- Franchise makanan kekinian adalah bisnis waralaba kuliner yang mengikuti tren rasa, visual, dan gaya hidup terkini, umumnya populer di kalangan anak muda dan cepat menyebar lewat media sosial.
- Popularitas suatu franchise tidak selalu berbanding lurus dengan daya tahan tren atau kesesuaian dengan lokasi tertentu, sehingga penting mengevaluasi berbagai pilihan dari berbagai kategori sebelum memutuskan.
- Mekari POS hadir sebagai solusi multi-industri berbasis cloud untuk bisnis F&B, retail, dan jasa, dengan kapabilitas mencatat transaksi dan memantau stok bahan baku secara real-time agar operasional franchise tetap konsisten meski volume pesanan berubah cepat.
Bisnis franchise atau waralaba terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang cukup pesat di Indonesia.
Kondisi ini menunjukkan besarnya ruang bisnis kuliner dalam industri franchise, termasuk berbagai konsep makanan dan minuman kekinian yang menyasar perubahan selera konsumen.
Dari banyaknya pilihan brand, bisnis perlu mempertimbangkan konsep, pasar, modal, hingga sistem operasional sebelum memilih franchise. Artikel ini membahas 32 franchise makanan kekinian dari berbagai kategori yang dapat menjadi referensi Anda.
Kenapa franchise makanan kekinian menarik untuk dicoba?

Franchise makanan kekinian dapat menjadi pilihan bagi calon pengusaha yang ingin memulai bisnis dengan konsep dan sistem yang sudah tersedia. Beberapa pertimbangan yang membuat model bisnis ini menarik antara lain:
1. Brand sudah memiliki pasar
Franchise dari brand yang sudah dikenal tidak perlu membangun kesadaran merek sepenuhnya dari awal. Brand biasanya telah memiliki pelanggan, identitas visual, dan aktivitas pemasaran yang dapat membantu outlet baru mendapatkan perhatian.
Meski demikian, tingkat penerimaan tetap dapat berbeda di setiap lokasi. Popularitas brand perlu disesuaikan dengan karakter konsumen di area tempat outlet akan dibuka.
2. Produk telah diuji di pasar
Menu franchise umumnya sudah dijual melalui outlet milik franchisor atau mitra lainnya. Hal ini memberikan gambaran mengenai produk yang ditawarkan dan respons konsumen terhadapnya.
Namun, performa produk tetap dipengaruhi oleh harga, lokasi, daya beli, dan preferensi pelanggan di masing-masing daerah.
3. Sistem operasional sudah tersedia
Franchisor biasanya menyediakan berbagai panduan operasional seperti SOP, resep, standar penyajian, pelatihan, dan panduan penggunaan bahan baku. Sistem tersebut membantu mitra menjalankan outlet dengan standar yang lebih seragam.
4. Dukungan pemasaran dapat membantu outlet baru
Brand franchise yang sudah memiliki aktivitas pemasaran dapat memberikan keuntungan dari sisi eksposur. Kampanye media sosial, promosi pusat, dan materi pemasaran dari franchisor dapat membantu meningkatkan awareness terhadap outlet.
Namun, mitra tetap perlu memahami karakter pasar lokal dan menjalankan aktivitas pemasaran yang sesuai dengan area outlet.
32 franchise makanan kekinian yang diminati
Berikut 32 pilihan franchise makanan dan minuman dari berbagai kategori yang dapat menjadi inspirasi untuk Anda.
Kategori minuman kekinian
1. Es Teh Kotjok
Es Teh Kotjok menawarkan minuman teh dengan teknik “kocok” yang menjadi bagian dari konsep produknya. Model produk yang sederhana dan mudah dikonsumsi membuatnya masuk dalam kategori minuman yang dekat dengan kebutuhan konsumen sehari-hari.
2. Kopi Kenangan
Kopi Kenangan dikenal melalui berbagai produk kopi dan minuman pendamping dengan konsep yang menyasar konsumen sehari-hari. Ragam menu membuat brand ini tidak hanya mengandalkan satu jenis minuman.
3. Janji Jiwa
Janji Jiwa merupakan brand minuman yang dikenal melalui produk kopi dan minuman pendamping. Konsepnya menyasar konsumen yang membutuhkan minuman praktis untuk menemani aktivitas sehari-hari.
4. Haus!
Haus! menawarkan berbagai minuman seperti teh, cokelat, kopi, dan varian rasa lainnya. Pilihan menu yang beragam membuat konsepnya dapat menjangkau konsumen dengan preferensi minuman yang berbeda.
5. Chatime
Chatime dikenal melalui berbagai pilihan milk tea, tea, dan topping. Variasi menu memungkinkan pelanggan menyesuaikan minuman berdasarkan rasa dan topping yang diinginkan.
6. Xing Fu Tang
Xing Fu Tang dikenal melalui minuman brown sugar boba dengan proses penyajian yang menjadi bagian dari daya tarik produknya. Konsep visual tersebut juga dapat menjadi elemen yang menarik perhatian pelanggan.
7. Mixue
Mixue menawarkan es krim dan minuman dengan berbagai pilihan rasa. Konsep produknya yang mudah dikenali membuat brand ini berkembang melalui jaringan gerai di berbagai wilayah.
8. Es Teh Indonesia
Es Teh Indonesia menawarkan berbagai olahan teh dengan pilihan rasa yang beragam. Produk yang familiar dan mudah dikonsumsi membuat konsep ini dapat menyasar berbagai kelompok konsumen.
9. Sure Coffee
Sure Coffee menawarkan berbagai minuman berbasis kopi dengan pilihan menu yang beragam. Selain kopi, tersedia pula minuman non-kopi sehingga outlet dapat menjangkau pelanggan dengan preferensi yang berbeda.
Kategori ayam dan fried chicken
10. Geprek Bensu
Geprek Bensu menawarkan menu ayam geprek dengan berbagai pilihan sambal dan tingkat kepedasan. Konsepnya memanfaatkan popularitas ayam geprek sebagai salah satu makanan yang dekat dengan selera konsumen Indonesia.
11. I Am Geprek Bensu
I Am Geprek Bensu menawarkan konsep makanan berbasis ayam dengan pilihan sambal dan menu pendamping. Variasi menu dapat menjadi pertimbangan bagi calon mitra yang ingin menyasar konsumen penyuka makanan pedas.
12. Rocket Chicken
Rocket Chicken menawarkan ayam goreng crispy dengan konsep menu yang menyasar konsumen yang mencari makanan praktis. Variasi menu juga memungkinkan pelanggan memilih makanan sesuai kebutuhan dan preferensi.
13. Richeese Factory
Richeese Factory dikenal melalui menu ayam goreng yang dipadukan dengan saus keju dan pilihan tingkat kepedasan. Karakter rasa yang kuat menjadi salah satu ciri yang membedakannya dari produk ayam goreng lainnya.
14. Sabana Fried Chicken
Sabana Fried Chicken mengusung konsep ayam goreng dengan model gerai yang relatif sederhana. Produk dan harganya menyasar konsumen yang mencari makanan praktis dengan harga terjangkau.
15. Olive Fried Chicken
Olive Fried Chicken menawarkan ayam crispy dengan beberapa pilihan bumbu dan menu pendamping. Konsepnya menyasar konsumen yang mencari makanan cepat saji dengan harga yang kompetitif.
Kategori mie, bakso, dan makanan pedas
16. Mie Gacoan
Mie Gacoan dikenal melalui menu mie dengan berbagai tingkat kepedasan dan pilihan makanan pendamping. Konsep produk dan suasana outletnya menyasar konsumen yang mencari pengalaman makan yang kasual.
17. You Need Mee
You Need Mee menawarkan menu mie dengan berbagai pilihan topping dan tingkat kepedasan. Konsepnya dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang menyukai makanan berbasis mie dengan cita rasa yang kuat.
18. Bakso Boedjangan
Bakso Boedjangan menawarkan berbagai olahan bakso dengan pilihan isian dan penyajian yang lebih modern. Variasi menu seperti bakso dengan isian tertentu menjadi bagian dari daya tarik produknya.
Kategori burger dan resto kasual
19. Burger Bangor
Burger Bangor menawarkan burger dengan pilihan menu dan ukuran yang beragam. Konsepnya menyasar konsumen yang mencari makanan praktis, baik sebagai makanan utama maupun pilihan untuk disantap bersama.
20. Bebek Kaleyo
Bebek Kaleyo berfokus pada olahan bebek dengan berbagai pilihan sambal dan menu pendamping. Konsep restoran kasualnya dapat menjangkau pelanggan individu maupun kelompok.
21. Warunk Upnormal
Warunk Upnormal mengusung konsep tempat makan dan berkumpul dengan berbagai pilihan makanan serta minuman. Menu seperti olahan mi, makanan ringan, dan minuman menjadi bagian dari konsep tersebut.
Kategori jajanan dan street food
22. Tahu Go!
Tahu Go! menawarkan tahu crispy dengan berbagai pilihan bumbu. Produk yang praktis dan mudah dikonsumsi membuatnya sesuai dengan karakter jajanan yang dapat dinikmati sebagai camilan.
23. Pempek Farina
Pempek Farina menawarkan pempek berbahan dasar ikan dengan kuah cuko sebagai ciri khas. Produk ini dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang menyukai makanan khas Palembang.
24. Ngikan Yuk
Ngikan Yuk menawarkan ikan goreng tepung yang disajikan bersama nasi dan menu pendamping. Konsep tersebut memberikan alternatif dari menu ayam atau makanan cepat saji yang lebih umum.
25. Kue Balok Parikesit
Kue Balok Parikesit mengangkat kue balok dengan berbagai pilihan topping. Konsep ini memadukan jajanan tradisional dengan variasi rasa yang lebih modern.
26. Reddog
Reddog menawarkan hot dog dengan berbagai pilihan topping dan saus. Produknya memiliki karakter makanan praktis dengan konsep yang terinspirasi dari jajanan Korea.
27. MOMOYO
MOMOYO menawarkan es krim dan minuman dengan berbagai varian rasa. Konsep dessert dan minumannya menyasar konsumen yang mencari pilihan camilan atau minuman kekinian.
Kategori Asia dan fusion
28. Zenbu
Zenbu menawarkan makanan bergaya Jepang dengan menu seperti Mozaru, yaitu nasi panggang yang dipadukan dengan saus dan keju. Konsepnya menyasar pelanggan yang mencari pilihan makanan dengan cita rasa dan penyajian yang berbeda.
30. Kebab Baba Rafi
Kebab Baba Rafi menawarkan kebab dengan berbagai pilihan isian dan ukuran. Produk yang praktis untuk dibawa dan dikonsumsi membuatnya masuk dalam kategori makanan cepat saji.
Kategori roti, donat, dan dessert
31. Sour Sally
Sour Sally dikenal melalui produk frozen yogurt dengan berbagai pilihan topping dan rasa. Konsep dessert ini menyasar pelanggan yang mencari alternatif camilan dengan pilihan yang dapat disesuaikan.
32. Roti’O
Roti’O dikenal melalui roti dengan aroma mentega yang menjadi salah satu ciri produknya. Outletnya banyak ditemui di lokasi dengan mobilitas tinggi, sehingga produknya sesuai dengan karakter makanan yang praktis dibawa.
Ketersediaan franchise, paket kemitraan, biaya investasi, dan status pembukaan kemitraan dapat berubah. Pastikan Anda memeriksa informasi terbaru langsung dari masing-masing brand sebelum mengambil keputusan.
Tips memilih franchise makanan kekinian yang tepat
Franchise tidak hanya diukur dari popularitas. Tetapi, bisnis perlu melihat apakah konsep bisnis tersebut sesuai dengan kondisi pasar, modal hingga kemampuan operasional.
1. Perhatikan daya tahan tren
Produk yang viral belum tentu memiliki permintaan yang bertahan lama. Cari tahu usia brand, perkembangan jumlah outlet, serta bagaimana performanya setelah tren awal mulai mereda.
2. Sesuaikan dengan karakter lokasi
Keberhasilan sebuah franchise di satu daerah tidak otomatis sama di lokasi lain. Pertimbangkan usia konsumen, daya beli, kebiasaan makan, jam ramai, akses lokasi, dan kompetitor di sekitar outlet.
3. Cari tahu pengalaman mitra
Selain materi promosi dari franchisor, cari informasi dari mitra yang sudah menjalankan outlet. Anda dapat mencari tahu pengalaman mereka terkait pasokan bahan baku, dukungan operasional, pemasaran, target penjualan, hingga kendala yang pernah dihadapi.
4. Pastikan sistem operasionalnya jelas
Periksa apakah franchisor menyediakan SOP, resep, pelatihan, standar pelayanan, pemasok bahan baku, serta dukungan setelah outlet mulai beroperasi. Sistem yang jelas dapat membantu menjaga konsistensi operasional outlet.
5. Hitung seluruh biaya investasi
Jangan hanya memperhitungkan harga paket franchise. Masukkan pula biaya sewa atau renovasi lokasi, peralatan, bahan baku, gaji karyawan, listrik, pemasaran, biaya platform, hingga sistem kasir dan inventaris.
6. Hitung potensi omzet dan biaya operasional
Buat proyeksi sederhana mengenai jumlah transaksi, nilai rata-rata transaksi, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, sewa, dan biaya operasional lainnya. Dari sini, Anda dapat memperkirakan kebutuhan modal kerja dan titik impas bisnis.
7. Perhatikan sistem kasir dan pengelolaan stok
Sistem operasional yang baik perlu didukung pencatatan transaksi dan persediaan yang rapi. Pastikan Anda dapat memantau penjualan, stok bahan baku, produk terlaris, dan performa outlet tanpa harus mengandalkan pencatatan manual.
Untuk bisnis F&B yang mulai memiliki lebih dari satu outlet, sistem POS dapat membantu memusatkan data transaksi dan operasional. Mekari POS, misalnya, menyediakan pengelolaan transaksi dan operasional outlet yang dapat mendukung bisnis F&B dengan kebutuhan pengelolaan cabang dan inventaris.
8. Evaluasi dukungan setelah outlet berjalan
Dukungan franchisor tidak hanya dibutuhkan ketika membuka outlet. Cari tahu apakah tersedia bantuan terkait operasional, pemasaran, pasokan bahan baku, pelatihan karyawan, serta evaluasi performa setelah outlet mulai berjalan.
Cara mengelola operasional franchise makanan dengan lebih efisien
Setelah memilih franchise, tantangan berikutnya adalah menjaga operasional outlet tetap konsisten. Pengelolaan transaksi, stok, dan laporan yang masih dilakukan secara manual dapat menjadi semakin rumit ketika jumlah transaksi dan outlet bertambah.
Beberapa proses yang perlu diperhatikan antara lain:
- Kelola transaksi secara terpusat: Pastikan seluruh transaksi tercatat dalam sistem agar data penjualan lebih mudah dipantau dan direkap.
- Pantau stok bahan baku: Catat penggunaan dan pergerakan stok untuk membantu mengurangi risiko kehabisan bahan atau penumpukan persediaan.
- Pantau performa setiap outlet: Bandingkan penjualan dan performa operasional antarcabang untuk mengetahui outlet atau produk yang membutuhkan perhatian lebih.
- Gunakan laporan penjualan: Data penjualan dapat membantu melihat produk yang paling banyak terjual, jam transaksi ramai, serta tren penjualan outlet.
- Integrasikan sistem dengan kebutuhan bisnis: Jika bisnis menggunakan berbagai channel pembayaran atau layanan pendukung, integrasi dapat membantu mengurangi pencatatan secara manual.
Dengan sistem POS yang terintegrasi, pemilik bisnis dapat memperoleh data operasional yang lebih terpusat sehingga pengelolaan outlet tidak hanya bergantung pada pencatatan manual.
Pastikan operasional franchise tetap efisien dengan Mekari POS!
Dalam mengelola bisnis franchise, salah satu dari banyaknya tantangan adalah menjaga operasional harian tetap efisien, mulai dari pencatatan transaksi, pengelolaan stok bahan baku, hingga laporan penjualan, terutama saat tren sedang naik dan volume pesanan melonjak drastis.
Maka dari itu, Mekari POS hadir sebagai solusi multi-industri berbasis cloud untuk bisnis F&B, retail, dan jasa, dengan kapabilitas manajemen transaksi dan inventaris yang membantu bisnis franchise dalam mencatat setiap penjualan secara otomatis dan memantau stok bahan baku secara real-time.
Beberapa fitur yang mendukung operasional franchise yang lebih terkendali, antara lain:
- Pencatatan transaksi otomatis: Setiap penjualan langsung tercatat dalam sistem tanpa rekap manual, sehingga data penjualan harian selalu akurat sebagai dasar evaluasi dan perencanaan stok.
- Manajemen inventaris real-time: Pantau penggunaan dan level stok bahan baku secara langsung agar kehabisan bahan tidak mengganggu operasional di jam ramai.
- Laporan penjualan per produk dan per outlet: Identifikasi menu terlaris dan bandingkan performa antar-outlet dari satu dashboard terpusat untuk menentukan strategi yang tepat di setiap cabang.
- Manajemen multicabang: Pantau seluruh outlet dari satu sistem terpusat agar standar operasional dan konsistensi layanan terjaga di setiap lokasi franchise.
Kelola operasional franchise makanan kekinian lebih efisien bersama Mekari POS.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
