8 mins read

Franchise Burger: Peluang Bisnis & Rekomendasi

franchise burger
Mekari POS Insight

  • Franchise burger umumnya ditawarkan dalam konsep booth atau gerobak dan toko atau ruko. Masing-masing konsep memiliki kebutuhan modal, tempat, dan jumlah karyawan yang berbeda.
  • Harga paket hanyalah sebagian dari total investasi. Calon mitra perlu memperhitungkan sewa, renovasi, gaji, stok tambahan, biaya rutin dari brand, serta dana cadangan.
  • Mekari POS adalah solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa. Mekari POS membantu pemilik usaha burger mencatat transaksi, mengontrol stok bahan baku, dan membandingkan laba aktual dengan simulasi awal, baik untuk booth maupun toko.

Burger menjadi salah satu pilihan bisnis makanan cepat saji dengan target pasar yang luas. Bagi calon pengusaha, franchise burger bisa menjadi pilihan untuk memulai usaha dengan memanfaatkan merek, menu, dan sistem operasional yang telah disiapkan.

Namun, setiap brand menawarkan konsep gerai dan paket kemitraan yang berbeda. Karena itu, Anda perlu membandingkan estimasi modal, fasilitas yang diperoleh, serta biaya operasional sebelum menentukan franchise yang sesuai dengan anggaran.

Peluang bisnis franchise burger di Indonesia

Bisnis burger di Indonesia masih memiliki peluang untuk dikembangkan, seiring dengan pertumbuhan penjualan di segmen restoran cepat saji. 

Menurut data Euromonitor yang dikutip Agriculture and Agri-Food Canada, penjualan restoran limited-service kategori burger di Indonesia mencapai sekitar US$635 juta pada 2024. Nilai ini tumbuh rata-rata 4,5% per tahun sejak 2020 dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar US$878 juta pada 2029, dengan pertumbuhan sekitar 5,8% per tahun.

Meski permintaan pasar berpotensi terus meningkat, laporan yang sama mencatat bahwa daya beli yang melemah mendorong sebagian konsumen memilih makanan dengan harga lebih terjangkau. Kondisi ini membuat pelaku usaha perlu mempertimbangkan harga jual dan efisiensi biaya agar tetap kompetitif.

Salah satu cara untuk memulai bisnis burger adalah melalui sistem franchise. Dengan sistem ini, Anda dapat memanfaatkan merek dan standar operasional yang telah disiapkan pemilik brand. Pilihan konsepnya pun beragam, mulai dari booth sederhana hingga restoran dengan area makan, sehingga dapat disesuaikan dengan modal dan target pelanggan.

Jenis konsep franchise burger dan estimasi modalnya

Franchise burger umumnya ditawarkan dalam dua konsep. Pilihan konsep ini memengaruhi besarnya investasi awal dan biaya operasional.

AspekKonsep booth atau gerobakKonsep toko atau ruko
Estimasi modal paketSekitar Rp15 juta hingga Rp50 jutaSekitar Rp150 juta hingga Rp500 juta
Kebutuhan tempatArea kecil, seperti depan toko, pinggir jalan, atau area kampusBangunan atau ruang usaha dengan area produksi dan tempat makan
Kebutuhan karyawanRelatif sedikitUmumnya lebih banyak
Biaya operasionalCenderung lebih rendahBerpotensi lebih tinggi
Cocok untukPemula dengan modal terbatasPengusaha yang ingin menjalankan gerai dengan skala lebih besar

Kisaran tersebut merupakan estimasi umum, bukan harga resmi dari brand tertentu. Setiap brand memiliki paket, fasilitas, dan persyaratan masing-masing. Pastikan Anda mengonfirmasi harga terbaru sebelum menentukan pilihan.

Rekomendasi franchise burger di Indonesia

Berikut beberapa brand burger yang dapat dipertimbangkan beserta gambaran estimasi biaya kemitraannya. 

1. Traffic Bun

Traffic Bun merupakan brand burger lokal yang dikenal melalui bisnis kuliner Fadil Jaidi. Biaya kemitraannya pernah diberitakan sekitar Rp200 juta pada 2022, dengan sejumlah kebutuhan gerai yang dikenakan biaya tambahan. Angka tersebut merupakan informasi historis, sehingga perlu dikonfirmasi kembali kepada pihak brand.

2. Aldi’s Burger

Aldi’s Burger menawarkan berbagai menu burger dengan konsep fresh to order. Namun, estimasi biaya franchise dan ketersediaan program kemitraannya belum dapat dipastikan dari informasi publik yang tersedia. Anda perlu menghubungi pihak brand untuk mengetahui apakah kemitraan tersedia.

3. Klenger Burger

Klenger Burger menawarkan konsep usaha burger dengan beberapa pilihan skala gerai. Informasi yang pernah dipublikasikan menyebut estimasi investasi sekitar Rp300 juta untuk counter, Rp600 juta untuk container atau ruko, dan Rp1,15 miliar untuk store. Angka tersebut merupakan informasi lama dan perlu dikonfirmasi kembali.

4. BarBurGer

BarBurGer menawarkan beberapa pilihan paket kemitraan berdasarkan skala usaha. Informasi yang pernah dipublikasikan mencantumkan estimasi investasi sekitar Rp250 juta, Rp400 juta, hingga Rp1 miliar untuk tipe gerai yang berbeda. Pastikan kembali harga, fasilitas, dan ketentuan paket yang tersedia saat ini.

5. Burger Blenger

Burger Blenger merupakan salah satu brand burger lokal yang dapat dipertimbangkan sebagai referensi bisnis. Namun, estimasi biaya franchise dan ketersediaan program kemitraannya belum dapat dipastikan. Hubungi pihak brand untuk mengetahui kebutuhan investasi serta fasilitas yang ditawarkan.

Informasi biaya di atas merupakan gambaran awal, bukan penawaran resmi yang menjamin ketersediaan franchise saat ini. Sebelum memilih, pastikan Anda memperoleh rincian paket terbaru, termasuk fasilitas, biaya rutin, dan kewajiban mitra.

Biaya franchise burger di luar paket

Harga paket kemitraan belum tentu mencakup seluruh kebutuhan pembukaan gerai. Karena itu, siapkan anggaran tambahan untuk beberapa komponen berikut.

  • Sewa lokasi: Biaya bergantung pada kota, luas tempat, dan posisi lokasi. Perhitungkan periode pembayaran sewa agar tidak mengganggu modal kerja.
  • Renovasi dan persiapan tempat: Lokasi mungkin membutuhkan penyesuaian instalasi listrik, air, saluran pembuangan, atau area produksi.
  • Gaji karyawan: Sesuaikan jumlah karyawan dengan jam operasional dan kebutuhan gerai, termasuk biaya terkait ketenagakerjaan.
  • Utilitas dan operasional harian: Mencakup listrik, air, internet, transportasi, dan kebutuhan operasional lainnya.
  • Stok bahan baku tambahan: Bahan baku awal dalam paket mungkin tidak mencukupi untuk operasional berikutnya. Siapkan anggaran pembelian stok berdasarkan perkiraan penjualan.
  • Promosi lokal: Alokasikan dana untuk mengenalkan gerai kepada calon pelanggan di sekitar lokasi.
  • Dana cadangan: Siapkan dana untuk pengeluaran tidak terduga atau ketika penjualan belum sesuai target.

Dengan memperhitungkan seluruh komponen tersebut, Anda dapat mengetahui total investasi yang dibutuhkan, bukan hanya harga paket kemitraan. Hindari menggunakan seluruh modal untuk membeli paket tanpa menyisakan dana operasional.

Menghitung omzet dan keuntungan franchise burger

Omzet dan keuntungan franchise burger bergantung pada jumlah transaksi, harga jual, biaya bahan baku, dan pengeluaran operasional. Karena kondisi setiap gerai berbeda, estimasi omzet dari satu brand tidak dapat dijadikan patokan keuntungan bagi semua mitra.

Untuk memperkirakan potensi keuntungan, Anda dapat menggunakan rumus sederhana berikut.

Laba bersih = Omzet – HPP – Biaya operasional

Sebagai simulasi, jika gerai menghasilkan omzet Rp100 juta per bulan, dengan HPP dan total biaya operasional sebesar Rp80 juta, laba bersihnya mencapai Rp20 juta per bulan.

Angka tersebut hanya ilustrasi, bukan gambaran keuntungan rata-rata franchise burger. Perhitungan aktual juga perlu memperhitungkan pajak, biaya lain yang belum tercakup, serta pengeluaran tidak rutin.

Setelah memperkirakan laba bersih, bandingkan hasilnya dengan total investasi awal untuk menghitung estimasi waktu balik modal. Gunakan asumsi penjualan yang realistis agar hasil perhitungan tidak terlalu optimistis.

Cara memilih franchise burger yang sesuai

Sebelum menentukan brand, pertimbangkan beberapa aspek berikut agar investasi sesuai dengan anggaran dan kesiapan Anda dalam mengelola usaha.

1. Sesuaikan konsep dan modal

Pilih konsep booth atau toko berdasarkan dana yang tersedia setelah memperhitungkan biaya sewa lokasi dan modal kerja. Jangan hanya memilih paket berdasarkan harga paling murah atau fasilitas paling lengkap.

2. Periksa fasilitas paket

Bandingkan peralatan, bahan baku awal, pelatihan, dan materi promosi yang disediakan setiap brand. Pastikan Anda mengetahui fasilitas yang termasuk dalam paket dan kebutuhan yang harus disediakan sendiri.

3. Pahami biaya rutin

Periksa apakah brand menerapkan royalti berdasarkan omzet, biaya perawatan tetap, atau lisensi berkala. Bandingkan skema tersebut dengan perkiraan omzet dan biaya operasional gerai.

4. Evaluasi lokasi dan persaingan

Pertimbangkan kesesuaian lokasi dengan target pelanggan, akses, visibilitas gerai, biaya sewa, dan kompetitor di sekitar. Lokasi yang strategis perlu tetap sesuai dengan anggaran agar biaya operasional tidak membebani usaha.

5. Pelajari perjanjian kemitraan

Periksa masa berlaku kerja sama, biaya perpanjangan, kewajiban pembelian bahan baku, standar operasional, dan ketentuan penghentian kerja sama. Pastikan semua biaya dan kewajiban dijelaskan sebelum menandatangani perjanjian.

6. Pertimbangkan kesiapan operasional

Walaupun standar usaha telah disiapkan, Anda tetap perlu mengawasi karyawan, persediaan, kualitas produk, dan pelayanan pelanggan. Pastikan Anda memiliki waktu atau tim yang mampu menjalankan operasional secara konsisten.

Tahapan memulai franchise burger

Setelah menentukan brand yang sesuai, siapkan kebutuhan usaha dan ikuti proses pengajuan kemitraan yang ditetapkan pemilik brand.

1. Tentukan lokasi usaha

Pilih lokasi sesuai target pelanggan dan persyaratan brand. Periksa luas tempat, harga sewa, lalu lintas pengunjung, akses kendaraan, dan kompetitor sebelum membayar sewa atau memulai renovasi.

2. Hubungi pihak brand

Tanyakan ketersediaan program kemitraan, harga paket, fasilitas, biaya tambahan, persyaratan lokasi, dan tahapan pengajuan. Mintalah proposal terbaru agar Anda dapat menghitung total kebutuhan investasi.

3. Siapkan dokumen dan dana

Lengkapi dokumen yang diminta serta siapkan biaya paket, sewa, renovasi, gaji, stok tambahan, dan modal kerja. Pastikan dana cadangan tetap tersedia setelah seluruh kebutuhan awal diperhitungkan.

4. Ikuti survei lokasi

Jika diperlukan, pihak brand akan meninjau lokasi untuk menilai kesesuaiannya dengan standar operasional. Pastikan lokasi mendapat persetujuan sebelum melanjutkan persiapan gerai.

5. Pelajari perjanjian kemitraan

Pastikan seluruh biaya, fasilitas, hak, dan kewajiban tercantum jelas sebelum menandatangani perjanjian. Tanyakan ketentuan yang belum dipahami, termasuk biaya rutin dan masa berlaku kerja sama.

6. Persiapkan pembukaan gerai

Siapkan peralatan, bahan baku, karyawan, pelatihan, dan sistem kasir sesuai ketentuan brand. Periksa kesiapan operasional sebelum mulai melayani pelanggan.

Memilih franchise burger tidak cukup hanya berdasarkan popularitas merek atau harga paket yang terjangkau. Dengan membandingkan total investasi, biaya rutin, potensi pasar, dan ketentuan kemitraan, Anda dapat menentukan usaha yang lebih sesuai dengan anggaran serta kesiapan operasional.

Siapkan operasional gerai burger dari booth hingga toko dengan Mekari POS

Kebutuhan operasional gerai burger berbeda sesuai konsepnya. Booth membutuhkan kasir yang ringkas dan tetap berjalan di lokasi dengan koneksi terbatas. Toko atau ruko membutuhkan alur pesanan yang lebih lengkap, mulai dari meja hingga dapur. Di kedua konsep, pemilik tetap perlu memantau biaya bahan baku dan membandingkan laba aktual dengan simulasi yang dibuat sebelum membuka gerai.

Mekari POS hadir sebagai solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa. Melalui solusi POS untuk bisnis F&B, Mekari POS membantu pemilik usaha burger menjalankan operasional yang menyesuaikan skala gerai. Berikut fitur yang dapat dimanfaatkan:

  • Kasir di berbagai perangkat: Gunakan tablet atau Android untuk booth, atau PC dan mesin kasir untuk toko. Transaksi tetap berjalan saat koneksi internet terputus.
  • Pesanan dari berbagai kanal: Kelola pesanan dine-in, takeaway, delivery, hingga GrabFood dalam satu sistem agar seluruh penjualan tercatat lengkap.
  • Koordinasi meja dan dapur: Untuk konsep toko, kelola meja dan teruskan pesanan ke dapur secara akurat agar penyajian tetap cepat saat jam ramai.
  • Modifier pesanan: Catat tambahan seperti ekstra keju atau patty beserta biayanya, sehingga tagihan selalu sesuai pesanan.
  • Resep dan stok bahan baku: Stok patty, roti, keju, dan saus berkurang otomatis setiap menu terjual, sehingga food cost dan kebutuhan restock lebih mudah dikontrol.
  • Laporan penjualan real-time: Pantau omzet dan menu terlaris untuk membandingkan hasil aktual dengan simulasi laba dan target balik modal.
  • Headquarter dan manajemen multicabang: Pantau seluruh gerai dari satu dasbor saat usaha berkembang dari satu booth ke beberapa lokasi.

Saatnya jalankan gerai burger dengan operasional yang terukur, dari booth hingga toko, bersama Mekari POS.

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

Agriculture and Agri-Food Canada. “Sector Trend Analysis – Foodservice Profile – Indonesia”

FAQ

1. Apa perbedaan franchise burger konsep booth dan toko?

1. Apa perbedaan franchise burger konsep booth dan toko?

Konsep booth atau gerobak membutuhkan area kecil, karyawan lebih sedikit, dan biaya operasional yang cenderung lebih rendah. Konsep toko atau ruko membutuhkan bangunan dengan area produksi dan tempat makan, serta umumnya lebih banyak karyawan.

2. Bagaimana cara menghitung keuntungan franchise burger?

2. Bagaimana cara menghitung keuntungan franchise burger?

Laba bersih dihitung dari omzet dikurangi HPP dan biaya operasional. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan total investasi awal untuk memperkirakan waktu balik modal, dengan asumsi penjualan yang realistis.

3. Bagaimana cara memilih franchise burger yang sesuai?

3. Bagaimana cara memilih franchise burger yang sesuai?

Sesuaikan konsep dengan modal, periksa fasilitas paket, pahami biaya rutin seperti royalti atau lisensi, evaluasi lokasi dan persaingan, pelajari perjanjian kemitraan, dan pertimbangkan kesiapan Anda menjalankan operasional.

4. Bagaimana Mekari POS membantu pemilik usaha burger?

4. Bagaimana Mekari POS membantu pemilik usaha burger?

Mekari POS dapat dijalankan di berbagai perangkat sesuai skala gerai, mencatat pesanan dan modifier dengan akurat, serta mengurangi stok bahan baku secara otomatis. Laporan penjualan real-time juga membantu membandingkan laba aktual dengan simulasi awal.

Mekari POS

Mekari POS adalah solusi multi-industri yang memungkinkan bisnis F&B retail, dan jasa untuk mengelola transaksi, inventaris, dan performa seluruh cabang dari satu dasbor terintegrasi sehingga operasional berjalan lebih efisien dan bisnis dapat fokus pada pertumbuhan yang nyata

Pelajari lebih lanjut

Mekari POS adalah bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti:

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • People
  • Customer
  • Services
  • Operasional & digitalisasi