- Modal usaha barbershop mandiri bisa dimulai dari sekitar Rp20 juta, sementara modal franchise berkisar Rp17,5 juta hingga Rp400 juta tergantung brand dan fasilitas yang ditawarkan.
- Pasar produk grooming pria Indonesia diproyeksikan tumbuh dari 853,7 juta dolar AS pada 2026 menjadi 1.301,5 juta dolar AS pada 2031, menunjukkan bisnis barbershop masih punya ruang berkembang yang luas.
- Mekari POS solusi multi-industri membantu pemilik barbershop mengelola transaksi layanan dan penjualan produk perawatan sekaligus dalam satu sistem yang terstruktur.
Pria kini semakin rutin merawat penampilan, mulai dari potong rambut hingga perawatan kulit wajah. Tren ini membuat bisnis barbershop tetap relevan sebagai pilihan usaha, baik bagi pemula maupun mereka yang ingin memperluas portofolio bisnis.
Artikel ini membahas kenapa bisnis barbershop masih menjanjikan, apa saja yang dibutuhkan untuk memulainya, pilihan antara mandiri atau franchise, rincian modal masing-masing jalur, hingga tips agar modal Anda cepat kembali.
Kenapa bisnis barbershop masih menjanjikan?
Bisnis barbershop masih menjanjikan karena kebutuhan potong rambut dan perawatan diri bersifat rutin, sehingga memiliki peluang menghasilkan pelanggan berulang. Selain itu, meningkatnya perhatian masyarakat terhadap penampilan membuat layanan barbershop semakin beragam, mulai dari potong rambut hingga grooming.
Pertumbuhan ini mencerminkan pergeseran kebiasaan konsumen pria yang semakin memperhatikan penampilan dan kebersihan diri, didorong oleh eksposur tren grooming global dan media sosial. Bagi pemilik barbershop, tren ini membuka peluang tidak hanya dari jasa potong rambut, tetapi juga penjualan produk perawatan sebagai sumber pendapatan tambahan.
Apa yang dibutuhkan untuk memulai usaha barbershop?
Sebelum menghitung modal, Anda perlu menyiapkan beberapa kebutuhan utama agar barbershop. Berikut beberapa hal yang dibutuhkan untuk memulai usaha barbershop:
1. Lokasi strategis
Pilih lokasi yang mudah diakses dan sesuai dengan target pasar, misalnya dekat area perumahan, kampus, perkantoran, atau pusat aktivitas masyarakat. Lokasi yang tepat dapat meningkatkan visibilitas usaha sekaligus memudahkan pelanggan untuk datang kembali.
2. Peralatan cukur dan perawatan
Siapkan perlengkapan utama seperti clipper, trimmer, gunting, sisir, pisau cukur, kursi barber, cermin, hingga perlengkapan sanitasi. Kualitas alat juga perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi efisiensi kerja barber dan hasil layanan.
3. Tenaga barber yang terampil
Barber menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kepuasan pelanggan. Pastikan barber memiliki keterampilan sesuai layanan yang ditawarkan, mampu memahami keinginan pelanggan, dan memberikan hasil potongan yang konsisten.
4. Konsep dan suasana toko
Tentukan konsep barbershop yang sesuai dengan target pelanggan, kemudian terapkan pada desain interior, pencahayaan, tempat duduk, hingga fasilitas pendukung. Suasana yang nyaman dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dan menjadi pembeda dari kompetitor.
5. Legalitas dasar usaha
Siapkan legalitas yang diperlukan agar bisnis dapat beroperasi dengan lebih aman dan memiliki dasar hukum yang jelas. Legalitas juga akan memudahkan bisnis ketika ingin berkembang.
Memilih barbershop mandiri atau franchise
Setelah memahami kebutuhan dasarnya, Anda perlu menentukan apakah akan membangun barbershop secara mandiri atau bergabung dengan franchise.
Keduanya memiliki kebutuhan modal, tingkat kontrol, dan tantangan operasional yang berbeda sehingga pilihan dapat disesuaikan dengan pengalaman Anda dalam menjalankan bisnis.
| Aspek | Barbershop Mandiri | Franchise Barbershop |
| Modal awal | Lebih fleksibel karena dapat disesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan usaha. | Umumnya lebih besar karena mencakup biaya franchise, perlengkapan, dan kebutuhan pembukaan outlet. |
| Konsep & branding | Bebas menentukan nama, konsep, desain, dan identitas brand sendiri. | Mengikuti konsep dan identitas brand yang telah ditentukan franchisor. |
| Operasional | Sistem operasional perlu dibangun sendiri dari awal. | Mendapatkan sistem dan standar operasional yang telah disiapkan. |
| Pelatihan | Pemilik perlu menyiapkan atau mencari pelatihan untuk barber dan karyawan. | Umumnya tersedia pelatihan dan panduan bagi karyawan. |
| Pemasaran | Strategi dan biaya pemasaran menjadi tanggung jawab pemilik. | Biasanya mendapat dukungan pemasaran dari franchisor sesuai ketentuan kerja sama. |
| Kontrol bisnis | Lebih leluasa menentukan harga, layanan, pemasok, dan strategi bisnis. | Lebih terbatas karena harus mengikuti standar dan aturan franchise. |
| Brand awareness | Perlu membangun reputasi dan basis pelanggan dari nol. | Bisa memanfaatkan popularitas dan basis pelanggan dari brand yang sudah dikenal. |
| Risiko | Lebih banyak keputusan dan risiko bisnis yang harus ditanggung sendiri. | Sebagian risiko dapat diminimalkan melalui sistem dan pengalaman franchisor, tetapi tetap bergantung pada performa outlet. |
Rincian modal usaha barbershop mandiri
Sebagai gambaran, berikut rincian modal sekitar Rp20 juta untuk membuka barbershop mandiri skala kecil. Nominal ini dapat berbeda tergantung lokasi, jumlah kursi, kualitas peralatan, dan konsep usaha yang dipilih.
- Sewa tempat (Rp6 juta): Biaya sewa menjadi salah satu pengeluaran terbesar, terutama jika memilih lokasi yang ramai dan mudah diakses pelanggan. Dengan anggaran ini, Anda dapat mengalokasikan biaya untuk sewa selama 3–6 bulan.
- Peralatan cukur dan perawatan (Rp5 juta): Anggaran ini digunakan untuk membeli kebutuhan utama seperti clipper, trimmer, gunting, sisir, pisau cukur, kursi barber, cermin, hair dryer, hingga perlengkapan sanitasi.Â
- Renovasi dan dekorasi ruangan (Rp3 juta): Biaya ini mencakup kebutuhan untuk membuat tempat terlihat rapi dan nyaman. Renovasi tidak harus mewah, tetapi sebaiknya tetap mencerminkan konsep dan identitas barbershop.
- Produk perawatan rambut (Rp2 juta): Siapkan stok awal produk yang digunakan selama layanan, seperti pomade, wax, gel, sampo, dan kondisioner. Beberapa produk juga dapat dijual kembali kepada pelanggan sebagai sumber pendapatan tambahan.
- Promosi dan branding (Rp2 juta): Anggaran ini dapat digunakan untuk membuat logo, papan nama, spanduk, serta iklan digital untuk memperkenalkan barbershop kepada calon pelanggan. Promosi pembukaan seperti diskon atau paket layanan juga dapat dipertimbangkan untuk menarik pelanggan pertama.
- Biaya operasional (Rp1,5 juta): Alokasikan dana untuk kebutuhan rutin seperti listrik, air, internet, perlengkapan kebersihan, dan kebutuhan operasional lainnya selama masa awal usaha. Dana ini membantu bisnis tetap berjalan sambil menunggu jumlah pelanggan mulai stabil.
- Dana cadangan (Rp500 ribu): Sisihkan sebagian modal untuk menghadapi pengeluaran yang tidak direncanakan. Meskipun jumlahnya relatif kecil, dana cadangan dapat membantu menjaga arus kas ketika muncul biaya tambahan.
Estimasi modal franchise barbershop
Jika memilih jalur franchise, modal yang dibutuhkan dapat berbeda cukup jauh tergantung brand, konsep, fasilitas, dan skala outlet yang ditawarkan. Sebagai gambaran, berikut kisaran modal yang perlu disiapkan:
- Franchise skala sederhana (sekitar Rp17,5 juta): Beberapa brand menawarkan paket kemitraan dengan modal mulai dari Rp17,5 juta untuk konsep barbershop yang lebih sederhana. Pilihan ini dapat menjadi alternatif bagi pemula yang ingin memulai usaha dengan investasi awal yang lebih terjangkau.
- Franchise skala menengah (sekitar Rp50 juta–Rp150 juta): Pada kisaran ini, paket biasanya menawarkan outlet dengan fasilitas dan perlengkapan yang lebih lengkap. Modal yang lebih besar juga dapat memberikan ruang untuk membangun konsep barbershop yang lebih menarik dan menyesuaikan dengan target pasar.
- Franchise premium (sekitar Rp350 juta–Rp400 juta): Brand dengan konsep premium, fasilitas lebih lengkap, atau standar internasional dapat membutuhkan investasi hingga Rp350 juta–Rp400 juta. Besarnya modal umumnya sejalan dengan skala outlet, kualitas fasilitas, dan dukungan brand yang ditawarkan.
Dari data di atas menunjukkan bahwa semakin banyak pria yang menjadikan grooming sebagai bagian dari rutinitas, sehingga kebutuhan terhadap produk perawatan juga ikut meningkat.
Hal ini menjadi peluang bagi barbershop untuk menambah pendapatan melalui penjualan produk grooming yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Tips memulai usaha barbershop agar cepat balik modal
Pengelolaan operasional dan strategi penjualan menjadi faktor penting agar barbershop dapat lebih cepat mencapai balik modal. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
1. Berikan pelayanan yang optimal
Pastikan setiap pelanggan mendapatkan pelayanan yang ramah, cepat, dan sesuai dengan hasil yang diharapkan. Kualitas potongan, kebersihan alat, serta kenyamanan tempat dapat mendorong pelanggan untuk kembali menggunakan layanan.
2. Tentukan jam operasional yang strategis
Sesuaikan jam buka dengan kebiasaan target pelanggan agar waktu operasional dapat dimanfaatkan secara maksimal. Misalnya, barbershop dapat beroperasi lebih lama pada sore hingga malam hari dan tetap buka pada akhir pekan ketika permintaan biasanya lebih tinggi.
3. Tawarkan paket dan program loyalitas
Buat paket layanan atau program loyalitas untuk mendorong pelanggan melakukan kunjungan berulang. Misalnya, berikan potongan harga setelah pelanggan melakukan beberapa kali kunjungan atau tawarkan paket potong rambut sekaligus grooming dengan harga yang lebih menarik.
4. Manfaatkan promosi kreatif di media sosial
Gunakan media sosial untuk memperkenalkan hasil potongan, layanan, promo, dan suasana barbershop kepada calon pelanggan. Konten berupa before-after, video proses potong rambut, atau testimoni pelanggan dapat membantu meningkatkan ketertarikan sekaligus membangun kepercayaan.
5. Jaga efisiensi operasional
Kelola stok produk perawatan dan perlengkapan secara teratur agar tidak terjadi pemborosan atau kekurangan stok saat dibutuhkan. Selain itu, pastikan setiap barber memahami alur kerja dan standar pelayanan sehingga waktu dan biaya operasional dapat digunakan secara lebih efisien.
Kelola operasional barbershop Anda dengan Mekari POS
Pernahkah Anda kesulitan memisahkan pendapatan dari jasa potong rambut dan penjualan produk perawatan di kasir yang sama? Jika pencatatan tidak terstruktur, kondisi ini dapat membuat pemilik kesulitan mengetahui sumber pendapatan dan menyusun laporan bisnis dengan rapi.
Mekari POS adalah solusi multi-industri berbasis cloud untuk bisnis F&B, retail, dan jasa yang membantu pemilik barbershop mengelola transaksi layanan dan penjualan produk perawatan dalam satu sistem. Setiap transaksi dapat tercatat secara lebih terstruktur sehingga pengelolaan bisnis jasa sekaligus retail menjadi lebih praktis.
Dengan pencatatan yang lebih rapi sejak awal, pemilik barbershop dapat lebih mudah melihat layanan yang paling banyak digunakan dan produk yang paling laris. Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan layanan, stok produk, dan strategi penjualan yang perlu dikembangkan.
Selain mendukung pencatatan transaksi yang lebih rapi, Mekari POS juga dilengkapi berbagai fitur unggulan berikut.
- Laporan dan analisa bisnis: Pantau penjualan, stok, produk terlaris, dan performa toko secara real-time untuk membantu pengambilan keputusan bisnis.
- Point of sales: Percepat transaksi dengan sistem kasir yang mendukung berbagai metode pembayaran serta mode online dan offline.
- Manajemen pemesanan: Kelola pesanan dan transaksi secara lebih terstruktur untuk mengurangi pencatatan manual dan memudahkan pemantauan penjualan.
- Promosi dan membership: Kelola promo, bundling, dan program membership untuk meningkatkan penjualan sekaligus mendorong loyalitas pelanggan.
Siap mengelola operasional barbershop Anda dengan lebih rapi sejak hari pertama? Mulai kelola transaksi dan stok bisnis Anda dengan Mekari POS!
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References
References
Industry Research Biz. “Men’s Grooming Market Size, Share | Industry Report, 2035”
