- Usaha katering adalah bisnis penyediaan makanan dan minuman untuk acara atau kebutuhan tertentu, mulai dari katering harian rumahan hingga acara pernikahan dan korporat berskala besar.
- Pasar layanan katering global diproyeksikan tumbuh dari 82,66 miliar dolar AS pada 2026 menjadi 151,01 miliar dolar AS pada 2034, menunjukkan bisnis ini masih punya ruang berkembang yang luas.
- Mekari POS membantu pelaku usaha katering mencatat pesanan, mengelola stok bahan baku, dan menyusun laporan bisnis dalam satu sistem yang terintegrasi.
Kebutuhan makan tidak pernah berhenti, baik untuk konsumsi harian, acara kantor, maupun perayaan pernikahan. Kondisi ini membuat usaha katering menjadi salah satu bisnis kuliner yang terus dicari, bahkan oleh mereka yang baru pertama kali terjun ke dunia usaha.
Artikel ini membahas apa itu usaha katering, jenis-jenisnya, kenapa bisnis ini masih menjanjikan, cara memulainya untuk pemula, rincian modal, cara menentukan harga, tips agar laris, hingga kesalahan yang perlu dihindari.
Apa itu usaha katering?
Usaha katering adalah bisnis yang menyediakan makanan dan minuman berdasarkan pesanan untuk berbagai kebutuhan, seperti konsumsi harian, rapat, arisan, hingga pernikahan. Menu, jumlah porsi, dan waktu pengantaran biasanya disesuaikan dengan kesepakatan bersama pelanggan.
Berbeda dengan restoran yang mengandalkan pelanggan datang ke tempat, katering lebih banyak beroperasi berdasarkan pesanan yang telah diterima sebelumnya. Model ini memungkinkan pemilik menyiapkan makanan sesuai jumlah pesanan dan kebutuhan acara.
Usaha katering juga cukup fleksibel karena dapat dimulai dari rumah dengan modal yang relatif terbatas. Seiring bertambahnya pelanggan dan pesanan, bisnis dapat dikembangkan dengan menambah kapasitas produksi maupun jenis layanan.
Jenis-jenis usaha katering
Usaha katering dapat dibedakan berdasarkan target pelanggan, jenis makanan, serta kebutuhan yang dilayani. Berikut beberapa jenis usaha katering yang umum dijalankan:
1. Katering rumahan atau rantangan
Jenis katering ini menyediakan makanan harian untuk individu, keluarga, atau pekerja yang tidak sempat memasak sendiri. Menu biasanya dibuat sederhana dengan pilihan yang berganti setiap hari agar pelanggan tidak mudah bosan.
2. Katering box atau prasmanan untuk acara
Katering ini melayani kebutuhan makanan untuk berbagai acara, seperti arisan, tasyakuran, rapat, hingga seminar. Makanan dapat disajikan dalam bentuk nasi box atau prasmanan sesuai jumlah tamu dan kebutuhan acara.
3. Katering pernikahan
Katering pernikahan menyediakan makanan dalam jumlah besar dengan pilihan menu yang lebih beragam. Selain menyiapkan hidangan, penyedia katering biasanya juga perlu mengatur penyajian dan pelayanan makanan selama acara berlangsung.
4. Katering kantor atau korporat
Jenis katering ini menyediakan makanan untuk kebutuhan makan karyawan secara rutin. Pesanan biasanya dilakukan dalam jumlah banyak dan dapat menggunakan sistem kontrak sehingga berpotensi menghasilkan pendapatan yang lebih stabil.
5. Katering sekolah
Katering sekolah menyediakan makanan untuk siswa dengan menu yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan kondisi lingkungan sekolah. Kebersihan, keamanan bahan makanan, serta ketepatan waktu pengiriman menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
6. Katering diet atau menu sehat
Katering ini menawarkan makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, seperti menu rendah kalori, rendah gula, atau tinggi protein. Target pasarnya adalah pelanggan yang ingin menjaga pola makan sehat tetapi tetap membutuhkan makanan yang praktis.
Kenapa usaha katering masih menjanjikan?
Peluang usaha katering didukung oleh perkembangan industri makanan dan minuman yang terus menunjukkan pertumbuhan. Kebutuhan terhadap makanan praktis untuk konsumsi harian maupun berbagai acara juga membuat bisnis katering tetap memiliki pasar.
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan layanan makanan yang terorganisir di tempat kerja, institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga acara pernikahan dan korporat. Semakin banyak konsumen dan bisnis yang lebih memilih menggunakan jasa katering profesional dibanding menyiapkan makanan sendiri, terutama untuk kebutuhan dengan skala besar.
Cara memulai usaha katering untuk pemula
Bagi pemula, usaha katering dapat dimulai secara bertahap, mulai dari modal, kemampuan, dan target pelanggan. Beberapa langkah penting yang perlu dipersiapkan meliputi:
1. Tentukan jenis dan segmen katering
Tentukan jenis katering yang ingin dijalankan, seperti katering harian, nasi box, acara, atau katering sehat. Fokus pada satu segmen di awal agar Anda lebih mudah menyesuaikan menu, harga, dan strategi pemasaran.
2. Susun rencana bisnis sederhana
Buat rencana yang mencakup menu, target pelanggan, kebutuhan modal, harga jual, dan strategi promosi. Perencanaan ini membantu Anda mengetahui kebutuhan usaha sebelum mulai menerima pesanan.
3. Siapkan dapur dan peralatan masak
Manfaatkan peralatan dapur yang sudah tersedia jika masih memadai untuk kebutuhan produksi. Beli peralatan tambahan secara bertahap sesuai kapasitas pesanan agar modal tidak terlalu banyak terpakai di awal.
4. Urus legalitas dasar
Pastikan usaha memiliki legalitas yang diperlukan, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan dokumen terkait keamanan serta higiene pangan. Legalitas juga dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan memudahkan Anda menerima pesanan dari perusahaan atau instansi.
5. Mulai dari lingkaran terdekat
Tawarkan katering kepada keluarga, tetangga, teman, atau rekan kerja untuk mendapatkan pelanggan pertama. Manfaatkan hasil pesanan dan testimoni mereka sebagai bahan promosi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Modal usaha katering
Besaran modal usaha katering bergantung pada skala bisnis dan jumlah pesanan yang ingin dilayani. Semakin besar kapasitas produksi, semakin banyak pula peralatan dan modal kerja yang perlu disiapkan.
- Katering skala kecil atau rumahan: Modal awal sekitar Rp3 juta–Rp5 juta untuk bahan baku, kemasan, dan peralatan masak dasar yang belum tersedia.
- Katering skala menengah: Membutuhkan modal sekitar Rp10 juta–Rp20 juta untuk kapasitas pesanan lebih besar, peralatan tambahan, dan operasional.
- Dana cadangan: Siapkan dana sekitar dua hingga tiga kali modal kerja bulanan untuk mengantisipasi kebutuhan tak terduga selama usaha berjalan.
Cara menentukan harga katering
Menentukan harga jual yang tepat penting agar usaha katering tetap mendapatkan keuntungan tanpa membuat harga terlalu tinggi bagi pelanggan. Ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk menetapkan harga katering.
1. Cost-plus pricing
Pendekatan ini dilakukan dengan menghitung seluruh biaya produksi, seperti bahan baku, tenaga kerja, kemasan, dan transportasi, lalu menambahkan margin keuntungan yang diinginkan. Misalnya, jika biaya produksi satu box nasi Rp12.000 dan margin yang ditargetkan 40%, harga jualnya menjadi sekitar Rp16.800 per box.
2. Value-based pricing
Harga ditentukan berdasarkan nilai yang dirasakan pelanggan, seperti kualitas bahan, tampilan hidangan, dan layanan yang diberikan. Pendekatan ini cocok untuk katering acara khusus, seperti pernikahan, yang menawarkan menu dan pengalaman sesuai kebutuhan pelanggan.
Kesalahan yang perlu dihindari agar katering laris
Ada beberapa kesalahan dalam perencanaan dan operasional yang dapat membuat usaha katering sulit berkembang. Menghindarinya sejak awal dapat membantu menjaga biaya, kualitas, dan kepuasan pelanggan.
1. Tidak menyusun rencana bisnis
Menjalankan usaha tanpa menentukan target pasar, kebutuhan modal, dan strategi penjualan dapat membuat bisnis berjalan tanpa arah yang jelas. Buat rencana sederhana agar setiap keputusan usaha memiliki tujuan yang terukur.
2. Salah menghitung harga jual
Harga jual yang hanya memperhitungkan bahan baku dapat membuat keuntungan terlihat besar, padahal masih ada biaya kemasan, tenaga kerja, dan transportasi. Hitung seluruh biaya yang dikeluarkan sebelum menentukan harga agar setiap pesanan tetap memberikan margin keuntungan.
3. Tidak menerapkan sistem pre-order
Memasak tanpa mengetahui jumlah pesanan dapat menyebabkan makanan atau bahan baku tersisa dan terbuang. Sistem pre-order membantu menyesuaikan jumlah produksi dengan pesanan yang masuk sehingga penggunaan bahan lebih efisien.
4. Mengabaikan legalitas dan standar kebersihan
Mengabaikan legalitas dan standar kebersihan dapat mengurangi kepercayaan pelanggan serta menghambat peluang kerja sama dengan perusahaan atau instansi. Pastikan usaha memenuhi dokumen dan standar yang diperlukan sesuai jenis layanan katering yang dijalankan.
Kelola usaha katering Anda dengan Mekari POS
Pernahkah Anda kesulitan melacak pesanan mana yang sudah dibayar dan mana yang masih perlu ditagih, apalagi saat pesanan datang dari banyak pelanggan sekaligus? Situasi ini sering dialami pelaku usaha katering yang masih mencatat semuanya secara manual.
Mekari POS adalah solusi multi-industri berbasis cloud untuk bisnis F&B, retail, dan jasa yang membantu pelaku usaha katering mencatat pesanan dan pembayaran secara terpusat. Dengan pencatatan yang lebih terstruktur, risiko pesanan terlewat atau tercatat ganda dapat diminimalkan.
Data stok bahan baku yang tercatat rapi juga membantu Anda memperkirakan kebutuhan belanja setiap kali menerima pesanan baru. Dengan begitu, penggunaan bahan dapat lebih efisien dan risiko bahan baku terbuang bisa ditekan.
Selain mendukung pencatatan pesanan yang lebih rapi, Mekari POS juga dilengkapi berbagai fitur unggulan berikut.
- Transaksi cepat dan akurat: Memproses pesanan dan pembayaran dalam satu alur kerja yang terstruktur dan minim kesalahan.
- Manajemen stok real-time: Memantau ketersediaan bahan baku secara langsung untuk mendukung perhitungan kebutuhan belanja yang lebih akurat.
- Laporan bisnis: Menyajikan data penjualan dan pesanan secara otomatis tanpa perlu rekap manual di buku catatan.
- Program loyalitas: Membantu usaha katering membangun pelanggan tetap melalui skema membership dan poin yang fleksibel.
- Integrasi ekosistem Mekari: Tersambung dengan Mekari Jurnal untuk pembukuan otomatis dan Mekari Desty untuk penjualan omnichannel.
- Manajemen multicabang: Siap digunakan saat usaha katering Anda berkembang menjadi beberapa dapur produksi, dengan kontrol harga dan stok dari satu dashboard.
Siap mengelola usaha katering Anda dengan pencatatan yang lebih rapi sejak pesanan pertama? Mulai kelola pesanan dan stok bisnis dengan Mekari POS!
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References
References
OCBC. “10+ Cara Memulai Usaha Catering, Modal Awal, & Keuntungannya”
