- Kopi Kenangan belum membuka franchise untuk masyarakat umum karena memilih mengembangkan gerai melalui kepemilikan langsung. Karena itu, informasi biaya franchise yang beredar perlu dicek ulang.
- Sebagai alternatif, Anda dapat bergabung dengan brand kopi lain yang membuka kemitraan atau membangun coffee shop dengan brand sendiri, termasuk menyusun desain menu yang memperkuat identitas usaha.
- Mekari POS hadir sebagai solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa. Mekari POS membantu pemilik coffee shop menstandardisasi resep, menghitung biaya per menu, dan memantau menu terlaris, sehingga rasa tetap konsisten dan margin per gelas lebih mudah dikontrol.
Kopi Kenangan merupakan salah satu brand kopi lokal yang dikenal luas dan memiliki banyak gerai di berbagai kota. Tidak heran jika banyak orang mencari informasi tentang biaya franchise Kopi Kenangan sebagai pilihan untuk memulai bisnis kopi.
Namun, sampai saat ini Kopi Kenangan belum membuka sistem franchise untuk masyarakat umum. Jika Anda tetap ingin memulai bisnis kopi dengan sistem kemitraan, ada beberapa brand lain yang dapat dipertimbangkan.
Peluang franchise Kopi Kenangan
Kopi Kenangan merupakan salah satu brand kopi lokal yang telah berkembang dengan ratusan gerai di berbagai kota di Indonesia. Popularitasnya membuat banyak orang tertarik mencari tahu peluang membuka gerai Kopi Kenangan, termasuk biaya franchise yang perlu disiapkan.
Sayangnya, sampai saat ini Kopi Kenangan belum membuka sistem franchise atau waralaba kepada masyarakat umum. Menurut keterangan CEO Kenangan Brands, Edward Tirtanata, perusahaan memilih mengembangkan gerainya melalui kepemilikan langsung. Dengan model tersebut, gerai Kopi Kenangan tidak dimiliki oleh mitra franchise seperti pada bisnis waralaba pada umumnya.
Ada beberapa alasan yang dapat menjelaskan pilihan model tersebut, antara lain:
- Memaksimalkan pendapatan dari setiap gerai: Dalam model franchise, pemilik brand biasanya memperoleh pendapatan dari franchise fee, royalty fee, atau persentase omzet gerai mitra. Dengan kepemilikan langsung, perusahaan dapat mengelola pendapatan dan keuntungan gerai tanpa harus membaginya dengan pemilik franchise.
- Menjaga konsistensi kualitas: Kepemilikan langsung memberi perusahaan kontrol lebih besar terhadap standar produk, pelayanan, pelatihan karyawan, dan prosedur operasional di setiap gerai. Bagi brand dengan banyak gerai, konsistensi rasa dan pengalaman pelanggan menjadi bagian penting dari identitas merek.
Peluang bisnis coffee shop di Indonesia
Tidak adanya franchise Kopi Kenangan bukan berarti peluang bisnis kopi ikut tertutup. Pasar coffee shop masih menunjukkan pertumbuhan, baik secara global maupun di Indonesia.
Besarnya pasar sekaligus menunjukkan bahwa peluang dan persaingan berjalan beriringan. Pasar yang terus tumbuh memberi ruang bagi bisnis baru, tetapi banyaknya coffee shop membuat pemilik usaha perlu memiliki pembeda yang jelas.
- Permintaan besar: Pasar yang terus tumbuh membuka peluang bagi pelaku usaha baru, terutama yang memiliki konsep produk dan lokasi yang sesuai dengan target pelanggan.
- Persaingan padat: Banyaknya outlet membuat pelanggan memiliki banyak pilihan. Brand yang belum dikenal perlu menawarkan pembeda, baik dari produk, lokasi, harga, maupun pengalaman pelanggan.
Salah satu cara yang dapat dipilih untuk masuk ke pasar tersebut adalah bergabung dengan brand yang sudah memiliki sistem bisnis. Berikut beberapa alternatif franchise kopi yang dapat dipertimbangkan.
Alternatif franchise kopi selain Kopi Kenangan
Jika Anda mencari alternatif franchise kopi, ada beberapa brand yang dapat dipertimbangkan. Berikut perbandingan skema investasi dari masing-masing brand.
1. Janji Jiwa
Salah satu brand kopi kekinian yang banyak ditawarkan melalui kemitraan. Sistem royalti bulanan tetap tidak selalu diberlakukan, tetapi mitra biasanya diwajibkan membeli bahan baku utama dari pusat. Biaya bahan tersebut perlu diperhitungkan karena akan berpengaruh pada margin.
2. Kopi Kulo
Menawarkan kemitraan dengan pendaftaran melalui kanal online atau email. Karena kisaran biaya yang disebutkan antar sumber cukup berbeda, minta rincian paket terbaru sebelum menghitung kebutuhan modal.
3. Tomoro Coffee
Menyebut dukungan operasional mulai dari penyediaan bahan baku hingga pelatihan staf. Jika tertarik dengan konsep gerai modern, pastikan struktur biaya, kebutuhan investasi, dan ketentuan royalti dijelaskan secara tertulis.
4. Cotti Coffee
Brand asal Tiongkok dengan konsep gerai kecil yang berorientasi take-away. Kebutuhan modalnya termasuk yang paling besar dalam daftar ini, sehingga perlu disesuaikan dengan kemampuan dana dan rencana pengembangan gerai.
5. Flash Coffee
Brand ini terus melakukan ekspansi di Indonesia, tetapi informasi mengenai skema kemitraan resminya belum dapat dipastikan. Jika ingin mempertimbangkannya, hubungi pihak brand secara langsung untuk mengetahui apakah program kemitraan tersedia.
Berapa modal franchise coffee shop dan apa saja komponennya?
Perbedaan estimasi investasi antar brand cukup besar. Selain franchise fee, ada sejumlah biaya lain yang perlu masuk dalam perhitungan modal awal.
- Biaya kemitraan atau franchise fee: Biaya awal untuk menggunakan merek dan sistem bisnis. Beberapa brand memasukkannya ke dalam paket investasi, sedangkan lainnya memisahkannya.
- Paket peralatan: Mesin espresso, grinder, perangkat seduh, dan sistem kasir. Pada beberapa brand, peralatan tertentu wajib dibeli dari pusat.
- Sewa tempat: Biaya ini sering menjadi salah satu pengeluaran terbesar dan biasanya tidak termasuk dalam paket franchise. Besarnya dapat berbeda tergantung jenis lokasi, seperti ruko, kiosk mal, atau booth.
- Renovasi dan interior: Biaya untuk menyesuaikan tempat dengan standar desain dan identitas brand.
- Stok awal bahan baku: Biji kopi, susu, sirup, kemasan, dan bahan lain yang dibutuhkan untuk operasional awal.
- Dana operasional: Gaji barista, listrik, promosi lokal, dan kebutuhan lain selama penjualan belum stabil.
Jangan hanya melihat besarnya modal awal. Perhatikan juga bagaimana brand memperoleh pendapatan dari mitra. Ada yang menerapkan royalti berdasarkan omzet, sementara brand lain tidak memungut royalti bulanan tetapi mewajibkan pembelian bahan baku dari pusat. Keduanya akan mempengaruhi margin, sehingga perhitungan sebaiknya mencakup biaya operasional dan biaya per gelas.
Tips sebelum memulai franchise coffee shop
Memilih franchise kopi tidak cukup hanya dengan membandingkan nominal investasi. Ada beberapa hal yang perlu dicek sebelum menentukan brand dan lokasi.
1. Hitung break-even dalam jumlah gelas per hari
Jangan hanya mengandalkan estimasi balik modal dari brand. Hitung biaya tetap bulanan seperti sewa, gaji, dan listrik, lalu bandingkan dengan margin per gelas untuk mengetahui target penjualan harian.
2. Cek kewajiban pembelian bahan baku
Tanyakan apakah biji kopi, susu, sirup, dan bahan lainnya wajib dibeli dari pusat, bagaimana harganya, serta apakah ada kemungkinan kenaikan harga. Hal ini akan berpengaruh langsung terhadap margin.
3. Tanyakan radius dan jumlah gerai di sekitar lokasi
Gerai dari brand yang sama maupun pesaing di sekitar lokasi dapat membagi potensi pelanggan. Karena itu, tanyakan kebijakan brand mengenai jarak antargerai.
4. Sesuaikan format gerai dengan lokasi
Kiosk take-away, booth, dan kafe dine-in memiliki kebutuhan modal serta pola penjualan yang berbeda. Pilih format berdasarkan karakter lokasi, misalnya area perkantoran, kampus, atau permukiman.
5. Kunjungi gerai mitra yang sudah berjalan
Perhatikan kondisi gerai, antrean, jam ramai, dan karakter pelanggannya. Jika memungkinkan, tanyakan kepada mitra mengenai biaya operasional yang mungkin tidak tercantum dalam brosur.
6. Pastikan kebutuhan listrik dan fasilitas terpenuhi
Mesin espresso, grinder, pendingin, dan peralatan lain membutuhkan daya listrik tertentu. Cek kapasitas listrik lokasi sejak awal agar tidak muncul biaya tambahan yang tidak diperhitungkan.
7. Siapkan tim barista sejak awal
Tanyakan bentuk pelatihan yang diberikan brand dan siapkan rencana perekrutan jika ada barista yang keluar setelah operasional berjalan.
8. Bayar hanya melalui rekening resmi perusahaan
Penawaran franchise kopi dapat muncul melalui situs atau pihak perantara. Pastikan kontak, dokumen, dan rekening pembayaran benar-benar berasal dari kanal resmi brand.
Memulai coffee shop dengan brand sendiri
Franchise bukan satu-satunya cara untuk memulai bisnis coffee shop. Dengan membangun brand sendiri, Anda lebih bebas menentukan konsep, menu, harga, dan desain gerai. Namun, seluruh kebutuhan bisnis juga perlu disiapkan secara mandiri, mulai dari mencari supplier hingga membangun brand awareness.
Untuk coffee shop skala kecil hingga menengah, berikut gambaran modal awal yang perlu disiapkan:
| Komponen | Estimasi biaya |
|---|---|
| Sewa tempat | Rp20.000.000–Rp40.000.000 per tahun |
| Peralatan kopi | Rp15.000.000–Rp40.000.000 |
| Renovasi dan interior | Rp10.000.000–Rp30.000.000 |
| Bahan baku awal | Rp5.000.000–Rp15.000.000 |
| Sistem kasir dan promosi awal | Rp5.000.000–Rp10.000.000 |
| Total estimasi modal awal | Rp55.000.000–Rp135.000.000 |
Angka tersebut merupakan gambaran awal dan dapat berbeda tergantung lokasi, luas gerai, konsep, serta jenis peralatan yang digunakan. Selain modal awal, siapkan juga dana operasional untuk menutup pengeluaran selama penjualan belum stabil.
Mengapa desain menu kopi penting untuk branding?
Saat membangun brand sendiri, menu tidak hanya berfungsi sebagai daftar produk, tetapi juga dapat memperkuat identitas coffee shop. Beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:
- Kelompokkan menu berdasarkan kategori: Pisahkan kopi susu, kopi hitam, non-kopi, dan makanan pendamping agar pelanggan lebih mudah menemukan produk yang dicari.
- Tonjolkan menu andalan: Tempatkan best seller atau signature drink pada bagian yang mudah terlihat agar perhatian pelanggan lebih cepat tertuju pada produk utama.
- Sesuaikan dengan identitas brand: Gunakan tipografi, warna, dan elemen visual yang konsisten dengan konsep coffee shop.
- Tulis deskripsi singkat dan batasi pilihan: Jelaskan rasa atau bahan utama secara singkat dan hindari menu yang terlalu panjang agar pelanggan tidak kesulitan menentukan pilihan.
Bangun coffee shop Anda sendiri dengan dukungan Mekari POS
Salah satu alasan Kopi Kenangan memilih kepemilikan langsung adalah menjaga konsistensi kualitas di setiap gerai. Saat membangun coffee shop dengan brand sendiri, tanggung jawab itu sepenuhnya ada di tangan Anda. Rasa setiap menu harus konsisten, biaya per gelas harus terhitung, dan menu andalan perlu ditentukan berdasarkan data, bukan perkiraan.
Mekari POS adalah solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa. Melalui solusi POS untuk cafe dan coffee shop, Mekari POS membantu Anda menjalankan coffee shop dengan standar operasional layaknya brand besar. Berikut fitur yang dapat dimanfaatkan:
- Standardisasi resep: Tetapkan takaran bahan untuk setiap menu agar rasa kopi susu, latte, atau signature drink tetap konsisten, siapa pun baristanya.
- Kontrol stok bahan baku otomatis: Stok biji kopi, susu, dan sirup berkurang otomatis setiap menu terjual, termasuk untuk menu dengan modifier. Selisih penggunaan bahan pun lebih mudah terdeteksi.
- Modifier pesanan yang akurat: Catat preferensi pelanggan, seperti jenis susu, extra shot, atau kadar gula, dan biaya tambahannya otomatis masuk ke tagihan.
- Laporan menu terlaris dan margin real-time: Ketahui menu yang paling laku dan margin per produk sebagai dasar menentukan menu andalan sekaligus menghitung target penjualan harian.
- Pesanan multi-channel dan QR ordering: Proses pesanan dine-in, pick-up, delivery, hingga GrabFood dalam satu sistem, termasuk pemesanan mandiri melalui QR di meja.
- Membership dan loyalty: Bangun pelanggan setia dengan sistem poin dan level membership sebagai pembeda di tengah persaingan coffee shop.
- Integrasi Mekari Jurnal: Sinkronkan transaksi ke Mekari Jurnal untuk perhitungan COGS dan laporan keuangan yang lebih akurat.
Saatnya bangun coffee shop dengan rasa yang konsisten dan margin yang terukur bersama Mekari POS.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References
References
The Business Research Company. “Coffee Shops Market Report 2026”
