- Franchise ayam goreng memberi mitra akses ke merek, SOP, pelatihan, dan dukungan pemasaran, dengan pilihan konsep mulai dari booth sederhana hingga restoran.
- Modal paket franchise belum tentu mencakup seluruh kebutuhan usaha. Calon mitra perlu memperhitungkan sewa, renovasi, bahan baku lanjutan, gaji, royalti, dan dana cadangan.
- Mekari POS adalah solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa. Mekari POS membantu pemilik franchise ayam goreng mengontrol bahan baku berdasarkan resep, memantau menu terlaris, dan melihat performa setiap outlet, sehingga laba bersih lebih mudah diukur.
Bisnis kuliner ayam goreng memiliki pasar yang luas karena produknya dikenal oleh berbagai kelompok pelanggan. Hal ini membuat franchise ayam goreng menjadi salah satu pilihan usaha yang menarik, dengan variasi konsep dan kebutuhan modal yang beragam.
Artikel ini membahas faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih franchise ayam goreng, daftar brand populer beserta estimasi modalnya, hingga tips mengelola bisnis agar operasional dan keuntungannya lebih optimal.
Peluang bisnis franchise ayam goreng di Indonesia
Bisnis franchise ayam goreng menjadi salah satu pilihan usaha di sektor makanan cepat saji. Produk ayam goreng dapat ditawarkan dalam berbagai konsep, mulai dari ayam goreng tepung, ayam geprek, hingga paket makanan lengkap dengan nasi, kentang, dan minuman. Variasi ini memberi pelaku usaha pilihan untuk menyesuaikan menu dengan target pelanggan dan karakter lokasi.
Besarnya pasar restoran cepat saji dapat menjadi konteks untuk melihat peluang usaha ini.
Angka tersebut mencakup berbagai jenis restoran, bukan hanya penjual ayam goreng. Namun, data ini menunjukkan bahwa restoran cepat saji memiliki pasar tersendiri di Indonesia. Di kategori ayam goreng, calon mitra dapat mempertimbangkan berbagai merek waralaba, mulai dari jaringan internasional seperti KFC hingga merek lokal seperti CFC dan Richeese Factory.
Franchise dapat menjadi pilihan bagi pengusaha yang ingin menjalankan bisnis dengan merek dan sistem operasional yang telah tersedia. Mitra umumnya memperoleh standar produk, panduan operasional, pelatihan, dan dukungan pemasaran sesuai perjanjian kerja sama.
Meski demikian, popularitas merek dan besarnya pasar restoran cepat saji tidak menjamin setiap gerai akan menghasilkan keuntungan. Lokasi, biaya investasi, persaingan, biaya bahan baku, dan kemampuan mengelola operasional tetap menentukan kelayakan bisnis. Karena itu, calon mitra perlu membandingkan biaya franchise dan membuat proyeksi keuangan sebelum memilih merek.
Faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih franchise ayam goreng
Sebelum memilih franchise, perhatikan beberapa faktor berikut agar pilihan bisnis sesuai dengan anggaran dan target usaha.
1. Besaran modal dan isi paket
Pastikan Anda mengetahui komponen yang termasuk dalam paket franchise. Periksa apakah biaya sudah mencakup peralatan, bahan baku awal, booth atau renovasi, perlengkapan operasional, dan pelatihan.
2. Biaya tambahan
Perhitungkan biaya di luar paket, seperti sewa tempat, deposit, perizinan, renovasi, pembelian bahan baku lanjutan, kemasan, dan biaya operasional. Dengan begitu, Anda dapat memperkirakan total modal yang perlu disiapkan sejak awal.
3. Skema royalti atau bagi hasil
Setiap brand dapat menerapkan ketentuan kerja sama yang berbeda. Ada franchise yang tidak mengenakan royalti, sedangkan lainnya menerapkan persentase tertentu dari omzet. Pastikan Anda memahami skema biaya yang berlaku sebelum menandatangani perjanjian.
4. Reputasi dan jaringan gerai
Perhatikan lama bisnis berjalan, jumlah gerai, dan keberlangsungan outlet yang sudah beroperasi. Informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan, tetapi tetap perlu dilengkapi dengan evaluasi terhadap dukungan franchisor dan kondisi pasar.
5. Lokasi dan target pasar
Sesuaikan konsep franchise dengan karakter pelanggan dan tingkat persaingan di lokasi yang dipilih. Pertimbangkan juga aksesibilitas, biaya sewa, dan potensi penjualan agar lokasi tidak membebani operasional.
6. Dukungan dari franchisor
Periksa bentuk pelatihan, pendampingan operasional, pasokan bahan baku, serta dukungan promosi yang diberikan. Dukungan yang sesuai kebutuhan dapat membantu Anda menjalankan bisnis berdasarkan standar brand.
7. Fleksibilitas operasional
Pastikan Anda memahami aturan mengenai supplier, harga jual, menu, promosi, dan penggunaan merek. Ketentuan tersebut dapat memengaruhi fleksibilitas Anda dalam menyesuaikan bisnis dengan kondisi pasar setempat.
7 Franchise ayam goreng terlaris di Indonesia
Berikut tujuh franchise ayam goreng populer yang dapat menjadi referensi bagi Anda yang ingin memulai bisnis kuliner.
1. Sabana Fried Chicken
Sabana Fried Chicken menawarkan paket franchise dengan modal sekitar Rp22 juta. Paket tersebut mencakup perlengkapan usaha, bahan baku awal, pelatihan tim, dan materi promosi.
Franchise ini juga menawarkan fleksibilitas dalam pemilihan format outlet, sehingga dapat menjadi pilihan bagi calon mitra yang ingin memulai bisnis dengan skala relatif kecil.
2. d’Besto
d’Besto memiliki konsep restoran ayam goreng dengan kebutuhan investasi lebih besar dibandingkan beberapa franchise dalam daftar ini. Modal yang diberitakan berada di kisaran Rp200 juta.
Selain biaya investasi awal, calon mitra perlu memperhatikan skema royalti dan biaya operasional karena keduanya akan memengaruhi kebutuhan modal setelah outlet mulai berjalan.
3. Dkriuk
Dkriuk menyediakan beberapa pilihan paket usaha dengan nominal yang berbeda, mulai dari sekitar Rp15 juta hingga paket dengan skala lebih besar sekitar Rp90 juta.
Variasi tersebut memungkinkan calon mitra memilih format usaha berdasarkan modal dan kapasitas lokasi. Sebelum memilih paket, pastikan fasilitas dan perlengkapan yang termasuk di dalamnya sesuai dengan kebutuhan outlet.
4. Rocket Chicken
Rocket Chicken merupakan salah satu franchise ayam goreng dengan konsep gerai yang lebih besar. Modal yang diberitakan untuk franchise ini berada di kisaran Rp300 juta.
Kebutuhan investasinya juga perlu dilihat bersama persyaratan lokasi, kapasitas tempat duduk, jumlah karyawan, dan kebutuhan peralatan. Karena itu, total dana yang perlu disiapkan tidak hanya berupa franchise fee atau paket awal.
5. Cheese Chicken
Cheese Chicken menawarkan paket kerja sama dengan modal sekitar Rp70 juta untuk periode kontrak tertentu. Paket tersebut mencakup sejumlah kebutuhan, seperti peralatan, dekorasi, seragam, pelatihan, dan materi promosi.
Jika tertarik dengan franchise ini, perhatikan durasi kerja sama dan biaya yang mungkin muncul ketika kontrak berakhir atau saat membutuhkan perpanjangan.
6. Yasaka Fried Chicken
Yasaka Fried Chicken menawarkan paket dengan modal sekitar Rp9,5 juta hingga Rp16,5 juta. Rentang investasi tersebut membuatnya masuk dalam kategori franchise ayam goreng dengan modal relatif terjangkau.
Namun, nominal paket awal belum tentu menggambarkan keseluruhan kebutuhan modal. Anda tetap perlu memperhitungkan sewa tempat, bahan baku berikutnya, gaji karyawan, utilitas, dan biaya promosi.
7. Orchi Fried Chicken
Orchi Fried Chicken menawarkan konsep ayam goreng dan ayam geprek dengan berbagai pilihan saus. Modal yang diberitakan berada di kisaran Rp14 juta.
Jumlah gerai yang pernah dilaporkan mencapai lebih dari 700 outlet dapat menjadi salah satu pertimbangan saat mengevaluasi jaringan franchise. Meski begitu, jumlah gerai saja tidak cukup untuk menentukan performa suatu franchise. Anda tetap perlu melihat dukungan franchisor, keberlangsungan outlet, dan kondisi pasar di lokasi yang dituju.
Komponen biaya di luar paket franchise
Modal yang tercantum dalam paket franchise belum tentu mencakup seluruh dana yang dibutuhkan. Beberapa biaya tambahan yang perlu masuk ke dalam perencanaan antara lain:
- Sewa tempat: Biayanya bergantung pada lokasi, ukuran, dan durasi sewa.
- Renovasi: Dibutuhkan jika kondisi tempat belum sesuai dengan standar outlet.
- Gaji karyawan: Sesuaikan jumlah karyawan dengan skala gerai dan jam operasional.
- Bahan baku lanjutan: Setelah stok awal habis, kebutuhan bahan baku harus dibiayai dari arus kas bisnis.
- Utilitas: Meliputi listrik, air, internet, dan kebutuhan operasional lainnya.
- Promosi lokal: Anda mungkin membutuhkan anggaran tambahan untuk promosi di sekitar outlet.
- Dana cadangan: Siapkan dana untuk biaya tidak terduga, perbaikan peralatan, atau penurunan penjualan.
Karena itu, jangan mengalokasikan seluruh modal hanya untuk membeli paket franchise. Sisihkan sebagian dana sebagai modal kerja agar operasional tetap berjalan setelah outlet dibuka.
Bagaimana cara menghitung potensi keuntungan franchise ayam goreng?
Potensi keuntungan tidak cukup dihitung hanya dari omzet. Anda juga perlu mengurangi berbagai biaya operasional yang muncul setiap bulan.
Secara sederhana, perhitungannya dapat menggunakan rumus berikut:
Laba bersih = omzet penjualan – seluruh biaya operasional
Misalnya, sebuah outlet menghasilkan omzet Rp100 juta per bulan. Jika total biaya bahan baku, gaji, sewa, utilitas, royalti, promosi, dan biaya lainnya mencapai Rp80 juta, laba sebelum pajak yang diperoleh sekitar Rp20 juta.
Angka tersebut hanya contoh simulasi, bukan gambaran keuntungan franchise tertentu. Hasil aktual dapat berbeda berdasarkan harga jual, jumlah transaksi, biaya bahan baku, lokasi, biaya tenaga kerja, dan efisiensi operasional.
Tips sukses menjalankan bisnis franchise ayam goreng
Setelah memilih franchise dan menyiapkan modal, Anda juga perlu memperhatikan pengelolaan outlet agar bisnis dapat berjalan secara berkelanjutan.
1. Pahami sistem operasional dari pusat franchise
Pelajari SOP yang diberikan franchisor dan terapkan secara konsisten. Hal ini mencakup proses produksi, penyimpanan bahan baku, pelayanan, kebersihan, hingga standar penyajian.
2. Pilih lokasi dengan traffic yang sesuai
Lokasi dengan traffic tinggi belum tentu selalu menjadi pilihan yang tepat. Pastikan karakter orang yang melewati lokasi sesuai dengan target pelanggan dan harga produk yang ditawarkan.
3. Kelola bahan baku secara efisien
Ayam, tepung, minyak, saus, dan bahan makanan lainnya perlu dikelola berdasarkan kebutuhan penjualan. Stok yang terlalu banyak dapat meningkatkan risiko bahan rusak dan pemborosan.
4. Manfaatkan promosi dari pusat dan lokal
Gunakan materi promosi yang disediakan franchisor sekaligus manfaatkan media sosial untuk menjangkau pelanggan di sekitar outlet.
5. Catat transaksi dan performa outlet
Pencatatan transaksi membantu Anda melihat omzet, produk terlaris, jam penjualan tertinggi, dan pola pembelian pelanggan. Data tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi operasional dan menentukan strategi penjualan berikutnya.
6. Pantau biaya bahan baku dan operasional
Omzet yang tinggi belum tentu menghasilkan laba yang tinggi. Pantau biaya bahan baku, tenaga kerja, sewa, royalti, dan pengeluaran lainnya secara rutin agar profitabilitas bisnis tetap terjaga.
7. Siapkan dana cadangan
Bisnis dapat menghadapi penjualan yang naik turun atau pengeluaran tidak terduga. Dana cadangan membantu menjaga operasional ketika kondisi tidak sesuai dengan proyeksi awal.
Memilih franchise ayam goreng tidak cukup hanya berdasarkan popularitas merek atau besaran modal awal. Bandingkan isi paket, biaya tambahan, dukungan franchisor, dan potensi pasar di lokasi yang dituju. Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan keuangan yang disiplin, Anda dapat menentukan pilihan franchise yang lebih sesuai dengan kemampuan modal dan target bisnis.
Jaga food cost dan omzet bisnis franchise dengan Mekari POS
Pada bisnis ayam goreng, biaya bahan baku seperti ayam, tepung, minyak, dan saus menjadi salah satu pengeluaran terbesar. Penggunaannya perlu dipantau setiap hari agar tidak terjadi pemborosan. Jika outlet bertambah, pemilik juga perlu memastikan standar harga, menu, dan promo tetap seragam di setiap cabang.
Mekari POS hadir sebagai solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa. Melalui solusi POS untuk quick service restaurant, Mekari POS membantu pemilik franchise ayam goreng memantau biaya dan penjualan setiap outlet secara terukur. Berikut fitur yang dapat dimanfaatkan:
- Kasir cepat untuk berbagai jenis pesanan: Proses pesanan dine-in, takeaway, delivery, hingga GrabFood dalam satu sistem agar pelayanan tetap cepat saat jam ramai.
- Manajemen resep dan bahan baku: Hubungkan setiap menu dengan takaran ayam, tepung, minyak, dan bumbu. Stok bahan baku berkurang otomatis setiap ada penjualan, sehingga selisih penggunaan lebih mudah terdeteksi.
- Perhitungan COGS otomatis: Hitung harga pokok setiap menu berdasarkan penggunaan bahan baku sebagai dasar mengevaluasi margin.
- Laporan performa menu dan cabang: Pantau omzet, jumlah transaksi, dan menu terlaris di setiap outlet, lalu unduh laporannya ke Excel untuk analisis lebih lanjut.
- Headquarter dan manajemen multicabang: Standardisasikan harga, menu, dan promo di seluruh outlet dari satu dasbor seiring bertambahnya gerai.
- Promosi dan membership: Kelola paket hemat, diskon, dan program poin pelanggan secara konsisten untuk mendorong pembelian berulang.
- Integrasi Mekari Jurnal: Sinkronkan penjualan harian ke Mekari Jurnal untuk laporan keuangan dan rekonsiliasi otomatis, sehingga laba bersih lebih mudah dihitung.
Saatnya pantau food cost dan laba bersih setiap gerai ayam goreng secara real-time bersama Mekari POS.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
