis pada umumnya terletak pada struktur pembayarannya. Dalam praktiknya, terdapat beberapa komponen biaya yang umumnya perlu disiapkan, yaitu :

  • Franchise fee awal: biaya untuk mendapatkan hak penggunaan merek dan sistem
  • Biaya pelatihan dan peralatan: biasanya termasuk dalam paket awal
  • Royalti: persentase dari penjualan yang dibayarkan secara berkala

Selain itu, penting untuk dipahami bahwa kerja sama ini diatur dalam franchise agreement yang bersifat kontraktual, bukan kepemilikan permanen. Durasi perjanjian umumnya berkisar antara 5 hingga 30 tahun, lengkap dengan ketentuan perpanjangan serta penalti yang perlu diperhatikan sebelum menandatangani kontrak. 

Lebih dari sekadar alternatif memulai bisnis, franchise juga merupakan sektor yang terus berkembang secara global. Dengan potensi pasar yang besar terutama di industri F&B, model bisnis ini menawarkan peluang ekspansi yang cukup terukur bagi pelaku usaha yang telah memiliki persiapan dan strategi yang tepat.

Data Insight

Pasar franchise dunia tercatat bernilai USD 45,67 juta pada 2025 dan diproyeksikan mencapai USD 68,39 juta pada 2035 dengan CAGR 4,12%. – Market Growth Reports.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa industri franchise memiliki prospek jangka panjang yang stabil dan terus menarik minat pelaku usaha di berbagai negara. 

Data Insight

Di sisi lain, sektor F&B menjadi salah satu kontributor terbesar dalam industri ini, dengan franchise makanan dan minuman menyumbang sekitar 38% dari total penjualan industri franchise pada 2022. – Zipdo

Angka ini menegaskan bahwa industri franchise, terutama di bidang F&B, menawarkan peluang pasar yang sangat besar bagi calon pelaku usaha.

8 Langkah cara membuka franchise yang benar dan terstruktur

cara membuka franchise

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk membuka franchise secara tepat dan terstruktur.

1. Evaluasi kesiapan finansial

Langkah pertama dalam membuka franchise adalah dimulai dari kesiapan finansial. Setiap franchise memiliki kebutuhan modal berbeda, bahkan beberapa franchisor memberikan persyaratan minimum net worth yang perlu dipenuhi oleh franchisee.

Anda perlu mengevaluasi kondisi keuangan secara menyeluruh, seperti:

  • Modal tunai yang siap perlu investasikan
  • Sumber pendanaan apakah melalui tabungan pribadi, pinjaman bank, atau opsi pembiayaan dari franchisor

Ada beberapa opsi pendanaan yang bisa dipertimbangkan:

  • Modal pribadi / tabungan: Opsi paling sederhana karena tidak menimbulkan beban bunga
  • Pinjaman bank: Bank dengan divisi franchise khusus umumnya lebih memahami profil risiko bisnis ini; pastikan credit rating Anda dalam kondisi baik sebelum mengajukan
  • Pembiayaan dari franchisor: Beberapa franchisor menyediakan opsi cicilan atau skema kemitraan pembiayaan
  • Kombinasi pendanaan: Mengingat bank biasanya hanya menanggung 50–70% dari total biaya, Anda mungkin perlu menggabungkan beberapa sumber sekaligus

2. Riset sebelum menentukan pilihan franchise

Salah satu kesalahan paling umum dalam cara membuka franchise untuk pemula adalah terburu-buru memilih bisnis hanya karena sedang populer atau terlihat menguntungkan di permukaan. 

Padahal, keputusan ini seharusnya didasarkan pada riset yang terstruktur dan menyeluruh, seperti:

  • Sesuaikan pilihan franchise dengan minat dan keahlian pribadi melalui analisis SWOT untuk memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, sehingga bisnis lebih mudah dijalankan dalam jangka panjang.
  • Hubungi franchisee yang sudah berjalan untuk mendapatkan insight langsung mengenai pengalaman operasional, termasuk kelebihan, kekurangan, hubungan dengan franchisor, serta potensi biaya tambahan yang tidak dijelaskan di awal.
  • Pastikan kondisi wilayah tidak mengalami tingkat persaingan yang terlalu tinggi, karena hal ini dapat mempengaruhi peluang persetujuan dari pihak franchisor.
  • Pantau tren pasar secara menyeluruh untuk memastikan bahwa kategori franchise yang dipilih memiliki permintaan yang stabil dan berkelanjutan, bukan sekadar tren sesaat.

3. Pahami proses seleksi dan wawancara dengan franchisor

Proses wawancara ini merupakan kesempatan bagi franchisor untuk mengevaluasi apakah Anda memiliki profil, kesiapan, dan komitmen yang sesuai untuk menjalankan bisnis mereka. Di sisi lain, franchisee dapat memanfaatkan momen ini untuk menilai sistem franchise secara lebih mendalam.

Pada tahap ini, calon franchisee perlu memastikan beberapa hal penting, seperti seberapa besar dukungan yang diberikan selama proses setup dan operasional awal, apakah tersedia program pelatihan berkelanjutan, serta bagaimana mekanisme komunikasi antara franchisee dan franchisor dalam operasional sehari-hari.

Karena itu, penting untuk tidak bersikap pasif dalam proses ini. Persiapkan pertanyaan yang relevan dan tajam agar Anda benar-benar memahami sistem yang akan dijalankan sebelum mengambil keputusan akhir.

4. Susun business plan yang komprehensif dan realistis

Meskipun sebagian besar sistem bisnis sudah disiapkan oleh franchisor, calon franchisee tetap perlu menyusun business plan sendiri. Dokumen ini tidak hanya berfungsi sebagai formalitas, tetapi juga menjadi peta jalan operasional sekaligus salah satu dokumen utama yang digunakan bank dalam proses pengajuan pendanaan.

Business plan franchise yang baik harus mencakup:

  • Analisis pasar lokal, mulai dari siapa target pelanggannya, bagaimana karakteristik mereka dibandingkan dengan basis pelanggan franchise secara umum.
  • Proyeksi penjualan dan pengeluaran yang realistis berdasarkan data outlet franchise sejenis di lokasi serupa.
  • Kebutuhan SDM seperti jumlah karyawan, struktur organisasi, dan strategi rekrutmen.
  • Rencana pemasaran lokal di luar kampanye nasional yang sudah dijalankan franchisor.

Memiliki business plan yang solid adalah kunci untuk meningkatkan peluang persetujuan pinjaman dari lembaga keuangan mana pun.

5. Tentukan lokasi yang strategis

Pemilihan lokasi adalah salah satu keputusan paling penting dalam cara membuka franchise. Lokasi yang kurang tepat dapat berdampak langsung pada performa bisnis, bahkan meskipun merek yang digunakan sudah kuat.

Pertimbangkan aspek-aspek berikut:

  • Kesesuaian dengan persyaratan franchisor seperti luas minimum, layout, dan standar lingkungan sekitar
  • Traffic dan aksesibilitas lokasi bagi target pelanggan
  • Kepadatan kompetitor di area tersebut
  • Potensi pertumbuhan wilayah dalam jangka panjang

Franchisor yang baik biasanya akan membantu proses survei dan evaluasi lokasi. Manfaatkan dukungan ini semaksimal mungkin sebelum mengambil keputusan akhir.

6. Baca dan pahami FDD sebelum tanda tangan

Sebelum menandatangani perjanjian franchise apa pun, Anda wajib membaca Franchise Disclosure Document (FDD) secara menyeluruh. Idealnya, proses ini dilakukan bersama konsultan hukum atau notaris untuk memastikan tidak ada ketentuan yang merugikan di kemudian hari.

FDD merupakan dokumen penting yang berisi informasi lengkap terkait franchise yang akan Anda jalankan, mulai dari profil bisnis hingga ketentuan kerjasama jangka panjang.

InformasiDetail
Latar belakang franchisorSejarah bisnis, pengalaman, serta riwayat litigasi atau kebangkrutan
Laporan keuanganKondisi finansial franchisor secara transparan
Biaya awal dan berkelanjutanFranchise fee, biaya training, royalti, biaya iklan, dan biaya lainnya
Kewajiban franchiseeStandar operasional yang harus dipenuhi seperti peralatan, promosi, dan SOP
Hak wilayahKetentuan mengenai eksklusivitas wilayah operasional
Merek dagangInformasi perlindungan brand dan hak kekayaan intelektual
Perpanjangan & pemutusanAturan perpanjangan, pengakhiran, atau pengalihan franchise
Daftar franchisee aktifKontak franchisee yang dapat dihubungi untuk due diligence
Klaim pendapatanData performa finansial outlet yang sudah berjalan (jika tersedia)

7. Lengkapi seluruh persyaratan legalitas bisnis

Selain Franchise Disclosure Document (FDD) dan perjanjian franchise, terdapat sejumlah persyaratan hukum yang harus dipenuhi sebelum bisnis dapat resmi beroperasi.

Beberapa aspek legal yang perlu disiapkan antara lain:

  • Bentuk badan usaha, karena franchisor biasanya menetapkan struktur hukum tertentu seperti PT atau CV
  • NPWP dan registrasi pajak untuk keperluan administrasi serta kewajiban perpajakan bisnis
  • Izin usaha dan operasional, seperti NIB, izin edar, izin sanitasi, atau izin lain yang sesuai dengan jenis usaha dan lokasi
  • Asuransi bisnis, termasuk perlindungan aset, tanggung jawab hukum, hingga ketenagakerjaan sesuai ketentuan franchisor maupun regulasi setempat

Pastikan seluruh dokumen legalitas sudah lengkap sebelum tanggal pembukaan. Beroperasi tanpa izin yang sesuai dapat menimbulkan risiko sanksi dan menghambat jalannya bisnis di kemudian hari.

8. Ikuti pelatihan dan kebijakan franchisor

Sebagian besar franchisor menyediakan program pelatihan komprehensif bagi franchisee baru, mulai dari operasional bisnis, manajemen staf, hingga standar layanan pelanggan. Seluruh program ini perlu diikuti dengan serius karena menjadi dasar dalam menjalankan bisnis sesuai standar merek.

Hal yang sering dilupakan adalah bahwa pelatihan awal bukanlah akhir dari proses pembelajaran. Franchisor secara berkala akan memperbarui kebijakan, strategi pemasaran, hingga penawaran produk sesuai perkembangan pasar. Oleh karena itu, penting untuk tetap terhubung dengan jaringan franchise dan mengikuti seluruh pembaruan agar konsistensi merek tetap terjaga dan bisnis tetap kompetitif.

Tips memilih franchise yang sesuai dengan profil dan pasar

Tips memilih frachise

Dengan banyaknya konsep franchise yang tersedia di pasar, proses seleksi dapat terasa lebih kompleks. Lalu, untuk mempersempit pilihan, Anda dapat menggunakan beberapa pendekatan berikut.

1. Identifikasi keunggulan dan minat pribadi

Mulailah dengan menuliskan keterampilan, pengalaman, dan hal-hal yang benar-benar Anda minati. Franchise yang selaras dengan keahlian Anda cenderung lebih mudah dijalankan dalam jangka panjang karena tingkat motivasi dan pemahaman terhadap bisnisnya lebih tinggi.

2. Cocokkan keahlian dengan peluang yang tersedia

Gunakan daftar tersebut sebagai filter dalam memilih jenis franchise. Misalnya, jika Anda memiliki latar belakang di bidang F&B, maka franchise restoran atau coffee shop akan lebih natural untuk dijalankan. Sementara itu, jika Anda memiliki kekuatan di penjualan B2B, maka franchise berbasis layanan atau jasa bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai.

3. Riset tren pasar

Jangan hanya mengikuti tren yang sedang populer. Pastikan Anda melakukan riset pasar untuk memastikan bahwa kategori franchise yang dipilih memiliki permintaan yang stabil dan berkelanjutan, bukan sekadar tren sesaat yang cepat menurun.

Solusi dalam hadapi tantangan operasional saat membuka franchise

Banyak panduan cara membuka franchise berhenti di tahap “grand opening.” Padahal, tantangan sesungguhnya baru dimulai setelah outlet resmi beroperasi. Franchisee yang baru buka apalagi yang sudah berkembang ke lebih dari satu lokasi seringkali menghadapi masalah seperti Inkonsistensi standar antar-outlet, Ketidakakuratan data stok, hingga Laporan keuangan yang tidak sinkron

Inilah mengapa pemilihan sistem manajemen bisnis yang tepat menjadi faktor penting yang dapat menentukan apakah franchise dapat berkembang secara berkelanjutan atau justru terjebak dalam operasional yang tidak efisien. Dalam tahap ini, penggunaan teknologi menjadi langkah penting untuk menjaga kontrol bisnis tetap optimal.

Mekari POS adalah aplikasi kasir yang dirancang untuk kebutuhan operasional franchise retail dan F&B di Indonesia, sehingga bisnis dapat mengelola dan menstandarisasi operasional di banyak cabang melalui satu sistem.

Keunggulan Mekari POS dalam mengelola bisnis franchise:

  • Pantau semua outlet secara real-time dari satu dasbor terpusat tanpa perlu hadir di setiap lokasi.
  • Bandingkan performa penjualan antarcabang secara instan untuk mengidentifikasi peluang dan masalah lebih awal.
  • Kelola stok dan inventaris setiap outlet dengan akurasi tinggi, meminimalisasi pemborosan dan kehabisan bahan baku.
  • Jalankan program loyalitas dan promosi secara seragam di seluruh cabang tanpa intervensi manual.
  • Sinkronisasi data penjualan ke sistem akuntansi Mekari Jurnal melalui integrasi dengan ekosistem Mekari sehingga laporan keuangan dapat selalu akurat dan siap untuk diaudit kapan saja.

Pelajari lebih lanjut bagaimana Mekari POS membantu bisnis franchise Anda beroperasi lebih efisien, lebih terkontrol, dan terpusat di banyak cabang sekaligus.

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

Market Growth Reports. “Franchise Market Size, Share, Growth, and Industry Analysis, By Type (Fast Food, Retail, Service Industry), By Application (Foodservice, Retail, Hospitality, Business Opportunities), Regional Insights and Forecast to 2035”
Zipdo.  “Franchise Industry Statistics”

FAQ

Apa itu franchise dan bagaimana cara kerjanya?

Apa itu franchise dan bagaimana cara kerjanya?

Franchise adalah bentuk kerja sama bisnis di mana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada mitra (franchisee) untuk menjalankan bisnis menggunakan nama, sistem operasional, dan produk yang telah teruji, dengan imbalan biaya tertentu seperti franchise fee dan royalti.

 

 

Berapa modal yang dibutuhkan untuk membuka franchise?

Berapa modal yang dibutuhkan untuk membuka franchise?

Modal bervariasi tergantung jenis dan skala franchise yang dipilih. Secara umum, komponen biaya mencakup franchise fee awal, biaya pelatihan dan peralatan, serta royalti berkala. Pendanaan bisa berasal dari tabungan pribadi, pinjaman bank, pembiayaan dari franchisor, atau kombinasi ketiganya—mengingat bank biasanya hanya menanggung 50–70% dari total kebutuhan modal.

Apa itu Franchise Disclosure Document (FDD) dan mengapa penting?

Apa itu Franchise Disclosure Document (FDD) dan mengapa penting?

FDD adalah dokumen resmi yang berisi informasi lengkap tentang franchise, mulai dari latar belakang franchisor, biaya-biaya yang berlaku, kewajiban franchisee, hak wilayah, hingga data performa finansial outlet yang sudah berjalan. Membaca FDD secara menyeluruh sangat penting agar tidak ada ketentuan yang merugikan di kemudian hari.

Bagaimana Mekari POS membantu operasional bisnis franchise?

Bagaimana Mekari POS membantu operasional bisnis franchise?

Mekari POS adalah sistem POS terpusat yang dirancang khusus untuk kebutuhan franchise retail dan F&B di Indonesia. Dengan Mekari POS, Anda dapat memantau semua outlet secara real-time dari satu dasbor, mengelola stok dengan akurasi tinggi, menjalankan program loyalitas secara seragam, hingga menyinkronkan data penjualan ke laporan keuangan secara otomatis.