11 mins read

Cara Memulai Bisnis Online: Tembus Pasar hingga $8 Triliun

cara memulai bisnis online
Mekari POS Highlights
  • Bisnis online adalah usaha yang beroperasi utamanya lewat internet, mencakup penjualan produk fisik, jasa digital, hingga konten, tanpa harus bergantung pada toko fisik.
  • Pasar e-commerce global diproyeksi mencapai 8,09 triliun dolar AS pada 2028, dan 56% pengguna internet sudah berbelanja online setidaknya sekali setiap minggu.
  • Mekari Desty membantu bisnis online menyatukan penjualan dari berbagai marketplace dan kanal digital dalam satu dashboard sejak awal memulai usaha.

Membuka laptop, memasarkan produk lewat media sosial, lalu menerima pesanan pertama dari pelanggan yang bahkan belum pernah ditemui secara langsung. Skenario seperti ini semakin umum terjadi seiring semakin banyak orang memilih memulai bisnis online dibanding toko fisik konvensional.

Artikel ini membahas apa itu bisnis online, kenapa peluangnya semakin menjanjikan, jenis-jenis model bisnis online yang bisa dipilih, hingga langkah-langkah memulainya dari nol.

Apa itu bisnis online?

cara memulai bisnis online

Bisnis online adalah kegiatan usaha yang sebagian besar prosesnya dilakukan melalui internet. Mulai dari pemasaran, pemesanan, komunikasi dengan pelanggan, hingga pembayaran dapat dilakukan secara digital tanpa harus mengandalkan toko fisik.

Jenisnya pun cukup beragam. Bisnis online dapat menjual produk fisik melalui e-commerce, menawarkan jasa seperti konsultasi dan freelance, atau menghasilkan pendapatan dari konten melalui blog, website, maupun media sosial.

Salah satu daya tarik bisnis online adalah kemudahannya untuk berkembang. Pemilik usaha dapat memulai dari skala kecil dengan modal yang relatif lebih fleksibel, kemudian meningkatkan kapasitas bisnis seiring bertambahnya pelanggan dan permintaan pasar.

Kenapa bisnis online semakin menjanjikan?

Perubahan kebiasaan konsumen membuat internet menjadi bagian penting dalam proses jual beli. Pelanggan kini dapat mencari produk, membandingkan harga, membaca ulasan, hingga menyelesaikan pembayaran tanpa perlu datang langsung ke toko. Perubahan ini membuka peluang yang semakin besar bagi bisnis untuk menjangkau pelanggan di luar wilayah operasionalnya. 

Data Insight

Penjualan e-commerce global diproyeksikan mencapai 8,09 triliun dolar AS pada 2028, mencerminkan pergeseran signifikan dalam kebiasaan belanja konsumen –Shopify

Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas belanja melalui kanal digital diperkirakan terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun ke depan. Besarnya nilai transaksi juga memperlihatkan bahwa e-commerce sudah berkembang menjadi bagian penting dari ekosistem perdagangan, bukan sekadar pilihan tambahan bagi konsumen.

Peluang tersebut semakin menarik karena frekuensi konsumen berbelanja secara online juga cukup tinggi. Bagi pemilik bisnis, kondisi ini berarti pelanggan potensial tidak hanya tersedia dalam jumlah besar, tetapi juga memiliki kebiasaan untuk melakukan pembelian secara rutin melalui internet.

Data Insight

Sekitar 56% pengguna internet berbelanja sesuatu secara online setidaknya sekali setiap minggu. – Data Reportal Digital 2025

Data ini menegaskan bahwa pasar bagi bisnis online sudah sangat besar dan terus tumbuh, sehingga peluang bagi pemain baru untuk masuk dan menemukan ceruk pasarnya sendiri masih sangat terbuka.

Tantangan menjalankan bisnis online

Di balik peluang pasar yang luas, bisnis online juga menghadapi berbagai tantangan yang perlu dipersiapkan sejak awal. Memahami hambatan ini membantu pemilik bisnis menyusun strategi yang lebih matang dan mengurangi risiko ketika usaha mulai berkembang.

1. Persaingan yang semakin ketat

Kemudahan memulai bisnis online membuat jumlah pemain di berbagai kategori terus bertambah. Agar tidak terjebak dalam persaingan harga, bisnis perlu memiliki pembeda yang jelas melalui kualitas produk, branding, hingga pengalaman pelanggan.

2. Membangun kepercayaan tanpa tatap muka

Pelanggan tidak dapat melihat atau mencoba produk secara langsung sebelum melakukan pembelian. Karena itu, bisnis perlu membangun kredibilitas melalui foto dan deskripsi produk yang sesuai, ulasan pelanggan, informasi yang transparan, serta layanan pelanggan yang responsif.

3. Mengelola logistik dan pengiriman

Pengiriman menjadi bagian penting dari pengalaman pelanggan dalam bisnis online. Keterlambatan, barang rusak, atau kesalahan alamat dapat menimbulkan komplain dan memengaruhi reputasi bisnis, sehingga pemilihan jasa ekspedisi dan sistem pelacakan pesanan perlu diperhatikan sejak awal.

4. Menjaga keamanan data dan transaksi

Transaksi online melibatkan berbagai informasi pelanggan, mulai dari data kontak hingga riwayat pembelian. Bisnis perlu menggunakan sistem pembayaran dan pengelolaan data yang terpercaya untuk mengurangi risiko kebocoran informasi maupun transaksi yang tidak aman.

5. Tidak bergantung pada satu kanal penjualan

Mengandalkan satu marketplace atau platform saja membuat bisnis lebih rentan terhadap perubahan kebijakan, algoritma, maupun biaya layanan. Memanfaatkan beberapa kanal, seperti marketplace, media sosial, dan website sendiri, dapat membantu bisnis menjangkau pelanggan lebih luas sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu platform.

Jenis-jenis model bisnis online

Sebelum menentukan bisnis yang ingin dijalankan, pahami terlebih dahulu model bisnis online yang tersedia. Setiap model memiliki cara kerja, target pasar, dan pola transaksi yang berbeda, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan produk atau jasa yang ditawarkan.

1. Business-to-Customer (B2C)

B2C adalah model bisnis yang menjual produk atau jasa secara langsung kepada konsumen individu. Model ini paling banyak ditemukan dalam bisnis online, seperti toko e-commerce, brand fashion, hingga layanan digital yang melayani kebutuhan konsumen sehari-hari.

2. Business-to-Business (B2B)

B2B merupakan model bisnis yang menawarkan produk atau jasa kepada perusahaan atau pelaku usaha lain. Transaksinya sering kali dilakukan dalam jumlah lebih besar dan dapat berlangsung secara berulang, misalnya pemasok bahan baku yang menjual produknya kepada restoran.

3. Customer-to-Customer (C2C)

C2C memungkinkan konsumen menjual produk atau barang kepada konsumen lainnya melalui platform tertentu. Marketplace barang bekas atau platform jual beli antarindividu merupakan contoh model yang menggunakan pola ini.

4. Customer-to-Business (C2B)

Dalam model C2B, individu menawarkan produk, keahlian, atau jasanya kepada perusahaan. Contohnya adalah freelancer yang menyediakan jasa desain, penulisan, fotografi, atau konsultasi kepada bisnis melalui platform digital.

5. Dropshipping

Dropshipping memungkinkan pemilik bisnis menjual produk tanpa harus menyimpan persediaan sendiri. Ketika pelanggan melakukan pembelian, pesanan diteruskan kepada pemasok yang kemudian mengemas dan mengirimkan produk langsung kepada pelanggan.

6. Private label

Private label merupakan model ketika bisnis menjual produk yang dibuat oleh pihak manufaktur tetapi menggunakan merek milik bisnis tersebut. Cara ini memungkinkan pemilik usaha membangun brand sendiri tanpa harus menangani seluruh proses produksi dari awal.

7. Model berlangganan

Model berlangganan mengandalkan pembayaran pelanggan secara berkala, misalnya bulanan atau tahunan, untuk terus menggunakan produk atau layanan. Model ini banyak digunakan oleh bisnis software, layanan streaming, hingga produk kebutuhan rutin karena dapat menciptakan pendapatan yang lebih berulang.

Cara memulai bisnis online

Memulai bisnis online tidak berhenti pada memilih produk lalu menjualnya melalui internet. Ada beberapa hal yang perlu disiapkan sejak awal. Berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan:

1. Tentukan niche dan lakukan riset pasar

Mulailah dengan memilih niche atau segmen pasar yang ingin dituju secara spesifik. Riset kebutuhan, kebiasaan, dan masalah calon pelanggan untuk menemukan peluang yang benar-benar memiliki permintaan hal in membuat bisnis lebih mudah membangun positioning dan tidak langsung berhadapan dengan persaingan di pasar. 

2. Pilih model bisnis dan produk yang sesuai

Tentukan jenis produk atau layanan yang akan ditawarkan, apakah berupa barang fisik, jasa digital, konten, atau lainnya. Setelah itu, pilih model bisnis yang paling sesuai, seperti B2C, B2B, dropshipping, private label, atau subscription. Pilihan ini akan menentukan bagaimana bisnis memperoleh pendapatan, mengelola produk, hingga melayani pelanggan.

3. Urus legalitas dan pendaftaran usaha

Pastikan bisnis memiliki legalitas yang sesuai dengan jenis dan skala usaha yang dijalankan. Siapkan pendaftaran usaha, dokumen perizinan, serta kewajiban perpajakan yang diperlukan. Legalitas yang jelas membuat bisnis lebih siap berkembang dan membantu mengurangi risiko masalah administratif di kemudian hari.

4. Bangun toko online dan kanal penjualan

Pilih tempat untuk menjual dan mempromosikan produk, seperti website sendiri, marketplace, atau media sosial. Pastikan informasi produk, harga, foto, dan cara pembelian mudah ditemukan agar pelanggan tidak kesulitan saat bertransaksi. Gunakan tampilan dan identitas brand yang konsisten di setiap kanal agar bisnis lebih mudah dikenali.

5. Siapkan pembayaran dan pencatatan keuangan

Sediakan beberapa pilihan pembayaran yang sesuai dengan kebiasaan target pelanggan, seperti transfer bank, kartu, e-wallet, atau metode digital lainnya. Sejak transaksi pertama, pisahkan pencatatan keuangan bisnis dari keuangan pribadi agar pemasukan, pengeluaran, dan arus kas lebih mudah dipantau.

6. Susun strategi pemasaran dan mulai berjualan

Tentukan cara untuk mendatangkan calon pelanggan melalui kanal yang paling sesuai dengan target pasar, seperti media sosial, SEO, iklan digital, atau email marketing. Setelah bisnis mulai berjalan, pantau data penjualan, trafik, dan respons pelanggan untuk melihat strategi mana yang paling efektif. Gunakan hasil tersebut untuk memperbaiki promosi dan mengembangkan bisnis secara bertahap.

Strategi pemasaran digital untuk bisnis online

Punya produk dan toko online saja belum cukup jika calon pelanggan tidak tahu bisnis Anda ada. Berikut beberapa strategi pemasaran yang bisa disesuaikan dengan model dan target pasar bisnis online Anda.

  1. Search Engine Optimization (SEO): Membantu bisnis muncul di hasil pencarian ketika calon pelanggan mencari produk atau solusi yang relevan. Strategi ini cocok untuk membangun trafik organik dalam jangka panjang, terutama bagi bisnis yang memiliki website atau blog sendiri.
  2. Media sosial dan social commerce: Platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook dapat digunakan untuk mempromosikan produk sekaligus berinteraksi langsung dengan pelanggan. Fitur shopping dan live streaming juga memungkinkan bisnis menjadikan media sosial sebagai kanal penjualan.
  3. Iklan digital berbayar: Iklan di search engine dan media sosial memungkinkan bisnis menjangkau audiens berdasarkan lokasi, minat, maupun perilaku belanja. Strategi ini dapat membantu mempercepat akuisisi pelanggan ketika trafik organik belum terbentuk.
  4. Email dan WhatsApp marketing: Data kontak pelanggan dapat dimanfaatkan untuk mengirim promosi, informasi produk baru, atau pengingat keranjang belanja. Strategi ini membantu mendorong pelanggan melakukan pembelian kembali dengan biaya yang relatif rendah.
  5. Kolaborasi dengan influencer atau afiliasi: Kerja sama dengan kreator konten dan affiliate partner dapat memperluas jangkauan bisnis melalui rekomendasi dari pihak yang sudah memiliki audiens. Cara ini cocok untuk meningkatkan awareness sekaligus mendatangkan calon pelanggan baru.
  6. Content marketing untuk bisnis B2B: Bisnis B2B dapat menggunakan artikel, studi kasus, webinar, atau konten edukatif untuk membangun kredibilitas. Informasi yang relevan membantu calon klien memahami solusi yang ditawarkan sebelum mengambil keputusan pembelian.

Tren Bisnis Online yang Perlu Diperhatikan

Perkembangan teknologi dan perubahan kebiasaan belanja membuat lanskap bisnis online terus bergerak. Agar tetap relevan dan kompetitif, pelaku usaha perlu memahami tren yang mulai memengaruhi cara pelanggan menemukan, memilih, hingga membeli produk.

1. Social commerce semakin berkembang

Media sosial kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga menjadi tempat pelanggan menemukan hingga membeli produk. Fitur seperti live shopping membuat bisnis dapat berinteraksi langsung dengan audiens sekaligus mendorong transaksi, terutama untuk produk B2C yang mudah ditampilkan melalui konten visual.

TikTok Shop, misalnya, tercatat menyumbang sekitar sepertiga dari total nilai transaksi (GMV) marketplace yang terlacak di Indonesia pada 2026 –Magpie IQ. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan membuat konten video dan melakukan penjualan melalui live streaming semakin relevan bagi bisnis online.

2. AI mulai dimanfaatkan untuk layanan pelanggan

Kecerdasan buatan (AI) semakin banyak digunakan untuk membantu bisnis menjawab pertanyaan pelanggan secara otomatis. Chatbot berbasis AI memungkinkan pelanggan mendapatkan respons lebih cepat, bahkan di luar jam operasional, tanpa mengharuskan bisnis menambah tim customer service seiring meningkatnya jumlah pertanyaan.

3. Pengalaman belanja omnichannel semakin penting

Pelanggan tidak selalu menggunakan satu kanal saat berbelanja. Mereka bisa menemukan produk melalui media sosial, membandingkan harga di marketplace, lalu menyelesaikan transaksi melalui website atau toko fisik. Karena itu, bisnis perlu menjaga informasi produk, harga, stok, dan layanan tetap konsisten di berbagai kanal.

4. Personalisasi pengalaman pelanggan

Pelanggan semakin terbiasa mendapatkan rekomendasi produk yang sesuai dengan kebutuhan dan riwayat belanja mereka. Bisnis dapat memanfaatkan data interaksi dan pembelian untuk memberikan rekomendasi yang lebih relevan, menawarkan promo yang sesuai, atau menyesuaikan komunikasi dengan preferensi pelanggan.

5. Ekspektasi pengiriman semakin cepat

Kecepatan pengiriman kini menjadi salah satu bagian penting dalam pengalaman belanja online. Pelanggan semakin terbiasa dengan pilihan pengiriman yang cepat, sehingga bisnis perlu memastikan stok tersedia dan proses pemenuhan pesanan berjalan efisien tanpa membuat biaya logistik menggerus margin.

Mulai dan kelola bisnis online Anda dengan ekosistem Mekari

Memulai bisnis online akan lebih mudah jika sejak awal Anda sudah memiliki sistem yang mampu mengatur penjualan, stok, dan keuangan secara terintegrasi. Saat pesanan mulai datang dari berbagai kanal, pengelolaan yang masih terpisah dapat membuat pencatatan semakin rumit dan menyulitkan Anda melihat kondisi bisnis secara menyeluruh.

Sebagai sistem POS terpusat, Mekari POS membantu bisnis mengelola transaksi dan operasional penjualan dari satu sistem. Tidak hanya untuk transaksi offline, Mekari POS juga dapat menjadi bagian dari alur bisnis online yang lebih terintegrasi, terutama bagi bisnis yang nantinya memiliki toko fisik, titik pickup, atau berkembang menjadi beberapa lokasi.

Data transaksi yang tercatat di Mekari POS dapat terhubung dengan Mekari Jurnal untuk membantu pencatatan keuangan secara otomatis. Sementara itu, Mekari Desty membantu mengelola penjualan dari berbagai marketplace dan kanal online dalam satu dashboard. Dengan begitu, penjualan offline, online, dan pencatatan keuangan dapat berjalan dalam satu ekosistem tanpa harus mengelola data secara terpisah.

Mekari POS juga dilengkapi berbagai fitur unggulan yang membantu bisnis online mengelola transaksi dan operasional dengan lebih praktis. Mulai dari pembayaran, stok, hingga pengelolaan cabang dapat dilakukan dalam satu sistem. Berikut fitur yang bisa dimanfaatkan:

  • Transaksi cepat dan akurat: Mendukung berbagai metode pembayaran, termasuk QRIS, kartu, dan e-wallet, dalam satu alur kasir yang sederhana. Proses transaksi menjadi lebih cepat sekaligus membantu mengurangi risiko kesalahan pencatatan.
  • Manajemen stok real-time: Memantau ketersediaan barang setiap kali transaksi terjadi. Data yang terus diperbarui membantu bisnis mencegah kehabisan stok dan mengurangi selisih antara stok fisik dengan catatan sistem.
  • Laporan bisnis: Menyajikan data penjualan, produk terlaris, dan performa bisnis secara otomatis sehingga pemilik usaha tidak perlu melakukan rekap manual untuk memantau perkembangan penjualan.
  • Program loyalitas: Membantu membangun pelanggan tetap melalui membership dan program poin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Strategi ini dapat mendorong pelanggan untuk kembali melakukan pembelian.
  • Integrasi ekosistem Mekari: Terhubung dengan Mekari Jurnal untuk membantu pencatatan keuangan dan Mekari Desty untuk mengelola penjualan dari berbagai kanal online. Data transaksi pun dapat dikelola lebih terhubung tanpa harus berpindah-pindah sistem.
  • Manajemen multicabang: Mendukung bisnis yang berkembang ke beberapa lokasi dengan pengelolaan operasional dari satu sistem. Pemilik dapat memantau data seperti stok dan harga dengan lebih mudah tanpa harus mengecek setiap cabang secara terpisah.

Siap mengelola bisnis online dengan sistem yang lebih terpusat? Mulai kelola transaksi, stok, dan operasional bisnis Anda dengan Mekari POS.

FAQ

1. Apa itu bisnis online?

1. Apa itu bisnis online?

Bisnis online adalah usaha yang beroperasi utamanya melalui internet, mencakup penjualan produk fisik, jasa digital, maupun bisnis berbasis konten, tanpa harus bergantung pada toko fisik.

2. Apa saja jenis model bisnis online?

2. Apa saja jenis model bisnis online?

Jenis modelnya meliputi Business-to-Customer (B2C), Business-to-Business (B2B), Customer-to-Customer (C2C), dan Customer-to-Business (C2B), dengan berbagai metode distribusi seperti dropshipping dan private label.

3. Bagaimana langkah-langkah memulai bisnis online?

3. Bagaimana langkah-langkah memulai bisnis online?

Langkahnya meliputi menentukan niche dan riset pasar, memilih model bisnis dan produk, mengurus legalitas, membangun toko online, menyiapkan sistem pembayaran dan pencatatan keuangan, serta menyusun strategi pemasaran sebelum meluncurkan bisnis.