- Modal usaha laundry sangat bervariasi tergantung skala, mulai dari sekitar Rp15 juta untuk usaha rumahan tanpa sewa tempat, hingga puluhan juta rupiah jika sudah mencakup sewa ruko.
- Komponen modal terbesar dalam usaha laundry umumnya berasal dari mesin cuci dan mesin pengering, sehingga penting memilih kapasitas mesin yang sesuai dengan estimasi volume cucian harian.
- Mekari POS hadir sebagai solusi multi-industri berbasis cloud untuk bisnis F&B, retail, dan jasa, dengan kapabilitas membantu usaha laundry mencatat transaksi, melacak status cucian, dan mengelola laporan pendapatan dalam satu sistem terintegrasi.
Sebelum membuka usaha laundry, salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah menentukan peralatan dan modal sesuai dengan skala bisnis. Kebutuhannya dapat berbeda tergantung apakah usaha dimulai dari rumah atau menggunakan tempat sewa dengan kapasitas yang lebih besar.
Artikel ini membahas cara buka usaha laundry dari kebutuhan modal, rincian paket peralatan untuk skala rumahan dan tempat sewa, simulasi omzet dan keuntungan, hingga tips memilih peralatan sesuai kebutuhan usaha.
Mengapa penting menghitung modal sebelum membuka usaha laundry?

Usaha laundry terus berkembang dan semakin banyak diminati sebagai bisnis jasa.
Kondisi tersebut membuat calon pelaku usaha perlu mempersiapkan bisnis dengan matang, termasuk menentukan modal dan kapasitas usaha sejak awal. Modal tidak hanya digunakan untuk membeli mesin cuci dan pengering, tetapi juga mencakup perlengkapan operasional, instalasi, sewa tempat, serta biaya yang muncul selama bisnis berjalan.
Perhitungan modal membantu Anda menentukan paket usaha laundry pemula yang sesuai dengan kondisi keuangan dan target kapasitas. Dengan begitu, Anda dapat menghindari pembelian peralatan yang terlalu besar sebelum memiliki permintaan yang cukup, sekaligus menyiapkan ruang untuk menambah kapasitas ketika jumlah pelanggan mulai meningkat.
Rincian paket usaha laundry pemula skala rumahan
Berikut beberapa komponen yang perlu disiapkan untuk paket usaha laundry pemula skala rumahan.
1. Mesin cuci kapasitas kecil
Mesin cuci dengan kapasitas sekitar 8 kg membutuhkan biaya sekitar Rp4 juta hingga Rp8 juta, tergantung merek, jenis, dan fitur yang dipilih. Kapasitas tersebut dapat menjadi titik awal untuk bisnis laundry kiloan dengan volume cucian yang masih terbatas.
Jika jumlah pelanggan meningkat, Anda dapat menambah unit secara bertahap sehingga kapasitas produksi dapat mengikuti pertumbuhan pesanan.
2. Mesin pengering
Mesin pengering dengan kapasitas yang sepadan dengan mesin cuci membutuhkan biaya sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta. Peralatan ini membantu mempercepat proses pengerjaan cucian, terutama ketika jumlah pesanan meningkat atau cuaca tidak mendukung proses pengeringan alami.
Kapasitas pengering sebaiknya disesuaikan dengan mesin cuci agar tidak terjadi penumpukan cucian pada salah satu tahap produksi.
3. Setrika dan meja setrika
Setrika dan meja setrika membutuhkan modal sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Peralatan ini digunakan pada tahap akhir sebelum pakaian dikemas dan diserahkan kepada pelanggan.
Untuk usaha yang masih kecil, satu setrika dapat menjadi titik awal. Jumlahnya dapat ditambah ketika volume cucian meningkat agar proses penyelesaian pesanan tetap berjalan sesuai target.
4. Timbangan digital
Timbangan digital membutuhkan biaya sekitar Rp250 ribu. Peralatan ini digunakan untuk menimbang cucian secara akurat karena tarif laundry kiloan umumnya dihitung berdasarkan berat.
Timbangan yang akurat juga membantu menjaga transparansi harga karena biaya yang dikenakan dapat disesuaikan dengan berat cucian pelanggan.
5. Perlengkapan operasional awal
Deterjen, pelembut, pewangi, dan perlengkapan pencucian lainnya dapat membutuhkan modal sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta untuk persediaan awal.
Jumlah persediaan sebaiknya disesuaikan dengan perkiraan volume cucian. Stok yang terlalu banyak dapat membuat modal tertahan, sedangkan stok yang terlalu sedikit berisiko menghambat operasional ketika pesanan meningkat.
6. Plastik laundry dan gantungan baju
Plastik laundry dan gantungan baju membutuhkan biaya sekitar Rp200 ribu hingga Rp400 ribu. Keduanya digunakan untuk mengemas dan menyimpan pakaian setelah proses pencucian selesai.
Perlengkapan ini juga membantu menjaga pakaian tetap rapi dan memudahkan pemisahan pesanan sebelum dikembalikan kepada pelanggan.
7. Dekorasi dan papan nama
Papan nama dan dekorasi sederhana dapat membutuhkan biaya sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Jika usaha dijalankan dari rumah, kebutuhan dekorasi tidak perlu terlalu besar.
Prioritaskan papan nama dan informasi layanan yang membantu calon pelanggan mengetahui lokasi serta layanan laundry yang tersedia.
Rincian paket usaha laundry dengan sewa tempat
Jika ingin menjalankan usaha laundry di ruko atau tempat usaha terpisah, kebutuhan modal akan bertambah karena adanya biaya sewa, instalasi, serta kebutuhan peralatan yang lebih besar.
Berikut contoh komponen biaya yang dapat menjadi gambaran awal.
| Komponen | Estimasi biaya |
| Mesin cuci | Rp5.000.000–Rp10.000.000 |
| Mesin pengering | Rp3.000.000–Rp5.000.000 |
| Mesin pengering kapasitas besar | Rp13.000.000–Rp20.000.000 |
| Setrika dan peralatan pendukung | Rp2.000.000–Rp3.000.000 |
| Sewa tempat per bulan | Rp2.000.000–Rp5.000.000 |
| Biaya operasional per bulan | Rp1.000.000–Rp2.000.000 |
Dengan komponen tersebut, kebutuhan modal dapat berada di kisaran Rp13 juta hingga Rp25 juta untuk skala menengah, tergantung peralatan dan lokasi yang dipilih. Jika menggunakan peralatan berkapasitas lebih besar serta lokasi dan fasilitas yang lebih mahal, kebutuhan investasi dapat mencapai sekitar Rp28 juta hingga Rp42 juta.
Untuk bisnis yang langsung menggunakan beberapa unit mesin berkapasitas besar, kebutuhan investasi dapat meningkat lebih tinggi. Misalnya, penggunaan tiga set mesin cuci dan pengering berkapasitas besar dapat membutuhkan modal sekitar Rp100 juta, belum termasuk sewa tempat dan biaya instalasi.
Angka tersebut merupakan estimasi sehingga kebutuhan aktual dapat berbeda berdasarkan jenis mesin, kapasitas, merek, kondisi tempat, dan lokasi usaha.
Simulasi omzet dan keuntungan bisnis laundry kiloan
Setelah menentukan paket peralatan, Anda juga perlu memperkirakan potensi pendapatan. Simulasi ini dapat membantu menilai apakah skala usaha dan kapasitas yang dipilih sesuai dengan target bisnis.
Sebagai contoh, usaha laundry kiloan melayani 10 pelanggan per hari. Setiap pelanggan membawa rata-rata 4 kg cucian dengan tarif Rp5.000 per kilogram.
Omzet harian:
10 pelanggan × 4 kg × Rp5.000 = Rp200.000
Omzet bulanan:
Rp200.000 × 26 hari operasional = Rp5.200.000
Jika biaya operasional bulanan diperkirakan Rp2.700.000, termasuk deterjen, pewangi, gaji karyawan, air, dan listrik, estimasi keuntungan bersihnya sekitar Rp2.500.000 per bulan.
Angka tersebut hanya merupakan simulasi. Hasil aktual dapat berbeda berdasarkan jumlah pelanggan, harga per kilogram, hari operasional, biaya tenaga kerja, utilitas, dan kapasitas produksi.
Selain laundry kiloan, Anda juga dapat menambah layanan untuk meningkatkan nilai transaksi. Laundry satuan, misalnya, dapat dikenakan tarif sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000 per item, sedangkan dry cleaning dapat mencapai sekitar Rp50.000 per item. Tarif aktual perlu disesuaikan dengan jenis layanan, tingkat kesulitan, dan harga pasar di lokasi Anda.
Tips memilih paket usaha laundry pemula
Paket peralatan perlu disesuaikan dengan skala dan kebutuhan bisnis. Beberapa hal berikut dapat menjadi pertimbangan sebelum menentukan pilihan.
1. Sesuaikan kapasitas mesin dengan volume cucian
Perkirakan jumlah cucian yang dapat diterima setiap hari sebelum menentukan kapasitas mesin. Jika volume pesanan masih rendah, Anda dapat memulai dengan kapasitas yang lebih kecil dan menambah unit ketika permintaan meningkat.
Ketika volume pesanan mulai tinggi, penggunaan lebih dari satu unit juga dapat membantu menjaga kelancaran proses pencucian dan mengurangi dampak jika salah satu mesin sedang mengalami kendala.
2. Jangan langsung membeli peralatan berkapasitas maksimal
Mesin berkapasitas sangat besar dapat meningkatkan modal awal tanpa memberikan manfaat maksimal jika jumlah pelanggan masih sedikit. Karena itu, tentukan kapasitas berdasarkan perkiraan permintaan di sekitar lokasi.
Setelah volume pesanan meningkat secara konsisten, Anda dapat menambah mesin atau mengganti peralatan dengan kapasitas yang lebih besar.
3. Pertimbangkan skala rumahan jika modal terbatas
Memulai usaha laundry dari rumah dapat menjadi pilihan untuk mengurangi biaya sewa sekaligus menguji respons pasar. Model ini memungkinkan Anda mengetahui tingkat permintaan sebelum mengeluarkan investasi lebih besar.
Jika jumlah pelanggan sudah stabil dan kapasitas rumah tidak lagi mencukupi, Anda dapat mempertimbangkan pindah ke lokasi usaha yang lebih besar.
4. Hitung seluruh biaya, bukan hanya harga mesin
Modal usaha tidak berhenti pada pembelian mesin cuci dan pengering. Perhitungkan juga biaya instalasi, sewa tempat, listrik, air, perlengkapan laundry, kemasan, pemasaran, perawatan, dan biaya operasional lainnya.
Perhitungan menyeluruh membantu Anda mengetahui kebutuhan modal sebenarnya dan mengurangi risiko kekurangan dana setelah usaha mulai berjalan.
5. Siapkan dana cadangan untuk perawatan
Mesin cuci dan pengering merupakan aset utama dalam usaha laundry. Kerusakan salah satu mesin dapat menghambat proses produksi dan membuat pesanan pelanggan tertunda.
Karena itu, sisihkan dana untuk perawatan dan perbaikan. Dana cadangan dapat membantu bisnis tetap berjalan tanpa harus mengambil dana operasional utama ketika terjadi kerusakan atau kebutuhan servis mendadak.
6. Pertimbangkan lokasi dan target pelanggan
Lokasi dapat memengaruhi jumlah pelanggan dan jenis layanan yang paling dibutuhkan. Area dengan banyak kos, apartemen, mahasiswa, atau pekerja dapat memiliki karakteristik permintaan yang berbeda.
Sebelum menyewa tempat, perhatikan kepadatan calon pelanggan, tingkat persaingan, akses kendaraan, serta harga sewa. Lokasi yang strategis tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan bisnis menanggung biaya operasional.
7. Hitung kapasitas produksi dan waktu pengerjaan
Selain kapasitas mesin, perhatikan berapa banyak cucian yang dapat diselesaikan dalam satu hari. Proses mencuci, mengeringkan, menyetrika, mengemas, dan menyerahkan pakaian kepada pelanggan membutuhkan waktu yang perlu diperhitungkan.
Perhitungan kapasitas membantu Anda menentukan batas pesanan yang dapat diterima agar kualitas layanan tetap terjaga dan pelanggan tidak mengalami keterlambatan.
Jalankan usaha laundry lebih rapi dengan Mekari POS
Setelah modal dan peralatan siap, tantangan berikutnya adalah memastikan setiap transaksi tercatat rapi dan status cucian pelanggan dapat dipantau dengan akurat, terutama saat volume pesanan mulai meningkat.
Tanpa sistem yang rapi, mengelola usaha laundry secara manual berisiko menimbulkan kesalahan, seperti cucian yang tertukar, selisih pencatatan pendapatan, hingga kesulitan memantau apakah realisasi bisnis benar-benar sesuai dengan simulasi modal yang telah direncanakan.
Mekari POS adalah solusi multi-industri berbasis cloud untuk bisnis F&B, retail, dan jasa, dengan kapabilitas yang membantu usaha laundry mengelola transaksi, melacak status cucian, dan memantau laporan pendapatan secara terintegrasi. Berikut fitur yang mendukung operasional usaha laundry:
- Pencatatan transaksi otomatis: Setiap pembayaran langsung tercatat tanpa perlu input manual, sehingga risiko selisih antara pemasukan aktual dan catatan keuangan dapat diminimalkan.
- Manajemen stok perlengkapan: Pantau ketersediaan deterjen, pelembut, dan perlengkapan operasional lainnya secara real-time agar proses produksi tidak terhambat karena stok habis tanpa diketahui.
- Laporan pendapatan real-time: Akses ringkasan penjualan harian dan bulanan kapan saja tanpa perlu merekap manual, sehingga performa bisnis dapat dibandingkan langsung dengan simulasi yang telah direncanakan.
- Dukungan berbagai metode pembayaran: Terima pembayaran tunai, transfer, hingga QRIS dalam satu sistem sehingga pelanggan dapat memilih metode yang paling nyaman.
- Program loyalitas pelanggan: Bangun basis pelanggan tetap dengan sistem poin yang dapat disesuaikan, mendorong pelanggan untuk kembali menggunakan layanan secara rutin.
- Integrasi ekosistem Mekari: Terhubung dengan Mekari Jurnal untuk pencatatan keuangan yang lebih terstruktur sejak awal bisnis beroperasi.
Siap menjalankan usaha laundry dengan pencatatan yang lebih rapi? Mulai kelola transaksi dan operasional bisnis laundry dari satu platform yang terintegrasi dengan Mekari POS.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
