8 mins read

25 Bisnis F&B Menjanjikan 2026 yang Patut Dicoba

bisnis f&b yang menjanjikan
Mekari POS Insight
  • Bisnis F&B yang menjanjikan di 2026 bisa dimulai dari berbagai skala modal, mulai dari gerobak minuman kekinian bermodal kecil hingga restoran dan franchise bermodal besar.
  • Pada semester I 2026, industri makanan dan minuman Indonesia tumbuh 6,77% dan menyumbang 41,86% terhadap PDB industri pengolahan non-migas, menjadikannya kontributor terbesar di sektor manufaktur.
  • Mekari POS adalah solusi multi-industri di sektor Retail, F&B, dan jasa, membantu pelaku usaha kuliner mengelola transaksi, stok, dan laporan bisnis dalam satu sistem terintegrasi.

Setiap hari, selalu ada tempat makan yang viral, minuman kekinian yang ramai antrean, atau jajanan sederhana yang mendadak laris setelah muncul di media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis F&B masih memiliki peluang yang luas bagi pemain baru, selama mampu memilih konsep dan skala usaha yang sesuai.

Lalu, apakah bisnis F&B masih menjanjikan di 2026? Artikel ini membahas peluang bisnis F&B, faktor yang mendukung pertumbuhannya, 25 rekomendasi usaha dari modal kecil hingga besar, cara menghitung BEP, serta tips agar modal lebih cepat kembali.

Kenapa bisnis F&B masih menjanjikan di 2026?

Optimisme terhadap bisnis F&B bukan sekadar asumsi, tetapi didukung oleh data resmi pemerintah yang menunjukkan tren pertumbuhan positif di sektor ini. Memasuki 2026, perkembangan tersebut semakin terlihat dengan prospek industri F&B yang terus menguat. 

Pada semester I 2026, industri makanan dan minuman tumbuh 6,77% dan menyumbang 41,86% terhadap PDB industri pengolahan non-migas, menjadikannya subsektor dengan kontribusi PDB terbesar di industri manufaktur nasional – Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Angka tersebut menunjukkan bahwa industri makanan dan minuman memiliki peran besar dalam menggerakkan industri manufaktur nasional, sekaligus mencerminkan permintaan pasar yang tetap kuat. Pertumbuhan 6,77% juga memperlihatkan bahwa sektor F&B masih memiliki ruang untuk berkembang di tengah dinamika bisnis pada 2026. 

Faktor yang mendukung bisnis F&B tetap menjanjikan

Bisnis F&B memiliki sejumlah faktor yang membuat permintaannya tetap kuat. Kondisi ini dapat membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan mengembangkan bisnis secara bertahap.

1. Populasi besar dan kelas menengah yang tumbuh

Jumlah penduduk yang besar menciptakan pasar konsumen yang luas bagi bisnis F&B di berbagai segmen harga. Seiring meningkatnya daya beli, pengeluaran masyarakat untuk makan di luar rumah dan mencoba berbagai pilihan kuliner juga berpotensi meningkat.

2. Gaya hidup yang semakin praktis

Preferensi terhadap makanan siap saji, minuman praktis, dan layanan cepat terus meningkat seiring aktivitas masyarakat yang semakin padat. Kondisi ini membuat bisnis F&B semakin relevan, terutama bagi pekerja dan mahasiswa yang membutuhkan pilihan makanan yang mudah dan cepat.

Sebanyak 71,76% Gen Z Indonesia menyebut makanan ringan dan minuman sebagai pos pengeluaran bulanan terbesar mereka – UMN Consulting. 

Hal ini menunjukkan adanya perubahan gaya hidup, di mana konsumsi makanan dan minuman semakin menjadi bagian dari pengeluaran rutin generasi muda.

3. Ekosistem delivery online yang matang

Kehadiran layanan pesan-antar seperti GoFood dan GrabFood membantu bisnis F&B menjangkau pelanggan tanpa sepenuhnya bergantung pada kunjungan ke toko. Pelaku usaha juga dapat memperluas area pemasaran tanpa harus membuka cabang baru di setiap lokasi.

4. Tren kuliner cepat menyebar di media sosial

Media sosial membuat tren makanan dan minuman dapat dikenal dalam waktu singkat, terutama ketika produk memiliki konsep atau tampilan yang menarik. Hal ini memberikan peluang bagi bisnis F&B baru untuk meningkatkan brand awareness dan menarik pelanggan melalui konten digital.

5. Dukungan program kewirausahaan pemerintah

Berbagai program pemerintah untuk UMKM, mulai dari pelatihan hingga akses pembiayaan, dapat membantu calon pelaku usaha mempersiapkan dan mengembangkan bisnisnya. Dukungan tersebut memberikan peluang bagi lebih banyak masyarakat untuk memulai usaha F&B dengan persiapan yang lebih baik.

25 rekomendasi bisnis F&B yang menjanjikan di 2026

Berikut 25 ide bisnis F&B yang masih relevan di 2026. Ide-ide ini dikelompokkan berdasarkan skala modal agar lebih mudah disesuaikan dengan kemampuan dan target usaha Anda. 

1. Modal kecil (di bawah Rp10 juta)

  • Gerobak kopi atau minuman kekinian: Modal terjangkau dengan permintaan yang stabil dari anak muda dan pekerja kantoran.
  • Jualan snack kekinian: Basreng, seblak kering, dan keripik pedas tetap diminati sebagai camilan viral di media sosial.
  • Frozen food rumahan: Modal kecil dengan daya tahan produk yang lama, cocok dijual lewat reseller atau media sosial.
  • Roti bakar atau martabak mini gerobak: Konsep klasik yang tetap laku di area padat penduduk dan dekat sekolah.
  • Cimol atau cilok kekinian: Jajanan tradisional dengan modifikasi rasa dan saus modern yang mudah viral.
  • Salad buah atau jus sehat: Menyasar konsumen yang mulai peduli gaya hidup sehat tanpa modal besar.
  • Nasi kotak atau nasi bento harian: Melayani kebutuhan makan siang pekerja kantoran dengan sistem pre-order.
  • Snack box untuk acara: Melayani kebutuhan camilan rapat, arisan, atau tasyakuran dalam kemasan praktis.
  • Dessert box: Kombinasi cokelat, bolu, dan krim dalam kemasan menarik yang digemari berbagai usia.
  • Kopi susu kemasan botol: Cocok dititipkan di warung atau dijual online dengan masa simpan yang relatif lama.

2. Modal menengah (Rp10-50 juta)

  • Cloud kitchen: Dapur tanpa area makan yang khusus melayani pesanan online, dengan estimasi modal Rp25-40 juta dan margin kotor 50-60%.
  • Ayam geprek atau ayam crispy: Menu yang selalu punya pasar luas di kalangan mahasiswa dan pekerja muda.
  • Ramen atau olahan mie Asia: Tren makanan Jepang dan Korea yang belum menunjukkan tanda-tanda meredup, terutama di kalangan anak muda.
  • Kedai kopi kekinian dengan tempat duduk: Menyasar konsumen yang mencari tempat nongkrong sekaligus menikmati kopi berkualitas.
  • Bakery atau toko roti skala kecil: Permintaan roti dan kue segar tetap stabil sebagai camilan maupun kebutuhan sehari-hari.
  • Katering menu sehat: Menyasar konsumen sibuk yang ingin makan sehat tanpa perlu memasak sendiri.
  • Burger atau western food kekinian: Konsep casual western yang tetap diminati dengan variasi menu yang bisa terus dikembangkan.
  • Bubble waffle atau dessert kekinian: Camilan dengan tampilan menarik yang cocok dipromosikan lewat foto dan video pendek.
  • Steak atau western casual dining: Menyasar segmen menengah yang mencari makanan western dengan harga terjangkau.
  • Nasi padang atau warung makan modern: Konsep tradisional dengan penataan tempat yang lebih modern dan bersih.

3. Modal besar (di atas Rp50 juta)

  • Restoran casual dining: Menyasar segmen keluarga dan pekerja dengan suasana yang lebih nyaman dan menu lebih beragam.
  • Kafe dengan konsep unik dan instagramable: Investasi pada interior dan suasana untuk menarik konsumen yang mencari pengalaman, bukan sekadar makanan.
  • Franchise F&B ternama: Modal lebih besar namun risiko lebih terukur karena sistem dan brand sudah teruji.
  • Restoran seafood: Menyasar segmen keluarga dan acara khusus dengan margin yang cukup menjanjikan jika pasokan bahan baku terjaga.
  • Restoran All You Can Eat (AYCE) atau BBQ/hotpot: Konsep yang terus digemari karena menawarkan pengalaman makan sepuasnya dengan satu harga tetap.

Cara menghitung BEP (break even point) bisnis F&B

Sebelum benar-benar memulai bisnis, penting untuk menghitung BEP (Break Even Point) atau titik impas, yaitu jumlah penjualan minimum agar bisnis tidak mengalami rugi maupun untung. Rumus yang digunakan, yaitu

Rumus BEP Unit:

BEP = Biaya Tetap ÷ (Harga Jual per Unit − Biaya Variabel per Unit)

Sebagai contoh, sebuah gerobak kopi memiliki biaya tetap sebesar Rp4.000.000 per bulan. Harga jual satu gelas kopi adalah Rp15.000, sedangkan biaya variabelnya sebesar Rp7.000 per gelas.

Maka perhitungannya:

BEP = Rp4.000.000 ÷ (Rp15.000 − Rp7.000)
BEP = Rp4.000.000 ÷ Rp8.000 = 500 gelas per bulan

Artinya, gerobak kopi tersebut perlu menjual sekitar 500 gelas per bulan atau 17 gelas per hari untuk mencapai titik impas. Bisnis baru mulai menghasilkan keuntungan setelah penjualan melebihi jumlah tersebut.

Tips memulai bisnis F&B agar cepat balik modal

Setelah memahami cara menghitung BEP, langkah berikutnya adalah mengelola operasional secara efisien. Beberapa strategi berikut dapat membantu Anda menjaga biaya tetap terkendali sekaligus meningkatkan peluang keuntungan.

1. Mulai dari skala kecil dan validasi pasar

Memulai dari skala kecil memungkinkan Anda menguji minat pasar tanpa mengeluarkan modal terlalu besar. Jika respons pelanggan positif, bisnis dapat dikembangkan secara bertahap dengan menambah menu, peralatan, atau kapasitas produksi.

2. Kontrol food cost secara ketat

Biaya bahan baku perlu dipantau secara rutin karena perubahan harga atau penggunaan bahan yang berlebihan dapat mengurangi margin keuntungan. Buat perhitungan food cost dan evaluasi penggunaan bahan agar biaya tetap sesuai dengan target.

3. Manfaatkan media sosial untuk promosi

Media sosial dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan produk kepada calon pelanggan dengan biaya yang relatif terjangkau. Buat konten secara konsisten dengan menonjolkan menu, keunikan produk, promo, atau pengalaman pelanggan.

4. Terapkan sistem pre-order untuk meminimalkan waste

Sistem pre-order membantu Anda memperkirakan jumlah produk yang perlu disiapkan berdasarkan pesanan yang sudah masuk. Cara ini dapat mengurangi risiko bahan baku terbuang, terutama untuk produk yang mudah rusak atau memiliki masa simpan pendek.

5. Gunakan sistem pencatatan sejak awal

Pencatatan transaksi, pengeluaran, dan stok yang rapi membantu Anda mengetahui kondisi bisnis berdasarkan data yang sebenarnya. Dengan informasi tersebut, Anda dapat lebih mudah mengevaluasi penjualan, mengontrol biaya, dan menentukan strategi bisnis berikutnya.

Kelola bisnis F&B Anda dengan Mekari POS

Pernahkah Anda merasa bisnis F&B sudah ramai pembeli, namun sulit memastikan apakah benar-benar sudah mencapai titik balik modal? Kondisi ini sering terjadi ketika data penjualan, biaya operasional, dan persediaan masih tercatat secara terpisah sehingga sulit memberikan gambaran kondisi bisnis secara menyeluruh.

Mekari POS adalah solusi multi-industri yang dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional dari berbagai skala bisnis di sektor Retail, F&B, dan Services yang membantu pelaku usaha kuliner mengelola transaksi, memantau stok bahan baku, dan mengelola data penjualan dalam satu sistem terintegrasi. Dengan pencatatan yang lebih terpusat, Anda dapat mengurangi proses manual sekaligus memperoleh data yang lebih mudah.

Data transaksi dan persediaan yang tercatat secara real-time membantu Anda melihat performa bisnis dengan lebih jelas. Anda juga dapat lebih mudah memantau apakah bisnis sudah mencapai BEP, menu mana yang paling menguntungkan, serta kapan waktu yang tepat untuk mulai mengembangkan skala usaha.

Selain mendukung pencatatan yang lebih rapi sejak awal, Mekari POS juga dilengkapi berbagai fitur unggulan berikut.

  • Transaksi cepat dan akurat: Memproses pesanan dine-in, online ordering, hingga delivery dalam satu alur kerja yang terstruktur dan minim kesalahan.
  • Manajemen stok real-time: Memantau bahan baku dan resep menu secara langsung untuk mendukung perhitungan HPP yang akurat.
  • Laporan bisnis: Menyediakan data penjualan dan performa menu secara real-time untuk mendukung keputusan bisnis yang lebih cepat.
  • Program loyalitas: Membantu bisnis membangun pelanggan tetap melalui skema membership dan poin yang fleksibel.
  • Manajemen multicabang: Memantau standar operasional dan performa seluruh outlet dari satu dashboard terpusat.

Siap memulai bisnis F&B Anda dengan pencatatan yang lebih rapi sejak hari pertama? Mulai kelola transaksi dan stok bisnis Anda dengan Mekari POS!

References and methodology

Methodology

Methodology

Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.

Our editorial standards

Our editorial standards

  • Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
  • Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
  • No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
  • Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References

References

Badan Pusat Statistik (BPS). “Statistik Usaha Sektor Makanan dan Minuman 2024”
Kementerian Perindustrian (Kemenperin). “Kemenperin Perkuat Transformasi Industri Makanan dan Minuman”

FAQ

1. Apa saja bisnis F&B yang menjanjikan di 2026?

1. Apa saja bisnis F&B yang menjanjikan di 2026?

Beberapa contohnya meliputi gerobak minuman kekinian, cloud kitchen, ayam geprek, ramen, katering sehat, hingga restoran casual dining dan franchise F&B, tergantung skala modal yang dimiliki.

2. Berapa modal minimal untuk memulai bisnis F&B?

2. Berapa modal minimal untuk memulai bisnis F&B?

Modalnya bervariasi, mulai dari di bawah Rp10 juta untuk usaha skala kecil seperti gerobak minuman, hingga di atas Rp50 juta untuk restoran atau franchise berskala besar.

3. Bagaimana cara menghitung BEP bisnis F&B?

3. Bagaimana cara menghitung BEP bisnis F&B?

BEP dihitung dengan membagi biaya tetap dengan selisih antara harga jual per unit dan biaya variabel per unit, sehingga diketahui jumlah penjualan minimal agar bisnis tidak rugi.

4. Apa faktor yang membuat bisnis F&B tetap menjanjikan?

4. Apa faktor yang membuat bisnis F&B tetap menjanjikan?

Faktor pendukungnya meliputi populasi besar dengan kelas menengah yang tumbuh, perubahan gaya hidup serba praktis, ekosistem delivery online, tren media sosial, dan dukungan program kewirausahaan pemerintah.