- Franchise salon kecantikan memungkinkan mitra memulai bisnis salon dengan brand, standar operasional, dan dukungan pelatihan yang sudah disiapkan oleh franchisor.
- Saat membandingkan franchise, jangan hanya melihat harga paket. Perhitungkan juga royalti, biaya di luar paket seperti sewa dan gaji staf, serta dana operasional awal.
- Mekari POS hadir sebagai solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa. Mekari POS membantu pemilik franchise salon mencatat transaksi layanan dan produk, mengelola membership pelanggan, hingga memantau performa setiap gerai dari satu dasbor.
Franchise salon kecantikan menjadi salah satu pilihan bagi Anda yang ingin memulai bisnis di industri kecantikan tanpa membangun brand dari nol. Melalui sistem franchise, calon mitra umumnya mendapatkan dukungan seperti standar operasional, pelatihan, peralatan, produk, hingga pemasaran dari franchisor.
Artikel ini membahas alasan bisnis franchise salon kecantikan dapat menjadi pilihan usaha, 7 rekomendasi franchise salon di Indonesia, komponen biaya, persiapan sebelum membuka gerai, hingga hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih franchise.
Mengapa franchise salon kecantikan masih diminati?
Bisnis salon memiliki peluang mendapatkan pelanggan berulang karena banyak layanan kecantikan dilakukan secara berkala. Kebutuhan pelanggan juga semakin beragam, mulai dari potong rambut dan hair treatment hingga perawatan wajah dan kuku.
Perkembangan industri kecantikan turut membuka ruang bagi bisnis salon untuk berkembang.
Di tengah peluang tersebut, model franchise dapat menjadi salah satu cara untuk memulai bisnis salon dengan konsep yang sudah tersedia. Beberapa franchisor menyediakan standar operasional, produk, pelatihan staf, hingga dukungan pemasaran sebagai bagian dari paket kemitraan.
Selain pasar yang terus berkembang, bisnis salon memiliki sejumlah karakteristik yang mendukung peluang pengembangannya melalui sistem franchise. Beberapa di antaranya yaitu:
1. Kebutuhan perawatan yang berulang
Sebagian layanan salon dilakukan secara berkala, seperti potong rambut, creambath, hair coloring, atau perawatan kuku. Pola kebutuhan tersebut dapat membuka peluang bagi salon untuk membangun pelanggan tetap dan mendorong kunjungan berulang.
2. Pilihan segmen yang semakin beragam
Salon tidak hanya menyasar pelanggan umum. Konsep seperti salon muslimah menunjukkan bahwa bisnis salon juga dapat dikembangkan dengan menyasar kebutuhan dan preferensi segmen pelanggan tertentu.
3. Brand lebih mudah dikenali
Franchise memungkinkan Anda menggunakan brand yang sudah memiliki identitas dan konsep bisnis tertentu. Hal ini dapat membantu calon pelanggan mengenali layanan yang ditawarkan sejak awal gerai beroperasi.
4. Sistem operasional sudah tersedia
Calon mitra tidak harus menyusun seluruh standar operasional dari awal. Beberapa franchisor menyediakan panduan pelayanan, pengelolaan gerai, penggunaan produk, hingga standar kualitas layanan.
5. Dukungan pelatihan dan pemasaran
Pelatihan membantu staf memahami standar layanan yang ditetapkan oleh brand. Beberapa franchise juga menyediakan materi promosi atau dukungan pemasaran untuk membantu mitra memperkenalkan gerai kepada pelanggan.
7 Rekomendasi franchise salon kecantikan di Indonesia
Berikut 7 franchise salon di Indonesia yang dapat menjadi referensi awal, termasuk beberapa pilihan franchise salon muslimah.
| Brand franchise | Kategori | Kisaran modal |
|---|---|---|
| Moz5 Salon Muslimah | Salon muslimah | Rp55 juta – Rp386 juta |
| Zaza Salon Muslimah | Salon muslimah | Rp29 juta – Rp105 juta |
| D’Mutia Spa & Salon Muslimah | Salon muslimah | ±Rp165 juta |
| Salon Rudy | Salon umum | ±Rp200 juta |
| Salonku | Salon umum | ±Rp94 juta |
| Brown Salon | Salon umum | ±Rp179 juta |
| Maxx Salon | Salon umum | ±Rp180 juta |
(Kisaran modal dapat berbeda berdasarkan paket, fasilitas, lokasi, masa kontrak, dan ketentuan terbaru dari masing-masing brand).
1. Moz5 Salon Muslimah
Moz5 menawarkan beberapa tingkatan paket dengan modal mulai sekitar Rp55 juta hingga Rp386 juta. Paket dengan nilai investasi lebih rendah ditujukan untuk skala kecil atau salon rumahan, sedangkan paket yang lebih tinggi menawarkan fasilitas dan interior yang lebih lengkap.
Beberapa paket juga mencakup produk halal bersertifikat BPOM, sistem POS online, serta aplikasi booking pelanggan. Selain modal awal, calon mitra perlu memperhitungkan royalti sekitar 8% dari omzet bulanan sesuai ketentuan paket yang ditawarkan.
2. Zaza Salon Muslimah
Zaza Salon Muslimah menawarkan modal awal mulai dari sekitar Rp29 juta, dengan total investasi yang dapat mencapai sekitar Rp105 juta tergantung paket dan kelengkapan yang dipilih.
Variasi paket memungkinkan calon mitra menyesuaikan skala usaha dengan modal yang tersedia. Sebelum memilih, periksa kembali fasilitas dan kebutuhan yang belum termasuk dalam paket.
3. D’Mutia Spa & Salon Muslimah
D’Mutia Spa & Salon Muslimah menawarkan paket investasi sekitar Rp165 juta dengan perlengkapan yang disiapkan untuk mendukung operasional salon.
Paket seperti ini dapat menjadi pilihan bagi calon mitra yang ingin membuka salon dengan fasilitas lebih lengkap sejak awal. Namun, biaya di luar paket seperti sewa tempat dan dana operasional tetap perlu diperhitungkan.
4. Salon Rudy
Salon Rudy menawarkan paket kemitraan dengan modal sekitar Rp200 juta. Brand ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi calon mitra yang ingin menjalankan salon umum dengan konsep dan standar layanan yang sudah ditentukan.
Sebelum bergabung, periksa cakupan lisensi, peralatan, pelatihan, serta dukungan operasional yang termasuk dalam investasi tersebut.
5. Salonku
Salonku menawarkan paket dengan modal sekitar Rp94 juta. Paket tersebut mencakup lisensi selama 5 tahun, peralatan dan kosmetik, deposit keamanan, serta perlengkapan promosi.
Selain investasi awal, perhitungkan kebutuhan seperti sewa tempat, gaji staf, utilitas, dan pembelian bahan tambahan selama operasional.
6. Brown Salon
Brown Salon menawarkan paket dengan modal sekitar Rp179 juta. Paket kemitraannya mencakup lisensi selama 5 tahun, peralatan, kosmetik, dan perlengkapan promosi.
Calon mitra sebaiknya membandingkan fasilitas tersebut dengan total biaya yang harus dikeluarkan untuk membuka gerai agar dapat mengetahui kebutuhan modal sebenarnya.
7. Maxx Salon
Maxx Salon menawarkan investasi sekitar Rp180 juta dengan skema royalti sebesar 5% dari omzet. Skema seperti ini membuat calon mitra perlu memperhitungkan biaya royalti sebagai bagian dari biaya operasional rutin.
Selain persentase royalti, periksa juga apakah terdapat biaya pemasaran, perpanjangan lisensi, atau kewajiban pembayaran lain selama masa kerja sama.
Rincian umum komponen biaya franchise salon
Setiap brand memiliki paket dan struktur biaya yang berbeda. Namun, secara umum, modal franchise salon dapat terdiri dari beberapa komponen berikut.
| Komponen biaya | Estimasi biaya |
|---|---|
| Lisensi atau franchise fee, masa kontrak 5 tahun | Rp29 juta – Rp59 juta |
| Peralatan dan kosmetik | Rp50 juta – Rp110 juta |
| Deposit keamanan | Rp10 juta – Rp25 juta |
| Perlengkapan promosi | Rp5 juta – Rp25 juta |
Selain komponen tersebut, beberapa brand juga mengenakan royalti berdasarkan persentase omzet. Karena itu, jangan hanya melihat nilai investasi awal ketika membandingkan franchise.
Biaya apa saja yang perlu disiapkan di luar paket franchise?
Harga paket franchise belum tentu mencakup seluruh kebutuhan untuk membuka dan menjalankan salon. Beberapa biaya tambahan yang perlu disiapkan antara lain:
- Sewa tempat: Biaya sewa bergantung pada lokasi, luas ruangan, dan durasi kontrak.
- Renovasi: Diperlukan jika kondisi tempat belum sesuai dengan konsep atau standar desain brand.
- Gaji karyawan: Siapkan dana untuk kapster, terapis, kasir, atau staf lain sesuai kebutuhan gerai.
- Utilitas: Termasuk listrik, air, internet, dan kebutuhan operasional lainnya.
- Stok tambahan: Produk atau bahan habis pakai dapat perlu dibeli kembali setelah stok awal dari paket franchise digunakan.
- Dana cadangan: Sisihkan dana untuk kebutuhan tidak terduga atau periode ketika omzet belum stabil.
Hal yang perlu dipersiapkan sebelum membuka franchise salon
Setelah memilih brand dan paket, ada beberapa kebutuhan yang perlu dipersiapkan agar gerai dapat beroperasi dengan lancar.
1. Tentukan lokasi yang sesuai
Pastikan lokasi memenuhi standar luas, tata ruang, akses, dan karakteristik pelanggan yang ditetapkan franchisor. Lokasi juga sebaiknya sesuai dengan target pasar brand agar potensi kunjungan pelanggan dapat lebih optimal.
2. Siapkan legalitas usaha
Usaha salon perlu memiliki legalitas sesuai kegiatan dan lokasi usahanya. Untuk KBLI dan tingkat risiko yang berlaku, lakukan pengecekan melalui OSS agar dokumen yang dibutuhkan dapat dipastikan sesuai dengan kondisi usaha.
3. Siapkan tenaga kerja
Tentukan jumlah kapster, terapis, kasir, atau staf lain berdasarkan kapasitas salon. Jika franchise menyediakan pelatihan, manfaatkan program tersebut agar staf memahami standar layanan yang ditetapkan brand.
4. Periksa produk yang digunakan
Pastikan produk kosmetik dan perawatan yang digunakan memiliki izin edar sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini penting karena produk menjadi bagian langsung dari layanan yang diterima pelanggan.
5. Siapkan dana operasional
Jangan menghabiskan seluruh modal untuk membeli paket franchise dan menyiapkan gerai. Sisihkan dana untuk membayar gaji, membeli bahan, membayar utilitas, serta menjalankan promosi selama beberapa bulan pertama.
Bagaimana cara hitung total modal franchise salon?
Total kebutuhan modal tidak hanya berasal dari harga paket franchise. Perhitungan sederhananya dapat menggunakan rumus berikut:
Total modal = Harga paket franchise + Biaya pembukaan gerai + Biaya operasional awal + Dana cadangan
Sebagai contoh, jika paket franchise seharga Rp100 juta, biaya sewa dan persiapan tempat Rp30 juta, kebutuhan operasional awal Rp20 juta, dan dana cadangan Rp10 juta, maka total dana yang perlu disiapkan adalah:
Rp100 juta + Rp30 juta + Rp20 juta + Rp10 juta = Rp160 juta
Perhitungan tersebut hanya ilustrasi. Nilai sebenarnya bergantung pada lokasi, jumlah staf, fasilitas, skala salon, serta ketentuan masing-masing franchisor.
Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih franchise salon
Agar franchise yang dipilih sesuai dengan kemampuan dan target usaha, berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih franchise salon
1. Sesuaikan dengan target pasar
Tentukan apakah lokasi Anda lebih cocok untuk salon umum, salon muslimah, atau konsep dengan segmen pelanggan tertentu. Karakteristik pelanggan di sekitar lokasi perlu sesuai dengan layanan dan harga yang ditawarkan.
2. Bandingkan royalti dan biaya rutin
Periksa persentase royalti, biaya pemasaran, biaya perpanjangan lisensi, serta kewajiban pembayaran lainnya. Biaya rutin perlu dimasukkan ke dalam proyeksi keuangan karena akan memengaruhi pendapatan bersih gerai.
3. Periksa kelengkapan paket
Pastikan Anda mengetahui apa saja yang sudah termasuk dalam investasi, mulai dari peralatan, produk, desain gerai, pelatihan, sistem kasir, hingga materi promosi. Dengan begitu, Anda dapat memperkirakan biaya tambahan dengan lebih akurat.
4. Evaluasi dukungan franchisor
Cari tahu bentuk dukungan yang diberikan setelah gerai dibuka, seperti pelatihan lanjutan, supervisi operasional, pemasaran, pengadaan produk, atau pendampingan ketika gerai mengalami kendala.
5. Periksa legalitas brand dan produk
Pastikan brand memiliki dokumen kerja sama yang jelas dan produk yang digunakan memenuhi ketentuan peredaran kosmetik atau produk perawatan yang berlaku. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko masalah legalitas selama menjalankan usaha.
6. Pelajari perjanjian franchise
Perhatikan masa kontrak, wilayah usaha, penggunaan merek, kewajiban mitra, ketentuan royalti, pengadaan produk, serta mekanisme perpanjangan atau penghentian kerja sama. Jangan hanya berfokus pada harga investasi awal.
7. Buat simulasi keuangan
Hitung perkiraan jumlah pelanggan, rata-rata transaksi, omzet, biaya operasional, dan kewajiban franchise. Simulasi ini membantu Anda memahami kebutuhan modal dan biaya rutin sebelum membuka gerai.
Optimalkan operasional franchise salon kecantikan bersama Mekari POS
Setelah gerai beroperasi, ada banyak hal yang perlu dipantau setiap hari, mulai dari transaksi layanan dan penjualan produk, stok produk perawatan, kinerja kapster dan terapis, hingga pelanggan yang datang kembali. Pencatatan omzet juga perlu akurat karena sebagian franchise menghitung royalti berdasarkan omzet gerai.
Mekari POS adalah solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa, termasuk bisnis barbershop dan salon. Mekari POS membantu pemilik franchise salon mengelola operasional gerai secara terkontrol sejak hari pertama. Berikut fitur yang dapat dimanfaatkan:
- Kasir dan transaksi fleksibel: Catat setiap layanan dan penjualan produk perawatan dengan cepat, lengkap dengan dukungan QRIS, debit, dan metode pembayaran lainnya, termasuk split bill dan refund.
- Laporan omzet dan performa gerai real-time: Pantau omzet, layanan terlaris, dan tren penjualan secara langsung sebagai dasar evaluasi gerai sekaligus perhitungan kewajiban royalti.
- Evaluasi kinerja staf: Ukur performa kapster dan terapis berdasarkan data transaksi untuk menjaga standar layanan yang ditetapkan brand.
- Membership dan loyalitas pelanggan: Kelola program poin, membership, dan tier pelanggan untuk mendorong kunjungan berulang, terutama untuk layanan perawatan yang dilakukan secara berkala.
- Manajemen produk dan inventaris: Pantau stok produk kosmetik dan perawatan di setiap gerai secara real-time agar layanan tidak terhambat karena kehabisan bahan.
- Headquarter dan manajemen multicabang: Bandingkan performa antargerai dan standardisasikan harga serta promo dari satu dasbor ketika bisnis berkembang ke lebih dari satu lokasi.
- Integrasi ekosistem Mekari: Sinkronkan penjualan dengan Mekari Jurnal untuk pencatatan akuntansi otomatis, dan hubungkan dengan Mekari Desty jika salon juga menjual produk perawatan secara online.
Saatnya kelola transaksi, pelanggan, dan performa gerai franchise salon lebih terkontrol bersama Mekari POS.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
