7 mins read

Cara Menghitung Service Charge Restoran: Panduan Lengkap

cara menghitung service charge restoran
Mekari POS Insight
  • Service charge adalah biaya layanan wajib yang ditetapkan sepihak oleh bisnis F&B, umumnya 5-20% dari total tagihan, berbeda dari tip yang sifatnya sukarela.
  • YLKI mengajukan judicial review ke Mahkamah Agung pada 8 April 2026, meminta aturan service charge diubah menjadi bersifat sukarela bagi konsumen, bukan wajib seperti saat ini.
  • Mekari POS adalah solusi multi-industri berbasis cloud untuk bisnis F&B, retail, dan jasa, yang membantu restoran menghitung service charge secara otomatis dan akurat di setiap skenario transaksi.

Struk makan tiba-tiba lebih mahal dari perkiraan, ternyata ada tambahan service charge yang belum dihitung. Situasi ini sering bikin pelanggan bingung, dan justru makin ramai dibicarakan setelah muncul gugatan hukum terhadap aturan penerapannya.

Artikel ini membahas apa itu service charge, perbedaannya dengan tip dan pajak restoran, jenis-jenisnya, cara menghitungnya di berbagai skenario, dasar hukumnya, hingga perkembangan gugatan YLKI yang sedang berjalan.

Apa itu service charge?

Service charge adalah biaya tambahan yang dikenakan kepada pelanggan sebagai bagian dari biaya layanan yang diberikan oleh bisnis. Biaya ini umumnya ditemukan pada restoran, hotel, kafe, dan bisnis jasa lainnya.

Berbeda dengan tip yang diberikan secara sukarela oleh pelanggan, service charge merupakan biaya yang ditetapkan oleh bisnis dan dibebankan dalam tagihan. Besarannya dapat berbeda-beda sesuai kebijakan masing-masing bisnis, umumnya sekitar 5%–20% dari total tagihan.

Karena menjadi bagian dari tagihan, service charge biasanya perlu diinformasikan kepada pelanggan sebelum transaksi dilakukan. Dengan begitu, pelanggan dapat mengetahui total biaya yang perlu dibayarkan dan bisnis dapat menghindari kesalahpahaman terkait biaya tambahan.

Perbedaan service charge dengan tip dan pajak restoran (PB1)

Service charge, tip, dan PB1 sama-sama muncul dalam tagihan, tetapi memiliki fungsi berbeda. Berikut perbedaannya agar lebih mudah dipahami. 

AspekService ChargeTipPajak Restoran (PB1)
SifatBiaya layanan yang ditetapkan oleh bisnisPemberian sukarela dari pelangganPungutan pajak yang ditetapkan pemerintah daerah
Penentu besaranDitentukan oleh kebijakan bisnisDitentukan oleh pelangganMengikuti ketentuan pajak daerah
Kewajiban membayarWajib jika telah ditetapkan dan diinformasikan sebagai bagian dari tagihanTidak wajibWajib sesuai ketentuan yang berlaku
TujuanMenjadi bagian dari mekanisme pembebanan biaya layananBentuk apresiasi pelanggan atas pelayananMenjadi penerimaan pajak daerah
PenerimaPengelola bisnis dan/atau karyawan sesuai kebijakan perusahaanUmumnya diberikan kepada karyawan atau staf layananPemerintah daerah
Dicantumkan dalam strukDapat dicantumkan sebagai biaya layananDapat dicantumkan jika tersedia mekanisme pemberian tipDicantumkan sebagai komponen pajak sesuai ketentuan

Jenis-jenis service charge

Memahami jenisnya membantu bisnis menentukan mekanisme biaya yang tepat. Berikut jenis service charge yang umum diterapkan.

1. Service charge tetap

Service charge tetap merupakan biaya layanan dengan persentase yang sudah ditentukan oleh bisnis dan diterapkan secara konsisten pada transaksi pelanggan. Besarannya umumnya berada di kisaran 5–10%, meskipun persentase yang berlaku dapat berbeda tergantung kebijakan masing-masing restoran, hotel, atau penyedia jasa.

2. Service charge event atau private dining

Service charge untuk event atau private dining biasanya memiliki persentase yang lebih tinggi dibandingkan layanan reguler, misalnya sekitar 15–20%. Biaya ini dapat mencakup layanan tambahan seperti persiapan tempat, penyesuaian menu, pengaturan meja, hingga kebutuhan pelayanan khusus selama acara berlangsung.

3. Service charge yang dibagikan kepada staf

Pada jenis ini, service charge yang dibayarkan pelanggan sebagian atau seluruhnya dialokasikan kepada karyawan sebagai tambahan penghasilan di luar gaji pokok. Pembagiannya biasanya mengikuti kebijakan perusahaan, misalnya berdasarkan posisi, jam kerja, atau kontribusi masing-masing staf.

Cara menghitung service charge restoran

Rumus dasarnya sederhana, tapi penerapannya bisa berbeda tergantung skenario transaksi. Berikut rumus dasar dan empat skenario yang paling sering ditemui.

Service Charge = Persentase Service Charge × Subtotal Tagihan

Skenario 1: Perhitungan dasar tanpa pajak

Pelanggan memesan makanan dan minuman dengan subtotal Rp300.000, dan restoran menerapkan service charge 10%.

Service Charge = 10% × Rp300.000 = Rp30.000

Total yang harus dibayar pelanggan menjadi Rp300.000 + Rp30.000 = Rp330.000, sebelum pajak restoran ditambahkan.

Skenario 2: Perhitungan dengan pajak restoran (PB1)

Urutan perhitungan penting di sini: service charge dihitung lebih dulu dari subtotal, baru pajak restoran dihitung dari subtotal yang sudah ditambah service charge.

Subtotal Rp300.000, service charge 10% = Rp30.000, sehingga dasar pengenaan pajak menjadi Rp330.000. Jika pajak restoran (PB1) sebesar 10%, maka:

Pajak = 10% × Rp330.000 = Rp33.000

Total akhir yang dibayar pelanggan = Rp300.000 + Rp30.000 + Rp33.000 = Rp363.000.

Skenario 3: Perhitungan saat ada split bill

Saat pelanggan menggunakan metode split bill, service charge tetap dihitung berdasarkan total tagihan sebelum transaksi dibagi. Setelah jumlah service charge diketahui, nilainya kemudian dibagi sesuai metode pembagian yang dipilih pelanggan.

Misalnya, total makanan dan minuman yang dipesan 4 orang adalah Rp600.000 dan restoran mengenakan service charge sebesar 10%. Maka, service charge yang dikenakan adalah:

Rp600.000 × 10% = Rp60.000

Jika tagihan dibagi rata kepada 4 orang, masing-masing pelanggan menanggung Rp150.000 untuk makanan dan minuman serta Rp15.000 untuk service charge. Dengan demikian, total yang harus dibayar setiap pelanggan adalah Rp165.000.

Skenario 4: Pembagian service charge ke staf

Service charge yang terkumpul dalam periode tertentu dapat didistribusikan kepada karyawan sesuai kebijakan masing-masing restoran. Pembagiannya bisa dilakukan secara rata atau menggunakan formula tertentu berdasarkan faktor seperti posisi, jam kerja, maupun lama bekerja.

Sebagai contoh, restoran mengumpulkan service charge sebesar Rp10.000.000 dalam satu bulan dan terdapat 20 karyawan yang berhak menerima bagian dengan pembagian rata. Maka, setiap karyawan memperoleh:

Rp10.000.000 ÷ 20 = Rp500.000

Namun, tidak semua restoran membagikan service charge dengan nominal yang sama kepada setiap karyawan. Beberapa bisnis menggunakan sistem pembobotan, sehingga karyawan pada posisi atau dengan jam kerja tertentu dapat menerima bagian yang berbeda. 

Dasar Hukum Service Charge di Indonesia

Penerapan service charge di Indonesia memiliki dasar hukum yang mengatur mekanisme pengenaan dan pengelolaannya pada sektor tertentu. Karena ketentuannya dapat berbeda berdasarkan jenis usaha, penting bagi pelaku bisnis untuk memahami aturan yang berlaku sebelum menetapkan service charge kepada pelanggan.

Permenaker No. 30 Tahun 2015 mengatur bahwa usaha hotel dan restoran dalam hotel wajib menerapkan uang service minimal 5% dari omzet, yang harus dibagikan kepada karyawan yang telah bekerja minimal 3 bulan.

Data ini menunjukkan bahwa regulasi yang ada saat ini secara eksplisit mengatur service charge pada sektor hotel dan restoran yang berada di dalam hotel. Sementara itu, restoran mandiri di luar hotel umumnya menerapkan service charge berdasarkan kebijakan internal karena belum ada aturan khusus yang secara spesifik mengaturnya. 

Kesalahan umum dalam menghitung dan menerapkan service charge

Service charge perlu dihitung dan dicantumkan dengan tepat pada tagihan pelanggan. Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari dalam penerapannya: 

1. Menghitung pajak dari subtotal sebelum service charge

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menghitung pajak restoran langsung dari subtotal makanan dan minuman, tanpa memperhitungkan service charge terlebih dahulu. Jika ketentuan yang berlaku mengharuskan pajak dihitung setelah service charge, cara tersebut dapat membuat total tagihan menjadi tidak akurat.

2. Tidak mencantumkan service charge secara jelas

Persentase service charge sebaiknya diinformasikan kepada pelanggan sebelum transaksi dilakukan, misalnya melalui menu, daftar harga, atau informasi lainnya yang mudah dilihat. Jika biaya tersebut baru diketahui pelanggan saat menerima struk, kondisi ini dapat menimbulkan kebingungan atau bahkan komplain.

3. Menghitung pembagian service charge ke staf secara manual

Pembagian service charge kepada staf tanpa pencatatan yang terstruktur berisiko menyebabkan kesalahan nominal atau distribusi yang tidak sesuai dengan ketentuan perusahaan. Risiko ini semakin besar ketika restoran memiliki banyak karyawan dengan perbedaan posisi, jam kerja, atau skema pembagian.

Kelola Service Charge Restoran Anda dengan Mekari POS

Menghitung service charge secara manual, terutama saat digabung dengan pajak atau split bill, rentan menyebabkan kesalahan di tengah kesibukan restoran. Sistem yang otomatis membantu memastikan setiap transaksi dihitung secara konsisten dan mengurangi risiko salah hitung.

Mekari POS adalah solusi multi-industri berbasis cloud untuk bisnis F&B, retail, dan jasa. Untuk restoran, Mekari POS membantu mengelola perhitungan service charge dan transaksi dengan lebih akurat, termasuk saat pelanggan menggunakan split bill.

Dengan perhitungan yang otomatis dan transparan, restoran juga bisa menghindari komplain pelanggan akibat kesalahan hitung di struk. Selain itu, Mekari POS juga dilengkapi berbagai fitur unggulan berikut.

  • Transaksi cepat dan akurat: Mendukung berbagai metode pembayaran termasuk QRIS, kartu, dan e-wallet dalam satu alur kasir yang sederhana.
  • Manajemen stok real-time: Memantau ketersediaan bahan baku secara langsung untuk mencegah kehabisan stok di jam ramai.
  • Laporan bisnis: Menyajikan rincian service charge dan pajak yang terkumpul secara otomatis untuk memudahkan rekonsiliasi dan pembagian ke staf.
  • Program loyalitas: Membantu bisnis membangun pelanggan tetap melalui skema membership dan poin yang fleksibel.
  • Integrasi ekosistem Mekari (Desty + Jurnal): Menyinkronkan data transaksi ke Mekari Jurnal untuk pembukuan otomatis dan Mekari Desty untuk penjualan omnichannel.
  • Manajemen multicabang: Memastikan penerapan service charge konsisten di setiap cabang dari satu dashboard terpusat.

Siap memastikan perhitungan service charge restoran Anda selalu akurat, di skenario apa pun? Mulai kelola transaksi Anda dengan Mekari POS!

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

More Food Expo Indonesia. “Service Charge: Definisi, Fungsi, & Cara Menghitungnya”
Kementerian Ketenagakerjaan RI. “Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 30 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Pembagian Uang Service pada Usaha Hotel”

FAQ

1. Apa itu service charge?

1. Apa itu service charge?

Service charge adalah biaya tambahan wajib yang dikenakan bisnis F&B kepada pelanggan sebagai kompensasi atas layanan yang diberikan, umumnya berkisar 5-20% dari total tagihan, dan berbeda dari tip yang sifatnya sukarela.

2. Bagaimana cara menghitung service charge restoran secara dasar?

2. Bagaimana cara menghitung service charge restoran secara dasar?

Service charge dihitung dengan mengalikan persentase service charge dengan total tagihan makanan dan minuman sebelum pajak, misalnya tagihan Rp300.000 dengan service charge 10% menghasilkan biaya tambahan Rp30.000.

3. Bagaimana cara menghitung service charge jika digabung dengan pajak restoran?

3. Bagaimana cara menghitung service charge jika digabung dengan pajak restoran?

Service charge dihitung lebih dulu dari subtotal, kemudian pajak restoran (PB1) dihitung dari subtotal ditambah service charge tersebut, sehingga urutan perhitungannya tidak boleh dibalik agar hasilnya akurat.

4. Bagaimana cara menghitung service charge saat ada split bill?

4. Bagaimana cara menghitung service charge saat ada split bill?

Total service charge dihitung dari keseluruhan tagihan terlebih dahulu, baru kemudian dibagi secara proporsional ke masing-masing pelanggan sesuai metode split bill yang dipilih, seperti dibagi rata atau per item.

Mekari POS

Mekari POS adalah solusi multi-industri yang memungkinkan bisnis F&B retail, dan jasa untuk mengelola transaksi, inventaris, dan performa seluruh cabang dari satu dasbor terintegrasi sehingga operasional berjalan lebih efisien dan bisnis dapat fokus pada pertumbuhan yang nyata

Pelajari lebih lanjut

Mekari POS adalah bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti:

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • People
  • Customer
  • Services
  • Operasional & digitalisasi