- Bisnis kopi bubuk adalah usaha mengolah dan mengemas kopi untuk dijual ke konsumen rumahan, reseller, maupun pelanggan grosir seperti kedai kopi dan restoran.
- Usaha ini bisa dimulai bertahap melalui maklon, jasa roasting, atau sistem pre-order. Meski begitu, legalitas pangan olahan seperti NIB, izin edar, sertifikat halal, dan label produk tetap perlu dipenuhi.
- Mekari POS hadir sebagai solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa. Mekari POS membantu pemilik bisnis kopi bubuk mencatat penjualan, memantau stok biji kopi dan produk kemasan, serta melihat varian terlaris, termasuk saat produk juga dijual online melalui integrasi dengan Mekari Desty.
Bisnis kopi bubuk bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin terjun ke industri kopi tanpa harus membuka kedai. Produk dapat dijual dalam kemasan untuk konsumen rumahan, reseller, maupun bisnis seperti kedai kopi dan restoran.
Sebelum memulai, Anda perlu menentukan model bisnis, menghitung kebutuhan modal, menyiapkan peralatan, dan memenuhi legalitas produk pangan. Artikel ini membahas peluang bisnis kopi bubuk, cara memulai, estimasi modal, rincian biaya operasional, hingga tips mengembangkan usaha.
Peluang bisnis kopi bubuk di Indonesia
Indonesia memiliki pasar kopi yang besar, baik dari sisi konsumsi maupun kebutuhan industri. Deloitte mencatat Indonesia sebagai konsumen kopi terbesar kelima di dunia, dengan konsumsi mendekati 300 juta kilogram per tahun berdasarkan data 2021.
Peluang ini juga didukung oleh pertumbuhan industri kedai kopi.
Perkembangan ini membuka peluang bagi produsen kopi bubuk untuk memasok kebutuhan kedai kopi dan kafe, selain menjual produk langsung kepada konsumen.
Bisnis ini juga bisa dimulai secara bertahap sesuai dengan modal dan kapasitas produksi. Anda dapat bekerja sama dengan penyedia jasa roasting atau maklon untuk mengolah kopi tanpa harus langsung berinvestasi pada peralatan produksi sendiri. Ketika permintaan dan volume penjualan semakin stabil, produksi mandiri bisa dipertimbangkan untuk mendukung pengembangan usaha.
Meski memiliki peluang pasar yang beragam, bisnis kopi bubuk tetap menghadapi persaingan dari berbagai merek yang sudah ada. Karena itu, penting untuk menentukan karakter produk, target pelanggan, strategi harga, dan saluran distribusi sejak awal agar produk memiliki posisi yang jelas di pasar.
Model bisnis kopi bubuk yang bisa dipilih
Sebelum membeli peralatan atau mencari pemasok, tentukan terlebih dahulu model bisnis yang ingin dijalankan, beberapa diantaranya yaitu:
- Penjualan retail: Menjual kopi bubuk langsung kepada konsumen melalui marketplace, media sosial, website, toko, atau reseller.
- Penjualan grosir: Menyediakan kopi dalam jumlah besar untuk kedai kopi, restoran, kantor, atau toko yang membutuhkan pasokan rutin.
- Private label atau maklon: Bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memproduksi kopi menggunakan merek dan spesifikasi yang disepakati.
- Produksi dengan brand sendiri: Mengembangkan merek, memilih bahan baku, menentukan karakter produk, serta mengelola proses produksi secara mandiri atau melalui kombinasi produksi sendiri dan jasa pihak ketiga.
- Sistem pre-order: Memproduksi kopi berdasarkan pesanan untuk membantu menyesuaikan jumlah produksi dengan permintaan dan mengurangi risiko stok berlebih.
Setiap model memiliki kebutuhan yang berbeda. Jika ingin menekan modal awal, sistem maklon atau pre-order dapat dipertimbangkan. Namun, jika ingin mengendalikan proses produksi secara langsung, Anda perlu memperhitungkan investasi peralatan dan standar kualitas yang lebih lengkap.
Cara memulai bisnis kopi bubuk
Setelah memilih model bisnis, Anda dapat mulai menyiapkan produk dan operasional secara bertahap. Berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan.
1. Lakukan riset pasar
Tentukan siapa calon pelanggan yang ingin Anda sasar. Misalnya, konsumen rumahan yang menyukai kopi tubruk, pekerja kantoran, penikmat kopi spesialti, atau kedai yang membutuhkan pasokan kopi dalam jumlah besar.
Pelajari juga produk kompetitor, rentang harga, ukuran kemasan, dan saluran penjualannya. Hasil riset ini dapat menjadi dasar untuk menentukan produk yang ingin dikembangkan dan harga yang sesuai dengan target pasar.
2. Tentukan jenis dan karakter kopi
Pilih jenis biji kopi yang sesuai dengan konsep produk. Anda dapat menggunakan robusta, arabika, atau campuran keduanya.
Selain jenis biji, pertimbangkan asal kopi, tingkat sangrai atau roasting, tingkat kehalusan gilingan, dan karakter rasa yang ingin ditonjolkan. Misalnya, produk untuk konsumen kopi tubruk dapat menggunakan tingkat gilingan berbeda dari produk yang ditujukan untuk metode seduh tertentu.
3. Cari pemasok biji kopi
Pilih pemasok yang mampu menyediakan bahan baku dengan kualitas konsisten dan pasokan yang stabil. Anda dapat bekerja sama dengan petani, koperasi, roastery, atau distributor.
Jangan hanya membandingkan harga. Perhatikan kualitas biji, minimum pembelian, kontinuitas pasokan, waktu pengiriman, dan konsistensi karakter rasa. Jika memungkinkan, uji beberapa sampel sebelum menetapkan pemasok utama.
4. Siapkan peralatan produksi
Peralatan yang dibutuhkan bergantung pada proses yang dilakukan sendiri. Untuk usaha rumahan yang membeli biji kopi sangrai, kebutuhan awal dapat mencakup grinder, timbangan digital, sealer, wadah penyimpanan, dan perlengkapan pengemasan.
Jika ingin melakukan roasting sendiri, Anda juga membutuhkan mesin sangrai dan perlengkapan pendukungnya. Namun, untuk mengurangi investasi awal, Anda bisa membeli kopi yang sudah disangrai atau menggunakan jasa roasting dari pihak ketiga.
5. Tetapkan standar produksi dan kualitas
Buat standar untuk setiap tahap produksi agar karakter produk tetap konsisten. Catat jenis biji, profil roasting jika dilakukan, tingkat kehalusan gilingan, berat produk, dan tanggal produksi.
Lakukan pemeriksaan terhadap bahan baku dan hasil pengemasan sebelum produk dijual. Standar ini semakin penting ketika volume produksi meningkat atau Anda mulai melibatkan karyawan.
6. Buat brand dan kemasan
Tentukan nama merek, logo, desain kemasan, dan identitas visual sesuai target pasar. Kemasan bukan hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga membantu calon pembeli mengenali karakter brand.
Pilih kemasan yang sesuai untuk kopi bubuk dan dapat ditutup rapat. Pastikan label memuat informasi yang diwajibkan, seperti nama produk, berat bersih, identitas produsen, kode produksi, tanggal kedaluwarsa, serta informasi perizinan yang relevan.
7. Tentukan saluran penjualan
Pilih kanal penjualan yang sesuai dengan kebiasaan target pelanggan. Untuk konsumen akhir, Anda dapat memanfaatkan marketplace, media sosial, website, atau toko retail. Jika menyasar kedai kopi dan restoran, pendekatan langsung melalui penawaran sampel dan harga grosir dapat dipertimbangkan.
Pada tahap awal, fokus pada beberapa kanal yang dapat dikelola dengan baik. Setelah pola penjualan mulai terbentuk, perluas distribusi sesuai kapasitas produksi dan kebutuhan pelanggan.
Legalitas yang dibutuhkan untuk bisnis kopi bubuk
Kopi bubuk yang dijual dalam kemasan termasuk produk pangan olahan sehingga legalitas usaha dan ketentuan keamanan pangan perlu diperhatikan. Berikut beberapa hal yang perlu dipersiapkan.
1. Nomor Induk Berusaha (NIB)
NIB menjadi identitas dasar pelaku usaha dan dapat diajukan melalui sistem OSS. Pilih klasifikasi kegiatan usaha sesuai aktivitas yang benar-benar dilakukan, misalnya pengolahan kopi jika Anda melakukan penyangraian atau penggilingan untuk menghasilkan kopi bubuk.
Jika Anda hanya menjual produk yang diproduksi pihak lain, periksa kembali klasifikasi yang sesuai dengan kegiatan perdagangan.
2. Izin edar pangan olahan
Untuk usaha rumah tangga, kopi bubuk termasuk kategori produk yang dapat masuk dalam pengajuan SPP-IRT apabila memenuhi kriteria dan persyaratan yang berlaku.
Namun, tidak semua model produksi dan distribusi otomatis menggunakan jalur SPP-IRT. Pastikan jenis produk, fasilitas, dan kegiatan usaha Anda sesuai dengan ketentuan. Jika tidak memenuhi kriteria, periksa jalur perizinan pangan olahan yang tepat melalui BPOM dan instansi terkait.
3. Sertifikat halal
Pelaku usaha perlu memperhatikan kewajiban sertifikasi halal untuk produk makanan dan minuman. Berdasarkan tahapan yang ditetapkan pemerintah, kewajiban halal bagi produk makanan dan minuman. Karena itu, sertifikat halal perlu dimasukkan ke dalam perencanaan legalitas bisnis, termasuk jika Anda menggunakan jasa maklon. Pastikan proses produksi dan bahan yang digunakan memenuhi ketentuan yang berlaku.
4. Label produk
Pastikan kemasan mencantumkan informasi yang diwajibkan, seperti nama produk, komposisi jika relevan, berat bersih, nama dan alamat produsen, kode produksi, tanggal kedaluwarsa, serta nomor izin edar sesuai ketentuan.
Label juga harus mudah dibaca dan tidak memuat klaim yang menyesatkan. Periksa ketentuan pelabelan pangan olahan sebelum mencetak kemasan dalam jumlah besar agar tidak perlu mengganti desain setelah produksi.
Persyaratan dapat berbeda menurut jenis usaha dan jalur perizinan. Periksa kembali informasi terbaru melalui OSS, BPOM, Dinas Kesehatan, dan BPJPH sebelum memulai produksi komersial.
Komponen biaya operasional bisnis kopi bubuk
Biaya operasional bisnis umumnya meliputi beberapa pengeluaran rutin, diantaranya yaitu:
- Bahan baku: Biaya pembelian biji kopi sangrai atau biji mentah jika Anda melakukan roasting sendiri.
- Kemasan: Meliputi pouch, label, zipper, valve jika diperlukan, dan perlengkapan pengemasan.
- Jasa roasting atau biaya produksi: Biaya layanan pihak ketiga jika proses sangrai dilakukan oleh roastery, atau biaya energi dan perawatan jika dilakukan sendiri.
- Tenaga kerja: Diperlukan ketika produksi, pengemasan, administrasi, dan pemasaran tidak lagi dikerjakan sendiri.
- Pengiriman: Meliputi pengiriman bahan baku dari pemasok dan pengiriman produk kepada pelanggan.
- Promosi dan penjualan: Termasuk biaya iklan, pembuatan konten, sampling produk, diskon, dan biaya kanal penjualan jika berlaku.
- Perawatan peralatan: Untuk menjaga grinder, sealer, mesin roasting, dan peralatan lain tetap berfungsi dengan baik.
- Administrasi dan kepatuhan: Pengeluaran yang berkaitan dengan legalitas, sertifikasi, dan pengelolaan usaha sesuai kebutuhan.
Biaya tersebut perlu dicatat secara teratur agar Anda dapat mengetahui pengeluaran per batch dan biaya yang harus ditutup dari hasil penjualan.
Bagaimana cara menentukan harga jual kopi bubuk?
Harga jual sebaiknya tidak ditentukan hanya dengan melihat harga kompetitor. Anda perlu menghitung biaya produksi, biaya penjualan, serta margin yang ingin diperoleh agar harga tetap kompetitif dan usaha menghasilkan keuntungan.
Secara sederhana, HPP per produk dapat dihitung dengan rumus:
HPP per kemasan = total biaya produksi ÷ jumlah kemasan yang dihasilkan
Total biaya produksi dapat mencakup bahan baku, jasa roasting, penggilingan, kemasan, tenaga kerja langsung, dan biaya produksi lain yang dialokasikan ke batch tersebut.
Misalnya, total biaya produksi satu batch mencapai Rp2.000.000 dan menghasilkan 100 kemasan. Perhitungannya adalah:
Rp2.000.000 ÷ 100 = Rp20.000 per kemasan
Angka tersebut merupakan HPP dasar jika seluruh biaya produksi sudah dimasukkan ke dalam perhitungan. Untuk menentukan harga jual, Anda masih perlu mempertimbangkan biaya pemasaran, biaya marketplace, pengiriman yang ditanggung penjual, pajak, diskon, dan margin keuntungan.
Evaluasi HPP secara berkala karena harga bahan baku, kemasan, dan biaya produksi dapat berubah. Jika biaya meningkat tetapi harga jual tidak disesuaikan, margin bisnis bisa semakin kecil.
Bagaimana proses produksi kopi bubuk?
Jika produksi dilakukan sendiri, kopi bubuk secara umum melalui beberapa tahap dari penyiapan biji hingga pengemasan.
1. Sortasi biji kopi
Periksa dan pisahkan biji yang rusak atau tidak sesuai standar. Sortasi membantu menjaga kualitas bahan baku sebelum proses selanjutnya.
2. Roasting
Jika menggunakan biji mentah, sangrai biji kopi dengan profil yang sesuai karakter produk. Tingkat roasting memengaruhi aroma, rasa, dan karakter akhir kopi.
Jika Anda membeli biji yang sudah disangrai atau menggunakan jasa roastery, tahap ini dilakukan oleh pemasok atau mitra produksi.
3. Pendinginan
Setelah roasting selesai, biji perlu didinginkan sebelum masuk ke tahap selanjutnya. Penanganan yang tepat membantu menjaga kualitas hasil sangrai.
4. Penggilingan
Giling biji kopi sesuai tingkat kehalusan yang ditargetkan. Sesuaikan ukuran gilingan dengan metode seduh yang menjadi sasaran produk, misalnya kopi tubruk atau metode seduh lainnya.
5. Penimbangan dan pengemasan
Timbang kopi sesuai berat bersih yang dicantumkan pada label. Masukkan ke dalam kemasan yang sesuai dan segel dengan rapat untuk membantu melindungi produk selama penyimpanan dan distribusi.
6. Pelabelan dan penyimpanan
Cantumkan informasi produk yang diwajibkan, lalu simpan kopi dalam kondisi yang sesuai agar kualitasnya tetap terjaga. Gunakan sistem pencatatan batch untuk memudahkan pelacakan tanggal produksi dan stok yang tersedia.
Jika kapasitas produksi masih terbatas, Anda tidak harus melakukan seluruh proses sendiri. Beberapa tahap dapat dialihkan kepada pihak ketiga selama pembagian tanggung jawab, standar kualitas, dan legalitas produknya jelas.
Tips mengembangkan bisnis kopi bubuk
Pengembangan usaha sebaiknya mengikuti kebutuhan pasar dan kemampuan produksi. Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan:
1. Kembangkan varian berdasarkan permintaan
Anda dapat menambah varian berdasarkan jenis biji, tingkat roasting, karakter rasa, ukuran kemasan, atau blend tertentu. Namun, jangan terlalu banyak mengembangkan produk sekaligus sebelum mengetahui varian yang paling diminati.
2. Bangun jaringan reseller
Reseller membantu memperluas jangkauan penjualan tanpa mengharuskan Anda membuka toko di setiap wilayah. Siapkan harga reseller, jumlah pembelian minimum jika diperlukan, dan aturan pemesanan yang jelas.
3. Jangkau pelanggan grosir
Tawarkan produk kepada kedai kopi, restoran, kantor, toko oleh-oleh, atau bisnis lain yang membutuhkan kopi secara rutin. Berikan sampel agar calon pelanggan dapat mengevaluasi kualitas produk sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar.
4. Manfaatkan marketplace dan konten visual
Gunakan foto dan video untuk memperlihatkan kemasan, karakter produk, proses produksi, serta cara penyeduhan. Informasi yang jelas membantu calon pembeli memahami produk sebelum bertransaksi.
5. Tingkatkan kapasitas secara bertahap
Jika pesanan mulai stabil, pertimbangkan penambahan peralatan, tenaga kerja, atau kerja sama produksi. Pastikan peningkatan kapasitas sesuai dengan permintaan agar tidak menambah biaya tetap terlalu cepat.
6. Pantau penjualan dan persediaan
Catat produk yang paling laku, ukuran kemasan yang diminati, frekuensi pembelian ulang, serta bahan baku yang digunakan. Data ini membantu menentukan jumlah produksi dan waktu pemesanan ulang.
7. Jaga konsistensi kualitas
Tetapkan standar bahan baku, proses produksi, ukuran gilingan, berat kemasan, dan penyimpanan. Konsistensi membantu membangun kepercayaan pelanggan, terutama jika produk ditujukan untuk kedai atau pembelian berulang.
8. Evaluasi HPP dan arus kas
Tinjau biaya bahan baku, kemasan, produksi, promosi, dan distribusi secara berkala. Pisahkan keuangan bisnis dan pribadi agar Anda dapat memantau margin serta mengetahui apakah usaha memiliki dana yang cukup untuk mendukung pertumbuhan.
Kembangkan bisnis kopi bubuk Anda dengan Mekari POS
Seiring berkembangnya usaha, bisnis kopi bubuk biasanya memiliki lebih banyak varian, mulai dari jenis biji, tingkat roasting, hingga ukuran kemasan. Saluran penjualannya juga bertambah, mulai dari toko, reseller, marketplace, hingga pelanggan grosir. Tanpa pencatatan yang rapi, sulit mengetahui varian mana yang paling diminati, berapa stok biji kopi yang tersisa, dan apakah harga jual masih menutup HPP.
Mekari POS adalah solusi multi-industri berbasis cloud yang dirancang khusus untuk bisnis retail, F&B, dan jasa. Melalui solusi POS untuk bisnis retail, Mekari POS membantu pemilik bisnis kopi bubuk mencatat penjualan dan persediaan dari satu sistem. Berikut fitur yang dapat dimanfaatkan:
- Kasir di berbagai perangkat: Jalankan aplikasi kasir di tablet, Android, atau PC untuk penjualan di toko, booth, maupun bazar. Transaksi tetap berjalan saat koneksi internet terputus.
- Manajemen SKU dan varian: Kelola produk berdasarkan jenis biji, tingkat roasting, dan ukuran kemasan secara terpusat agar katalog tetap rapi.
- Stok bahan mentah dan produk jadi real-time: Pantau stok biji kopi dan kopi kemasan siap jual secara langsung, sehingga jadwal produksi dan pembelian ulang lebih mudah direncanakan.
- Laporan produk terlaris dan tren penjualan: Ketahui varian dan ukuran kemasan yang paling diminati sebagai dasar menentukan jumlah produksi berikutnya.
- Diskon dan program membership: Atur diskon produk atau pesanan secara fleksibel dan kelola program poin untuk pelanggan yang membeli secara rutin.
- Integrasi Mekari Desty: Hubungkan penjualan di marketplace melalui Mekari Desty, sehingga transaksi online dan offline tercatat dalam satu alur.
- Integrasi Mekari Jurnal: Sinkronkan transaksi ke Mekari Jurnal untuk pencatatan akuntansi otomatis, sehingga HPP, margin, dan arus kas lebih mudah dievaluasi.
Saatnya kembangkan bisnis kopi bubuk dengan pencatatan penjualan dan stok yang lebih rapi bersama Mekari POS.
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References
References
The Business Research Company. “Coffee Shops Market Report 2026”
