6 mins read

10 Cara Menaikkan Omset Penjualan: Rumus dan Strateginya

cara menaikkan omset penjualan
Mekari POS Insight
  • Omset penjualan adalah total nilai seluruh penjualan yang dihasilkan bisnis dalam periode tertentu sebelum dikurangi biaya operasional maupun pengeluaran lainnya.
  • Menaikkan omset tidak selalu berarti menambah promosi besar-besaran, melainkan bisa dimulai dari hal yang lebih sederhana seperti mempermudah proses pembayaran.
  • Mekari POS hadir sebagai solusi multi-industri berbasis cloud yang membantu bisnis retail dan F&B mencatat setiap transaksi secara otomatis dan menyediakan laporan penjualan yang komprehensif, sehingga strategi peningkatan omset dapat dievaluasi berdasarkan data yang akurat.

Menaikkan omset penjualan sering dikira hanya soal menarik lebih banyak pelanggan baru, padahal ada banyak cara lain yang sebenarnya lebih mudah diterapkan namun sering terlewat, mulai dari mempermudah pembayaran hingga memaksimalkan pelanggan yang sudah ada.

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari omset penjualan adalah apa, rumus menghitungnya, hingga 10 cara menaikkan omset penjualan yang bisa diterapkan pada bisnis retail maupun F&B.

Apa itu omset penjualan?

Omset penjualan adalah total nilai penjualan yang dihasilkan bisnis dalam periode tertentu sebelum dikurangi biaya produksi, operasional, maupun pengeluaran lainnya. Omset sering disebut sebagai pendapatan kotor (gross revenue), sehingga berbeda dengan laba (profit) yang merupakan sisa pendapatan setelah seluruh biaya dikurangi.

Memahami omset membantu bisnis melihat perkembangan penjualan dari waktu ke waktu. Angka ini juga dapat menjadi indikator untuk mengevaluasi efektivitas strategi penjualan, kinerja tim, serta kemampuan bisnis mengubah calon pelanggan menjadi pembeli.

Namun, omset yang tinggi tidak selalu berarti bisnis menghasilkan laba yang besar. Jika biaya operasional dan harga pokok penjualan juga tinggi, keuntungan yang tersisa bisa tetap kecil. Karena itu, omset sebaiknya dilihat bersama dengan metrik keuangan lainnya.

Rumus menghitung omset penjualan

Rumus dasar untuk menghitung omset penjualan cukup sederhana:

Omset Penjualan = Jumlah Unit Terjual × Harga Jual per Unit

Untuk bisnis yang menjual berbagai jenis produk, hitung omset masing-masing produk terlebih dahulu, kemudian jumlahkan seluruhnya untuk mendapatkan total omset pada periode tersebut.

Contoh perhitungan:

Sebuah toko fashion menjual 500 potong kaos dengan harga Rp150.000 per potong dalam sebulan.

Omset Penjualan = 500 × Rp150.000 = Rp75.000.000

Pada periode yang sama, toko tersebut juga menjual 200 celana dengan harga Rp250.000 per potong.

Omset Penjualan Celana = 200 × Rp250.000 = Rp50.000.000

Dengan demikian, total omset penjualan toko tersebut adalah:

Rp75.000.000 + Rp50.000.000 = Rp125.000.000

Angka tersebut merupakan omset kotor. Untuk mengetahui laba bersih, bisnis masih perlu mengurangi omset dengan berbagai biaya, seperti harga pokok penjualan, biaya operasional, dan gaji karyawan.

Kesalahan umum saat menghitung omset penjualan

Beberapa kesalahan berikut dapat membuat angka yang dilaporkan tidak sesuai dengan kondisi penjualan sebenarnya:

1. Mencampur omset dengan profit

Omset merupakan total pendapatan kotor sebelum dikurangi biaya, sedangkan profit adalah keuntungan yang tersisa setelah biaya diperhitungkan. Menyamakan keduanya dapat membuat bisnis salah menilai kondisi keuangan.

2. Transaksi tidak tercatat secara lengkap

Penjualan tunai, transaksi kecil, maupun pesanan dari channel tertentu yang tidak tercatat dapat membuat total omset terlihat lebih rendah dari kondisi sebenarnya. Akibatnya, evaluasi performa penjualan juga menjadi kurang akurat.

3. Tidak memisahkan omset per channel penjualan

Menggabungkan penjualan dari toko fisik, marketplace, dan media sosial tanpa pemisahan membuat bisnis sulit mengetahui channel mana yang memberikan kontribusi paling besar terhadap omset.

4. Salah menghitung diskon atau promo

Bisnis perlu memiliki aturan yang konsisten mengenai cara mencatat penjualan yang mendapatkan diskon, voucher, atau promo. Kesalahan dalam pencatatan dapat membuat perbandingan omset antar periode menjadi tidak akurat.

5. Keliru saat merekap omset harian menjadi bulanan

Kesalahan input saat menggabungkan penjualan harian dapat terjadi, terutama ketika volume transaksi tinggi. Tanpa proses pengecekan yang baik, kesalahan kecil dapat mempengaruhi laporan omset secara keseluruhan.

6. Tidak menggunakan sistem pencatatan digital

Pencatatan manual meningkatkan risiko human error dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk merekap transaksi. Sistem digital dapat membantu mencatat penjualan secara otomatis sekaligus memudahkan bisnis memantau performa secara berkala.

10 Cara efektif dalam menaikkan omset penjualan

Berikut 10 cara menaikkan omset penjualan yang diadaptasi khusus untuk bisnis retail dan F&B:

1. Permudah proses pembayaran

Proses pembayaran yang rumit dapat membuat pelanggan mengurungkan pembelian. Sediakan berbagai metode pembayaran yang relevan, sederhanakan proses checkout, dan pastikan informasi mengenai harga maupun biaya tambahan sudah terlihat jelas sejak awal.

Rata-rata cart abandonment rate atau pengabaian keranjang belanja mencapai 70% secara global, dengan proses pembayaran yang rumit menjadi salah satu penyebab utamanya – NetSuite. 

Artinya, dari setiap 10 calon pembeli yang memasukkan produk ke keranjang, 7 di antaranya berpotensi batal membeli sebelum transaksi selesai karena rumitnya proses pembayaran.

2. Pahami target pelanggan Anda secara mendalam

Kenali preferensi, kebiasaan belanja, kebutuhan, dan kendala yang dihadapi pelanggan. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menyesuaikan produk, promosi, dan komunikasi agar lebih relevan dengan target pasar.

3. Berikan layanan pelanggan yang unggul

Pelayanan yang cepat, ramah, dan responsif dapat membantu menciptakan pengalaman belanja yang positif. Latih staf untuk memahami produk dan mampu memberikan rekomendasi yang sesuai agar pelanggan merasa lebih terbantu selama proses pembelian.

4. Manfaatkan program referral

Dorong pelanggan yang sudah ada untuk merekomendasikan bisnis kepada orang lain. Anda dapat memberikan insentif seperti diskon atau voucher bagi pelanggan yang berhasil mengajak pelanggan baru, sehingga program referral dapat membantu memperluas jangkauan dengan lebih efisien.

5. Berkolaborasi dengan bisnis pelengkap

Cari bisnis lain yang memiliki target pelanggan serupa tetapi tidak menawarkan produk yang sama. Misalnya, toko pakaian dapat berkolaborasi dengan brand aksesori untuk membuat paket promosi atau kampanye bersama yang saling menguntungkan.

6. Manfaatkan peluang upselling dan cross selling

Tawarkan versi produk yang lebih lengkap atau premium melalui upselling, serta produk tambahan yang relevan melalui cross selling. Misalnya, pelanggan yang membeli laptop dapat ditawari mouse atau tas laptop sebagai produk pelengkap.

7. Tinjau ulang strategi harga secara berkala

Evaluasi harga dengan mempertimbangkan biaya, harga kompetitor, nilai produk, dan kemampuan pelanggan membayar. Penyesuaian harga yang tepat dapat membantu meningkatkan pendapatan tanpa mengorbankan daya saing maupun margin keuntungan.

8. Optimalkan kehadiran online bisnis Anda

Pastikan bisnis mudah ditemukan melalui berbagai channel seperti media sosial, marketplace, dan Google Business Profile. Informasi produk, harga, lokasi, serta jam operasional yang lengkap dapat membantu calon pelanggan mengambil keputusan pembelian.

9. Dorong repeat order melalui komunikasi rutin

Jaga komunikasi dengan pelanggan setelah transaksi melalui email, WhatsApp, atau channel lain yang sesuai. Informasikan promo, produk baru, maupun penawaran yang relevan untuk mendorong pelanggan kembali berbelanja.

10. Pantau data penjualan secara rutin

Gunakan data penjualan untuk mengetahui produk terlaris, jam ramai, nilai transaksi rata-rata, dan tren permintaan. Dari data tersebut, bisnis dapat mengetahui strategi mana yang paling efektif dan mengalokasikan sumber daya pada aktivitas yang benar-benar memberikan dampak terhadap omset.

Capai target omset bisnis lebih mudah dengan Mekari POS

Menerapkan strategi menaikkan omset akan jauh lebih efektif ketika didukung data yang akurat soal produk mana yang benar-benar laris, jam-jam ramai pelanggan, hingga pola pembelian yang berulang.

Tanpa pencatatan yang rapi, bisnis hanya bisa menebak strategi mana yang benar-benar berhasil. Keputusan yang diambil tanpa data berisiko menghabiskan sumber daya pada aktivitas yang tidak berdampak signifikan terhadap omset.

Mekari POS adalah solusi multi-industri berbasis cloud untuk bisnis F&B, retail, dan jasa, yang membantu bisnis mencatat setiap transaksi secara otomatis dan menyediakan laporan penjualan yang komprehensif sebagai dasar evaluasi strategi peningkatan omset. Berikut kapabilitas yang relevan:

  • Laporan penjualan real-time: Pantau performa penjualan, produk terlaris, dan tren transaksi secara langsung tanpa perlu rekap manual, sehingga strategi peningkatan omset dapat dievaluasi kapan saja berdasarkan data terkini.
  • Pencatatan transaksi otomatis: Setiap penjualan dari berbagai channel tercatat otomatis dalam sistem, mengurangi risiko data yang hilang atau tidak tercatat yang dapat mempengaruhi akurasi laporan omset.
  • Manajemen promosi dan diskon: Kelola program diskon, bundling, dan promo secara terpusat untuk mendukung strategi upselling dan cross selling yang lebih terstruktur.
  • Program membership dan loyalitas: Bangun program loyalitas pelanggan untuk mendorong repeat order, salah satu cara paling efektif menaikkan omset dari basis pelanggan yang sudah ada.
  • Headquarter dan manajemen multicabang: Pantau performa omset seluruh outlet secara real-time dari satu dashboard terpusat untuk mengevaluasi strategi di setiap cabang secara bersamaan.

Kelola transaksi dan data penjualan bisnis lebih akurat untuk menaikkan omset bersama Mekari POS.

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

NetSuite. “What Is Cart Abandonment? How to Prevent It”

FAQ

1. Omset penjualan adalah apa?

1. Omset penjualan adalah apa?

Omset penjualan adalah total nilai seluruh transaksi penjualan yang dihasilkan bisnis dalam suatu periode, sebelum dikurangi biaya produksi, operasional, maupun pengeluaran lainnya, berbeda dengan laba yang merupakan sisa omset setelah dikurangi seluruh biaya.

2. Bagaimana rumus menghitung omset penjualan?

2. Bagaimana rumus menghitung omset penjualan?

Rumusnya adalah Jumlah Unit Terjual dikali Harga Jual per Unit, dan untuk bisnis dengan berbagai jenis produk, omset total dihitung dengan menjumlahkan omset dari masing-masing produk yang terjual.

3. Apa perbedaan omset dan laba?

3. Apa perbedaan omset dan laba?

 Omset adalah total pendapatan kotor dari seluruh penjualan sebelum dikurangi biaya apa pun, sementara laba adalah sisa omset setelah dikurangi seluruh biaya produksi, operasional, dan pengeluaran lainnya.

4. Bagaimana Mekari POS membantu bisnis menaikkan omset penjualan?

4. Bagaimana Mekari POS membantu bisnis menaikkan omset penjualan?

Mekari POS membantu mencatat setiap transaksi secara otomatis dan menyediakan laporan penjualan yang komprehensif, sehingga strategi peningkatan omset dapat dievaluasi berdasarkan data yang akurat.