- Franchise bakery memberi mitra akses ke merek, sistem operasional, dan pelatihan, dengan kebutuhan investasi yang sangat beragam tergantung konsep gerai, wilayah, dan brand yang dipilih.
- Harga paket belum tentu mencakup sewa, renovasi, gaji, stok tambahan, serta biaya rutin seperti royalti atau kontribusi pemasaran. Karena itu, isi paket dan perjanjian kerja sama perlu diperiksa dengan teliti.
- Mekari POS adalah solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa. Mekari POS membantu pemilik franchise bakery memantau produk terlaris, mengontrol bahan baku seperti tepung dan mentega, serta mengevaluasi performa setiap outlet.
Franchise bakery menjadi salah satu pilihan bagi Anda yang ingin memulai bisnis kuliner dengan dukungan brand dan sistem operasional yang sudah dikembangkan. Namun, kebutuhan investasinya beragam, mulai dari puluhan juta hingga miliaran rupiah, bergantung pada konsep gerai dan ketentuan masing-masing franchisor.
Sebelum memilih, Anda perlu membandingkan kisaran modal, fasilitas yang termasuk dalam paket, serta biaya operasional yang perlu disiapkan. Artikel ini membahas alasan franchise bakery masih menarik, enam rekomendasi brand di Indonesia, komponen biaya, hingga panduan memilih dan memulai bisnisnya.
Mengapa franchise bakery masih jadi peluang bisnis yang menarik?
Bisnis bakery memiliki pasar yang beragam karena roti dan kue dikonsumsi dalam berbagai kesempatan, mulai dari sarapan dan camilan sehari-hari hingga oleh-oleh. Kebutuhan yang bervariasi ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau segmen pelanggan yang berbeda.
Potensi pasar tersebut juga tercermin dari pertumbuhan industri bakery di Indonesia.
Pertumbuhan ini didorong oleh perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan, terutama di perkotaan, serta ekspansi gerai oleh peritel dan jaringan bakery. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peluang bisnis bakery masih terbuka, termasuk bagi calon pengusaha yang ingin memulai melalui sistem franchise dengan dukungan brand dan operasional yang telah disiapkan.
Meski demikian, pertumbuhan pasar tidak menjamin setiap gerai akan menghasilkan keuntungan. Sebelum memilih franchise bakery, Anda tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan modal, potensi lokasi, kesesuaian produk dengan target pelanggan, dan biaya operasional agar peluang bisnis dapat dimanfaatkan secara optimal.
6 Rekomendasi franchise bakery di Indonesia
Setiap franchise bakery memiliki konsep, persyaratan kemitraan, dan kebutuhan investasi yang berbeda. Berikut enam brand beserta kisaran modalnya
1. Papibu Coffee Bun
Papibu Coffee Bun menawarkan konsep bakery dengan produk andalan berupa coffee bun atau roti beraroma kopi. Brand ini dapat menjadi pilihan bagi calon mitra yang ingin menyasar pelanggan pencinta roti dan camilan praktis.
Kebutuhan investasinya disebut berada di kisaran Rp70 juta. Papibu Coffee Bun juga dilaporkan telah memiliki lebih dari 23 gerai.
Selain mempertimbangkan harga paket, calon mitra perlu memastikan fasilitas yang disediakan, kebutuhan lokasi, serta dukungan operasional yang termasuk dalam kerja sama. Jika franchisor memberikan estimasi omzet, pastikan angka tersebut dipahami sebagai perkiraan, bukan jaminan pendapatan atau keuntungan.
2. Dominocake
Dominocake menawarkan beberapa pilihan paket berdasarkan konsep dan lokasi gerai. Untuk wilayah Jabodetabek, kisaran investasi yang disebutkan adalah sekitar Rp400 juta untuk paket booth dan Rp800 juta untuk paket ruko. Sementara itu, kebutuhan modal untuk lokasi di luar Jabodetabek dapat mencapai Rp1,4 miliar.
Perbedaan paket tersebut menunjukkan bahwa konsep gerai dan wilayah operasional dapat memengaruhi kebutuhan investasi. Booth dan ruko juga memiliki kebutuhan ruang serta fasilitas yang berbeda.
Sebelum memilih paket, periksa rincian fasilitas yang diperoleh, ketentuan lokasi, serta biaya tambahan yang belum termasuk dalam investasi awal.
3. BreadLife
BreadLife merupakan brand bakery bergaya Jepang yang dilaporkan memiliki lebih dari 52 gerai di 16 kota di Indonesia. Kisaran kebutuhan modal yang disebutkan untuk franchise ini berada di angka Rp500 juta hingga Rp900 juta.
Dengan konsep bakery yang telah dikembangkan, BreadLife dapat menjadi salah satu pilihan bagi calon mitra yang ingin menjalankan bisnis roti dengan sistem dari brand yang sudah memiliki jaringan gerai.
Namun, pastikan terlebih dahulu apakah peluang kemitraan tersedia untuk wilayah yang Anda inginkan. Tanyakan juga rincian biaya, fasilitas paket, standar operasional, dan bentuk dukungan yang diberikan kepada mitra.
4. Baker Old
Baker Old merupakan brand mexican bun yang berdiri sejak 2015 dan dilaporkan memiliki lebih dari 300 cabang di Indonesia. Brand ini menawarkan skema kemitraan yang mencakup pelatihan, survei lokasi, serta sejumlah peralatan dan perlengkapan untuk memulai usaha.
Paket kemitraannya disebut mulai dari Rp200 juta per outlet, dengan harga promo Rp157 juta. Namun, biaya renovasi dan sewa tempat belum termasuk dalam paket tersebut sehingga calon mitra perlu memperhitungkan kebutuhan tambahan untuk menyiapkan lokasi.
Peralatan yang disebut tersedia dalam paket antara lain oven, rak tray, meja counter, meja olah, showcase, freezer, perlengkapan produksi, seragam, dan perlengkapan pendukung outlet. Baker Old juga menyediakan pelatihan dan pendampingan setelah outlet beroperasi.
Sebelum mengajukan kemitraan, pastikan kembali harga paket yang berlaku, daftar fasilitas, dan ketentuan promo langsung kepada pihak brand.
5. Capital Bakery and Cake
Capital Bakery and Cake memiliki kisaran kebutuhan investasi sekitar Rp1,7 miliar hingga Rp1,9 miliar untuk wilayah Jabodetabek, termasuk opsi franchise syariah. Sementara itu, kebutuhan modal untuk wilayah di luar Jabodetabek disebut dapat mencapai sekitar Rp3,3 miliar.
Perbedaan nilai investasi berdasarkan wilayah perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi total dana yang perlu disiapkan. Selain harga paket, calon mitra juga perlu memahami fasilitas yang diberikan dan pengeluaran yang harus ditanggung secara terpisah.
Jika tertarik dengan brand ini, mintalah rincian penawaran terbaru agar Anda dapat mengetahui cakupan investasi, persyaratan lokasi, dan ketentuan kerja sama secara lebih jelas.
6. Tous Les Jours
Tous Les Jours merupakan brand bakery internasional asal Korea Selatan dengan konsep toko roti dan kue yang beragam. Kisaran franchise fee yang disebutkan berada di angka Rp612 juta, sedangkan total biaya pembukaan gerai dapat mencapai Rp10 miliar hingga Rp15 miliar.
Selain biaya awal, skema yang disebutkan mencakup royalti sebesar 5% dan kontribusi pemasaran sebesar 2% dari omzet. Calon mitra juga dilaporkan harus memenuhi persyaratan kekayaan bersih minimal US$1 juta.
Dengan kebutuhan investasi dan persyaratan finansial tersebut, Tous Les Jours memiliki skala investasi yang berbeda dari franchise bakery dengan modal puluhan atau ratusan juta rupiah. Calon mitra perlu memastikan ketersediaan peluang kerja sama, persyaratan finansial, dan seluruh ketentuan investasi langsung kepada pihak brand.
Komponen biaya franchise bakery yang perlu disiapkan
Harga paket franchise belum tentu mencakup seluruh kebutuhan operasional, maka Anda perlu memeriksa komponen investasi dan biaya operasional secara terpisah.
1. Franchise fee
Franchise fee merupakan biaya untuk memperoleh hak menggunakan merek dan sistem bisnis sesuai perjanjian waralaba. Besarnya bergantung pada kebijakan franchisor, cakupan hak yang diberikan, serta durasi kerja sama.
Periksa apakah biaya ini sudah termasuk dalam harga paket yang ditawarkan atau perlu dibayarkan secara terpisah. Pastikan pula ketentuan perpanjangan kerja sama dan hak penggunaan merek tercantum dengan jelas dalam perjanjian.
2. Pembangunan dan renovasi outlet
Biaya pembangunan dan renovasi digunakan untuk menyiapkan tempat usaha sesuai standar brand. Komponen ini dapat mencakup interior, instalasi listrik, area produksi, meja pelayanan, dan fasilitas pendukung lainnya.
Besarnya biaya bergantung pada kondisi awal bangunan, luas gerai, konsep outlet, serta standar desain dari franchisor. Periksa apakah renovasi sudah termasuk dalam paket atau menjadi tanggung jawab mitra.
3. Peralatan dan perlengkapan bakery
Operasional bakery membutuhkan peralatan yang sesuai dengan jenis produk dan kapasitas produksi. Peralatan tersebut dapat mencakup oven, mixer, lemari pendingin, freezer, etalase, meja produksi, mesin kasir, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Sebelum menyetujui paket, mintalah daftar peralatan secara terperinci. Pastikan Anda mengetahui perlengkapan yang sudah disediakan, spesifikasinya, serta peralatan tambahan yang perlu dibeli sendiri.
4. Bahan baku awal
Bahan baku awal diperlukan untuk memulai produksi dan melayani pelanggan. Kebutuhannya bergantung pada variasi produk, kapasitas produksi, dan sistem persediaan yang diterapkan oleh franchisor.
Periksa apakah paket mencakup stok awal, bagaimana proses pemesanan berikutnya, dan apakah mitra diwajibkan membeli bahan baku dari pusat atau pemasok tertentu. Ketentuan ini dapat memengaruhi biaya produksi dan pengelolaan stok.
5. Pelatihan karyawan
Pelatihan membantu karyawan memahami proses produksi, standar kualitas produk, pelayanan pelanggan, dan prosedur operasional. Beberapa franchisor memasukkan fasilitas ini ke dalam paket, sedangkan lainnya dapat menerapkan ketentuan tersendiri.
6. Biaya pemasaran
Biaya pemasaran dapat berupa kontribusi promosi kepada pusat maupun anggaran pemasaran lokal yang dikelola oleh mitra. Bentuknya bergantung pada sistem promosi dan kebijakan masing-masing brand.
Tanyakan apakah terdapat biaya pemasaran rutin, bagaimana dana tersebut digunakan, dan apakah mitra tetap perlu menjalankan promosi sendiri untuk menjangkau pelanggan di sekitar outlet.
7. Biaya operasional dan modal kerja
Selain investasi awal, Anda perlu menyiapkan dana untuk menjalankan bisnis setelah gerai dibuka. Pengeluaran ini dapat mencakup gaji karyawan, listrik, air, internet, gas, bahan baku tambahan, dan kebutuhan operasional lainnya.
Modal kerja berfungsi menjaga kelangsungan operasional ketika penjualan belum stabil atau terdapat pengeluaran yang tidak terduga. Besarnya kebutuhan dana perlu disesuaikan dengan konsep gerai, jumlah karyawan, dan ketentuan operasional dari franchisor.
Biaya di luar paket franchise bakery
Selain komponen investasi yang ditawarkan oleh franchisor, rincian ini penting diperiksa karena setiap brand memiliki cakupan paket yang berbeda.
1. Sewa lokasi
Biaya sewa bergantung pada luas tempat, lokasi, durasi sewa, dan ketentuan pemilik properti. Gerai di mal atau kawasan komersial dapat memiliki struktur biaya yang berbeda dari outlet di area permukiman.
Periksa pula kebutuhan uang jaminan, biaya sewa di muka, dan ketentuan perpanjangan kontrak. Pastikan lokasi yang dipilih sesuai dengan persyaratan franchisor sebelum membuat komitmen sewa.
2. Gaji karyawan
Kebutuhan tenaga kerja bergantung pada jam operasional, ukuran outlet, serta apakah proses produksi dilakukan di tempat atau menggunakan produk yang dikirim dari pusat.
Susun kebutuhan staf berdasarkan pembagian tugas, seperti produksi, pelayanan, kasir, dan pengelolaan stok. Pertimbangkan juga biaya pelatihan dan kebutuhan tenaga kerja tambahan ketika aktivitas penjualan meningkat.
3. Utilitas dan kebutuhan harian
Operasional bakery membutuhkan listrik, air, internet, gas jika digunakan, serta perlengkapan kebersihan dan kebutuhan harian lainnya. Penggunaan peralatan produksi dan pendingin dapat memengaruhi biaya utilitas.
Pastikan kebutuhan tersebut sudah diperhitungkan dalam rencana operasional, terutama jika gerai menggunakan banyak peralatan listrik atau beroperasi dalam waktu panjang.
4. Stok tambahan
Stok bahan baku dan kemasan perlu disesuaikan dengan kapasitas produksi serta kebutuhan penjualan. Jika permintaan meningkat, mitra mungkin perlu melakukan pemesanan tambahan di luar stok awal yang disediakan.
Periksa waktu pengadaan, minimum pemesanan, masa simpan bahan baku, dan ketentuan pengiriman agar persediaan dapat dikelola dengan baik.
5. Promosi lokal
Di luar kontribusi pemasaran kepada pusat, mitra mungkin perlu menyiapkan promosi untuk menjangkau pelanggan di sekitar outlet. Bentuknya dapat berupa promosi pembukaan, materi promosi lokal, atau aktivitas pemasaran sesuai kebijakan brand.
Pastikan aktivitas tersebut sesuai dengan pedoman identitas merek dan ketentuan promosi yang berlaku.
6. Dana cadangan
Dana cadangan diperlukan untuk mengantisipasi kebutuhan yang belum tercakup dalam rencana awal, seperti perbaikan peralatan, penggantian perlengkapan, atau pengeluaran operasional mendadak.
Menyiapkan dana terpisah membantu bisnis menjaga kelangsungan operasional tanpa harus mengandalkan seluruh dana yang dialokasikan untuk pembukaan gerai.
Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih franchise bakery
Sebelum memilih franchise, Anda perlu menilai kesesuaian konsep bisnis, ketentuan kerja sama, dan dukungan yang diberikan oleh franchisor.
1. Sesuaikan investasi dengan kemampuan finansial
Tentukan batas anggaran sebelum membandingkan brand. Perhitungkan bukan hanya harga paket, tetapi juga biaya di luar paket, kebutuhan operasional, dan dana cadangan.
Hindari menggunakan seluruh dana untuk pembukaan outlet karena bisnis tetap membutuhkan modal kerja setelah mulai beroperasi. Pilih skema investasi yang sesuai dengan kemampuan finansial dan kesiapan Anda menjalankan usaha.
2. Pilih konsep yang sesuai dengan target pasar
Perhatikan karakteristik pelanggan yang ingin Anda jangkau dan jenis produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Bakery dengan konsep premium, misalnya, dapat memiliki target pasar dan kebutuhan lokasi yang berbeda dari gerai yang berfokus pada roti dengan harga terjangkau.
Pertimbangkan pula variasi produk, kebiasaan konsumsi di sekitar lokasi, serta kompetitor yang sudah beroperasi. Kesesuaian konsep dengan target pasar dapat membantu Anda menentukan lokasi dan pendekatan pemasaran yang tepat.
3. Periksa isi paket dan biaya rutin
Bandingkan paket berdasarkan fasilitas yang diberikan, bukan hanya harga. Periksa apakah investasi sudah mencakup peralatan, bahan baku awal, renovasi, pelatihan, sistem kasir, dan dukungan pembukaan outlet.
Tanyakan juga mengenai royalti, kontribusi pemasaran, biaya perpanjangan, serta kewajiban pembelian bahan baku. Rincian ini membantu Anda memahami keseluruhan kewajiban finansial selama menjalankan franchise.
4. Evaluasi reputasi dan dukungan franchisor
Pelajari perkembangan jaringan gerai, konsistensi produk, dan respons pelanggan terhadap brand. Jika memungkinkan, cari informasi dari mitra yang sudah menjalankan usaha untuk memahami pengalaman operasional secara langsung.
Periksa pula bentuk dukungan setelah outlet dibuka. Pelatihan lanjutan, panduan operasional, pemasaran, pengembangan produk, dan pendampingan saat menghadapi kendala dapat membantu mitra menjalankan bisnis sesuai standar brand.
5. Perhatikan lokasi dan sistem pasokan
Lokasi perlu disesuaikan dengan target pelanggan, aksesibilitas, visibilitas outlet, dan persyaratan franchisor. Jangan memilih lokasi hanya berdasarkan keramaian tanpa mempertimbangkan biaya sewa dan kesesuaiannya dengan konsep bisnis.
Selain itu, pahami sistem pasokan bahan baku. Pastikan Anda mengetahui pemasok yang diwajibkan, mekanisme pemesanan, minimum pembelian, harga bahan baku, dan jadwal pengiriman agar operasional tidak terganggu.
6. Pelajari perjanjian franchise
Sebelum menandatangani kerja sama, baca seluruh ketentuan perjanjian dengan teliti. Perhatikan durasi kerja sama, wilayah operasional, hak penggunaan merek, kewajiban pembelian bahan baku, royalti, ketentuan perpanjangan, dan prosedur penghentian kerja sama.
Pastikan pula pembagian tanggung jawab antara franchisor dan mitra dijelaskan dengan jelas. Jika terdapat klausul yang belum dipahami, mintalah penjelasan atau konsultasikan dengan pihak yang memahami perjanjian bisnis.
Cara memilih franchise bakery yang sesuai
Setiap franchisor dapat memiliki prosedur berbeda, tetapi langkah berikut dapat menjadi panduan umum.
1. Tentukan brand dan paket yang sesuai
Bandingkan beberapa franchise berdasarkan kebutuhan investasi, konsep produk, target pasar, lokasi, dan dukungan yang ditawarkan. Pilih brand yang sesuai dengan kemampuan finansial serta rencana pengelolaan bisnis Anda.
Pada tahap ini, susun daftar pertanyaan mengenai biaya, fasilitas paket, persyaratan mitra, dan kewajiban operasional agar informasi yang diperoleh dari setiap brand dapat dibandingkan dengan lebih mudah.
2. Hubungi franchisor dan ajukan kerja sama
Hubungi pihak franchisor melalui kanal resminya untuk mengetahui ketersediaan franchise, wilayah yang dapat dibuka, persyaratan mitra, dan paket investasi terbaru.
Mintalah dokumen penawaran serta rincian biaya secara tertulis. Pastikan seluruh informasi penting telah dikonfirmasi sebelum membayar biaya awal atau menyepakati kerja sama.
3. Pilih dan ajukan lokasi
Tentukan lokasi berdasarkan target pasar, akses pelanggan, visibilitas outlet, dan kondisi lingkungan sekitar. Jika franchisor memiliki standar lokasi tertentu, pastikan tempat yang dipilih memenuhi persyaratan tersebut.
Sebelum menyewa tempat, periksa persetujuan franchisor, ketentuan pemilik properti, serta kebutuhan renovasi. Langkah ini membantu mengurangi risiko memilih lokasi yang tidak sesuai dengan standar brand.
4. Persiapkan outlet dan karyawan
Setelah lokasi disetujui, lakukan pembangunan atau renovasi sesuai ketentuan franchisor. Siapkan peralatan, perlengkapan produksi, sistem kasir, serta kebutuhan operasional lainnya berdasarkan daftar fasilitas yang telah disepakati.
Rekrut karyawan sesuai kebutuhan gerai dan ikuti pelatihan yang diwajibkan. Pastikan tim memahami standar produk, prosedur kerja, pelayanan pelanggan, serta pengelolaan stok sebelum outlet mulai beroperasi.
5. Mulai operasional dan lakukan evaluasi
Setelah seluruh persiapan selesai, buka outlet sesuai prosedur yang ditetapkan oleh franchisor. Pastikan proses produksi, pelayanan, pencatatan transaksi, dan pengelolaan persediaan berjalan sesuai standar.
Lakukan evaluasi berkala terhadap penjualan, produk yang diminati pelanggan, penggunaan bahan baku, dan biaya operasional. Gunakan hasil evaluasi tersebut untuk memperbaiki proses kerja dan menjaga kualitas produk serta layanan.
Kendalikan produksi dan stok gerai bakery dengan Mekari POS
Bakery menjual banyak jenis roti dan kue, dan sebagian besar memiliki masa simpan yang pendek. Jika jumlah produksi tidak sesuai dengan permintaan, produk yang tidak terjual bisa terbuang dan menggerus margin. Sebaliknya, produk favorit yang cepat habis membuat gerai kehilangan peluang penjualan.
Mekari POS hadir sebagai solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa. Melalui solusi POS untuk toko roti, Mekari POS membantu pemilik franchise bakery menyesuaikan produksi dan stok berdasarkan data penjualan. Berikut fitur yang dapat dimanfaatkan:
- Kasir cepat dengan berbagai metode pembayaran: Proses transaksi dengan QRIS, kartu, e-wallet, maupun cash secara cepat saat gerai sedang ramai.
- Manajemen produk dan varian: Kelola berbagai jenis roti, kue, dan kategori produk secara terpusat agar katalog gerai tetap rapi.
- Resep dan stok bahan baku: Stok tepung, mentega, dan bahan isian berkurang otomatis setiap produk terjual, sehingga selisih penggunaan bahan lebih mudah terdeteksi dan food waste dapat ditekan.
- Laporan produk terlaris: Ketahui produk yang paling cepat dan paling lambat terjual sebagai dasar menyesuaikan jumlah produksi harian.
- Pesanan dari berbagai kanal: Kelola pesanan langsung di gerai, takeaway, hingga GrabFood dalam satu sistem.
- Promosi dan membership: Kelola paket bundling, diskon, dan program poin pelanggan secara konsisten untuk mendorong pembelian berulang.
- Headquarter dan manajemen multicabang: Bandingkan performa antaroutlet dan terapkan harga serta promo yang seragam dari satu dasbor sesuai standar brand.
Saatnya sesuaikan produksi dan stok gerai bakery dengan data penjualan yang akurat bersama Mekari POS.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
