9 mins read

Rincian Modal Usaha Salon Kecantikan dan Tips Mengelolanya

modal usaha salon kecantikan
Mekari POS Insight

  • Modal usaha salon kecantikan dipengaruhi oleh lokasi, jenis layanan, peralatan, jumlah karyawan, konsep salon, dan kebutuhan legalitas.
  • Selain modal awal, siapkan juga biaya yang sering terlewat, seperti stok produk awal, perlengkapan pendukung, dan dana cadangan. Biaya operasional bulanan juga akan ikut naik seiring bertambahnya pelanggan.
  • Mekari POS sebagai solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa membantu pemilik salon mencatat transaksi layanan, memantau stok bahan habis pakai, dan melihat layanan terlaris sejak hari pertama buka, sehingga penggunaan modal lebih terkontrol.

Usaha salon kecantikan menjadi salah satu peluang bisnis yang terus diminati seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap perawatan diri. Namun, sebelum memulai, Anda perlu memahami rincian modal usaha salon kecantikan agar dana yang disiapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan skala usaha.

Artikel ini membahas perhitungan modal untuk membangun usaha salon kecantikan secara mandiri, mulai dari peluang usahanya, faktor yang mempengaruhi besaran modal, rincian biaya yang perlu disiapkan, estimasi biaya operasional, hingga tips mengelola modal agar bisnis dapat berjalan secara berkelanjutan. 

Pertumbuhan bisnis salon kecantikan di Indonesia

Pasar kecantikan di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap perawatan diri. 

Menurut Statista, pasar Beauty & Personal Care di Indonesia diproyeksikan mencapai US$10,35 miliar pada 2026 dan tumbuh dengan CAGR 3,42% hingga 2031.

Pertumbuhan pasar kecantikan tersebut turut menciptakan peluang bagi bisnis salon yang menyediakan berbagai layanan perawatan diri. 

Secara global, pasar salon rambut dan kecantikan juga diperkirakan terus tumbuh, dari US176,6 miliar pada 2026 menjadi US279,3 miliar pada 2035 dengan CAGR 5,22%. Asia sendiri menyumbang sekitar 27% dari pasar tersebut – Market Reports World

Tren tersebut dapat menjadi gambaran bahwa kebutuhan terhadap layanan salon dan perawatan kecantikan masih memiliki ruang untuk berkembang. Di sisi lain, tingginya biaya operasional dan persaingan membuat peluang ini tetap perlu diimbangi dengan perencanaan bisnis yang matang.

Peluang usaha salon kecantikan di Indonesia

Pertumbuhan pasar kecantikan tersebut menunjukkan bahwa peluang bisnis salon kecantikan masih terbuka. Beberapa peluang yang dapat dipertimbangkan antara lain:

1. Kebutuhan perawatan yang berulang

Layanan seperti potong rambut, creambath, hair treatment, dan perawatan lainnya dilakukan secara berkala. Hal ini membuat salon memiliki peluang mendapatkan pelanggan yang datang kembali, terutama jika kualitas layanan dan hasil perawatannya sesuai dengan ekspektasi.

2. Tren self-care yang semakin berkembang

Perawatan diri semakin menjadi bagian dari gaya hidup, bukan hanya dilakukan untuk kebutuhan tertentu. Kondisi ini membuka peluang bagi salon untuk menawarkan layanan yang lebih beragam sesuai kebutuhan pelanggan.

3. Peluang membangun pelanggan tetap

Salon memiliki peluang membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan karena layanan perawatan biasanya dilakukan secara berulang. Pelayanan yang konsisten dapat membantu mendorong pelanggan untuk kembali menggunakan jasa salon.

4. Promosi melalui media sosial

Media sosial dapat dimanfaatkan untuk menampilkan hasil potongan rambut, hair coloring, nail art, atau perawatan lainnya. Konten visual seperti before-after juga dapat membantu calon pelanggan mengetahui kualitas layanan sebelum datang.

5. Pilihan konsep usaha yang fleksibel

Salon tidak harus selalu dimulai dari gerai besar. Anda dapat memulai dari salon rumahan dengan layanan terbatas, kemudian menambah layanan dan fasilitas seiring meningkatnya jumlah pelanggan.

Faktor yang memengaruhi besaran modal usaha salon kecantikan

Besaran modal yang dibutuhkan dapat berbeda pada setiap salon, tergantung pada beberapa faktor berikut:

1. Lokasi usaha

Biaya sewa salon di kawasan perumahan, area komersial, atau pusat perbelanjaan dapat berbeda cukup jauh. Selain harga sewa, pertimbangkan juga akses pelanggan, luas tempat, dan potensi pasar di sekitar lokasi.

2. Jenis layanan

Salon yang hanya menyediakan potong rambut, creambath, dan styling membutuhkan peralatan berbeda dengan salon yang menawarkan facial, spa, nail care, atau perawatan kecantikan lainnya. Semakin banyak layanan yang disediakan, semakin besar pula kebutuhan peralatannya.

3. Jumlah dan kualitas peralatan

Kursi hidrolik, wash basin, hair dryer, steamer, alat styling, hingga perangkat perawatan wajah menjadi bagian dari investasi awal. Jumlah dan kualitas peralatan perlu disesuaikan dengan kapasitas pelanggan yang ditargetkan.

4. Jumlah karyawan

Jumlah kapster atau terapis akan memengaruhi kebutuhan gaji dan biaya operasional bulanan. Salon dengan lebih banyak kursi dan layanan tentu membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak agar pelanggan tidak perlu menunggu terlalu lama.

5. Konsep dan ukuran salon

Salon dengan konsep premium dan interior yang lebih kompleks membutuhkan biaya renovasi serta dekorasi lebih besar. Sebaliknya, salon rumahan atau salon dengan konsep sederhana dapat menekan kebutuhan modal pada bagian ini.

6. Kebutuhan legalitas

Jenis layanan dan lokasi usaha dapat memengaruhi legalitas yang perlu dipenuhi. Karena itu, periksa kebutuhan perizinan sejak awal agar biaya dan dokumen yang diperlukan dapat dimasukkan ke dalam perencanaan modal.

Rincian modal usaha salon kecantikan

Untuk salon kecantikan skala kecil hingga menengah yang dibangun secara mandiri, bukan franchise, beberapa komponen modal awal yang perlu disiapkan mencakup tempat, peralatan, legalitas, dan promosi.

Berdasarkan estimasi yang dikutip dari OCBC NISP, rincian awalnya meliputi:

KomponenEstimasi biaya
Sewa tempat dan dekorasi per tahunRp25 juta
Peralatan salonRp20 juta
Perizinan usahaRp10 juta
Promosi awalRp5 juta
TotalRp60 juta

Dengan komponen tersebut, estimasi kebutuhan modal awal mencapai sekitar Rp60 juta. Angka ini belum tentu mencakup seluruh kebutuhan usaha, terutama jika Anda perlu menyiapkan stok produk, dana operasional, atau renovasi tambahan.

Untuk salon rumahan dengan layanan terbatas, kebutuhan modal dapat lebih rendah karena tidak harus menanggung biaya sewa tempat komersial. Sebaliknya, salon dengan lokasi strategis, interior premium, atau layanan yang lebih lengkap membutuhkan investasi yang lebih besar.

Apa saja biaya yang perlu disiapkan di luar modal awal?

Selain komponen utama, ada beberapa pengeluaran yang sering terlewat ketika menghitung modal usaha salon kecantikan mandiri.

1. Stok produk awal

Sampo, conditioner, hair mask, pewarna rambut, skincare, handuk, sarung salon, dan bahan perawatan lainnya.

2. Perlengkapan pendukung

Cermin, meja kasir, lemari penyimpanan, tempat sampah, kursi tunggu, hingga perlengkapan kebersihan.

3. Sistem pembayaran dan pencatatan

Perangkat kasir atau sistem pencatatan transaksi dapat membantu mengelola pembayaran dan pendapatan.

4. Dana cadangan untuk masa awal operasional

Siapkan dana untuk mengantisipasi peralatan rusak, kebutuhan stok mendadak, atau omzet yang belum stabil pada bulan-bulan pertama.

5. Biaya pembukaan

Termasuk pembuatan papan nama, materi promosi, diskon pembukaan, atau kebutuhan branding lainnya.

Menghitung komponen tersebut sejak awal membantu Anda menghindari kondisi ketika modal habis sebelum salon mulai menghasilkan pendapatan secara stabil.

Estimasi biaya operasional salon per bulan

Setelah salon dibuka, Anda juga perlu menyiapkan biaya operasional rutin. Berdasarkan estimasi untuk salon skala kecil-menengah, beberapa pengeluaran bulanannya meliputi:

KomponenEstimasi
Listrik, air, dan teleponSekitar Rp600 ribu
Gaji karyawanSekitar Rp7 juta untuk 2 orang
Bahan habis pakaiDisesuaikan dengan jumlah pelanggan dan jenis layanan
Promosi rutinDisesuaikan dengan strategi pemasaran
Perawatan peralatanDialokasikan sesuai kebutuhan

Biaya bahan habis pakai perlu diperhatikan karena penggunaannya akan meningkat seiring bertambahnya jumlah pelanggan. Karena itu, biaya operasional sebaiknya tidak hanya dihitung dari pengeluaran tetap, tetapi juga dari biaya yang mengikuti volume layanan.

Bagaimana cara menghitung potensi omzet salon?

Potensi omzet salon dapat dihitung berdasarkan jumlah pelanggan, rata-rata nilai transaksi, dan jumlah hari operasional. Rumus sederhananya:

Omzet bulanan = jumlah pelanggan per hari × rata-rata transaksi × jumlah hari operasional

Sebagai contoh, jika salon melayani rata-rata 5 pelanggan per hari dengan nilai transaksi Rp100.000 dan buka selama 30 hari, maka:

5 × Rp100.000 × 30 = Rp15 juta per bulan.

Angka tersebut merupakan ilustrasi omzet kotor, bukan keuntungan bersih. Untuk mengetahui keuntungan, Anda perlu mengurangi seluruh biaya operasional seperti gaji, sewa, listrik, bahan habis pakai, promosi, dan biaya lainnya.

Selain jumlah pelanggan, rata-rata nilai transaksi juga dapat ditingkatkan dengan menawarkan paket layanan atau layanan tambahan yang masih relevan dengan kebutuhan pelanggan.

Bagaimana menentukan skala salon sesuai modal?

Menentukan skala usaha sejak awal membantu Anda mengalokasikan modal secara lebih terkontrol. Tidak semua layanan harus langsung tersedia ketika salon pertama kali dibuka.

1. Tentukan layanan utama

Mulai dengan layanan yang paling sesuai dengan target pelanggan, seperti potong rambut, hair wash, creambath, atau styling. Setelah permintaan mulai terlihat, Anda dapat mempertimbangkan penambahan layanan lain.

2. Sesuaikan tempat dengan target pasar

Salon rumahan dapat menjadi pilihan jika modal terbatas dan target pelanggan berada di sekitar tempat tinggal. Jika ingin menyasar pasar yang lebih luas, Anda dapat mempertimbangkan lokasi komersial dengan biaya sewa yang lebih besar.

3. Prioritaskan peralatan penting

Tidak semua peralatan perlu dibeli dalam jumlah banyak sejak awal. Prioritaskan perlengkapan yang benar-benar dibutuhkan untuk layanan utama agar modal tidak terlalu banyak tertahan pada aset yang belum digunakan.

4. Siapkan dana operasional

Jangan mengalokasikan seluruh modal untuk renovasi dan peralatan. Sisihkan sebagian dana untuk membayar gaji, membeli bahan, membayar utilitas, dan menjalankan promosi selama masa awal operasional.

Tips mengelola modal usaha salon kecantikan agar tetap menguntungkan

Setelah modal awal dan kebutuhan operasional dihitung, pengelolaan keuangan yang konsisten tetap diperlukan agar bisnis dapat berkembang.

1. Mulai dari layanan inti

Fokus pada layanan yang paling banyak dibutuhkan pelanggan sebelum menambah perawatan yang memerlukan investasi peralatan besar. Cara ini membantu Anda menguji permintaan pasar tanpa mengeluarkan terlalu banyak modal di awal.

2. Pisahkan keuangan pribadi dan usaha

Gunakan rekening atau pencatatan terpisah untuk transaksi salon. Dengan begitu, pemasukan dan pengeluaran bisnis lebih mudah dipantau dan Anda dapat mengetahui kondisi keuangan usaha secara lebih akurat.

3. Pantau penggunaan bahan

Catat pemakaian sampo, conditioner, pewarna rambut, dan bahan perawatan lainnya. Pengawasan stok membantu mengurangi pemborosan sekaligus memastikan bahan yang dibutuhkan selalu tersedia.

4. Manfaatkan media sosial

Gunakan media sosial untuk menampilkan hasil layanan, promo, atau informasi perawatan. Konten yang konsisten dapat membantu salon menjangkau calon pelanggan tanpa selalu mengandalkan promosi berbayar.

5. Catat transaksi sejak hari pertama

Pencatatan transaksi membantu Anda melihat layanan yang paling sering dipilih, nilai transaksi rata-rata, serta periode dengan jumlah pelanggan paling tinggi. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan promo dan layanan yang perlu dikembangkan.

6. Evaluasi biaya secara berkala

Bandingkan omzet dengan biaya operasional setiap bulan. Jika ada pengeluaran yang meningkat tetapi tidak memberikan kontribusi yang sebanding terhadap pendapatan, evaluasi kembali penggunaannya.

Dengan perhitungan modal yang realistis dan pengelolaan keuangan yang disiplin, Anda dapat menyesuaikan skala salon dengan kemampuan modal sekaligus mempersiapkan bisnis untuk berkembang secara bertahap.

Capai operasional salon lebih efisien dengan Mekari POS

Setelah salon dibuka, modal yang sudah dikeluarkan perlu kembali melalui omzet yang stabil. Untuk itu, pemilik salon perlu tahu layanan mana yang paling diminati, berapa nilai transaksi rata-rata, dan seberapa cepat bahan habis pakai berkurang. Tanpa pencatatan yang rapi, sulit memastikan apakah biaya operasional sudah sebanding dengan pendapatan.

Mekari POS adalah solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa, termasuk bisnis barbershop dan salon. Mekari POS membantu pemilik salon mengontrol operasional dan biaya sejak usaha masih berskala kecil. Berikut fitur yang dapat dimanfaatkan:

  • Kasir di berbagai perangkat: Jalankan aplikasi kasir di tablet, Android, PC, atau mesin kasir yang kompatibel, sehingga salon rumahan pun tidak perlu investasi perangkat besar. Pembayaran QRIS, debit, dan metode lain tercatat dalam satu sistem.
  • Pemantauan stok bahan habis pakai: Pantau stok sampo, pewarna rambut, dan produk perawatan lainnya secara real-time untuk mengurangi pemborosan dan menghindari kehabisan bahan saat melayani pelanggan.
  • Laporan layanan terlaris dan nilai transaksi: Ketahui layanan yang paling sering dipilih dan rata-rata nilai transaksi pelanggan sebagai dasar menentukan promo dan layanan yang perlu dikembangkan.
  • Promosi dan paket layanan: Atur diskon dan paket layanan secara fleksibel untuk meningkatkan nilai transaksi tanpa perlu menghitung manual di kasir.
  • Membership dan loyalitas pelanggan: Kelola poin, membership, dan tier pelanggan agar pelanggan kembali untuk perawatan berkala.
  • Integrasi Mekari Jurnal: Sinkronkan transaksi ke Mekari Jurnal untuk pencatatan akuntansi otomatis, sehingga omzet dan biaya operasional lebih mudah dibandingkan setiap bulan.

Saatnya pantau setiap transaksi dan pengeluaran salon lebih akurat sejak hari pertama bersama Mekari POS!

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

Market Reports World. “Hair & Beauty Salons Market Size, Share, Growth & Forecast [2035]”
Statista. “Beauty & Personal Care – Indonesia”

FAQ

1. Apa saja rincian modal usaha salon kecantikan?

1. Apa saja rincian modal usaha salon kecantikan?

Rincian modal awal salon kecantikan meliputi sewa tempat dan dekorasi, peralatan salon, perizinan usaha, dan promosi awal. Di luar itu, perlu disiapkan juga stok produk awal, perlengkapan pendukung, sistem pencatatan transaksi, dan dana cadangan.

2. Apa saja faktor yang mempengaruhi besaran modal usaha salon kecantikan?

2. Apa saja faktor yang mempengaruhi besaran modal usaha salon kecantikan?

Faktornya meliputi lokasi usaha, jenis layanan, jumlah dan kualitas peralatan, jumlah karyawan, konsep dan ukuran salon, serta kebutuhan legalitas.

3. Bagaimana cara mengelola modal usaha salon kecantikan agar tetap untung?

3. Bagaimana cara mengelola modal usaha salon kecantikan agar tetap untung?

Mulai dari layanan inti, pisahkan keuangan pribadi dan usaha, pantau penggunaan bahan, manfaatkan media sosial, catat transaksi sejak hari pertama, dan evaluasi biaya secara berkala.

4. Bagaimana Mekari POS membantu pemilik usaha salon kecantikan?

4. Bagaimana Mekari POS membantu pemilik usaha salon kecantikan?

Mekari POS membantu mencatat transaksi layanan secara otomatis, memantau stok bahan habis pakai, dan menyajikan laporan layanan terlaris. Mekari POS juga mendukung program membership untuk mendorong pelanggan kembali.

Mekari POS

Mekari POS adalah solusi multi-industri yang memungkinkan bisnis F&B retail, dan jasa untuk mengelola transaksi, inventaris, dan performa seluruh cabang dari satu dasbor terintegrasi sehingga operasional berjalan lebih efisien dan bisnis dapat fokus pada pertumbuhan yang nyata

Pelajari lebih lanjut

Mekari POS adalah bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti:

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • People
  • Customer
  • Services
  • Operasional & digitalisasi