- Pre-order artinya proses memesan dan membayar suatu produk sebelum produk tersebut resmi dirilis atau tersedia, sehingga pelanggan sudah mengamankan pesanan mereka lebih awal.
- Tanpa pengelolaan yang tepat, bisnis berisiko kehilangan penjualan dari calon pelanggan, terbukti dari 70% keranjang belanja online yang ditinggalkan begitu saja tanpa checkout.
- Mekari POS membantu bisnis mengelola status stok dan produk pre-order secara terstruktur, sehingga pesanan yang belum tersedia tetap tercatat rapi hingga siap dikirim ke pelanggan.
Anda mungkin pernah menemukan produk, mulai dari gadget terbaru, buku, hingga fashion edisi terbatas, yang sudah bisa dipesan meski belum benar-benar tersedia di pasaran. Praktik ini dikenal sebagai pre-order dan kini menjadi strategi yang banyak digunakan oleh bisnis di berbagai industri.
Selain membantu menciptakan antusiasme sebelum peluncuran, pre-order juga memungkinkan bisnis mengukur minat pasar dan mengamankan penjualan lebih awal.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu pre order, bagaimana cara kerjanya, berbagai jenis metode yang umum digunakan, serta manfaat dan risiko yang perlu diperhatikan. Tidak hanya itu, Anda juga akan memahami cara mengukur keberhasilan strategi pre-order agar dapat diterapkan secara optimal dalam bisnis Anda.
Apa itu pre-order?

Pre-order adalah proses memesan suatu produk atau layanan sebelum produk tersebut resmi dirilis atau tersedia untuk dijual. Dengan pre-order, pelanggan dapat mengamankan produk yang mereka inginkan lebih awal, bahkan sebelum barang tersebut benar-benar diproduksi atau tersedia di gudang.
Menariknya, konsep pre-order ternyata sudah ada sejak abad ke-17. Seorang penulis bernama John Minsheu meminta pembaca membayar di muka untuk mendanai proses pencetakan kamus 11 bahasa yang ia susun, sebagai imbalannya nama para pendukung dicantumkan dalam buku tersebut. Sejak saat itu, pre-order berkembang dan digunakan di berbagai industri, mulai dari buku, video game, fashion, hingga elektronik.
Bagi bisnis, pre-order artinya bukan sekadar menerima pesanan lebih awal, melainkan strategi untuk mengamankan penjualan, mengukur minat pasar, sekaligus mendanai proses produksi sebelum produk benar-benar siap dikirim ke pelanggan.
Bagaimana cara kerja pre-order?
Proses pre-order umumnya berjalan melalui beberapa tahapan berikut, baik dari sisi bisnis maupun pelanggan.
1. Pengumuman produk
Proses dimulai ketika bisnis mengumumkan produk yang akan dirilis. Informasi yang disampaikan biasanya mencakup deskripsi produk, keunggulan, serta estimasi waktu ketersediaan.
Tahap ini bertujuan untuk membangun awareness dan menarik minat calon pembeli sebelum produk benar-benar diluncurkan.
2. Pembuatan halaman pre-order
Selanjutnya, bisnis menyiapkan halaman khusus pre-order, baik di website, marketplace, maupun media sosial. Halaman ini berisi detail penting seperti harga, spesifikasi produk, estimasi pengiriman, serta syarat dan ketentuan pembelian.
Transparansi di tahap ini sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dengan pelanggan.
3. Pelanggan melakukan pemesanan
Pelanggan kemudian dapat melakukan pemesanan sesuai mekanisme yang ditentukan. Beberapa bisnis mewajibkan pembayaran penuh di awal, sementara yang lain memberikan opsi pembayaran deposit atau bahkan tanpa pembayaran di muka. Fleksibilitas metode pembayaran ini biasanya disesuaikan dengan strategi bisnis dan jenis produk yang ditawarkan.
4. Produksi atau pengadaan produk
Setelah periode pre-order berjalan, bisnis menggunakan data pesanan untuk menentukan jumlah produksi atau pengadaan stok.
Dengan cara ini, risiko overstock maupun kekurangan barang dapat diminimalkan karena produksi didasarkan pada permintaan nyata dari pelanggan.
5. Perilisan dan pengiriman
Setelah produk siap, bisnis akan mulai memproses dan mengirimkan pesanan kepada pelanggan. Pengiriman biasanya dilakukan berdasarkan urutan pemesanan atau sesuai jadwal yang telah diinformasikan sebelumnya.
Pada tahap ini, komunikasi yang jelas terkait status pesanan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pelanggan.
Jenis-jenis metode pre-order

Terdapat beberapa metode pre-order yang dapat diterapkan bisnis, tergantung tujuan dan kebutuhan arus kas. Berikut penjelasannya.
1. Pay now (bayar di muka)
Pelanggan membayar penuh harga produk saat melakukan pre-order, mirip dengan transaksi normal namun dengan waktu pemenuhan pesanan yang lebih panjang. Metode ini membantu bisnis mendapatkan dana di awal sekaligus langsung mengamankan permintaan pelanggan begitu produk tidak tersedia.
2. Pay later (bayar kemudian)
Pelanggan hanya perlu membayar deposit atau bahkan tanpa pembayaran di muka, kemudian ditagih sisa pembayaran saat produk siap dikirim. Metode ini cocok bagi bisnis yang ingin menyelaraskan waktu penagihan dengan jadwal pembayaran ke pemasok.
3. Pre-order berbasis langganan
Pelanggan menyetujui penagihan berulang dalam jadwal tertentu, misalnya setiap bulan, cocok untuk bisnis yang ingin membangun pendapatan berulang sekaligus komunitas pelanggan setia.
4. Limited edition drops dan waitlist
Bisnis menjual produk dalam jumlah terbatas pada waktu tertentu untuk menciptakan kesan eksklusif dan mendorong calon pelanggan segera memesan sebelum kehabisan.
Manfaat pre-order bagi bisnis dan pelanggan
Pre-order tidak hanya menguntungkan bisnis, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pelanggan yang ingin mendapatkan produk lebih awal. Strategi ini menjadi salah satu cara efektif untuk menjembatani kebutuhan kedua belah pihak.
70% keranjang belanja online ditinggalkan begitu saja tanpa checkout. – Baymard Institute.
Hal ini menunjukkan besarnya potensi penjualan yang bisa hilang jika bisnis tidak memiliki cara untuk mengamankan pesanan sejak awal, termasuk ketika stok belum tersedia.
Selain itu, pelanggan yang kembali berbelanja menghasilkan pendapatan 300% lebih besar dibanding pembeli baru, menyumbang 44% pendapatan dari hanya 21% basis pelanggan. – Gorgias.
Data ini menegaskan pentingnya strategi yang tidak hanya mendorong transaksi, tetapi juga membangun loyalitas pelanggan sejak awal, salah satunya melalui akses eksklusif seperti pre-order.
Berikut manfaat lain dari pre-order bagi bisnis maupun pelanggan:
- Mengamankan penjualan tanpa modal stok besar: Bisnis dapat memperluas penawaran produk tanpa harus berinvestasi besar pada inventaris terlebih dahulu.
- Memprediksi permintaan secara lebih akurat: Data pre-order membantu bisnis memperkirakan jumlah produksi atau pengadaan yang dibutuhkan, sehingga menghindari kelebihan maupun kekurangan stok.
- Membangun antusiasme dan buzz pemasaran: Pre-order menciptakan rasa penasaran dan eksklusivitas yang mendorong calon pelanggan untuk segera bertindak.
- Meningkatkan visibilitas SEO lebih awal: Halaman pre-order yang sudah aktif sebelum produk resmi dirilis membantu bisnis mulai membangun peringkat pencarian untuk kata kunci terkait produk tersebut.
- Menjamin ketersediaan produk bagi pelanggan: Pelanggan mendapat kepastian memperoleh produk yang diinginkan, terutama untuk barang edisi terbatas atau dengan permintaan tinggi.
- Kunci harga di awal: Pada beberapa kasus, pelanggan yang melakukan pre-order dapat mengunci harga saat itu meski harga produk naik sebelum resmi dirilis.
Risiko yang perlu diperhatikan dalam menerapkan sistem pre-order
Meski bermanfaat, pre-order juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan sebelum diterapkan sebagai strategi bisnis.
- Produk belum benar-benar jadi: Menjual sesuatu yang belum sepenuhnya matang secara desain maupun produksi berisiko mengecewakan pelanggan apabila hasil akhirnya terasa terburu-buru.
- Keterlambatan produksi: Proses manufaktur sering kali tidak dapat diprediksi sepenuhnya, sehingga keterlambatan pasokan dapat memicu gelombang pembatalan pesanan.
- Risiko arus kas dari pengembalian dana: Uang yang diterima di muka bukanlah pendapatan yang sepenuhnya aman, karena jika jadwal pengiriman meleset, pelanggan berhak meminta pengembalian dana.
- Ketergantungan pada pemasok: Berbeda dengan stok yang sudah ada di gudang sendiri, bisnis tidak memiliki kendali penuh atas produk yang masih dalam proses produksi oleh pihak lain.
Cara mengukur keberhasilan strategi pre-order
Setelah menerapkan pre-order, penting untuk mengevaluasi efektivitasnya melalui beberapa metrik berikut.
1. Preorder rate
Pre-order rate menunjukkan persentase pesanan yang masuk melalui skema pre-order dibandingkan total pesanan. Angka yang tinggi menandakan bahwa produk berhasil menarik minat pasar bahkan sebelum tersedia. Sebaliknya, jika rendah, bisa jadi produk kurang relevan atau promosi pre-order belum optimal.
2. Time to sell out
Metrik ini mengukur seberapa cepat kuota pre-order habis sejak pertama kali dibuka. Semakin cepat produk terjual, semakin besar indikasi adanya demand yang kuat. Selain itu, metrik ini juga membantu bisnis mengevaluasi apakah estimasi jumlah stok sudah tepat atau masih perlu disesuaikan.
3. Preorder conversion rate
Conversion rate menunjukkan persentase pengunjung halaman produk yang benar-benar melakukan pre-order. Jika traffic tinggi tetapi konversi rendah, kemungkinan ada kendala seperti informasi produk yang kurang jelas, harga yang belum kompetitif, atau proses checkout yang terlalu rumit.
4. Refund atau cancellation rate
Metrik ini mengukur persentase pelanggan yang membatalkan pesanan atau meminta refund setelah melakukan pre-order. Angka yang tinggi bisa menjadi sinyal adanya masalah, seperti keterlambatan pengiriman, ekspektasi produk yang tidak sesuai, atau komunikasi yang kurang transparan dari bisnis.
Kelola stok dan produk pre-order lebih rapi dengan Mekari POS
Menjalankan strategi pre-order membutuhkan pengelolaan stok dan data produk yang rapi, terutama ketika bisnis harus membedakan antara produk yang sudah tersedia dan yang masih dalam status pre-order di berbagai outlet.
Tanpa sistem yang terstruktur, bisnis berisiko memberikan informasi ketersediaan yang tidak akurat kepada pelanggan, hingga kesulitan melacak jumlah pesanan pre-order yang harus dipenuhi saat stok sudah tersedia.
Untuk itu, Mekari POS sebagai sistem POS terpusat, hadir menjadi solusi untuk membantu bisnis retail mengelola inventaris secara lebih terpusat dan efisien, termasuk untuk mendukung strategi pre-order.
Melalui Mekari POS, Anda dapat:
- Memantau produk dan stok secara akurat di setiap outlet dan gudang
- Mengatur katalog produk, SKU, kategori, dan varian dengan lebih rapi
- Mengelola perpindahan inventaris antar gudang atau cabang secara terstruktur
- Mendapatkan notifikasi stok menipis secara real-time
- Menjaga konsistensi dan akurasi stok di berbagai channel penjualan
Siap menjalankan strategi pre-order dengan pengelolaan stok dan produk yang lebih rapi? Mulai kelola inventaris bisnis Anda lebih mudah dengan Mekari POS!
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References
References
Gorgias. “Introduction: Why happy customers are the best fuel for growth”
