7 mins read

Cara Menghitung Tax and Service Restoran dan Contohnya

cara menghitung tax and service restoran
Mekari POS Insight

  • Tax and service adalah dua komponen tambahan pada tagihan restoran, yaitu pajak daerah atas makanan dan minuman (PBJT, sebelumnya dikenal sebagai PB1) dan biaya layanan sesuai kebijakan restoran.
  • Service charge dihitung lebih dulu dari subtotal, lalu pajak dihitung dari subtotal ditambah service charge. Jika urutannya terbalik, nominal pajak menjadi lebih kecil dan selisihnya terus bertambah di setiap transaksi.
  • Mekari POS sebagai solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa membantu restoran mencatat setiap transaksi secara otomatis dan menyinkronkan penjualan ke Mekari Jurnal, sehingga rincian tagihan dan pencatatan keuangan lebih rapi.

Jika Anda mengelola restoran atau kafe, struk pelanggan hampir pasti memuat dua tambahan di luar harga menu, yaitu tax dan service. Keduanya sering dicantumkan berdampingan, tetapi memiliki sifat berbeda dan dihitung dengan urutan tertentu. Jika urutannya tertukar, total tagihan bisa meleset dari yang seharusnya.

Artikel ini membahas cara menghitung tax and service restoran secara berurutan, mulai dari pengertian, perbedaan keduanya, urutan yang benar, contoh simulasi, hingga hal yang perlu diperhatikan saat menerapkannya di kasir.

Apa itu tax and service pada restoran?

Tax and service adalah dua komponen tambahan yang tercantum pada tagihan restoran, yaitu pajak atas makanan dan/atau minuman serta biaya layanan (service charge).

Tax pada struk restoran umumnya merujuk pada Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas makanan dan/atau minuman, yang sebelumnya dikenal sebagai pajak restoran atau PB1. PBJT adalah pajak daerah, sehingga tarif dan penerapannya mengikuti peraturan di lokasi usaha Anda.

Sementara itu, service charge adalah biaya layanan yang dikenakan restoran kepada pelanggan sesuai kebijakan usaha. Biaya ini bukan pajak daerah, tetapi nominalnya ikut mempengaruhi besarnya pajak yang harus dihitung. Hubungan keduanya inilah yang membuat urutan perhitungan menjadi penting.

Perbedaan tax dan service charge restoran

Meski sama-sama menambah jumlah pembayaran pelanggan, tax dan service charge memiliki beberapa perbedaan.

AspekTaxService charge
BentukPajak daerah atas makanan dan/atau minumanBiaya layanan
Dasar pengenaanJumlah yang dibayarkan konsumen, mengikuti ketentuan pajak daerahSubtotal pesanan, mengikuti kebijakan restoran
TujuanMemenuhi kewajiban perpajakan daerahMembebankan biaya layanan sesuai kebijakan usaha
TarifDitetapkan melalui peraturan daerahDitentukan berdasarkan kebijakan restoran
PengelolaanDisetorkan sesuai kewajiban perpajakanDikelola sesuai kebijakan restoran
PencatatanDicatat sebagai komponen pajakDicatat terpisah sebagai biaya layanan

Dengan memahami perbedaan tersebut, Anda dapat memisahkan pencatatan pajak dan biaya layanan serta menampilkan rincian tagihan dengan lebih jelas.

Tahapan dalam menghitung service charge atau pajak

Dalam perhitungan tagihan restoran, service charge dihitung lebih dulu, baru kemudian pajak. Urutan ini berlaku karena service charge dihitung dari subtotal pesanan, sedangkan pajak dihitung dari jumlah yang dibayarkan pelanggan, yaitu subtotal ditambah service charge.

Secara ringkas, urutannya sebagai berikut.

  1. Subtotal pesanan (harga makanan dan minuman).
  2. Service charge, dihitung dari subtotal pesanan.
  3. Pajak restoran, dihitung dari subtotal ditambah service charge.
  4. Total tagihan, yaitu subtotal ditambah service charge dan pajak.

Jika urutannya dibalik, yaitu pajak dihitung dari subtotal saja lalu service charge ditambahkan kemudian, nominal pajak menjadi lebih kecil dari seharusnya. Selisih ini akan terakumulasi pada setiap transaksi dan terlihat saat laporan pajak direkap. Contoh angkanya dapat dilihat pada bagian cara menghitung di bawah.

Apakah service charge dikenakan pajak?

Pada umumnya, ya. Dasar pengenaan PBJT adalah jumlah yang dibayarkan oleh konsumen, sehingga service charge yang tercantum pada tagihan ikut menjadi bagian dasar pengenaan pajak. Sebagai contoh, Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2024 Pasal 51 ayat (1) huruf a menetapkan dasar pengenaan PBJT dengan rumusan tersebut.

Karena itu, pajak dihitung dari subtotal yang sudah ditambah service charge, bukan dari subtotal awal. Ketentuan rinci tetap ditetapkan oleh peraturan daerah masing-masing, jadi periksa aturan di wilayah usaha Anda, terutama jika restoran memiliki komponen biaya lain atau menerapkan diskon.

Bagaimana cara menghitung tax and service restoran?

Untuk memahami cara menghitung tax and service restoran, gunakan simulasi dengan subtotal pesanan Rp80.000, service charge 5%, dan tarif pajak 10%. Tarif 10% di sini digunakan sebagai ilustrasi karena merupakan batas atas yang ditetapkan secara nasional.

1. Tentukan subtotal pesanan

Hitung total harga makanan dan minuman sebelum service charge dan pajak ditambahkan.

Subtotal pesanan = Rp80.000

2. Hitung service charge

Kalikan subtotal pesanan dengan persentase service charge yang ditetapkan restoran.

Rumus: Service charge = Subtotal pesanan × Tarif service charge

Contoh: Rp80.000 × 5% = Rp4.000

3. Tentukan dasar pengenaan pajak

Jumlahkan subtotal pesanan dan service charge.

Rp80.000 + Rp4.000 = Rp84.000

Nilai inilah yang menjadi dasar penghitungan pajak.

4. Hitung pajak restoran

Kalikan dasar pengenaan pajak dengan tarif pajak yang berlaku.

Pajak = Dasar pengenaan pajak × Tarif pajak

Contoh: Rp84.000 × 10% = Rp8.400

5. Hitung total tagihan pelanggan

Jumlahkan subtotal pesanan, service charge, dan pajak.

Rp80.000 + Rp4.000 + Rp8.400 = Rp92.400

Dengan demikian, total tagihan dari subtotal Rp80.000 adalah Rp92.400.

Sebagai pembanding, jika pajak keliru dihitung dari subtotal saja, hasilnya Rp80.000 × 10% = Rp8.000, sehingga total tagihan menjadi Rp92.000. Ada selisih Rp400 pada satu transaksi saja, dan selisih ini akan terus bertambah seiring jumlah transaksi.

Berapa tarif pajak restoran dan service charge?

Tarif pajak atas makanan dan/atau minuman tidak selalu sama di setiap daerah. Pasal 58 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2022 menetapkan tarif PBJT paling tinggi 10%, dan besaran finalnya ditetapkan melalui peraturan daerah. Karena itu, periksa tarif yang berlaku di wilayah tempat usaha Anda beroperasi.

Sementara itu, service charge tidak memiliki satu tarif nasional yang wajib diterapkan oleh seluruh restoran. Besarannya mengikuti kebijakan masing-masing usaha dan perlu diinformasikan secara jelas kepada pelanggan, misalnya melalui daftar menu atau papan informasi di restoran. Sebagai contoh, satu restoran dapat menetapkan service charge 5%, sedangkan restoran lain menerapkan persentase berbeda.

Apa saja yang perlu diperhatikan saat menerapkan tax and service?

Selain memahami rumus perhitungan, pastikan penerapan tax and service konsisten pada transaksi dan pencatatan keuangan.

1. Cantumkan komponen biaya dengan jelas

Tampilkan subtotal, service charge, pajak, dan total pembayaran secara terpisah pada struk. Pastikan rincian biaya sesuai dengan informasi yang disampaikan kepada pelanggan.

2. Sesuaikan tarif dengan ketentuan daerah

Periksa tarif PBJT yang berlaku di wilayah usaha karena ketentuannya dapat berbeda antar daerah. Pastikan dasar pengenaan pajak juga mengikuti peraturan yang berlaku.

3. Pisahkan pencatatan pajak dan service charge

Catat pajak dan service charge secara terpisah agar transaksi mudah ditelusuri dan laporan keuangan lebih akurat. Pencatatan ini juga membantu restoran memantau kewajiban pajak dan pengelolaan biaya layanan.

4. Atur konfigurasi sistem kasir dengan tepat

Gunakan sistem POS yang dapat menghitung service charge dan pajak secara otomatis sesuai ketentuan. Periksa hasil perhitungannya untuk memastikan nominal pada struk sudah benar.

5. Perbarui konfigurasi jika aturan berubah

Evaluasi pengaturan kasir secara berkala, terutama ketika ada perubahan tarif pajak atau kebijakan service charge. Langkah ini membantu menjaga konsistensi perhitungan pada setiap transaksi.

Pentingnya menghitung tax and service dengan akurat

Perhitungan tax and service yang tepat membantu restoran menyajikan tagihan yang transparan kepada pelanggan sekaligus memastikan pajak dihitung sesuai ketentuan. Kesalahan pada tarif, dasar pengenaan, atau urutan perhitungan dapat membuat total tagihan tidak sesuai.

Bagi pelanggan, rincian biaya yang jelas memudahkan mereka memahami selisih antara harga menu dan total pembayaran. Bagi restoran, perhitungan yang konsisten membuat pencatatan transaksi dan laporan pajak lebih akurat, serta mengurangi risiko selisih yang baru terlihat saat rekapitulasi.

Catat setiap tagihan restoran lebih akurat dengan Mekari POS

Menghitung tax and service secara manual di setiap transaksi berisiko menimbulkan kesalahan, terutama saat restoran ramai. Prosesnya bisa makin rumit ketika pelanggan meminta split bill atau beberapa meja digabung dalam satu tagihan. Kesalahan kecil yang terus berulang akan terlihat sebagai selisih saat pajak dan pendapatan direkap.

Mekari POS adalah solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa. Mekari POS membantu restoran mencatat tagihan dan transaksi secara konsisten dari kasir hingga laporan keuangan. Berikut fitur yang dapat dimanfaatkan:

  • Transaksi tercatat otomatis: Setiap pesanan dan pembayaran tercatat langsung di sistem, sehingga rincian tagihan tidak bergantung pada hitungan manual.
  • Split bill dan joint bill: Bagi tagihan per orang atau per item, atau gabungkan beberapa meja dalam satu bill dengan lebih mudah.
  • Berbagai metode pembayaran dalam satu transaksi: Terima QRIS, kartu, e-wallet, dan cash dalam satu tagihan tanpa pencatatan terpisah.
  • Laporan shift dan penjualan otomatis: Laporan shift, penjualan, dan diskon dibuat otomatis setelah jam operasional, sehingga rekap harian lebih cepat.
  • Sinkronisasi ke Mekari Jurnal: Penjualan harian di seluruh outlet tersinkronisasi otomatis ke Mekari Jurnal untuk laporan keuangan dan rekonsiliasi otomatis.
  • Headquarter dan manajemen multicabang: Standardisasikan proses, harga, dan promo di seluruh cabang dari satu dasbor agar penerapan di setiap outlet tetap konsisten.

Saatnya pastikan setiap tagihan dan laporan restoran tercatat lebih akurat bersama Mekari POS.

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

JDIH Kemenkeu. “Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah”

FAQ

1. Bagaimana cara menghitung tax and service restoran yang benar?

1. Bagaimana cara menghitung tax and service restoran yang benar?

Service charge dihitung terlebih dahulu dari subtotal pesanan, kemudian pajak restoran (PB1) dikenakan atas subtotal yang sudah ditambah service charge tersebut, bukan dari subtotal awal.

2. Apa perbedaan tax dan service pada tagihan restoran?

2. Apa perbedaan tax dan service pada tagihan restoran?

Tax adalah pajak restoran (PB1) yang merupakan pajak daerah, sedangkan service adalah service charge yang menjadi pendapatan usaha restoran itu sendiri.

3. Berapa tarif pajak restoran (PB1) yang berlaku di Indonesia?

3. Berapa tarif pajak restoran (PB1) yang berlaku di Indonesia?

Tarif pajak restoran ditetapkan paling tinggi 10% secara nasional, namun besaran finalnya ditentukan oleh masing-masing pemerintah daerah.

4. Kenapa pajak restoran dihitung dari subtotal ditambah service charge?

4. Kenapa pajak restoran dihitung dari subtotal ditambah service charge?

Karena Dasar Pengenaan Pajak (DPP) restoran mencakup seluruh jumlah pembayaran yang diterima restoran, termasuk biaya layanan atau service charge yang dibayarkan pelanggan.

Mekari POS

Mekari POS adalah solusi multi-industri yang memungkinkan bisnis F&B retail, dan jasa untuk mengelola transaksi, inventaris, dan performa seluruh cabang dari satu dasbor terintegrasi sehingga operasional berjalan lebih efisien dan bisnis dapat fokus pada pertumbuhan yang nyata

Pelajari lebih lanjut

Mekari POS adalah bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti:

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • People
  • Customer
  • Services
  • Operasional & digitalisasi