11 mins read

Modal Usaha Billiard: Rincian Biaya dan Syarat Izinnya

modal buka usaha billiard
Mekari POS Insight

  • Modal buka usaha billiard bergantung pada jumlah meja, lokasi, konsep dan fasilitas, kondisi tempat, serta kualitas peralatan. Meja billiard menjadi salah satu investasi utama.
  • Selain modal awal, siapkan dana operasional untuk bulan-bulan pertama. Pastikan juga perizinan seperti NIB, KBLI yang sesuai, dan kelayakan bangunan sudah dipenuhi.
  • Mekari POS hadir sebagai solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa. Mekari POS membantu pemilik usaha billiard mencatat pembayaran sewa meja dan pesanan makanan minuman dalam satu sistem, serta memantau pendapatan harian sebagai dasar menghitung balik modal.

Usaha billiard masih menjadi salah satu pilihan bisnis hiburan yang dapat dikembangkan, terutama di area perkotaan dengan banyak anak muda dan pekerja kantoran. Namun, sebelum memulai, Anda perlu memahami kebutuhan modal, biaya operasional, dan izin usaha agar bisnis dapat berjalan dengan baik.

Artikel ini membahas perkembangan dan peluang bisnis billiard di Indonesia, estimasi modal berdasarkan skala usaha, rincian komponen biaya, syarat izin, hingga cara menghitung potensi omzet dan waktu balik modal.

Peluang bisnis billiard di Indonesia

Perhatian terhadap billiard di Indonesia terus meningkat. Pada 2025, Predator PBC Indonesia International Open digelar di Jakarta dengan skala lebih besar dari edisi sebelumnya dan total hadiah US$235.000. 

Perwakilan Predator menilai Indonesia berpotensi menjadi pusat billiard di Asia karena jumlah penduduknya yang besar. Minat ini membuka ruang bagi usaha tempat bermain, dengan pendapatan dari penyewaan meja, makanan dan minuman, keanggotaan, atau turnamen.

Namun, pertumbuhannya cenderung bertahap, bukan ledakan. 

Secara global, Ken Research memperkirakan pasar peralatan billiard dan snooker tumbuh moderat, dari US$360 juta pada 2025 menjadi US$431 juta pada 2031 dengan CAGR 3,05%. Karena itu, usaha lebih aman dimulai dengan jumlah meja yang sesuai kebutuhan, lalu dikembangkan setelah pola kunjungan pelanggan terlihat.

Potensi setiap usaha tetap bergantung pada lokasi, persaingan, daya beli pelanggan, dan biaya operasional. Karena itu, lakukan survei pasar sebelum menentukan jumlah meja, konsep tempat, serta modal yang akan disiapkan.

Modal usaha billiard berdasarkan skala bisnis

Modal usaha billiard bergantung pada jumlah meja, lokasi, luas tempat, serta fasilitas yang disediakan. Semakin banyak meja dan semakin lengkap konsep tempatnya, semakin besar pula investasi awal yang perlu disiapkan.

Sebagai gambaran awal, terdapat estimasi modal minimal sekitar Rp100 juta untuk skala kecil dengan 2 hingga 4 meja dan sekitar Rp250 juta untuk skala menengah dengan 5 hingga 8 meja. Angka ini merupakan perkiraan awal, bukan anggaran lengkap untuk semua kebutuhan usaha.

Jika Anda memasukkan biaya sewa tahunan, renovasi, seluruh peralatan, dan modal operasional beberapa bulan, total kebutuhan dana dapat jauh lebih besar. Karena itu, periksa komponen biaya secara terpisah sebelum menetapkan anggaran akhir.

Salah satu investasi utama adalah meja billiard. Harga meja dapat berbeda berdasarkan merek, material, ukuran, dan spesifikasi.

Merek meja billiardKisaran harga per meja
MinnovaRp10 juta sampai Rp23 juta
MurreyRp10,3 juta sampai Rp80 juta
Rasson Mr. SungRp36 juta sampai Rp43 juta
BrunswickRp80 juta sampai Rp227 juta

Kisaran tersebut dapat digunakan sebagai referensi awal untuk membandingkan kebutuhan investasi. Sebelum membeli, periksa spesifikasi meja, kondisi material, biaya pengiriman, pemasangan, dan garansi.

Pemilihan meja sebaiknya disesuaikan dengan konsep bisnis dan target pelanggan. Meja dengan harga lebih tinggi dapat membutuhkan investasi lebih besar, sedangkan meja bekas berkualitas dapat menjadi alternatif jika anggaran terbatas dan kondisinya masih layak digunakan.

Faktor yang mempengaruhi modal usaha billiard

Sebelum menentukan anggaran, hitung kebutuhan berdasarkan skala dan konsep bisnis Berikut beberapa faktor yang dapat membuat kebutuhan investasi berbeda antar lokasi.

1. Jumlah meja billiard

Jumlah meja menentukan kapasitas tempat untuk melayani pelanggan. Semakin banyak meja, semakin besar investasi peralatan serta kebutuhan ruang, pencahayaan, dan perawatan.

Namun, penambahan meja juga meningkatkan kapasitas penyewaan. Karena itu, sesuaikan jumlah meja dengan luas tempat dan potensi permintaan agar investasi tidak terlalu besar dibandingkan jumlah pelanggan yang dapat dijangkau.

2. Lokasi usaha

Harga sewa menjadi salah satu komponen biaya yang perlu diperhitungkan sejak awal, terutama jika bisnis berada di pusat kota, dekat kampus, atau kawasan komersial.

Selain biaya sewa, pertimbangkan luas tempat, akses kendaraan, ketersediaan parkir, visibilitas lokasi, dan tingkat keramaian di sekitarnya. Lokasi yang ramai belum tentu paling menguntungkan jika biaya sewanya terlalu tinggi.

3. Konsep dan fasilitas

Usaha billiard dapat dibuat sebagai tempat bermain sederhana atau dikembangkan dengan fasilitas kafe, area lounge, ruang VIP, dan fasilitas pendukung lainnya.

Semakin lengkap konsep yang dipilih, semakin besar kebutuhan dana untuk renovasi, peralatan, tenaga kerja, dan operasional. Tentukan fasilitas berdasarkan kebutuhan target pelanggan dan kemampuan modal.

4. Kondisi tempat

Tempat yang sudah memiliki fasilitas dasar mungkin membutuhkan renovasi lebih sedikit dibandingkan bangunan kosong. Sebaliknya, lokasi yang memerlukan perubahan instalasi listrik, pencahayaan, AC, atau desain interior dapat meningkatkan biaya awal.

Sebelum menyewa, lakukan pemeriksaan kondisi bangunan agar kebutuhan renovasi dapat dihitung dengan lebih akurat.

5. Kualitas peralatan

Selain meja, Anda perlu menyediakan stik, bola, lampu meja, rak bola, kursi pelanggan, AC, CCTV, sistem kasir, dan perlengkapan lainnya.

Pemilihan peralatan memengaruhi modal awal sekaligus biaya perawatan jangka panjang. Utamakan perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan operasional dan dapat digunakan secara berkelanjutan.

Rincian komponen biaya usaha billiard

Setelah mengetahui faktor yang memengaruhi modal, Anda dapat membagi kebutuhan investasi ke dalam beberapa komponen agar tidak ada pengeluaran penting yang terlewat.

Sebagai ilustrasi, salah satu simulasi biaya untuk usaha billiard dengan fasilitas yang relatif lengkap menghasilkan kisaran anggaran berikut.

Komponen biayaEstimasi kebutuhan
Lokasi dan renovasi untuk tahun pertamaRp135 juta sampai Rp270 juta
Peralatan utama atau meja billiardRp120 juta sampai Rp225 juta
Peralatan pendukungRp63 juta sampai Rp97 juta
Perizinan dan legalitasRp5 juta sampai Rp15 juta
Modal operasional awal selama 3 bulanRp90 juta sampai Rp159 juta

Dengan komposisi tersebut, total kebutuhan dana dapat mencapai sekitar Rp413 juta hingga Rp766 juta. Angka ini merupakan simulasi dengan cakupan biaya yang lebih lengkap, bukan ketentuan modal untuk setiap usaha billiard.

Perbedaan anggaran dapat terjadi karena harga sewa, jumlah meja, pilihan peralatan, kondisi tempat, dan besarnya modal kerja. Untuk mencegah penghitungan ganda, pastikan setiap komponen dimasukkan hanya satu kali saat menyusun anggaran akhir.

Berikut beberapa kebutuhan yang dapat masuk ke dalam biaya lokasi dan renovasi:

  • Sewa tempat: sekitar Rp60 juta sampai Rp150 juta per tahun, bergantung pada lokasi dan luas bangunan.
  • Instalasi pencahayaan: sekitar Rp1 juta sampai Rp2 juta per meja.
  • AC: sekitar Rp25 juta sampai Rp40 juta, bergantung pada jumlah dan kapasitas unit.
  • Desain interior: sekitar Rp30 juta sampai Rp50 juta, tergantung konsep dan kondisi tempat.

Sementara itu, peralatan pendukung dapat mencakup bola, stik, rak, meja dan kursi pelanggan, CCTV, sistem kasir, perlengkapan kebersihan, serta kebutuhan operasional lainnya.

Sebelum menetapkan modal, mintalah penawaran harga dari beberapa pemasok dan kontraktor. Langkah ini membantu Anda membandingkan biaya serta menyesuaikan spesifikasi dengan kebutuhan usaha.

Berapa biaya operasional usaha billiard per bulan?

Selain modal awal, terdapat biaya rutin tetap yang perlu dibayar. Beberapa pengeluaran yang perlu dimasukkan antara lain:

  • Gaji karyawan: meliputi staf kasir, penjaga tempat, waiter jika tersedia, dan pengelola operasional.
  • Listrik dan air: penggunaan AC, lampu, dan peralatan lainnya dapat membuat konsumsi listrik cukup besar.
  • Internet: dibutuhkan untuk sistem kasir, pembayaran digital, CCTV yang terhubung ke jaringan, serta kebutuhan operasional lainnya.
  • Perawatan meja dan peralatan: meja, kain, stik, bola, serta perlengkapan lain perlu diperiksa dan dirawat secara berkala.
  • Sewa tempat: termasuk jika pembayaran dilakukan secara bulanan atau masih ada biaya sewa yang belum dibayarkan di muka.
  • Promosi: digunakan untuk menarik pelanggan baru dan menjaga tingkat kunjungan.
  • Bahan baku makanan dan minuman: diperlukan jika bisnis juga menyediakan kafe atau layanan F&B.

Dana operasional sebaiknya disiapkan sejak awal agar bisnis tidak langsung bergantung pada omzet bulan pertama. Dalam simulasi biaya sebelumnya, kebutuhan modal operasional selama tiga bulan untuk skala menengah mencapai sekitar Rp90 juta hingga Rp159 juta.

Sesuaikan jumlah dana cadangan dengan biaya rutin, perkiraan waktu untuk membangun basis pelanggan, dan kemungkinan pengeluaran tak terduga.

Syarat izin usaha billiard yang perlu dipenuhi

Sebelum membuka tempat billiard, pastikan legalitas usaha dan bangunan telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Persyaratan dapat berbeda berdasarkan klasifikasi kegiatan usaha, skala, lokasi, dan fasilitas tambahan yang disediakan.

Beberapa dokumen dan persyaratan yang perlu diperiksa antara lain:

  • Nomor Induk Berusaha (NIB): identitas dasar pelaku usaha yang diproses melalui sistem OSS.
  • Klasifikasi kegiatan usaha: tentukan KBLI yang sesuai dengan kegiatan usaha. Pengelolaan arena billiard tercakup dalam klasifikasi fasilitas gelanggang atau arena, tetapi pilihan akhir perlu disesuaikan dengan uraian kegiatan dan sistem OSS yang berlaku.
  • Sertifikat Standar atau izin usaha: jenis perizinan mengikuti tingkat risiko dan ketentuan yang ditetapkan dalam OSS.
  • Persyaratan tata ruang dan lingkungan: periksa kesesuaian pemanfaatan lokasi dan dokumen lingkungan yang diperlukan berdasarkan karakteristik usaha.
  • Kelayakan bangunan: pastikan bangunan memenuhi ketentuan keselamatan dan kelayakan fungsi. Sertifikat Laik Fungsi (SLF) perlu diperiksa sesuai kondisi bangunan dan kewajiban yang berlaku.
  • Izin untuk fasilitas tambahan: jika tempat juga menyediakan makanan dan minuman, minuman beralkohol, atau hiburan tambahan, periksa persyaratan lain yang mungkin berlaku untuk kegiatan tersebut.

Jangan hanya mengandalkan daftar izin dari sumber pihak ketiga karena klasifikasi usaha dan ketentuan perizinan dapat berubah. Periksa persyaratan terbaru melalui OSS serta instansi pemerintah daerah terkait sebelum membuka usaha.

Bagaimana cara menghitung potensi omzet usaha billiard?

Potensi omzet bisnis billiard terutama dipengaruhi oleh tarif sewa meja, jumlah meja, jam operasional, dan tingkat keterisian meja. Karena itu, Anda dapat membuat simulasi berdasarkan beberapa skenario okupansi.

Rumus menghitung omzet sewa meja:

Omzet sewa meja = jumlah meja × tarif per jam × rata-rata jam terpakai per hari × jumlah hari operasional

Sebagai contoh, sebuah tempat memiliki 5 meja dengan tarif Rp50.000 per jam. Jika setiap meja rata-rata digunakan selama 6 jam sehari dan tempat beroperasi selama 30 hari, perhitungannya adalah:

5 × Rp50.000 × 6 × 30 = Rp45 juta per bulan

Angka tersebut hanya menggambarkan omzet dari penyewaan meja. Jika bisnis juga memperoleh pendapatan dari makanan, minuman, membership, turnamen, atau layanan lainnya, total omzet dapat berbeda.

Namun, omzet bukanlah laba bersih. Anda tetap perlu mengurangi HPP makanan dan minuman, gaji, listrik, sewa, perawatan, promosi, serta biaya operasional lainnya untuk mengetahui hasil usaha sebenarnya.

Bagaimana menghitung perkiraan balik modal usaha billiard?

Setelah mengetahui estimasi omzet dan biaya, Anda dapat memperkirakan waktu balik modal dengan membandingkan total investasi awal dengan laba bersih rata-rata per bulan.

Rumus menghitung perkiraan waktu balik modal:

Perkiraan waktu balik modal = total investasi awal ÷ laba bersih bulanan

Misalnya, total investasi yang dikeluarkan mencapai Rp500 juta dan laba bersih rata-rata Rp20 juta per bulan. Dengan asumsi laba tersebut stabil, perkiraan waktu balik modalnya adalah:

Rp500 juta ÷ Rp20 juta = 25 bulan

Perhitungan tersebut hanya ilustrasi karena laba bersih dapat berubah setiap bulan. Perkiraan aktual perlu memperhitungkan perubahan okupansi, biaya operasional, pengeluaran tak terduga, pajak, dan kebutuhan modal tambahan.

Agar proyeksi lebih realistis, buat beberapa skenario berdasarkan tingkat keterisian meja yang berbeda. Dengan begitu, Anda dapat memperkirakan berapa lama modal kembali ketika kunjungan ramai, sedang, atau lebih rendah daripada target.

Tips memulai usaha billiard agar modal lebih optimal

Mencapai balik modal bukan hanya soal menetapkan tarif sewa meja yang tinggi. Berikut beberapa tips dalam memulai usaha billiard:

1. Pilih lokasi dengan traffic yang sesuai

Area dekat kampus, perkantoran, pusat kuliner, atau kawasan dengan banyak aktivitas anak muda dapat menjadi pilihan. Namun, jangan hanya melihat keramaian.

Bandingkan biaya sewa dengan potensi pelanggan agar lokasi tidak justru membebani operasional. Lakukan survei pada beberapa waktu berbeda untuk melihat kapan area tersebut paling ramai.

2. Sesuaikan jumlah meja dengan potensi pasar

Anda tidak harus langsung menyediakan banyak meja. Jika modal terbatas, mulailah dengan jumlah meja yang sesuai kapasitas tempat dan perkiraan permintaan.

Setelah bisnis berjalan, evaluasi tingkat keterisian meja sebelum menambah kapasitas. Cara ini membantu mengurangi risiko investasi terlalu besar pada awal usaha.

3. Pertimbangkan meja bekas berkualitas

Meja billiard bekas yang masih layak dapat menjadi alternatif untuk menekan investasi awal. Namun, periksa kondisi permukaan meja, kain, cushion atau bantalan pantul, kaki meja, dan struktur keseluruhannya sebelum membeli.

Jika diperlukan, gunakan jasa teknisi untuk memastikan meja masih layak digunakan dan tidak membutuhkan biaya perbaikan besar setelah dibeli.

4. Tetapkan tarif berdasarkan pasar

Sesuaikan tarif sewa dengan target pelanggan dan harga kompetitor di sekitar lokasi. Anda dapat menerapkan tarif berbeda berdasarkan jam ramai dan jam sepi selama kebijakan harga disampaikan dengan jelas.

Promo happy hour atau tarif khusus pada jam tertentu juga dapat digunakan untuk meningkatkan keterisian meja ketika permintaan sedang rendah.

5. Tambahkan sumber pendapatan

Jangan hanya mengandalkan penyewaan meja. Jika kondisi tempat memungkinkan, tambahkan makanan dan minuman, membership, turnamen, pelatihan bermain, atau area lounge.

Pendapatan tambahan dapat meningkatkan nilai transaksi setiap pelanggan tanpa harus selalu menambah jumlah meja. Pastikan setiap fasilitas tambahan juga diperhitungkan biaya dan kebutuhan operasionalnya.

6. Jaga kondisi meja dan fasilitas

Kualitas meja, stik, bola, pencahayaan, AC, kebersihan, dan kenyamanan tempat dapat memengaruhi pengalaman pelanggan. Jadwalkan pemeriksaan dan perawatan berkala agar kerusakan tidak mengganggu operasional atau menimbulkan biaya besar secara mendadak.

7. Catat tingkat okupansi dan pendapatan

Pantau jumlah jam setiap meja digunakan, omzet harian, jam ramai, serta pendapatan dari makanan dan minuman. Data tersebut dapat digunakan untuk menentukan tarif, promo, jadwal operasional, dan kebutuhan penambahan meja.

8. Siapkan dana cadangan

Jangan menggunakan seluruh modal untuk membeli meja dan merenovasi tempat. Sisihkan dana untuk membayar biaya operasional selama bisnis masih membangun basis pelanggan serta menghadapi pengeluaran tidak terduga.

Pantau pendapatan usaha billiard lebih rapi dengan Mekari POS

Usaha billiard bisa memiliki beberapa sumber pendapatan sekaligus, mulai dari sewa meja, makanan dan minuman, membership, hingga turnamen. Jika semuanya dicatat terpisah, sulit mengetahui omzet harian yang sebenarnya, apalagi menghitung laba bersih dan memperkirakan kapan modal akan kembali. Stok makanan dan minuman juga perlu dipantau agar tidak terbuang atau kosong saat jam ramai.

Mekari POS adalah solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa. Mekari POS membantu pemilik usaha billiard mencatat seluruh transaksi dan memantau kinerja usaha dari satu sistem. Berikut fitur yang dapat dimanfaatkan:

  • Kasir dengan berbagai metode pembayaran: Terima pembayaran sewa meja dan pesanan makanan minuman dengan QRIS, debit, e-wallet, atau cash dalam satu sistem. Transaksi tetap berjalan saat koneksi internet terputus.
  • Pencatatan pesanan F&B: Catat pesanan makanan dan minuman dari pelanggan dengan rapi, terutama jika usaha juga memiliki kafe atau area lounge.
  • Manajemen stok bahan baku: Stok bahan makanan dan minuman berkurang otomatis setiap ada penjualan, sehingga persediaan lebih mudah dikontrol.
  • Promosi dan membership: Atur diskon untuk jam tertentu, kelola program membership, poin, dan tier pelanggan untuk mendorong kunjungan berulang.
  • Laporan penjualan real-time: Pantau omzet harian dan produk terlaris sebagai dasar mengevaluasi tarif, promo, dan kebutuhan penambahan meja.
  • Integrasi Mekari Jurnal: Sinkronkan transaksi ke Mekari Jurnal untuk pencatatan akuntansi otomatis, sehingga laba bersih dan perkiraan balik modal lebih mudah dihitung.
  • Headquarter dan manajemen multicabang: Pantau performa seluruh cabang dari satu dasbor ketika usaha berkembang ke lebih dari satu lokasi.

Saatnya pantau pendapatan sewa meja dan F&B dalam satu sistem bersama Mekari POS.

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

iNews. “Perkembangan Biliar Indonesia Dapat Pujian Dunia, Pertumbuhan Tercepat di Asia”
Ken Research. “Global Billiards and Snooker Equipment Market Size, Share & Forecast, 2026-2031”

FAQ

1. Berapa modal buka usaha billiard?

1. Berapa modal buka usaha billiard?

Modal buka usaha billiard bergantung pada jumlah meja, lokasi, konsep dan fasilitas, kondisi tempat, serta kualitas peralatan. Semakin banyak meja dan semakin lengkap konsepnya, semakin besar investasi awal yang perlu disiapkan.

2. Apa saja biaya operasional usaha billiard per bulan?

2. Apa saja biaya operasional usaha billiard per bulan?

Biaya operasional bulanan meliputi gaji karyawan, listrik dan air, internet, perawatan meja dan peralatan, sewa tempat, promosi, serta bahan baku makanan dan minuman jika usaha juga menyediakan F&B.

3. Bagaimana cara menghitung omzet dan balik modal usaha billiard?

3. Bagaimana cara menghitung omzet dan balik modal usaha billiard?

Omzet sewa meja dihitung dari jumlah meja dikali tarif per jam, rata-rata jam terpakai per hari, dan jumlah hari operasional. Waktu balik modal diperkirakan dengan membagi total investasi awal dengan laba bersih rata-rata per bulan.

4. Bagaimana Mekari POS membantu pemilik usaha billiard?

4. Bagaimana Mekari POS membantu pemilik usaha billiard?

Mekari POS membantu mencatat pembayaran sewa meja dan pesanan makanan minuman dalam satu sistem, mengelola stok bahan baku F&B, dan menyajikan laporan penjualan secara real-time. Dengan begitu, pendapatan dan perkembangan balik modal lebih mudah dipantau.

Mekari POS

Mekari POS adalah solusi multi-industri yang memungkinkan bisnis F&B retail, dan jasa untuk mengelola transaksi, inventaris, dan performa seluruh cabang dari satu dasbor terintegrasi sehingga operasional berjalan lebih efisien dan bisnis dapat fokus pada pertumbuhan yang nyata

Pelajari lebih lanjut

Mekari POS adalah bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti:

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • People
  • Customer
  • Services
  • Operasional & digitalisasi