- Point of sale (POS) adalah gabungan perangkat keras dan perangkat lunak yang memproses transaksi penjualan sekaligus mengelola inventaris dan laporan bisnis dalam satu sistem terintegrasi.
- POS pertama kali muncul dalam bentuk mesin kasir mekanis pada 1883, dan terus berevolusi hingga menjadi sistem cloud yang bisa diakses dari mana saja seperti sekarang.
- Mekari POS hadir sebagai sistem POS berbasis cloud yang dirancang untuk kebutuhan bisnis retail dan F&B di Indonesia, mulai dari transaksi hingga laporan bisnis dalam satu platform.
Setiap kali melakukan pembayaran di kasir minimarket, memesan makanan di restoran, atau memindai QRIS di kafe, Anda sebenarnya sedang menggunakan sebuah sistem yang dikenal sebagai point of sale (POS). Meski kini identik dengan layar sentuh dan pembayaran digital, teknologi ini telah berkembang selama lebih dari satu abad dan terus berevolusi mengikuti kebutuhan bisnis.
Point of sale (POS) adalah sistem yang tidak hanya berfungsi memproses transaksi, tetapi juga membantu bisnis mengelola berbagai aktivitas operasional. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari pengertian POS, sejarah perkembangannya, cara kerja, jenis-jenis, komponen utama, hingga bagaimana pasar POS terus berkembang di era digital.
Apa itu point of sale (POS)?

Point of sale atau POS adalah gabungan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk memproses transaksi penjualan secara efisien dan aman. Secara sederhana, POS adalah titik di mana transaksi antara penjual dan pembeli benar-benar terjadi.
Namun dalam praktiknya, POS modern jauh melampaui sekadar alat hitung transaksi. Sistem ini juga mengelola inventaris, mencatat data pelanggan, dan menghasilkan laporan penjualan secara otomatis dalam satu platform yang terintegrasi.
Dengan sistem yang terpusat, seluruh data transaksi tersimpan secara digital sehingga lebih mudah dipantau kapan saja. Hal ini membantu pemilik bisnis mengurangi kesalahan pencatatan manual, mempercepat proses pembayaran, serta memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan, seperti produk terlaris, kondisi stok, hingga performa penjualan pada setiap periode.
Sejarah singkat point of sale
Sebelum ada mesin kasir, transaksi bisnis dicatat sepenuhnya dengan kertas dan pena, sebuah proses yang lambat dan rawan kesalahan maupun kecurangan. Perubahan besar dimulai ketika James Ritty mematenkan mesin kasir mekanis pertama pada tahun 1883 untuk mencatat setiap transaksi di bar miliknya.
Ritty kemudian menjual penemuannya kepada John Patterson, yang selanjutnya mendirikan National Cash Register Company atau NCR, perusahaan yang hingga kini masih memproduksi sistem POS. Hampir satu abad kemudian, pada 1970, IBM memperkenalkan mesin kasir elektronik yang membuat pencatatan transaksi menjadi lebih cepat dan akurat.
Titik balik berikutnya terjadi pada 2002, ketika sistem POS berbasis cloud pertama diperkenalkan di Inggris. Sejak saat itu, POS terus berkembang menjadi sistem yang jauh lebih canggih dari sekadar mesin penghitung uang.
Perkembangan pasar POS saat ini
Perkembangan teknologi pembayaran digital dan meningkatnya kebutuhan akan otomatisasi operasional membuat sistem POS terus berevolusi. Kini, POS tidak lagi dipandang hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai solusi yang membantu bisnis mengelola stok, memantau penjualan, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Tren tersebut turut mendorong pertumbuhan pasar POS di berbagai negara.
Pasar software point of sale global diperkirakan bernilai sekitar 17,13 miliar dolar AS pada 2025 dan diproyeksikan tumbuh menjadi 18,97 miliar dolar AS pada 2026, dengan kawasan Asia Pasifik memegang pangsa pasar terbesar sekitar 31,7%. –Grand View Research.
Dominasi Asia Pasifik ini sejalan dengan pesatnya adopsi pembayaran digital dan transformasi bisnis retail maupun F&B di kawasan ini, termasuk Indonesia.
Cara kerja sistem POS
Sistem point of sale (POS) bekerja dengan menghubungkan seluruh proses transaksi, mulai dari pencatatan produk hingga pembaruan data bisnis secara otomatis. Setiap transaksi yang dilakukan pelanggan tidak hanya menghasilkan pembayaran, tetapi juga memperbarui berbagai informasi penting yang dibutuhkan untuk menjalankan operasional bisnis.
Prosesnya dimulai ketika pelanggan memilih produk yang akan dibeli. Kasir kemudian memasukkan produk ke dalam sistem, baik dengan memindai barcode maupun memilih produk dari katalog digital. Setelah itu, sistem secara otomatis menghitung total harga, pajak, diskon, maupun biaya lain yang berlaku sehingga nominal pembayaran dapat langsung diketahui.
Selanjutnya, pelanggan memilih metode pembayaran, seperti tunai, kartu debit atau kredit, QRIS, maupun dompet digital. Setelah pembayaran berhasil diproses, sistem akan menyelesaikan transaksi dan menerbitkan bukti pembayaran, baik dalam bentuk struk cetak maupun e-receipt yang dikirim melalui email atau aplikasi.
Di balik proses tersebut, sistem POS juga menjalankan berbagai tugas secara otomatis. Data stok akan langsung diperbarui sesuai jumlah barang yang terjual, transaksi tercatat ke dalam laporan penjualan, dan informasi tersebut dapat digunakan untuk memantau performa bisnis secara real-time. Berkat otomatisasi ini, pemilik usaha tidak perlu lagi melakukan pencatatan manual setiap kali transaksi terjadi sehingga operasional menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien.
Jenis-jenis point of sale
Seiring perkembangan teknologi, sistem POS tidak lagi terbatas pada mesin kasir konvensional. Kini tersedia berbagai jenis POS yang dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan operasional, anggaran, hingga skala bisnis. Berikut adalah jenis-jenis point of sale yang bisa kamu pahami.
1. POS on-premise
POS on-premise merupakan sistem yang dipasang dan dijalankan pada server serta infrastruktur milik bisnis sendiri. Karena seluruh data disimpan secara lokal, bisnis memiliki kontrol yang lebih besar terhadap pengelolaan data dan keamanan sistem. Namun, pendekatan ini umumnya membutuhkan investasi awal yang lebih tinggi untuk perangkat keras, lisensi perangkat lunak, serta dukungan tim IT yang bertugas melakukan instalasi, pembaruan, dan pemeliharaan sistem.
2. POS berbasis cloud
Berbeda dengan on-premise, cloud POS menyimpan dan mengelola data melalui server penyedia layanan sehingga dapat diakses melalui internet. Model ini lebih praktis karena bisnis tidak perlu menyediakan server sendiri, sementara pembaruan sistem dan pencadangan data biasanya dilakukan secara otomatis oleh penyedia layanan. Cloud POS juga memudahkan pemilik bisnis memantau penjualan dari mana saja, meskipun tetap memerlukan koneksi internet yang stabil agar dapat beroperasi secara optimal.
3. POS mobile (mPOS)
Mobile POS (mPOS) menggunakan smartphone atau tablet sebagai perangkat utama untuk memproses transaksi. Fleksibilitas ini membuat mPOS banyak digunakan oleh usaha kecil, bisnis pop-up, bazar, hingga food truck yang membutuhkan sistem kasir yang mudah dibawa dan dapat digunakan di berbagai lokasi tanpa bergantung pada perangkat kasir konvensional.
4. POS desktop
POS desktop dijalankan melalui komputer atau PC yang berada di lokasi usaha. Jenis ini masih banyak digunakan oleh toko retail dan bisnis yang memiliki titik kasir tetap karena menawarkan performa yang stabil serta mudah diintegrasikan dengan perangkat pendukung seperti barcode scanner, printer struk, dan cash drawer.
5. POS open-source
POS open-source memberikan keleluasaan bagi bisnis untuk menyesuaikan fitur sesuai kebutuhan. Biaya lisensinya umumnya lebih rendah dibanding sistem komersial, tetapi implementasi dan pemeliharaannya membutuhkan pengetahuan teknis yang lebih mendalam sehingga lebih cocok bagi bisnis yang memiliki tim IT atau pengembang sendiri.
6. POS khusus industri
Beberapa penyedia juga menawarkan POS yang dirancang khusus untuk industri tertentu, seperti restoran, kafe, salon, atau retail. Sistem ini biasanya telah dilengkapi fitur yang sesuai dengan kebutuhan operasional masing-masing bisnis, misalnya pengiriman pesanan langsung ke dapur (kitchen display system), manajemen reservasi, pengaturan meja, hingga integrasi dengan layanan pesan antar dan pembayaran digital.
Komponen utama sistem POS
Sistem point of sale (POS) bekerja melalui kombinasi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang saling terintegrasi. Keduanya memiliki peran berbeda, tetapi sama-sama penting untuk memastikan proses transaksi berjalan cepat, akurat, dan efisien.
Di sisi hardware, sistem POS biasanya terdiri dari perangkat seperti layar kasir, pemindai barcode, laci kas, mesin pembaca kartu debit atau kredit, printer struk, hingga timbangan digital pada bisnis tertentu seperti supermarket atau toko bahan makanan. Perangkat-perangkat ini membantu mempercepat proses transaksi sekaligus mengurangi risiko kesalahan saat memasukkan data.
Sementara itu, software menjadi pusat pengelolaan seluruh aktivitas transaksi. Sistem ini secara otomatis menghitung harga, pajak, dan diskon, memproses pembayaran, memperbarui stok, serta menyimpan data penjualan yang nantinya dapat diolah menjadi berbagai laporan bisnis. Meski pembayaran digital semakin banyak digunakan, dukungan terhadap pembayaran tunai masih menjadi bagian penting dari sistem POS modern.
Uang tunai masih menyumbang sekitar seperempat dari seluruh transaksi, dan hampir separuh dari transaksi bernilai di bawah 10 dolar AS masih dilakukan secara tunai. – NetSuite
Data ini menegaskan bahwa sistem POS yang baik perlu mendukung berbagai metode pembayaran sekaligus, bukan hanya berfokus pada transaksi digital semata.
Gunakan sistem point of sale yang tepat dengan Mekari POS
Memilih sistem point of sale (POS) bukan hanya tentang memproses pembayaran, tetapi juga memastikan seluruh operasional bisnis dapat dikelola dengan lebih efisien. Sistem yang tepat membantu bisnis mencatat transaksi, mengelola stok, memantau penjualan, hingga menyusun laporan secara otomatis sehingga pemilik usaha dapat mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat.
Mekari POS hadir sebagai sistem POS terpusat yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan bisnis retail dan F&B di Indonesia. Seluruh transaksi, stok, dan data operasional terhubung dalam satu platform sehingga aktivitas bisnis dapat dipantau secara real-time, baik untuk satu outlet maupun beberapa cabang.
Untuk mendukung operasional yang lebih efektif, Mekari POS juga dilengkapi berbagai fitur berikut.
- Transaksi cepat dan akurat: Proses pesanan dan pembayaran lebih praktis dengan dukungan berbagai metode pembayaran, mulai dari tunai, kartu debit atau kredit, QRIS, hingga e-wallet.
- Manajemen stok real-time: Pantau ketersediaan stok secara langsung agar proses restock lebih tepat waktu dan risiko selisih stok dapat diminimalkan.
- Laporan bisnis otomatis: Akses laporan penjualan, performa produk, dan ringkasan transaksi secara real-time tanpa perlu merekap data secara manual.
- Program loyalitas pelanggan: Tingkatkan pembelian berulang melalui fitur membership, poin, dan promo yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
- Integrasi ekosistem Mekari: Hubungkan data transaksi dengan Mekari Jurnal untuk pembukuan dan laporan keuangan yang lebih otomatis, serta Mekari Desty untuk mendukung penjualan omnichannel dari satu ekosistem.
- Manajemen multicabang: Kelola stok, harga, dan performa seluruh outlet melalui satu dashboard terpusat sehingga ekspansi bisnis lebih mudah dikendalikan.
Siap memilih sistem point of sale yang tepat untuk bisnis Anda? Mulai kelola transaksi dan operasional bisnis Anda dengan Mekari POS!
References and methodology
Methodology
Methodology
Articles published by Mekari POS are developed using trusted sources, including official data, company reports, academic research, and insights from industry practitioners. Whenever possible, we refer directly to primary sources before drawing conclusions. Our editorial team reviews and verifies the information to ensure accuracy and relevance. All references are listed so readers can trace each piece of information back to its original source.
Our editorial standards
Our editorial standards
- Primary source first: We consult official product documentation and pricing pages directly, not secondhand summaries or aggregator sites.
- Fact-checking: All product features, pricing, and claims are cross-verified against each platform’s official website at the time of writing.
- No paid placement: Tools are selected based on relevance and fit for Indonesian businesses, not commercial arrangements. Mekari Officeless is included as a first-party product and is transparently labeled as such.
- Regular review: Articles are periodically updated to reflect product changes or shifts in market relevance.
References
References
OCBC. “Point of Sale (POS): Pengertian, Cara Kerja, dan Jenisnya”
Investopedia. “Point of Sale (POS): What It Means, How It Works”
NetSuite. “Point of Sale (POS) Defined: How It Works & Why It’s Important”
Grand View Research. “Point-of-Sale Software Market Size, Share Report, 2026-2033”
